▤ METADATA INDIKATOR STATISTIK
Jumlah Kepala Keluarga dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi menurut Kecamatan dan Puskesmas
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Jumlah Kepala Keluarga dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi menurut Kecamatan dan Puskesmas
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Indikator ini menunjukkan jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi layak. Fasilitas sanitasi layak adalah sarana pembuangan kotoran manusia yang memenuhi syarat kesehatan (misalnya jamban sehat, septic tank kedap, atau sistem pembuangan yang tidak mencemari lingkungan).
Definisi Indikator
Akses Sanitasi Aman
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa yang memiliki tangki septik dan disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL)
Akses Sanitasi Layak Sendiri
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan)
Akses Sanitasi Layak Bersama (Sharing)
Pengguna fasilitas sanitasi bersama rumah tangga lain tertentu yang : 1) menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau 2) menggunakan kloset leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan)
Akses Belum Layak
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga sendiri atau digunakan bersama dengan rumah tangga lain tertentu : 1) kloset menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perkotaan); 2) menggunakan plengsengan dengan tutup dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan); atau 3) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang sudah memenuhi syarat (tangki septik)
BABS Tertutup
Pengguna fasilitas sanitasi : 1) ada bangunan atas (atap, dinding, ½ bangunan tutup sementara) atau bangunan tengah (menggunakan kloset leher angsa dan atau menggunakan plengsengan dengan tutup); atau 2) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang memiliki tempat pembuangan akhir tinja berupa kolam/sawah/sungai/danau/laut dan atau pantai/tanah lapang/kebun dan lainnya
BABS Terbuka
Tidak memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga atau memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga namun tidak menggunakannnya (masih berperilaku buang air besar sembarangan ditempat terbuka)
KK SBS
Kepala Keluarga yang tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit dan pembuangan akhirnya tidak mencemari lingkungan. Kepala keluarga ini mencakup kriteria sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, sanitasi layak bersama, dan akses belum layak.
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman
Kepala Keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) (kriteria 1)
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa yang memiliki tangki septik dan disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL)
Akses Sanitasi Layak Sendiri
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan)
Akses Sanitasi Layak Bersama (Sharing)
Pengguna fasilitas sanitasi bersama rumah tangga lain tertentu yang : 1) menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau 2) menggunakan kloset leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan)
Akses Belum Layak
Pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga sendiri atau digunakan bersama dengan rumah tangga lain tertentu : 1) kloset menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perkotaan); 2) menggunakan plengsengan dengan tutup dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan); atau 3) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang sudah memenuhi syarat (tangki septik)
BABS Tertutup
Pengguna fasilitas sanitasi : 1) ada bangunan atas (atap, dinding, ½ bangunan tutup sementara) atau bangunan tengah (menggunakan kloset leher angsa dan atau menggunakan plengsengan dengan tutup); atau 2) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang memiliki tempat pembuangan akhir tinja berupa kolam/sawah/sungai/danau/laut dan atau pantai/tanah lapang/kebun dan lainnya
BABS Terbuka
Tidak memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga atau memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga namun tidak menggunakannnya (masih berperilaku buang air besar sembarangan ditempat terbuka)
KK SBS
Kepala Keluarga yang tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit dan pembuangan akhirnya tidak mencemari lingkungan. Kepala keluarga ini mencakup kriteria sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, sanitasi layak bersama, dan akses belum layak.
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman
Kepala Keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) (kriteria 1)
Interpretasi & Cara Membaca
Tingginya jumlah KK dengan akses sanitasi layak ? menunjukkan cakupan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat semakin baik.
Rendahnya jumlah KK dengan sanitasi layak ? menunjukkan adanya risiko lebih besar terhadap penyakit berbasis lingkungan (Diare, Hepatitis A, Kecacingan, dsb).
Dapat digunakan sebagai dasar intervensi program kesehatan lingkungan dan sanitasi.
Rendahnya jumlah KK dengan sanitasi layak ? menunjukkan adanya risiko lebih besar terhadap penyakit berbasis lingkungan (Diare, Hepatitis A, Kecacingan, dsb).
Dapat digunakan sebagai dasar intervensi program kesehatan lingkungan dan sanitasi.
Variabel Disagregasi
Wilayah
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
Persentase KK SBS=Jumlah KK dengan akses sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, sanitasi layak bersama, dan sanitasi belum layakJumlah KK di wilayah dan kurun waktu yang samax 100%
Persentase KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak=Jumlah KK dengan akses sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, dan sanitasi layak bersamaJumlah KK di wilayah dan kurun waktu yang samax 100
Persentase KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman=Jumlah KK dengan akses sanitasi amanJumlah KK di wilayah dan kurun waktu yang samax 100%
Persentase KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak=Jumlah KK dengan akses sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, dan sanitasi layak bersamaJumlah KK di wilayah dan kurun waktu yang samax 100
Persentase KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman=Jumlah KK dengan akses sanitasi amanJumlah KK di wilayah dan kurun waktu yang samax 100%
Rumus / Formula Matematika
$$PersentaseKKSBS=JumlahKKdenganaksessanitasiaman,sanitasilayaksendiri,sanitasilayakbersama,dansanitasibelumlayakJumlahKKdiwilayahdankurunwaktuyangsamax100\%,PersentaseKKdenganAksesTerhadapFasilitasSanitasiyangLayak=JumlahKKdenganaksessanitasiaman,sanitasilayaksendiri,dansanitasilayakbersamaJumlahKKdiwilayahdankurunwaktuyangsamax100,PersentaseKKdenganAksesTerhadapFasilitasSanitasiyangAman=JumlahKKdenganaksessanitasiamanJumlahKKdiwilayahdankurunwaktuyangsamax100\%$$
Level Estimasi
Kabupaten/Kota
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
-
Variabel Pembangun
Jumlah Kepala Keluarga dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
ID Kegiatan: #94319
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
ID Indikator Indah
#132969
Produsen Data
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
27 Desember 2025