▤ METADATA INDIKATOR STATISTIK
Jumlah Kematian Neonataldan Post Neonatal menurut Penyabab Utama, Kecamatan, dan Puskesmas
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Jumlah Kematian Neonataldan Post Neonatal menurut Penyabab Utama, Kecamatan, dan Puskesmas
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Indikator ini menggambarkan jumlah kematian bayi usia 0–11 bulan (dengan klasifikasi neonatal dan post-neonatal) yang terjadi di suatu wilayah, berdasarkan penyebab utama medis, kecamatan, dan puskesmas.
Definisi Indikator
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari yang terdiri dari BBLR dan Prematuritas, Asfiksia, Tetanus Neonatorum, infeksi, kelainan kongenital, COVID-19, kelainan Cardiovaskular dan Respiratory, dan penyebab kematian lainnya.
Penyebab Kematian Postneonatal
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan yang terdiri dari kondisi perinatal, pneumonia, diare, kelainan kongenital jantung, kelainan kongenital lainnya, meningitis, penyakit saraf, demam berdarah, dan penyebab kematian lainnya seperti berikut ini:
1. BBLR dan prematuritas
2. Asfiksia
3. Tetanus Neonatorum
4. Infeksi
5. kelainan kongenital
6. COVID-19
7. kelainan Cardiovaskular dan Respiratory
8. Kondisi perinatal
9. Pneumonia ditandai dengan batuk, nyeri tenggorok, demam dan sesak nafas yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan akut
10. Diare ditandai dengan buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam sehari
11. kelainan kongenital jantung ditandai dengan kelainan baik pada struktur maupun fungsi jantung yang didapat sejak masih berada dalam kandungan
12. kelainan kongenital lainnya meliputi (kelainan bawaan sejak lahir berupa seluruh kelainan bawaan selain kelainan jantung kongenital yang terlihat secara fisik atau tidak terlihat tetapi dapat didiagnosis oleh Puskesmas atau Rumah sakit. Biasanya penyakit ini didiagnosis saat lahir atau diderita pada bayi usia 0-7 hari.
13. Meningitis adalah peradangan (pembengkakan) pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang).
14. Penyakit Saraf ditandai dengan peradangan susunan saraf seperti yang ditandai dengan gejala demam, kesadaran menurun, kaku kuduk, dan kejang dan muntah, contoh meningitis, encephalitis, dll
15. Demam berdarah biasanya ditandai dengan: demam, tanda-tanda perdarahan (bercak kemerahan pada kulit, perdarahan gusi, dll), dan atau adanya tanda-tanda syok (kesadaran menurun, penurunan tekanan darah, dll).
Penyebab Kematian Postneonatal
Penyebab utama kematian yang terjadi pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan yang terdiri dari kondisi perinatal, pneumonia, diare, kelainan kongenital jantung, kelainan kongenital lainnya, meningitis, penyakit saraf, demam berdarah, dan penyebab kematian lainnya seperti berikut ini:
1. BBLR dan prematuritas
2. Asfiksia
3. Tetanus Neonatorum
4. Infeksi
5. kelainan kongenital
6. COVID-19
7. kelainan Cardiovaskular dan Respiratory
8. Kondisi perinatal
9. Pneumonia ditandai dengan batuk, nyeri tenggorok, demam dan sesak nafas yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan akut
10. Diare ditandai dengan buang air besar cair lebih dari 3 kali dalam sehari
11. kelainan kongenital jantung ditandai dengan kelainan baik pada struktur maupun fungsi jantung yang didapat sejak masih berada dalam kandungan
12. kelainan kongenital lainnya meliputi (kelainan bawaan sejak lahir berupa seluruh kelainan bawaan selain kelainan jantung kongenital yang terlihat secara fisik atau tidak terlihat tetapi dapat didiagnosis oleh Puskesmas atau Rumah sakit. Biasanya penyakit ini didiagnosis saat lahir atau diderita pada bayi usia 0-7 hari.
13. Meningitis adalah peradangan (pembengkakan) pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang).
14. Penyakit Saraf ditandai dengan peradangan susunan saraf seperti yang ditandai dengan gejala demam, kesadaran menurun, kaku kuduk, dan kejang dan muntah, contoh meningitis, encephalitis, dll
15. Demam berdarah biasanya ditandai dengan: demam, tanda-tanda perdarahan (bercak kemerahan pada kulit, perdarahan gusi, dll), dan atau adanya tanda-tanda syok (kesadaran menurun, penurunan tekanan darah, dll).
Interpretasi & Cara Membaca
Tingginya jumlah kematian neonatal ? Indikasi masalah pada:
Persalinan (asfiksia, trauma lahir)
Perawatan neonatal (prematur, sepsis, hipotermia)
Tingginya post-neonatal ? Masalah kesehatan bayi (pneumonia, diare, nutrisi)
Pola penyebab dapat digunakan untuk:
Menentukan intervensi spesifik (perbaikan pelayanan neonatal, edukasi ASI eksklusif, imunisasi, dll.)
Evaluasi kualitas layanan puskesmas/kecamatan
Persalinan (asfiksia, trauma lahir)
Perawatan neonatal (prematur, sepsis, hipotermia)
Tingginya post-neonatal ? Masalah kesehatan bayi (pneumonia, diare, nutrisi)
Pola penyebab dapat digunakan untuk:
Menentukan intervensi spesifik (perbaikan pelayanan neonatal, edukasi ASI eksklusif, imunisasi, dll.)
Evaluasi kualitas layanan puskesmas/kecamatan
Variabel Disagregasi
Wilayah
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
Jumlah kematian Neonatal = Total penyebab kematian neonatal
jumlah kematian postneonatal = Total penyebab kematian postneonatal
jumlah kematian postneonatal = Total penyebab kematian postneonatal
Rumus / Formula Matematika
$$JumlahkematianNeonatal=Totalpenyebabkematianneonatal,jumlahkematianpostneonatal=Totalpenyebabkematianpostneonatal$$
Level Estimasi
Kabupaten/Kota
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
-
Variabel Pembangun
Kematian Neonatal dan Post Neonatal
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Buka Metadata Kegiatan →
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
ID Indikator Indah
#132895
Produsen Data
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
27 Desember 2025