Metadata Indikator
Cari Indikator
Menampilkan 631-640 dari 1633 hasil
Koefisien Gini 
Koefisien gini didasarkan pada kurva lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
Koefisien gini didasarkan pada kurva lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
Koefisien Gini 
Koefisien gini didasarkan pada kurva lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Mengetahui ukuran tingkat ketimpangan pengeluaran sebagai proksi pendapatan penduduk.
Koefisien gini didasarkan pada kurva lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Mengetahui ukuran tingkat ketimpangan pengeluaran sebagai proksi pendapatan penduduk.
Konsumsi Alkohol oleh Penduduk Umur >= 15 Tahun Dalam Satu Tahun Terakhir 
Jumlah minuman keras/beralkohol (liter per kapita 15 tahun keatas) yang dikonsumsi oleh penduduk umur ≥15 tahun adalah perbandingan antara jumlah minuman keras/beralkohol (liter) yang dikonsumsi penduduk umur ≥15 tahun dalam setahun terakhir dengan jumlah penduduk umur ≥15 tahun, dinyatakan dalam liter per kapita. Minuman mengandung alkohol meliputi bir dan minuman keras lainnya seperti anggur, vodka, dan sebagainya.
Jumlah minuman keras/beralkohol (liter per kapita 15 tahun keatas) yang dikonsumsi oleh penduduk umur ≥15 tahun adalah perbandingan antara jumlah minuman keras/beralkohol (liter) yang dikonsumsi penduduk umur ≥15 tahun dalam setahun terakhir dengan jumlah penduduk umur ≥15 tahun, dinyatakan dalam liter per kapita. Minuman mengandung alkohol meliputi bir dan minuman keras lainnya seperti anggur, vodka, dan sebagainya.
Konsumsi Alkohol Oleh Penduduk Umur √¢‚Ä∞¬• 15 Tahun Dalam Satu Tahun Terakhir 
Jumlah minuman keras/beralkohol (liter per kapita 15 tahun keatas) yang dikonsumsi oleh penduduk umur ≥15 tahun adalah perbandingan antara jumlah minuman keras/beralkohol (liter) yang dikonsumsi penduduk umur ≥15 tahun dalam setahun terakhir dengan jumlah penduduk umur ≥15 tahun, dinyatakan dalam liter per kapita. Minuman mengandung alkohol meliputi bir dan minuman keras lainnya seperti anggur, vodka, dan sebagainya.
Jumlah minuman keras/beralkohol (liter per kapita 15 tahun keatas) yang dikonsumsi oleh penduduk umur ≥15 tahun adalah perbandingan antara jumlah minuman keras/beralkohol (liter) yang dikonsumsi penduduk umur ≥15 tahun dalam setahun terakhir dengan jumlah penduduk umur ≥15 tahun, dinyatakan dalam liter per kapita. Minuman mengandung alkohol meliputi bir dan minuman keras lainnya seperti anggur, vodka, dan sebagainya.
Konsumsi Bahan Pokok Per Kapita 
Mengkonsumsi bahan pokok (beras, jagung, kedelai, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam ras/bebek/itik, susu sapi segar, ikan segar, bawang merah, dan cabai) per kapita (di luar rumah tangga) berarti menggunakan atau mengolah bahan pokok sebagai bahan baku (input) untuk menghasilkan makanan/minuman/produk lain sebagai output dari usahanya.
Mengkonsumsi bahan pokok (beras, jagung, kedelai, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam ras/bebek/itik, susu sapi segar, ikan segar, bawang merah, dan cabai) per kapita (di luar rumah tangga) berarti menggunakan atau mengolah bahan pokok sebagai bahan baku (input) untuk menghasilkan makanan/minuman/produk lain sebagai output dari usahanya.
Konsumsi Bahan Pokok Per Kapita 
Mongkonsumsi bahan pokok (beras, jagung, kacang kedelai, dagingc sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, tepung terigu, minyak goreng, gula, garam) per kapita (di luar rumah tangga) berarti menggunakan atau mengolah bahan pokok sebagai bahan baku (input) untuk menghasilkan makanan/minuman/produk lain sebagai output dari usahanya
Mongkonsumsi bahan pokok (beras, jagung, kacang kedelai, dagingc sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, tepung terigu, minyak goreng, gula, garam) per kapita (di luar rumah tangga) berarti menggunakan atau mengolah bahan pokok sebagai bahan baku (input) untuk menghasilkan makanan/minuman/produk lain sebagai output dari usahanya
Konsumsi kalori per kapita per hari 
Banyaknya kalori yang benar-benar dikonsumsi per orang per hari
Banyaknya kalori yang benar-benar dikonsumsi per orang per hari
Konsumsi Listrik per Kapita 
Konsumsi Listrik per kapita (Kwh/Kapita) adalah Jumlah kWh (kilo Watt hours) energi listrik yang digunakan atau dimanfaatkan baik secara langsung ataupun tidak langsung dari sumber energi dibagi jumlah penduduk pada suatu wilayah dalam periode satu tahun.
Konsumsi Listrik per kapita (Kwh/Kapita) adalah Jumlah kWh (kilo Watt hours) energi listrik yang digunakan atau dimanfaatkan baik secara langsung ataupun tidak langsung dari sumber energi dibagi jumlah penduduk pada suatu wilayah dalam periode satu tahun.
Pergi ke halaman:

