← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#94319
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.6300.006
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Alamat Lengkap
Jl. Belitung Darat No.118, Belitung Utara, Kec. Banjarmasin Bar., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Telepon
0511-3355661
Faksimile
0511-3359735
Email
dinkes@kalselprov.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Muhammad Syarifuddin, M.Pd
Eselon 2
dr. Diauddin, M. Kes
Nama PJ Teknis
Mutia Iflah, S.Si
Jabatan
Sekretaris
Alamat
Jln. Belitung Darat No. 118
Telepon
05113355661
Faksimile
-
Email
keskalsel@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
        
Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2024 merupakan salah satu produk sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota yang merupakan sarana penyedia indikator-indikator yang menunjukan tercapai tidaknya visi pembangunan kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan diterbitkannya profil kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 ini adalah dalam rangka menyediakan sarana informasi untuk mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Provinsi Kalimantan Selatan dengan mengacu pada visi yang telah ditetapkan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
5 Desember 2024 - 20 Desember 2024
Desain
5 Desember 2024 - 20 Desember 2024
Pengumpulan Data
21 Desember 2024 - 28 Februari 2025
Pengolahan Data
1 Maret 2025 - 30 April 2025
Analisis
1 Mei 2025 - 31 Mei 2025
Diseminasi
1 Juni 2025 - 30 Juni 2025
Evaluasi
1 Juli 2025 - 31 Juli 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 92 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Sarana Kesehatan[K00443] Fasilitas Pelayanan Kesehatansarana kesehatan adalah tempat yang digunakan utuk menyelenggarakan upaya kesehatan, salah satunya adalah Puskesmas, RS dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya (klinik)2025
Tenaga Kesehatan[K02174] Tenaga Kesehatantenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/ atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan (UU RI Nomor 36 Tahun 2014)2025
Pembiayaan KesehatanPembiayaan KesehatanPembiayaan kesehatan adalah anggaran yang dialokasikan minimal 10% dari anggaran pendapatan dan belanja daerah diluar gaji2025
Kesehatan Keluarga[K01386] Pembangunan ManusiaKesehatan keluarga meliputi kesehatan ibu, anak, kesehatan usia produktif, dan usia lanjut2025
Pengendalian Penyakit[K00428] Eliminasi PenyakitPengendalian penyakit meliputi pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit yang dapat dicehag dengan imunisasi (PD3I) dan penyakit tular vektor dan zoonotik2025
Keadaan Lingkungan[K01953] SanitasiKeadaan lingkungan meliputi air minum, akses sanitasi layak, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, sanitasi tempat-tempat umum serta sanitasi tempat pengolahan makanan2025
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. KALIMANTAN SELATAN TANAH LAUT
2. KALIMANTAN SELATAN KOTABARU
3. KALIMANTAN SELATAN BANJAR
4. KALIMANTAN SELATAN BARITO KUALA
5. KALIMANTAN SELATAN TAPIN
6. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI SELATAN
7. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI TENGAH
8. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI UTARA
9. KALIMANTAN SELATAN TABALONG
10. KALIMANTAN SELATAN TANAH BUMBU
11. KALIMANTAN SELATAN BALANGAN
12. KALIMANTAN SELATAN KOTA BANJARMASIN
13. KALIMANTAN SELATAN KOTA BANJAR BARU
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Lainnya, Kumpulan format sheet excel dari pusdatin
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kumpulan format sheet excel dari pusdatin
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Pertemuan dan Monev Antar Dinkes Kab/Kota
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 10 orang
Pelatihan Petugas
Ya
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, BIdang/Seksi/Staf Pengelola yang bertanggung jawab terkait datanya
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 8 Juni 2026
Digital (Softcopy) Ya 8 Juni 2026
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
92 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #285478
Kasus HIV menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur
Integer • Kasus
HIV (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test. Pelayanan kesehatan orang dengan: risiko terinfeksi virus
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang teridentifikasi pada penduduk, yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin (laki-laki/perempuan) dan kelompok umur tertentu. Tujuannya adalah memantau distribusi epidemi HIV di suatu wilayah untuk perencanaan pencegahan, pengendalian, dan penanganan HIV/AIDS."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285477
Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa/Kelurahan yang Ditangani<24 Jam
Integer • Kejadian
Kejadian Luar Biasa Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan k
["Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbul atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan memerlukan penanggulangan segera. Indikator ini mengukur jumlah KLB di tingkat desa/kelurahan yang berhasil ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima oleh pihak berwenang. Tujuannya adalah untuk menilai kecepatan respon surveilans epidemiologi dan kemampuan sistem kesehatan dalam mencegah meluasnya penularan penyakit."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285476
Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Orang
Penderita DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upa
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) yang mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, khususnya di puskesmas. Data ditampilkan menurut wilayah administrasi kecamatan dan puskesmas untuk melihat distribusi dan beban penyakit. Pelayanan kesehatan DM meliputi deteksi dini, pemeriksaan gula darah, pencatatan, pengobatan, konseling, dan tindak lanjut."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285475
Tempat Pengelolaan Pangan Terdaftar
Integer • Unit
Tempat Pengelolaan Pangan olahan siap saji yang selanjutnya disebut TPP adalah sarana produksi untuk menyiapkan, mengolah, mengemas, menyimpan, menyajikan dan/atau mengangkut panga
["Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) adalah setiap tempat yang digunakan untuk kegiatan penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan/atau penjualan makanan dan minuman, misalnya rumah makan, restoran, kantin, warung, jasa boga, depot air minum isi ulang, dan usaha sejenis. Pengawasan dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan untuk menilai apakah TPP memenuhi syarat kesehatan sesuai standar."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285474
Tempat Pengelolaan Pangan Memenuhi Syarat
Integer • Unit
Tempat Pengelolaan Pangan olahan siap saji yang selanjutnya disebut TPP adalah sarana produksi untuk menyiapkan, mengolah, mengemas, menyimpan, menyajikan dan/atau mengangkut panga
["Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) adalah setiap tempat yang digunakan untuk kegiatan penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan/atau penjualan makanan dan minuman, misalnya rumah makan, restoran, kantin, warung, jasa boga, depot air minum isi ulang, dan usaha sejenis. Pengawasan dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan untuk menilai apakah TPP memenuhi syarat kesehatan sesuai standar."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285473
TFU yang Dilakukan Pengawasan Sesuai Standar (IKL)
Integer • Unit
Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) Lokasi, sarana, dan prasarana yang meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hotel, rumah makan dan usaha lain yang sejenis
["Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) adalah sarana yang digunakan masyarakat luas dan berpotensi mempengaruhi kesehatan lingkungan, seperti: Terminal, pasar, sekolah, tempat ibadah, hotel, restoran, warung makan, salon, tempat wisata, dan lain-lain. Pengawasan TFU dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas/Dinas Kesehatan sesuai standar kesehatan lingkungan yang berlaku."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285472
Jumlah Tempat dan Fasilitas Umum yang Terdaftar
Integer • Unit
Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) Lokasi, sarana, dan prasarana yang meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hotel, rumah makan dan usaha lain yang sejenis
["Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) adalah sarana yang digunakan masyarakat luas dan berpotensi mempengaruhi kesehatan lingkungan, seperti: Terminal, pasar, sekolah, tempat ibadah, hotel, restoran, warung makan, salon, tempat wisata, dan lain-lain. Pengawasan TFU dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas/Dinas Kesehatan sesuai standar kesehatan lingkungan yang berlaku."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285471
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Unit
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Perilaku yang digunakan seba
["Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan pembangunan sanitasi dengan pemberdayaan masyarakat melalui perubahan perilaku higienis dan saniter secara kolektif. Program ini berfokus pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan dengan 5 Pilar STBM."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285470
Kepala Keluarga dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Kepala Keluarga
Akses Sanitasi Aman Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa yang memiliki tangki septik dan disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun
["Indikator ini menunjukkan jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi layak. Fasilitas sanitasi layak adalah sarana pembuangan kotoran manusia yang memenuhi syarat kesehatan (misalnya jamban sehat, septic tank kedap, atau sistem pembuangan yang tidak mencemari lingkungan)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285469
Sarana Air Minum yang Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya yang Terdaftar
Integer- • Unit
Pengawasan kualitas air minum aman Upaya yang dilakukan untuk mengawasi kualitas air minum dari pelaksana penyelenggara air minum baik secara internal maupun eksternal terhadap air
["Air yang memenuhi syarat kesehatan (aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan) dan dapat diminum, baik telah melalui proses pengolahan ataupun tidak."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285468
Sarana Air Minum yang Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar
Integer- • Unit
Pengawasan kualitas air minum aman Upaya yang dilakukan untuk mengawasi kualitas air minum dari pelaksana penyelenggara air minum baik secara internal maupun eksternal terhadap air
["Air yang memenuhi syarat kesehatan (aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan) dan dapat diminum, baik telah melalui proses pengolahan ataupun tidak."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285467
10 Penyakit dengan Fasilitas Terbesar pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit
Integer • %
Rawat Inap: Pelayanan medis yang mengharuskan pasien menginap minimal 1x24 jam di rumah sakit. Kasus Rawat Inap: Pasien dengan diagnosis tertentu yang dirawat inap selama periode
["Indikator ini menggambarkan 10 penyakit dengan tingkat fatalitas (kematian) tertinggi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Fatalitas menunjukkan derajat keganasan atau keparahan suatu penyakit yang diukur dari proporsi pasien yang meninggal di antara pasien yang dirawat dengan diagnosis penyakit tersebut."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285466
10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Inap menurut Bab ICD-X di Rumah Sakit
Integer • Penyakit
Rawat Inap: Pelayanan medis di rumah sakit yang mengharuskan pasien tinggal/menginap minimal 1x24 jam. ICD-10: Sistem klasifikasi penyakit internasional yang membagi penyakit ke d
["Indikator ini menunjukkan pola kesakitan pasien rawat inap berdasarkan pengelompokan diagnosis penyakit menurut Bab ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Tujuannya adalah untuk mengetahui penyakit utama penyebab pasien dirawat inap di rumah sakit sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit, serta penyediaan sumber daya (SDM, obat, sarana)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285465
10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Jalan menurut Bab ICD-X di Rumah Sakit
Integer • Penyakit
Rawat Jalan: Pelayanan medis kepada pasien di rumah sakit tanpa menginap (poliklinik, instalasi rawat jalan, IGD bila tidak dirawat inap). ICD-10: Klasifikasi penyakit internasion
["Indikator ini menggambarkan pola kesakitan pasien rawat jalan di rumah sakit berdasarkan pengelompokan penyakit menurut Bab ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Tujuannya untuk mengetahui penyakit yang paling banyak diderita pasien rawat jalan sehingga rumah sakit maupun dinas kesehatan dapat menyusun prioritas pelayanan dan perencanaan kebutuhan sumber daya."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285464
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat
Integer • %
Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) Penderita Skizofrenia dan Psikosis akut. ODGJ berat yang mendapat layanan adalah penderita Skizofrenia dan Psikosis Akut yang mendapatkan pe
["Indikator ini menggambarkan cakupan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ODGJ berat (misalnya skizofrenia, bipolar, atau gangguan psikotik kronis) di tingkat layanan primer (puskesmas) maupun rujukan, berdasarkan wilayah administrasi (kecamatan dan puskesmas). Tujuannya untuk memantau sejauh mana pelayanan kesehatan mampu menjangkau dan mengelola penderita ODGJ berat."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285463
Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode IVA dan Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Klinis (Sanadis)
Integer • %
Jumlah Kab/Kota yang melaksanakan deteksi dini faktor risiko kanker leher rahim dan kanker payudara Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hub
["Indikator ini menggambarkan cakupan layanan deteksi dini kanker pada perempuan usia 30–50 tahun,"]Lihat →
ID Variabel Indah: #285458
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Orang
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah k
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (terutama puskesmas), dikategorikan menurut jenis kelamin (laki-laki/perempuan), kecamatan, dan puskesmas. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi mencakup deteksi dini, pemeriksaan tekanan darah, pencatatan sebagai penderita hipertensi, pengobatan, konseling, maupun tindak lanjut."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285452
Penderita Kronis Filariasis menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Orang
Penderita kronis filariasis Penderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara, dan hidrok
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita filariasis kronis yang masih ditemukan dan tercatat di fasilitas kesehatan, dikategorikan menurut jenis kelamin (laki-laki/perempuan), wilayah kecamatan, dan puskesmas. Filariasis kronis ditandai dengan gejala klinis menahun akibat infeksi cacing filaria, seperti pembengkakan pada tungkai, lengan, atau organ kelamin (elephantiasis, hidrokel)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285451
Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Kasus
Suspek Setiap individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi; wajib diduga malaria tanpa m
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus malaria yang menyebabkan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada penduduk, yang dicatat dan dilaporkan oleh puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain, kemudian dianalisis menurut jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285449
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Kasus
Penderita DBD Penderita demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus menerus, disertai manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimmosis, epistaksi
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat dalam sistem surveilans kesehatan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan Puskesmas. DBD adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan kematian, terutama pada anak-anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #285446
Penderita dan Kematian pada Kejadian Luar Biasa (KLB) menurut Jenis KLB
Integer • Orang
Penduduk Terancam Penduduk yang tinggal di daerah (kelurahan/desa) yang terkena kejadian luar biasa (KLB) Attack Rate Angka pengukuran yang dipakai untuk menghitung insidens kasus
["Indikator ini mengukur beban morbiditas (penderita) dan mortalitas (kematian) akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) di suatu wilayah, yang dikelompokkan berdasarkan jenis KLB (misalnya DBD, campak, keracunan pangan, hepatitis A, dll). Tujuannya untuk mengetahui dampak kesehatan masyarakat dari berbagai jenis KLB dan sebagai dasar dalam penentuan prioritas pencegahan serta penanggulangan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285439
Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Kasus
Penyakit Difteri Penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheria ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam sa
["Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) adalah kelompok penyakit menular yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi dasar lengkap dan lanjutan. Contohnya: campak, rubela, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan tuberkulosis (BCG). Indikator ini mencatat jumlah kasus PD3I yang ditemukan, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin pasien, wilayah kecamatan, dan puskesmas penemu/lapor. Tujuannya adalah untuk memantau keberhasilan program imunisasi serta mendeteksi adanya potensi KLB (Kejadian Luar Biasa)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285438
Kasus AFP (Non Polio) menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Kasus
Acute Flacid Paralysis (AFP) Kelumpuhan pada anak berusia <15 tahun yang bersifat layuh (flaccid) terjadi secara akut/ mendadak (<14 hari) dan bukan disebabkan oleh ruda paksa. Non
["Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah kelumpuhan mendadak dan layuh pada anak usia <15 tahun yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk polio maupun bukan polio. Indikator ini menghitung jumlah kasus AFP yang telah dipastikan bukan polio melalui pemeriksaan laboratorium, dikelompokkan menurut kecamatan dan puskesmas. Tujuan pencatatan adalah untuk memantau sensitivitas sistem surveilans polio dan mendeteksi kemungkinan adanya kasus polio liar secara dini."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285437
Penderita Kasus Kusta Selesai Berobat menurut Tipe, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Orang
RFT PB (Release From Treatment) Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan). Penderita
["Indikator ini menggambarkan jumlah pasien kusta yang telah menyelesaikan regimen pengobatan sesuai standar nasional/internasional pada periode tertentu, dengan klasifikasi berdasarkan tipe penyakit dan wilayah pelayanan kesehatan. Data ini digunakan untuk memantau keberhasilan program penanggulangan kusta."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285436
Kasus Terdaftar dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta menurut Tipe/Jenis, Usia, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Kasus
Kasus kusta terdaftar pada anak Penderita kusta terdaftar pada penduduk yang berusia 0 - <15 tahun Kasus kusta terdaftar pada dewasa Penderita kusta terdaftar pada penduduk yang be
["Indikator ini digunakan untuk menggambarkan beban penyakit kusta yang ada di wilayah tertentu pada periode tertentu, dengan melihat: Jumlah pasien yang masih dalam pengobatan atau tercatat (kasus terdaftar). Prevalensi kusta (jumlah kasus terdaftar dibanding total penduduk). Distribusi kasus menurut tipe kusta (PB/MB), kelompok umur, dan wilayah kerja."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285435
Kasus Baru Ksta Cacat Tingkat 0, Cacat Tingkat 2,Penderita Kusta Anak<15 Tahun
Integer • Kasus
Cacat tingkat 0 Kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis Cacat tingkat 2 Kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan dan kaki 1
["Indikator ini digunakan untuk memantau jumlah kasus baru kusta yang ditemukan, dikelompokkan menurut tingkat kecacatan dan umur, untuk menilai: Tingkat keberhasilan deteksi dini. Besarnya penularan di masyarakat (terutama pada anak). Efektivitas upaya pencegahan kecacatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285432
Bayi yang Lahir dari Ibu Reaktif HBsAg dan Mendapatkan HBIG
Integer • Bayi
Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif Jumlah bayi yang lahir dari ibu yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk met
["Indikator ini menggambarkan jumlah bayi baru lahir dari ibu yang terdeteksi positif (reaktif) Hepatitis B surface Antigen (HBsAg) dan telah mendapatkan imunisasi Hepatitis B dosis imunoglobulin (HBIG) sesuai prosedur pencegahan penularan dari ibu ke anak (vertical transmission)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285431
Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil
Integer • Orang
Hepatitis B Penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil dilakukan melalui pemeriksaan HbsAg. HBsAg
["Indikator ini menggambarkan jumlah ibu hamil yang telah mendapatkan pemeriksaan deteksi dini Hepatitis B selama masa kehamilan, dikelompokkan menurut wilayah kecamatan dan puskesmas. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan sedini mungkin ibu hamil yang terinfeksi virus Hepatitis B agar dapat dilakukan penatalaksanaan dan pencegahan penularan kepada bayi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285428
Kasus HIV
Integer • Kasus
HIV (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test. Pelayanan kesehatan orang dengan: risiko terinfeksi virus
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang teridentifikasi pada penduduk, yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin (laki-laki/perempuan) dan kelompok umur tertentu. Tujuannya adalah memantau distribusi epidemi HIV di suatu wilayah untuk perencanaan pencegahan, pengendalian, dan penanganan HIV/AIDS."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285421
Kasus Diare yang Dilayani menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Kasus
Penderita diare Balita yang dilayani Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun Pe
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita diare yang mendapatkan pelayanan kesehatan (di Puskesmas, Pustu, Poskesdes, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya) dalam periode tertentu, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas. Tujuan indikator ini adalah memantau beban kasus diare serta distribusinya secara geografis dan demografis."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285418
ODHIV Baru Mendapatkan Pengobatan
Integer • %
ODHIV Baru Orang yang berisiko terinfeksi HIV mengetahui status terinfeksi HIV (penetapan diagnose) dan baru di temukan. ODHIV Baru mendapatkan ARV ODHIV baru yang ditemukan (terdi
["Indikator ini mengukur proporsi Orang dengan HIV (ODHIV) yang baru terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV) dalam periode tertentu, dikelompokkan menurut wilayah pelayanan (kecamatan dan puskesmas). Tujuannya adalah memantau keberhasilan penjangkauan dan inisiasi pengobatan pada ODHIV."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285414
Penemuan Kasus Pneumonia Balita menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Kasus
Pneumonia Balita mengalami batuk dan atau kesukaran bernapas dan hasil perhitungan napas, usia 0-<2 bulan =60 kali/menit, usia 2-<12 bulan = 50 kali/menit, usia 12-59 bulan =40 kal
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus pneumonia pada anak balita (usia 0–59 bulan) yang berhasil ditemukan dan tercatat melalui pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun jejaringnya. Data disajikan berdasarkan jenis kelamin balita, wilayah kecamatan, dan puskesmas, sehingga dapat memantau distribusi penyakit dan kinerja deteksi dini di tingkat pelayanan kesehatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285411
Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkapserta Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Sensitif Obat (SO) menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • %
Kasus Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang ditemukan dan diobati Pasien tuberkulosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan ja
["Indikator ini digunakan untuk menilai efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TB), khususnya TB Sensitif Obat (SO), melalui pencapaian tiga ukuran utama: Angka Kesembuhan TB SO: proporsi pasien TB yang telah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Angka Pengobatan Lengkap TB SO: proporsi pasien TB yang menyelesaikan pengobatan sesuai jadwal, namun tanpa hasil laboratorium yang lengkap untuk dinyatakan sembuh. Angka Keberhasilan Pengobatan TB SO: gabungan dari pasien yang sembuh dan yang menyelesaikan pengobatan lengkap."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285408
Terduga Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis Anak
Integer • Kasus
Terduga tuberkulosis Orang yang mempunyai gejala utama pasien TB paru adalah batuk selama 2 minggu atau lebih dimana yang dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur
["Indikator ini digunakan untuk memantau jumlah individu yang dicurigai menderita tuberkulosis (TBC) serta kasus yang terkonfirmasi, termasuk kasus pada anak. Data ini mencerminkan tingkat penemuan kasus TBC dan beban penyakit di suatu wilayah."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285407
Puskesmas yang Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga
Integer • %
Puskesmas melaksanakan kelas ibu hamil Puskesmas yang minimal 50% desa/kelurahan di wilayah kerjanya melaksanakan kelas ibu hamil dalam kurun waktu 1 tahun. Puskesmas melaksanakan
["Indikator ini menggambarkan persentase Puskesmas di suatu wilayah yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan keluarga sesuai standar program Kementerian Kesehatan. Pelayanan kesehatan keluarga meliputi intervensi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang ditujukan kepada seluruh anggota keluarga, mulai dari ibu, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285406
Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • %
Pelayanan kesehatan usia lanjut Pelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja da
["Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut adalah indikator yang menunjukkan persentase penduduk usia lanjut (=60 tahun) yang memperoleh pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif, sesuai standar pelayanan di fasilitas kesehatan, dibandingkan dengan total penduduk usia lanjut di wilayah kerja tertentu."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285405
Calon Pengantin (Catin) Mendapatkan Layanan Kesehatan menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • %
Calon Pengantin terdaftar di KUA atau lembaga agama lainnya Calon pengantin laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan pernikahan dan sudah mendaftarkan pernikahan di KUA/Lemb
["Indikator ini menggambarkan proporsi calon pengantin (laki-laki dan perempuan) yang telah mendapatkan layanan kesehatan pra-nikah sesuai standar, sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan ibu, bayi, dan keturunan yang akan dilahirkan. Layanan ini termasuk skrining kesehatan, konseling, imunisasi, dan pemberian suplemen bila diperlukan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285404
Pelayanan Kesehatan Usia Produktif menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Unit
Pelayanan kesehatan pada usia produktif Setiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan
["Pelayanan kesehatan usia produktif adalah upaya kesehatan yang diberikan kepada penduduk berusia 15–59 tahun untuk menjaga, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan mereka, sehingga mampu menjalankan peran sosial, ekonomi, dan keluarga secara optimal. Pelayanan ini meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai standar pelayanan kesehatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285403
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer • Unit
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut anak sekolah tingkat dasar (SD/MI) atau UKGS dengan mengutamakan pendekat
["Indikator ini mengukur cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan kepada anak Sekolah Dasar (SD) dan sederajat (MI, atau setingkat) berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas yang memberikan pelayanan. Pelayanan ini meliputi kegiatan pemeriksaan, penyuluhan, perawatan, serta tindakan promotif dan preventif lainnya yang dilakukan di sekolah atau fasilitas kesehatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285402
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Unit
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, mencegah dan menyembuhkan penya
["Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah serangkaian tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diberikan kepada masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan gigi dan mulut. Indikator ini mencakup jumlah atau cakupan pelayanan yang diberikan di wilayah kerja puskesmas, yang dapat diakses melalui kegiatan di fasilitas kesehatan maupun kegiatan lapangan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285401
Cakupan Pelayanan Kesehatan Peserta Didik SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA serta Usia Pendidikan Dasar Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • %
DEFINISI OPERASIONAL Pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SD/MI Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kad
["Indikator ini menggambarkan tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta didik di semua jenjang pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) serta anak usia pendidikan dasar, baik melalui kegiatan penjaringan kesehatan, pemeriksaan berkala, maupun pelayanan kesehatan lainnya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di sekolah atau fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk memantau upaya deteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut."]Lihat →
ID Variabel Indah: #285400
Status Gizi BLIT Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • %
Balita Berat Badan Kurang Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD Balita Pende
["Cakupan pelayanan kesehatan balita adalah persentase balita (anak usia 12–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, seperti pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lanjutan, deteksi dini gangguan kesehatan, dan intervensi gizi, dibandingkan dengan total sasaran balita pada wilayah tertentu."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284981
Balita Ditimbang
Integer • Balita
Anda telah keluar. Masuk ke akun Anda dari tab lain. Formulir Metadata Keg-Var-Ind (Contoh) Kompilasi Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan_ 100% E72 Balita yang ad
["Indikator ini menggambarkan jumlah anak balita (usia 0–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan penimbangan berat badan dalam periode tertentu di fasilitas kesehatan atau posyandu, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas. Tujuan dari penimbangan balita adalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, mendeteksi dini masalah gizi, serta menjadi dasar dalam intervensi kesehatan dan gizi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284782
Cakupan Pelayanan Kesehatan Balita
Integer • %
Balita Memiliki Buku KIA Balita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA. Sasaran Balita m
["Cakupan pelayanan kesehatan balita adalah persentase balita (anak usia 12–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, seperti pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lanjutan, deteksi dini gangguan kesehatan, dan intervensi gizi, dibandingkan dengan total sasaran balita pada wilayah tertentu."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284675
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi dan Anak Balita
Integer • %
Cakupan bayi mendapat kapsul vitamin A Cakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan dosis 100.000 Satuan Internasional (SI) di suatu wilayah ker
["Pemberian kapsul Vitamin A merupakan salah satu intervensi penting untuk mencegah kekurangan vitamin A, yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan, penurunan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko kematian pada anak. Program ini diberikan dua kali setahun (Februari dan Agustus) kepada: Bayi usia 6–11 bulan: 1 kapsul biru (100.000 IU) Anak balita usia 12–59 bulan: 1 kapsul merah (200.000 IU) Cakupan dihitung berdasarkan persentase bayi dan balita yang menerima Vitamin A dibandingkan dengan jumlah sasaran di wilayah kerja Puskesmas atau Kecamatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284669
Cakupan Imunisasi Lanjutan DPT-HB-Hib 4 dan Campak Rubela 2 pada Anak Usia Dibawah 2 Tahun (Baduta)
Integer • %
Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4 Cakupan (Jumlah dan persentase) Anak Usia 18-24 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke-4 Cakupan imunisasi Campak Rubela 2 Cakup
["Indikator ini menggambarkan proporsi bayi dua tahun yang telah mendapatkan imunisasi lanjutan (DPT-HB-Hib 4 dan Campak Rubela) sesuai jadwal, dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi dua tahun sasaran di wilayah kerja puskesmas atau kecamatan pada periode tertentu."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284641
Cakupan Imunisasi DPT-HB-Hib 3, Polio 4*, Campak Rubela, dan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi
Integer • %
Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib3 Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke 3 Cakupan imunisasi Polio 4* Cakupan (Juml
["Indikator ini menggambarkan proporsi bayi yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap atau imunisasi spesifik (DPT-HB-Hib 3, Polio 4*, Campak Rubela) sesuai jadwal, dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi sasaran di wilayah kerja puskesmas atau kecamatan pada periode tertentu."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284613
Cakupan Imunisasi Hepatitis B0 (0-7 hari) dan BCG pada Bayi
Integer • %
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia <24 jam yang mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B HB0 1-7 hari Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 1-7 hari yang mendapatkan 1
["a. Imunisasi Hepatitis B0 (HB-0) Definisi: Pemberian imunisasi Hepatitis B dosis pertama pada bayi baru lahir dalam waktu 0–7 hari setelah kelahiran. Tujuan: Melindungi bayi dari penularan Hepatitis B terutama dari ibu ke anak saat proses persalinan. b. Imunisasi BCG Definisi: Imunisasi yang diberikan satu kali pada bayi untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TB), terutama TB berat seperti TB meningitis dan TB milier. Waktu pemberian: Idealnya sebelum bayi berusia 2 bulan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284611
Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
Integer • %
Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun
["Universal Child Immunization (UCI) adalah kondisi di mana seluruh bayi di desa/kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai standar program imunisasi nasional. Imunisasi dasar lengkap mencakup: BCG DPT-HB-Hib (3 dosis) Polio (4 dosis) Campak/MR (1 dosis) UCI biasanya diukur pada tingkat desa/kelurahan untuk melihat keberhasilan program imunisasi dalam menjangkau seluruh bayi di wilayah tersebut."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284609
Cakupan Pelayanan Kesahatan Bayi
Integer • %
Setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memu
["Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi adalah persentase bayi berusia 0–11 bulan yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dari tenaga kesehatan dalam periode tertentu (biasanya 1 tahun) dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi sasaran di wilayah tersebut. Pelayanan kesehatan bayi meliputi pemeriksaan fisik, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi sesuai jadwal, pemberian vitamin, deteksi dini kelainan, serta penyuluhan gizi dan ASI."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284607
Bayi Baru Lahir Mendapat IMD* dan Pemberian ASI EKsklusif pada Bayi <6 bulan
Integer • %
Bayi baru lahir mendapat IMD Proses menyusu yang dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya dan berlangsung minimal 1 (satu) jam Bayi
["Indikator ini mengukur proporsi bayi baru lahir yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam waktu 1 jam setelah lahir, baik melalui persalinan di fasilitas kesehatan maupun di luar fasilitas dengan bantuan tenaga kesehatan dan mengukur proporsi bayi berusia 0–5 bulan yang mendapat ASI Eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284606
Cakupan Kunjungan Neonatal
Integer • %
KN1 Cakupan neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada usia 6 jam - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu KN Lengkap Bayi baru lahir us
["Kunjungan neonatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada bayi baru lahir (0–28 hari) sesuai jadwal kunjungan yang direkomendasikan (KN1, KN Lengkap) untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan dan memberikan intervensi yang diperlukan. Cakupan kunjungan neonatal menggambarkan sejauh mana bayi baru lahir di wilayah kerja telah mendapatkan kunjungan sesuai standar."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284605
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Prematur
Integer • Bayi
Bayi lahir ditimbang Jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang segera setelah lahir BBLR Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram Prematur Bayi yang lahir sebelum usia kandungan
["Indikator ini menggambarkan jumlah dan distribusi bayi baru lahir dengan berat badan rendah (< 2.500 gram) atau lahir prematur (< 37 minggu usia kehamilan), yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas. Data ini penting untuk memantau status kesehatan ibu hamil, kualitas pelayanan antenatal dan persalinan, serta sebagai indikator risiko mortalitas dan morbiditas bayi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284604
Kematian Anak Balita
Integer • Jiwa
Penyebab Kematian Anak Balita : Penyebab utama kematian yang terjadi pada anak usia 12-59 bulan Penyebab Kematian ( Diare, Demam Berdarah, Pneumonia, Kelainan Jantung Kongenital,
["Indikator ini digunakan untuk mengetahui distribusi jumlah kematian anak balita (usia 0–59 bulan) berdasarkan penyebab utama kematian, wilayah kecamatan, dan wilayah kerja puskesmas."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284191
Kematian Neonatal dan Post Neonatal
Integer • Jiwa
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari yang terdiri dari BBLR dan Prematuritas, Asfiksia, Tetanus Neonatorum, infeksi, kelainan kongenital, COV
["Indikator ini menggambarkan jumlah kematian bayi usia 0–11 bulan (dengan klasifikasi neonatal dan post-neonatal) yang terjadi di suatu wilayah, berdasarkan penyebab utama medis, kecamatan, dan puskesmas."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284185
Kematian Neonatal, Post Neonatal, Bayi, dan Balita
Integer • Jiwa
Kematian Neonatal Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri Kematian Post Neonatal Kemat
["Indikator ini menggambarkan angka absolut kematian pada kelompok usia anak, yaitu: Neonatal (0–28 hari) Post-neonatal (29 hari–11 bulan) Bayi (0–11 bulan) Balita (0–59 bulan) Data dikelompokkan berdasarkan: Jenis kelamin (laki-laki/perempuan) Wilayah administratif (kecamatan, puskesmas)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #284174
Komplikasi Neonatal
Integer • Komplikasi
Komplikasi neonatal Neonatal dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian. Neonatus dengan komplikasi seperti BBLR (berat badan lahir rend
["Indikator ini menggambarkan jumlah dan proporsi bayi baru lahir (neonatus) yang mengalami komplikasi pada masa neonatal (usia 0–28 hari), baik saat lahir maupun dalam perawatan selanjutnya. Komplikasi neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi, sehingga pemantauan indikator ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian neonatal dan bayi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284171
Komplikasi Kebidanan
Integer • Komplikasi
Komplikasi kebidanan Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi. Jumlah sasaran ibu hamil dihitung melalui estimasi dengan ru
["Indikator ini mengukur tingkat pemanfaatan layanan KB oleh ibu pasca persalinan. Fokusnya pada jenis kontrasepsi yang digunakan, dan cakupan pelayanan di wilayah kerja masing-masing Puskesmas/Kecamatan. Indikator ini sangat penting untuk mencegah kehamilan yang terlalu cepat setelah melahirkan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284168
Cakupan dan Proporsi Peserta KB Pasca Persalinan
Integer • %
Peserta KB Pasca Persalinan Pasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern Kondom Pes
["Indikator ini mengukur tingkat pemanfaatan layanan KB oleh ibu pasca persalinan. Fokusnya pada jenis kontrasepsi yang digunakan, dan cakupan pelayanan di wilayah kerja masing-masing Puskesmas/Kecamatan. Indikator ini sangat penting untuk mencegah kehamilan yang terlalu cepat setelah melahirkan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284158
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Status 4 Terlalu (4T) dan Alki yang menjadi Peserta KB Aktif
Integer • Pasangan
Pasangan suami istri yang istrinya yang terikat dalam perkawinan yang sah yang istrinya berumur antara 15-49 tahun. PUS dengan 4T (4 Terlalu) Pasangan Usia Subur (PUS) dimana istri
["Indikator ini menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang memiliki status risiko tinggi kehamilan (4 Terlalu/4T dan ALKI) dan telah menjadi peserta aktif program Keluarga Berencana (KB). Hal ini menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas intervensi program KB terhadap kelompok berisiko tinggi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284139
Peserta KB Aktif Metode Modern menurut Jenis Kontrasepsi dan Peserta KB Aktif Mengalami Efek Samping, Komplikasi Kegagalan dan Drop Out menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer • Orang
Pasangan Usia Subur (PUS) Pasangan suami istri yang istrinya yang terikat dalam perkawinan yang sah yang istrinya berumur antara 15-49 tahun. Peserta KB Aktif Metode Modern (mCPR)
["Indikator ini menggambarkan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) aktif yang menggunakan metode kontrasepsi modern, serta mereka yang mengalami masalah terkait penggunaan kontrasepsi seperti efek samping, komplikasi, kegagalan, dan keluar dari program (drop out)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284134
Ibu Hamil yang Mendapatkan dan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
Integer • Orang
Ibu Hamil Mendapat 90 Tablet Tambah Darah (TTD) Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg a
["Indikator ini menggambarkan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil melalui pemberian dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa kehamilan, yang dilaporkan berdasarkan wilayah kerja puskesmas dan kecamatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #284131
Cakupan Imunisasi Td Pada Wanita Usia Subur (Hamil dan Tidak Hamil)
Integer • %
Cakupan Imunisasi Td pada WUS hamil dan tidak hamil Cakupan (jumlah dan persentase) WUS (wanita usia subur) baik hamil maupun tidak hamil, berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imun
["Indikator ini mengukur prosentase wanita usia subur (WUS) —baik yang sedang hamil maupun tidak hamil— yang telah mendapatkan imunisasi Td (Tetanus-Diphtheria), sebagai bagian dari perlindungan terhadap tetanus maternal dan neonatal, serta difteri."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283967
Cakupan Imunisasi Td pada Wanita Usia Subur yang Tidak Hamil
Integer • %
Cakupan Imunisasi Td pada WUS tidak hamil Cakupan (jumlah dan persentase) WUS tidak hamil berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imunisasi Td dengan interval tertentu dengan memperha
["Indikator ini mengukur cakupan pemberian imunisasi Td (Tetanus-Diphtheria) kepada wanita usia subur (WUS) yang tidak sedang hamil, sebagai bagian dari strategi pencegahan tetanus maternal dan neonatal secara jangka panjang."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283944
Cakupan Imunisasi Td pada Ibu Hamil
Integer • %
Cakupan Imunisasi Td pada Ibu hamil Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau s
["Indikator ini mengukur prosentase ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Tetanus-Diphtheria (Td) sebagai bagian dari upaya pencegahan tetanus maternal dan neonatal, berdasarkan wilayah kerja puskesmas dan kecamatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283921
Cakupan Pelayanan Kesehatan Pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, dan Ibu Nifas
Integer • %
Cakupan kunjungan ibu hamil K-1 Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (10T) oleh tenaga kesehatan pada masa kehamilan trimester pertama di satu wi
["Indikator ini menunjukkan proporsi ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang mendapatkan pelayanan kesehatan standar sesuai pedoman nasional, berdasarkan wilayah kecamatan dan puskesmas. Ini merupakan indikator penting untuk menilai akses dan mutu pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283911
Kematian Ibu
Integer • Jiwa
Kematian Ibu Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau
["Indikator ini mencerminkan jumlah total kematian ibu yang terjadi di suatu wilayah kabupaten/kota dalam satu periode waktu tertentu (biasanya per tahun), terlepas dari tempat terjadinya (di fasilitas kesehatan atau di luar fasilitas). Indikator ini menyajikan jumlah kematian ibu berdasarkan penyebab kematian, serta lokasi geografis kejadian (tingkat kecamatan dan puskesmas). Indikator ini mendukung pengawasan dan evaluasi deteksi dini risiko kehamilan, intervensi klinis, dan kesiapan sistem rujukan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283879
Kelahiran
Integer • Jiwa
Lahir Hidup Suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantung atau g
["Indikator ini mencatat jumlah bayi yang lahir hidup di wilayah kerja"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283873
Alokasi Anggaran Kesehatan
Integer • %
Anggaran Kesehatan dalam APBD Kab/Kota Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota Anggaran Kesehatan Pemerintah per Ka
["Indikator ini menggambarkan besarnya alokasi anggaran dari total APBD/APBN/APBK/APBDes yang dialokasikan untuk sektor kesehatan. Ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membiayai pembangunan kesehatan dan mendukung upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283864
Cakupan Jaminan Kesehatan Penduduk
Integer • Persen
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Program nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupa jaminan perlindungan kesehatan agar peserta m
["Indikator ini menggambarkan persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan berdasarkan jenis kepesertaannya. Hal ini mencerminkan akses penduduk terhadap layanan kesehatan yang terproteksi secara finansial melalui mekanisme asuransi atau jaminan sosial kesehatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283849
Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan di Fasilitas Kesehatan
Integer • Orang
Tenaga penunjang/pendukung kesehatan Tenaga penunjang/pendukung kesehatan Adalah tenaga selain tenaga kesehatan yang bekerja di sektor/bidang kesehatan yang meliputi pejabat strukt
["Indikator ini mengukur jumlah tenaga non-medis dan non-kesehatan utama yang berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan di fasilitas kesehatan. Mereka berfungsi sebagai tenaga administrasi, logistik, keamanan, kebersihan, dan peran lainnya yang sangat penting dalam sistem operasional layanan kesehatan."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283837
Tenaga Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan
Integer • Orang
Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kefarmasian yang terdiri dari apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sesuai dengan peraturan perun
["Indikator ini menghitung jumlah tenaga kefarmasian yang bekerja secara aktif di berbagai jenis fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka berperan penting dalam penyediaan, pengelolaan, dan pelayanan obat, serta edukasi kepada pasien mengenai penggunaan obat yang rasional dan aman."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283826
Tenaga Keteknisian Medik
Integer • Orang
Tenaga keteknisian medis adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keteknisian medis yang terdiri dari perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovask
["Sumber Daya Manusia di bidang penunjang medis yang bekerja di fasilitas kesehatan, tidak memberikan layanan langsung kepada pasien seperti dokter/perawat, tetapi memiliki peran vital dalam mendukung diagnosis, terapi, dan rehabilitasi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283822
Tenaga Keterapian Fisik
Integer • Orang
Tenaga keterapian fisik adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keterapian fisik yang terdiri dari fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunk
["Sumber Daya Manusia di bidang penunjang medis yang bekerja di fasilitas kesehatan, tidak memberikan layanan langsung kepada pasien seperti dokter/perawat, tetapi memiliki peran vital dalam mendukung diagnosis, terapi, dan rehabilitasi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283786
Tenaga Teknik Biomedika
Integer • Orang
Ahli Teknologi Laboratorium Medik adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau analis kesehatan atau analis medis dan memiliki kompetensi melak
["Sumber Daya Manusia di bidang penunjang medis yang bekerja di fasilitas kesehatan, tidak memberikan layanan langsung kepada pasien seperti dokter/perawat, tetapi memiliki peran vital dalam mendukung diagnosis, terapi, dan rehabilitasi."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283766
Tenaga Gizi
Integer • Orang
Tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutrisionis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
["[K02156] Tenaga Gizi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283763
Tenaga Kesehatan Lingkungan
Integer • Orang
Tenaga kesehatan lingkungan adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan yang terdiri dari sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobio
["Tenaga Kesehatan Non Klinis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283745
Tenaga Kesehatan Masyarakat
Integer • Orang
Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan da
["Tenaga Kesehatan Non Klinis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283739
Tenaga Kebidanan
Integer • Orang
Wanita yang mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya.
["[K00287] Bidan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283732
Tenaga Keperawatan
Integer • Orang
Seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
["[K01634] Perawat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283714
Tenaga Medis
Integer • Orang
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga medis terdiri atas dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. Dokter dan dokter gigi adalah dokter
["[K02174] Tenaga Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283703
Kematian Pasien
Integer • Jiwa
Kematian pasien di rumah sakit adalah semua kematian pasien yang terjadi saat pasien berada dalam perawatan fasilitas rumah sakit, termasuk: Rawat inap Rawat darurat (IGD) Ruang in
["[K00845] Kematian/Mortalitas"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283692
Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM)
Integer • Unit
Posyandu Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat
["[K01361] Pelayanan Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283679
Posyandu
Integer • Unit
Posyandu Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat
["[K01766] Posyandu"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283675
Ketersediaan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap (IDL)
Integer • Buah
Persentase kabupaten/kota : dengan ketersediaan vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) Persentase kabupaten/kota yang memiliki vaksin IDL terdiri dari Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG,
["[K02302] Vaksin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283661
Ketersedian Obat Esensial
Integer • Buah
Persentase ketersediaan obat essensial Persentase jumlah item obat indikator yang tersedia di kabupaten kota terhadap 40 item obat indikator yang seharusnya tersedia. Laporan yang
["[K01238] Obat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283644
Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan
Integer • Orang
Jumlah kunjungan pasien yang datang untuk pemeriksaan, pengobatan, atau perawatan gangguan jiwa, baik rawat jalan maupun rawat inap. Biasanya dilaporkan secara terpisah karena sifa
["[K00388] Disabilitas"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283637
Kunjungan Pasien Baru Rawat Inap di Sarana Pelayanan Kesehatan
Integer • Orang
Pasien yang pertama kali tercatat dirawat inap di fasilitas kesehatan pada periode pelaporan. - Dihitung saat pasien mulai dirawat (tanggal masuk rawat inap). - Satu pasien dihitun
["Frekuensi pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh pasien baru, baik untuk perawatan jalan, perawatan inap, maupun penanganan gangguan jiwa."]Lihat →
ID Variabel Indah: #283631
Kunjungan Pasien Baru Rawat Jalan di Sarana Pelayanan Kesehatan
Integer • Orang
Pasien yang datang pertama kali untuk pemeriksaan, pengobatan, atau tindak lanjut pengobatan tanpa rawat inap, pada periode pelaporan. - Dihitung per kunjungan pertama, bukan kunju
["[K01851] Rawat Jalan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283621
Pendudukk
Integer • Jiwa
- Jumlah Penduduk menurut kelompok umur (interval 5 tahunan) dan jenis kelamin Jumlah penduduk pada kelompok umur 0-4 tahun yaitu jumlah penduduk sebelum mencapai usia genap 5 tahu
["Penduduk"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283608
Puskesmas Terakreditasi
Integer • Unit
Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif
["Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #283596
Rumah Sakit Umum
Integer • Unit
Banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit
["Rumah Sakit Umum"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
87 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #132972
Persentase Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan
% • Kabupaten/Kota
Tempat Pengelolaan Pangan olahan siap saji yang selanjutnya disebut TPP adalah sarana produksi untuk menyiapkan, mengolah, mengemas, menyimpan, menyajikan dan/atau mengangkut panga
["Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) adalah setiap tempat yang digunakan untuk kegiatan penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan/atau penjualan makanan dan minuman, misalnya rumah makan, restoran, kantin, warung, jasa boga, depot air minum isi ulang, dan usaha sejenis. Pengawasan dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan untuk menilai apakah TPP memenuhi syarat kesehatan sesuai standar."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132971
Persentase Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) yang Dilakukan Pengawasan sesuai Standar menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/kota
Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) Lokasi, sarana, dan prasarana yang meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hotel, rumah makan dan usaha lain yang sejenis
["Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) adalah sarana yang digunakan masyarakat luas dan berpotensi mempengaruhi kesehatan lingkungan, seperti: Terminal, pasar, sekolah, tempat ibadah, hotel, restoran, warung makan, salon, tempat wisata, dan lain-lain. Pengawasan TFU dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas/Dinas Kesehatan sesuai standar kesehatan lingkungan yang berlaku."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132970
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (SBTM) menurut Kecamatan dan Puskesmas
Unit • Kabupaten/Kota
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Perilaku yang digunakan seba
["Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan pembangunan sanitasi dengan pemberdayaan masyarakat melalui perubahan perilaku higienis dan saniter secara kolektif. Program ini berfokus pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan dengan 5 Pilar STBM."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132969
Jumlah Kepala Keluarga dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Akses Sanitasi Aman Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa yang memiliki tangki septik dan disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun
["Indikator ini menunjukkan jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi layak. Fasilitas sanitasi layak adalah sarana pembuangan kotoran manusia yang memenuhi syarat kesehatan (misalnya jamban sehat, septic tank kedap, atau sistem pembuangan yang tidak mencemari lingkungan)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132968
Persentase Sarana Air Minum yang Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya sesuai Standar menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pengawasan kualitas air minum aman Upaya yang dilakukan untuk mengawasi kualitas air minum dari pelaksana penyelenggara air minum baik secara internal maupun eksternal terhadap air
["Air yang memenuhi syarat kesehatan (aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan) dan dapat diminum, baik telah melalui proses pengolahan ataupun tidak."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132945
10 Penyakit dengan Fatalitas Terbesar pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit
% • Kabupaten/Kota
Rawat Inap: Pelayanan medis yang mengharuskan pasien menginap minimal 1x24 jam di rumah sakit. Kasus Rawat Inap: Pasien dengan diagnosis tertentu yang dirawat inap selama periode
["Indikator ini menggambarkan 10 penyakit dengan tingkat fatalitas (kematian) tertinggi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Fatalitas menunjukkan derajat keganasan atau keparahan suatu penyakit yang diukur dari proporsi pasien yang meninggal di antara pasien yang dirawat dengan diagnosis penyakit tersebut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132943
10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Inap menurut bab ICD-X di Rumah Sakit
Penyakit • Kabupaten/Kota
Rawat Inap: Pelayanan medis di rumah sakit yang mengharuskan pasien tinggal/menginap minimal 1x24 jam. ICD-10: Sistem klasifikasi penyakit internasional yang membagi penyakit ke d
["Indikator ini menunjukkan pola kesakitan pasien rawat inap berdasarkan pengelompokan diagnosis penyakit menurut Bab ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Tujuannya adalah untuk mengetahui penyakit utama penyebab pasien dirawat inap di rumah sakit sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit, serta penyediaan sumber daya (SDM, obat, sarana)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132942
10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Jalan menurut Bab ICD-X di Rumah Sakit
Penyakit • Kabupaten/Kota
Rawat Jalan: Pelayanan medis kepada pasien di rumah sakit tanpa menginap (poliklinik, instalasi rawat jalan, IGD bila tidak dirawat inap). ICD-10: Klasifikasi penyakit internasion
["Indikator ini menggambarkan pola kesakitan pasien rawat jalan di rumah sakit berdasarkan pengelompokan penyakit menurut Bab ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Tujuannya untuk mengetahui penyakit yang paling banyak diderita pasien rawat jalan sehingga rumah sakit maupun dinas kesehatan dapat menyusun prioritas pelayanan dan perencanaan kebutuhan sumber daya."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132941
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) Penderita Skizofrenia dan Psikosis akut. ODGJ berat yang mendapat layanan adalah penderita Skizofrenia dan Psikosis Akut yang mendapatkan pe
["Indikator ini menggambarkan cakupan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ODGJ berat (misalnya skizofrenia, bipolar, atau gangguan psikotik kronis) di tingkat layanan primer (puskesmas) maupun rujukan, berdasarkan wilayah administrasi (kecamatan dan puskesmas). Tujuannya untuk memantau sejauh mana pelayanan kesehatan mampu menjangkau dan mengelola penderita ODGJ berat."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132940
Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode IVA dan Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Klinis (sadanis)
% • Kabupaten/Kota
Jumlah Kab/Kota yang melaksanakan deteksi dini faktor risiko kanker leher rahim dan kanker payudara Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hub
["Indikator ini menggambarkan cakupan layanan deteksi dini kanker pada perempuan usia 30–50 tahun,"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132939
Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Penderita DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upa
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) yang mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, khususnya di puskesmas. Data ditampilkan menurut wilayah administrasi kecamatan dan puskesmas untuk melihat distribusi dan beban penyakit. Pelayanan kesehatan DM meliputi deteksi dini, pemeriksaan gula darah, pencatatan, pengobatan, konseling, dan tindak lanjut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132938
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah k
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (terutama puskesmas), dikategorikan menurut jenis kelamin (laki-laki/perempuan), kecamatan, dan puskesmas. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi mencakup deteksi dini, pemeriksaan tekanan darah, pencatatan sebagai penderita hipertensi, pengobatan, konseling, maupun tindak lanjut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132937
Penderita Kronis Filariasis menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Penderita kronis filariasis Penderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara, dan hidrok
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita filariasis kronis yang masih ditemukan dan tercatat di fasilitas kesehatan, dikategorikan menurut jenis kelamin (laki-laki/perempuan), wilayah kecamatan, dan puskesmas. Filariasis kronis ditandai dengan gejala klinis menahun akibat infeksi cacing filaria, seperti pembengkakan pada tungkai, lengan, atau organ kelamin (elephantiasis, hidrokel)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132936
Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Suspek Setiap individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi; wajib diduga malaria tanpa m
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus malaria yang menyebabkan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada penduduk, yang dicatat dan dilaporkan oleh puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain, kemudian dianalisis menurut jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132935
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut Jenis Kaelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • kabupaten/Kota
Penderita DBD Penderita demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus menerus, disertai manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimmosis, epistaksi
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat dalam sistem surveilans kesehatan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan Puskesmas. DBD adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan kematian, terutama pada anak-anak"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132934
Jumlah Penderita dan Kematian pada Kejadian Luar Biasa (KLB) menurut Jenis KLB
% • Kabupaten/Kota
Penduduk Terancam Penduduk yang tinggal di daerah (kelurahan/desa) yang terkena kejadian luar biasa (KLB) Attack Rate Angka pengukuran yang dipakai untuk menghitung insidens kasus
["Indikator ini mengukur beban morbiditas (penderita) dan mortalitas (kematian) akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) di suatu wilayah, yang dikelompokkan berdasarkan jenis KLB (misalnya DBD, campak, keracunan pangan, hepatitis A, dll). Tujuannya untuk mengetahui dampak kesehatan masyarakat dari berbagai jenis KLB dan sebagai dasar dalam penentuan prioritas pencegahan serta penanggulangan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132933
Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa/Kelurahan yang Ditangani<24 Jam
% • Kabupaten/Kota
Kejadian Luar Biasa Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan k
["Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbul atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan memerlukan penanggulangan segera. Indikator ini mengukur jumlah KLB di tingkat desa/kelurahan yang berhasil ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima oleh pihak berwenang. Tujuannya adalah untuk menilai kecepatan respon surveilans epidemiologi dan kemampuan sistem kesehatan dalam mencegah meluasnya penularan penyakit."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132932
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat dengan Imunisasi(PD3I) menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Penyakit Difteri Penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheria ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam sa
["Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) adalah kelompok penyakit menular yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi dasar lengkap dan lanjutan. Contohnya: campak, rubela, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan tuberkulosis (BCG). Indikator ini mencatat jumlah kasus PD3I yang ditemukan, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin pasien, wilayah kecamatan, dan puskesmas penemu/lapor. Tujuannya adalah untuk memantau keberhasilan program imunisasi serta mendeteksi adanya potensi KLB (Kejadian Luar Biasa)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132931
Jumlah Kasus AFP (Non Polio) menurut Kecamatan dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Acute Flacid Paralysis (AFP) Kelumpuhan pada anak berusia <15 tahun yang bersifat layuh (flaccid) terjadi secara akut/ mendadak (<14 hari) dan bukan disebabkan oleh ruda paksa. Non
["Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah kelumpuhan mendadak dan layuh pada anak usia <15 tahun yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk polio maupun bukan polio. Indikator ini menghitung jumlah kasus AFP yang telah dipastikan bukan polio melalui pemeriksaan laboratorium, dikelompokkan menurut kecamatan dan puskesmas. Tujuan pencatatan adalah untuk memantau sensitivitas sistem surveilans polio dan mendeteksi kemungkinan adanya kasus polio liar secara dini."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132930
Penderita Kusta Selesai Berobat (Release from Treatment/RFT) menurut Tipe, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
RFT PB (Release From Treatment) Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan). Penderita
["Indikator ini menggambarkan jumlah pasien kusta yang telah menyelesaikan regimen pengobatan sesuai standar nasional/internasional pada periode tertentu, dengan klasifikasi berdasarkan tipe penyakit dan wilayah pelayanan kesehatan. Data ini digunakan untuk memantau keberhasilan program penanggulangan kusta."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132929
Jumlah Kasus Terdaftar dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta menurut Tipe/Jenis, Usia, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Kasus kusta terdaftar pada anak Penderita kusta terdaftar pada penduduk yang berusia 0 - <15 tahun Kasus kusta terdaftar pada dewasa Penderita kusta terdaftar pada penduduk yang be
["Indikator ini digunakan untuk menggambarkan beban penyakit kusta yang ada di wilayah tertentu pada periode tertentu, dengan melihat: Jumlah pasien yang masih dalam pengobatan atau tercatat (kasus terdaftar). Prevalensi kusta (jumlah kasus terdaftar dibanding total penduduk). Distribusi kasus menurut tipe kusta (PB/MB), kelompok umur, dan wilayah kerja."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132928
Kasus Baru Kusta Cacat Tingkat 0, Cacat Tingkat 2, Penderita Kusta Anak<15 Tahun
% • Kabupaten/Kota
Cacat tingkat 0 Kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis Cacat tingkat 2 Kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan dan kaki 1
["Indikator ini digunakan untuk memantau jumlah kasus baru kusta yang ditemukan, dikelompokkan menurut tingkat kecacatan dan umur, untuk menilai: Tingkat keberhasilan deteksi dini. Besarnya penularan di masyarakat (terutama pada anak). Efektivitas upaya pencegahan kecacatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132927
Kasus Baru Kusta menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kasus • Kabupaten/Kota
Penderita kusta Seseorang yang mempunyai satu atau lebih tanda utama kusta, yaitu : 1. Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak putih atau kemerahan yang mati rasa 2. Penebalan s
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita kusta baru yang terdeteksi dan dilaporkan dalam periode tertentu, yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas. Tujuannya adalah untuk memantau penemuan kasus baru serta memetakan distribusinya secara geografis dan demografis."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132925
Jumlah Bayi yang Lahir dari Ibu Reaktif HBsAg dan Mendapatkan HBIG
% • Kabupaten/Kota
Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif Jumlah bayi yang lahir dari ibu yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk met
["Indikator ini menggambarkan jumlah bayi baru lahir dari ibu yang terdeteksi positif (reaktif) Hepatitis B surface Antigen (HBsAg) dan telah mendapatkan imunisasi Hepatitis B dosis imunoglobulin (HBIG) sesuai prosedur pencegahan penularan dari ibu ke anak (vertical transmission)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132924
Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Hepatitis B Penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil dilakukan melalui pemeriksaan HbsAg. HBsAg
["Indikator ini menggambarkan jumlah ibu hamil yang telah mendapatkan pemeriksaan deteksi dini Hepatitis B selama masa kehamilan, dikelompokkan menurut wilayah kecamatan dan puskesmas. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan sedini mungkin ibu hamil yang terinfeksi virus Hepatitis B agar dapat dilakukan penatalaksanaan dan pencegahan penularan kepada bayi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132922
Kasus Diare yang Dilayani menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Penderita diare Balita yang dilayani Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun Pe
["Indikator ini menggambarkan jumlah penderita diare yang mendapatkan pelayanan kesehatan (di Puskesmas, Pustu, Poskesdes, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya) dalam periode tertentu, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas. Tujuan indikator ini adalah memantau beban kasus diare serta distribusinya secara geografis dan demografis."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132920
Persentase ODHIV Baru Mendapatkan Pengobatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
ODHIV Baru Orang yang berisiko terinfeksi HIV mengetahui status terinfeksi HIV (penetapan diagnose) dan baru di temukan. ODHIV Baru mendapatkan ARV ODHIV baru yang ditemukan (terdi
["Indikator ini mengukur proporsi Orang dengan HIV (ODHIV) yang baru terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV) dalam periode tertentu, dikelompokkan menurut wilayah pelayanan (kecamatan dan puskesmas). Tujuannya adalah memantau keberhasilan penjangkauan dan inisiasi pengobatan pada ODHIV."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132919
Jumlah Kasus HIV menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur
% • Kabupaten/Kota
HIV (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test. Pelayanan kesehatan orang dengan: risiko terinfeksi virus
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang teridentifikasi pada penduduk, yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin (laki-laki/perempuan) dan kelompok umur tertentu. Tujuannya adalah memantau distribusi epidemi HIV di suatu wilayah untuk perencanaan pencegahan, pengendalian, dan penanganan HIV/AIDS."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132918
Penemuan Kasus Pneumonia Balita menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pneumonia Balita mengalami batuk dan atau kesukaran bernapas dan hasil perhitungan napas, usia 0-<2 bulan =60 kali/menit, usia 2-<12 bulan = 50 kali/menit, usia 12-59 bulan =40 kal
["Indikator ini menggambarkan jumlah kasus pneumonia pada anak balita (usia 0–59 bulan) yang berhasil ditemukan dan tercatat melalui pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun jejaringnya. Data disajikan berdasarkan jenis kelamin balita, wilayah kecamatan, dan puskesmas, sehingga dapat memantau distribusi penyakit dan kinerja deteksi dini di tingkat pelayanan kesehatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132917
Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkap serta Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Sensitif Obat (SO) menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Kasus Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang ditemukan dan diobati Pasien tuberkulosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan ja
["Indikator ini digunakan untuk menilai efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TB), khususnya TB Sensitif Obat (SO), melalui pencapaian tiga ukuran utama: Angka Kesembuhan TB SO: proporsi pasien TB yang telah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Angka Pengobatan Lengkap TB SO: proporsi pasien TB yang menyelesaikan pengobatan sesuai jadwal, namun tanpa hasil laboratorium yang lengkap untuk dinyatakan sembuh. Angka Keberhasilan Pengobatan TB SO: gabungan dari pasien yang sembuh dan yang menyelesaikan pengobatan lengkap."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132916
Jumlah Terduga Tuberkulosis,Kasus Tuberkulosis, Kasus Tuberkulosis Anak
% • Kabupaten/Kota
Terduga tuberkulosis Orang yang mempunyai gejala utama pasien TB paru adalah batuk selama 2 minggu atau lebih dimana yang dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur
["Indikator ini digunakan untuk memantau jumlah individu yang dicurigai menderita tuberkulosis (TBC) serta kasus yang terkonfirmasi, termasuk kasus pada anak. Data ini mencerminkan tingkat penemuan kasus TBC dan beban penyakit di suatu wilayah."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132915
Puskesmas yang Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga
% • Kabupaten/Kota
Puskesmas melaksanakan kelas ibu hamil Puskesmas yang minimal 50% desa/kelurahan di wilayah kerjanya melaksanakan kelas ibu hamil dalam kurun waktu 1 tahun. Puskesmas melaksanakan
["Indikator ini menggambarkan persentase Puskesmas di suatu wilayah yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan keluarga sesuai standar program Kementerian Kesehatan. Pelayanan kesehatan keluarga meliputi intervensi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang ditujukan kepada seluruh anggota keluarga, mulai dari ibu, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132914
Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pelayanan kesehatan usia lanjut Pelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja da
["Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut adalah indikator yang menunjukkan persentase penduduk usia lanjut (=60 tahun) yang memperoleh pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif, sesuai standar pelayanan di fasilitas kesehatan, dibandingkan dengan total penduduk usia lanjut di wilayah kerja tertentu."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132913
Calon Pengantin (Catin) Mendapatkan Layanan Kesehatan menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Calon Pengantin terdaftar di KUA atau lembaga agama lainnya Calon pengantin laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan pernikahan dan sudah mendaftarkan pernikahan di KUA/Lemb
["Indikator ini menggambarkan proporsi calon pengantin (laki-laki dan perempuan) yang telah mendapatkan layanan kesehatan pra-nikah sesuai standar, sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan ibu, bayi, dan keturunan yang akan dilahirkan. Layanan ini termasuk skrining kesehatan, konseling, imunisasi, dan pemberian suplemen bila diperlukan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132912
Pelayanan Kesehatan Usia Produktif menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pelayanan kesehatan pada usia produktif Setiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan
["Pelayanan kesehatan usia produktif adalah upaya kesehatan yang diberikan kepada penduduk berusia 15–59 tahun untuk menjaga, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan mereka, sehingga mampu menjalankan peran sosial, ekonomi, dan keluarga secara optimal. Pelayanan ini meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai standar pelayanan kesehatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132911
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut anak sekolah tingkat dasar (SD/MI) atau UKGS dengan mengutamakan pendekat
["Indikator ini mengukur cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan kepada anak Sekolah Dasar (SD) dan sederajat (MI, atau setingkat) berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas yang memberikan pelayanan. Pelayanan ini meliputi kegiatan pemeriksaan, penyuluhan, perawatan, serta tindakan promotif dan preventif lainnya yang dilakukan di sekolah atau fasilitas kesehatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132910
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, mencegah dan menyembuhkan penya
["Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah serangkaian tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diberikan kepada masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan gigi dan mulut. Indikator ini mencakup jumlah atau cakupan pelayanan yang diberikan di wilayah kerja puskesmas, yang dapat diakses melalui kegiatan di fasilitas kesehatan maupun kegiatan lapangan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132909
Cakupan Pelayanan Peserta Kesehatan Peserta Didik SD/MI, SMP/MTS, SMA/Ma serta Usia Pendidikan Dasar menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
DEFINISI OPERASIONAL Pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SD/MI Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kad
["Indikator ini menggambarkan tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta didik di semua jenjang pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) serta anak usia pendidikan dasar, baik melalui kegiatan penjaringan kesehatan, pemeriksaan berkala, maupun pelayanan kesehatan lainnya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di sekolah atau fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk memantau upaya deteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132908
Status Gizi balita Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Balita Berat Badan Kurang Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD Balita Pende
["Cakupan pelayanan kesehatan balita adalah persentase balita (anak usia 12–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, seperti pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lanjutan, deteksi dini gangguan kesehatan, dan intervensi gizi, dibandingkan dengan total sasaran balita pada wilayah tertentu."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132907
Jumlah Balita Ditimbang menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Balita yang ada (S) Jumlah anak usia 0-59 bulan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Balita ditimbang (D) Balita yang ditimbang berat badannya di sarana pelayanan keseh
["Indikator ini menggambarkan jumlah anak balita (usia 0–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan penimbangan berat badan dalam periode tertentu di fasilitas kesehatan atau posyandu, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas. Tujuan dari penimbangan balita adalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, mendeteksi dini masalah gizi, serta menjadi dasar dalam intervensi kesehatan dan gizi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132906
Cakupan Pelayanan Kesehatan Balita menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Balita Memiliki Buku KIA Balita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA. Sasaran Balita m
["Cakupan pelayanan kesehatan balita adalah persentase balita (anak usia 12–59 bulan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, seperti pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi lanjutan, deteksi dini gangguan kesehatan, dan intervensi gizi, dibandingkan dengan total sasaran balita pada wilayah tertentu."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132905
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi dan Anak Balita menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan bayi mendapat kapsul vitamin A Cakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan dosis 100.000 Satuan Internasional (SI) di suatu wilayah ker
["Pemberian kapsul Vitamin A merupakan salah satu intervensi penting untuk mencegah kekurangan vitamin A, yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan, penurunan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko kematian pada anak. Program ini diberikan dua kali setahun (Februari dan Agustus) kepada: Bayi usia 6–11 bulan: 1 kapsul biru (100.000 IU) Anak balita usia 12–59 bulan: 1 kapsul merah (200.000 IU) Cakupan dihitung berdasarkan persentase bayi dan balita yang menerima Vitamin A dibandingkan dengan jumlah sasaran di wilayah kerja Puskesmas atau Kecamatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132904
Cakupan Imunisasi Lanjutan DPT-HB-Hib 4 dan CampakRubela 2 pada Anak Usia Dibawah Dua Tahun (Baduta)
% • Kabupaten/Kota
Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4 Cakupan (Jumlah dan persentase) Anak Usia 18-24 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke-4 Cakupan imunisasi Campak Rubela 2 Cakup
["Indikator ini menggambarkan proporsi anak usia dibawah dua tahun yang telah mendapatkan imunisasi lanjutan (DPT-HB-Hib 4 dan Campak Rubela 2) sesuai jadwal, dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi sasaran di wilayah kerja puskesmas atau kecamatan pada periode tertentu."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132903
Cakupan Imunisasi DPT-HB-Hib 3, Polio 4*, Campak Rubela, dan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib3 Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke 3 Cakupan imunisasi Polio 4* Cakupan (Juml
["Indikator ini menggambarkan proporsi bayi yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap atau imunisasi spesifik (DPT-HB-Hib 3, Polio 4*, Campak Rubela) sesuai jadwal, dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi sasaran di wilayah kerja puskesmas atau kecamatan pada periode tertentu."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132902
Cakupan Imunisasi Hepatitis B0 (0-7 Hari) dan BCG pada Bayi menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia <24 jam yang mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B HB0 1-7 hari Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 1-7 hari yang mendapatkan 1
["a. Imunisasi Hepatitis B0 (HB-0) Definisi: Pemberian imunisasi Hepatitis B dosis pertama pada bayi baru lahir dalam waktu 0–7 hari setelah kelahiran. Tujuan: Melindungi bayi dari penularan Hepatitis B terutama dari ibu ke anak saat proses persalinan. b. Imunisasi BCG Definisi: Imunisasi yang diberikan satu kali pada bayi untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TB), terutama TB berat seperti TB meningitis dan TB milier. Waktu pemberian: Idealnya sebelum bayi berusia 2 bulan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132901
Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun
["Universal Child Immunization (UCI) adalah kondisi di mana seluruh bayi di desa/kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai standar program imunisasi nasional. Imunisasi dasar lengkap mencakup: BCG DPT-HB-Hib (3 dosis) Polio (4 dosis) Campak/MR (1 dosis) UCI biasanya diukur pada tingkat desa/kelurahan untuk melihat keberhasilan program imunisasi dalam menjangkau seluruh bayi di wilayah tersebut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132900
Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi adalah persentase bayi berusia 0–11 bulan yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dari tenaga kesehatan dalam periode tertentu (b
["Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi adalah persentase bayi berusia 0–11 bulan yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dari tenaga kesehatan dalam periode tertentu (biasanya 1 tahun) dibandingkan dengan jumlah seluruh bayi sasaran di wilayah tersebut."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132899
Bayi Baru Lahir Mendapat IMD* dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi<6 Bulan menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Bayi baru lahir mendapat IMD Proses menyusu yang dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya dan berlangsung minimal 1 (satu) jam Bayi
["Indikator ini mengukur proporsi bayi baru lahir yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam waktu 1 jam setelah lahir, baik melalui persalinan di fasilitas kesehatan maupun di luar fasilitas dengan bantuan tenaga kesehatan dan mengukur proporsi bayi berusia 0–5 bulan yang mendapat ASI Eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132898
Cakupan Kunjungan Neonatal menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
KN1 Cakupan neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada usia 6 jam - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu KN Lengkap Bayi baru lahir us
["Kunjungan neonatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada bayi baru lahir (0–28 hari) sesuai jadwal kunjungan yang direkomendasikan (KN1, KN Lengkap) untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan dan memberikan intervensi yang diperlukan. Cakupan kunjungan neonatal menggambarkan sejauh mana bayi baru lahir di wilayah kerja telah mendapatkan kunjungan sesuai standar."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132897
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Prematur menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Bayi lahir ditimbang Jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang segera setelah lahir BBLR Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram Prematur Bayi yang lahir sebelum usia kandungan
["Indikator ini menggambarkan jumlah dan distribusi bayi baru lahir dengan berat badan rendah (< 2.500 gram) atau lahir prematur (< 37 minggu usia kehamilan), yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas. Data ini penting untuk memantau status kesehatan ibu hamil, kualitas pelayanan antenatal dan persalinan, serta sebagai indikator risiko mortalitas dan morbiditas bayi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132896
Jumlah Kematian Anak Balita menurut Penyebab Utama, Kecamatan, dan Puskesmas
Balita • Kabupaten/Kota
Penyebab Kematian Anak Balita : Penyebab utama kematian yang terjadi pada anak usia 12-59 bulan Penyebab Kematian ( Diare, Demam Berdarah, Pneumonia, Kelainan Jantung Kongenital,
["Indikator ini digunakan untuk mengetahui distribusi jumlah kematian anak balita (usia 0–59 bulan) berdasarkan penyebab utama kematian, wilayah kecamatan, dan wilayah kerja puskesmas."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132895
Jumlah Kematian Neonataldan Post Neonatal menurut Penyabab Utama, Kecamatan, dan Puskesmas
Kematian • Kabupaten/Kota
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari yang terdiri dari BBLR dan Prematuritas, Asfiksia, Tetanus Neonatorum, infeksi, kelainan kongenital, COV
["Indikator ini menggambarkan jumlah kematian bayi usia 0–11 bulan (dengan klasifikasi neonatal dan post-neonatal) yang terjadi di suatu wilayah, berdasarkan penyebab utama medis, kecamatan, dan puskesmas."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132894
Jumlah Kematian Neonatal, Post Neonatal, Bayi, dan Balita menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kematian • Kabupaten/Kota
Kematian Neonatal Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri Kematian Post Neonatal Kemat
["Indikator ini menggambarkan angka absolut kematian pada kelompok usia anak, yaitu: Neonatal (0–28 hari) Post-neonatal (29 hari–11 bulan) Bayi (0–11 bulan) Balita (0–59 bulan) Data dikelompokkan berdasarkan: Jenis kelamin (laki-laki/perempuan) Wilayah administratif (kecamatan, puskesmas)"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132893
Jumlah dan Persentase Komplikasi Neonatal
% • Kabupaten/Kota
Komplikasi neonatal Neonatal dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian. Neonatus dengan komplikasi seperti BBLR (berat badan lahir rend
["Indikator ini menggambarkan jumlah dan proporsi bayi baru lahir (neonatus) yang mengalami komplikasi pada masa neonatal (usia 0–28 hari), baik saat lahir maupun dalam perawatan selanjutnya. Komplikasi neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi, sehingga pemantauan indikator ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian neonatal dan bayi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132892
Jumlah dan Persentase Komplikasi Kebidanan
% • Kabupaten/Kota
Komplikasi kebidanan Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi. Jumlah sasaran ibu hamil dihitung melalui estimasi dengan ru
["Indikator ini mengukur tingkat pemanfaatan layanan KB oleh ibu pasca persalinan. Fokusnya pada jenis kontrasepsi yang digunakan, dan cakupan pelayanan di wilayah kerja masing-masing Puskesmas/Kecamatan. Indikator ini sangat penting untuk mencegah kehamilan yang terlalu cepat setelah melahirkan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132891
Cakupan dan Proporsi Peserta KB Pasca Persalinan menurut Jenis Kontrasepsi, Kecamatan, dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Peserta KB Pasca Persalinan Pasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern Kondom Pes
["Indikator ini mengukur tingkat pemanfaatan layanan KB oleh ibu pasca persalinan. Fokusnya pada jenis kontrasepsi yang digunakan, dan cakupan pelayanan di wilayah kerja masing-masing Puskesmas/Kecamatan. Indikator ini sangat penting untuk mencegah kehamilan yang terlalu cepat setelah melahirkan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132890
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Status 4 Terlalu (4T) dan Alki yang menjadi Peserta KB Aktif
% • Kabupaten/Kota
Pasangan suami istri yang istrinya yang terikat dalam perkawinan yang sah yang istrinya berumur antara 15-49 tahun. PUS dengan 4T (4 Terlalu) Pasangan Usia Subur (PUS) dimana istri
["Indikator ini menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang memiliki status risiko tinggi kehamilan (4 Terlalu/4T dan ALKI) dan telah menjadi peserta aktif program Keluarga Berencana (KB). Hal ini menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas intervensi program KB terhadap kelompok berisiko tinggi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132889
Peserta KB Aktif Metode Modern menurut Jenis Kontrasepsi dan Peserta KB Aktif Mengalami Ekfek Samping, Komplikasi Kegagalan dan Drop Out menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Pasangan Usia Subur (PUS) Pasangan suami istri yang istrinya yang terikat dalam perkawinan yang sah yang istrinya berumur antara 15-49 tahun. Peserta KB Aktif Metode Modern (mCPR)
["Indikator ini menggambarkan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) aktif yang menggunakan metode kontrasepsi modern, serta mereka yang mengalami masalah terkait penggunaan kontrasepsi seperti efek samping, komplikasi, kegagalan, dan keluar dari program (drop out)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132888
Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan dan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Ibu Hamil Mendapat 90 Tablet Tambah Darah (TTD) Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg a
["Indikator ini menggambarkan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil melalui pemberian dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa kehamilan, yang dilaporkan berdasarkan wilayah kerja puskesmas dan kecamatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132884
Persentase Cakupan Imunisasi Td pada Wanita Usia Subur (Hamil dan Tidak Hamil) menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan Imunisasi Td pada WUS hamil dan tidak hamil Cakupan (jumlah dan persentase) WUS (wanita usia subur) baik hamil maupun tidak hamil, berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imun
["Indikator ini mengukur prosentase wanita usia subur (WUS) —baik yang sedang hamil maupun tidak hamil— yang telah mendapatkan imunisasi Td (Tetanus-Diphtheria), sebagai bagian dari perlindungan terhadap tetanus maternal dan neonatal, serta difteri."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132882
Persentase Cakupan Imunisasi Td pada Wanita Usia Subur yang Tidak Hamil menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan Imunisasi Td pada WUS tidak hamil Cakupan (jumlah dan persentase) WUS tidak hamil berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imunisasi Td dengan interval tertentu dengan memperha
["Indikator ini mengukur cakupan pemberian imunisasi Td (Tetanus-Diphtheria) kepada wanita usia subur (WUS) yang tidak sedang hamil, sebagai bagian dari strategi pencegahan tetanus maternal dan neonatal secara jangka panjang."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132880
Cakupan Imunisasi Td pada Ibu Hamil menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan Imunisasi Td pada Ibu hamil Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau s
["Indikator ini mengukur prosentase ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Tetanus-Diphtheria (Td) sebagai bagian dari upaya pencegahan tetanus maternal dan neonatal, berdasarkan wilayah kerja puskesmas dan kecamatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132878
Cakupan Pelayanan Kesehatan pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, dan Ibu Nifas menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Cakupan kunjungan ibu hamil K-1 Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (10T) oleh tenaga kesehatan pada masa kehamilan trimester pertama di satu wi
["Indikator ini menunjukkan proporsi ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang mendapatkan pelayanan kesehatan standar sesuai pedoman nasional, berdasarkan wilayah kecamatan dan puskesmas. Ini merupakan indikator penting untuk menilai akses dan mutu pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132877
Jumlah Kematian Ibu menurut Penyebab, Kecamatan,dan Puskesmas
Kematian • Kabupaten/Kota
Penyebab Kematian Ibu Penyebab kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat o
["Indikator ini menyajikan jumlah kematian ibu berdasarkan penyebab kematian, serta lokasi geografis kejadian (tingkat kecamatan dan puskesmas). Indikator ini mendukung pengawasan dan evaluasi deteksi dini risiko kehamilan, intervensi klinis, dan kesiapan sistem rujukan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132876
Jumlah Kematian Ibu Kabupaten/Kota
Kematian • Kabupaten/Kota
Kematian Ibu Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau
["Indikator ini mencerminkan jumlah total kematian ibu yang terjadi di suatu wilayah kabupaten/kota dalam satu periode waktu tertentu (biasanya per tahun), terlepas dari tempat terjadinya (di fasilitas kesehatan atau di luar fasilitas)."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132875
Jumlah Kelahiran menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Kelahiran • Kabupaten/Kota
Lahir Hidup Suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantung atau g
["Indikator ini mencatat jumlah bayi yang lahir hidup di wilayah kerja"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132871
Alokasi Anggaran Kesehatan
% • Kabupaten/Kota
Anggaran Kesehatan dalam APBD Kab/Kota Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota Anggaran Kesehatan Pemerintah per Ka
["Indikator ini menggambarkan besarnya alokasi anggaran dari total APBD/APBN/APBK/APBDes yang dialokasikan untuk sektor kesehatan. Ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membiayai pembangunan kesehatan dan mendukung upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132870
Cakupan Jaminan Kesehatan Penduduk menurut Jenis Kepesertaan
% • Kabupaten/Kota
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Program nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupa jaminan perlindungan kesehatan agar peserta m
["Indikator ini menggambarkan persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan berdasarkan jenis kepesertaannya. Hal ini mencerminkan akses penduduk terhadap layanan kesehatan yang terproteksi secara finansial melalui mekanisme asuransi atau jaminan sosial kesehatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132869
Jumlah Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Tenaga penunjang/pendukung kesehatan Tenaga penunjang/pendukung kesehatan Adalah tenaga selain tenaga kesehatan yang bekerja di sektor/bidang kesehatan yang meliputi pejabat strukt
["Indikator ini mengukur jumlah tenaga non-medis dan non-kesehatan utama yang berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan di fasilitas kesehatan. Mereka berfungsi sebagai tenaga administrasi, logistik, keamanan, kebersihan, dan peran lainnya yang sangat penting dalam sistem operasional layanan kesehatan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132866
Jumlah tenaga Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Tenaga kefarmasian Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kefarmasian yang terdiri dari apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sesuai den
["Indikator ini menghitung jumlah tenaga kefarmasian yang bekerja secara aktif di berbagai jenis fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka berperan penting dalam penyediaan, pengelolaan, dan pelayanan obat, serta edukasi kepada pasien mengenai penggunaan obat yang rasional dan aman."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132865
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika, Keterapian Fisik, dan Keteknisian Medik di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Ahli Teknologi Laboratorium Medik Ahli Teknologi Laboratorium Medik adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau analis kesehatan atau analis m
["Indikator ini mengukur jumlah sumber daya manusia di bidang penunjang medis yang bekerja di fasilitas kesehatan. Mereka tidak memberikan layanan langsung kepada pasien seperti dokter/perawat, tetapi memiliki peran vital dalam mendukung diagnosis, terapi, dan rehabilitasi."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132864
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan,dan Gizi di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Tenaga kesehatan masyarakat Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan,
["Menggambarkan ketersediaan tenaga kesehatan non-klinis (tenaga promosi, preventif, dan monitoring) di fasilitas kesehatan. Ini penting untuk menunjang kegiatan promotif dan preventif, termasuk sanitasi, gizi, dan kesehatan masyarakat."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132863
Jumlah Tenaga Keperawatan dan Tenaga Kebidanan di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Perawat Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan P
["Menggambarkan ketersediaan tenaga keperawatan dan kebidanan sebagai bagian dari sumber daya manusia kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Indikator ini mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dalam memberikan pelayanan dasar dan penunjang medis."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132862
Jumlah Tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan
Orang • Kabupaten/Kota
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga medis terdiri atas dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. Dokter dan dokter gigi adalah dokter
["Indikator ini menggambarkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di suatu wilayah berdasarkan jumlah tenaga medis yang tersedia di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, dan lainnya."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132861
Persentase Posyandu dan Posbindu PTM menurut Kecamatan dan Puskesmas
% • Kabupaten/Kota
Posyandu Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat
["Mengukur jumlah sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dalam bentuk Posyandu (untuk ibu dan anak) dan Posbindu PTM (untuk pencegahan penyakit tidak menular) yang tersebar di setiap kecamatan dan wilayah kerja Puskesmas."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132860
Persentase Ketersediaan Vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap)
% • Kabupaten/Kota
Persentase kabupaten/kota : dengan ketersediaan vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) Persentase kabupaten/kota yang memiliki vaksin IDL terdiri dari Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG,
["Ketersediaan vaksin IDL mengukur kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas dan jaringannya, dalam menyediakan seluruh jenis vaksin yang dibutuhkan untuk imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132859
Peersentase Ketersediaan Obat Esensial
% • Kabupaten/Kota
Persentase ketersediaan obat essensial Persentase jumlah item obat indikator yang tersedia di kabupaten kota terhadap 40 item obat indikator yang seharusnya tersedia. Laporan yang
["Ketersediaan obat esensial menggambarkan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas, dalam menyediakan obat-obatan penting yang dibutuhkan untuk pengobatan dasar masyarakat. Obat esensial merupakan obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan dasar, efektif, aman, dan memiliki rasio biaya-manfaat terbaik."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132858
Persentase Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial menurut Puskesmas dan Kecamatan
% • Kabupaten/Kota
Persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat essensial Persentase Puskesmas yang memiliki ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator pada saat dilakukan pemantauan terha
["Mengukur proporsi Puskesmas yang memiliki ketersediaan lengkap obat esensial sesuai daftar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Indikator ini menunjukkan kemampuan fasilitas layanan primer dalam menyediakan pengobatan dasar yang diperlukan masyarakat."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132857
Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit
% • Kabupaten/Kota
Jumlah hari perawatan total hari rawat dari semua pasien yang dirawat selama satu tahun Jumlah lama dirawat total lama dirawat dari pasien sejak masuk sampai pulang, selama satu ta
["Mengukur tingkat kinerja pelayanan rumah sakit dari berbagai aspek, seperti mutu, kecepatan, keselamatan pasien, pemanfaatan sumber daya, dan kepuasan masyarakat. Biasanya terdiri dari beberapa sub-indikator."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132856
Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit
% • Kabupaten/Kota
Kematian pasien di rumah sakit adalah semua kematian pasien yang terjadi saat pasien berada dalam perawatan fasilitas rumah sakit, termasuk: Rawat inap Rawat darurat (IGD) Ruang
["jumlah kematian pasien yang terjadi di rumah sakit selama periode pelaporan, baik kematian pasien rawat inap maupun pasien di unit gawat darurat."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132855
Persentase Rumah Sakit dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat (Gadar) Level I
% • Kabupaten/Kota
Rumah Sakit GADAR Level I adalah rumah sakit yang: Memiliki instalasi gawat darurat (IGD) aktif. Memenuhi persyaratan SDM, sarana, prasarana, alat kesehatan, dan sistem rujukan s
["mengukur proporsi rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan gawat darurat tingkat paling dasar (Level I) terhadap seluruh rumah sakit yang ada di suatu wilayah pada periode pelaporan."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132854
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan
Kunjungan • Kabupaten/Kota
Kunjungan Gangguan Jiwa Jumlah kunjungan pasien yang datang untuk pemeriksaan, pengobatan, atau perawatan gangguan jiwa, baik rawat jalan maupun rawat inap. ?? Biasanya dilaporkan
["Frekuensi pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh pasien baru, baik untuk perawatan jalan, perawatan inap, maupun penanganan gangguan jiwa."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132853
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Inap di Sarana Pelayanan Kesehatan
Kunjungan • Kabupaten/Kota
Pasien Baru Rawat Inap Pasien yang pertama kali tercatat dirawat inap di fasilitas kesehatan pada periode pelaporan. ?? Dihitung saat pasien mulai dirawat (tanggal masuk rawat inap
["Frekuensi pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh pasien baru, baik untuk perawatan jalan, perawatan inap, maupun penanganan gangguan jiwa."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132852
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Jalan di Sarana Pelayanan Kesehatan
Kunjungan • Kabupaten/Kota
Pasien Baru Rawat Jalan Pasien yang datang pertama kali untuk pemeriksaan, pengobatan, atau tindak lanjut pengobatan tanpa rawat inap, pada periode pelaporan. ?? Dihitung per kunju
["Frekuensi pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh pasien baru, baik untuk perawatan jalan, perawatan inap, maupun penanganan gangguan jiwa."]Lihat →
ID Indikator Indah: #132595
Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan menurut Kepemilikan
Total • Kabupaten/Kota
Indikator ini adalah jumlah unit fisik fasilitas pelayanan kesehatan yang aktif pada periode pelaporan (Tahun 2024), dihitung per jenis fasilitas dan per kategori pemilik/pengelola
["Fasilitas Kesehatan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132504
Jumlah Penduduk
Unit • Kabupaten/Kota
"Jumlah Penduduk menurut kelompok umur (interval 5 tahunan) dan jenis kelamin Jumlah penduduk pada kelompok umur 0-4 tahun yaitu jumlah penduduk sebelum mencapai usia genap 5 tahun
["Penduduk"]Lihat →
ID Indikator Indah: #132495
Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga, Dan Kepadatan Penduduk Menurut Kab/Kota
Unit • Kabupaten/Kota
Desa Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa mas
["Wilayah Kalsel"]Lihat →