📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Sumbawa 2025
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Kesehatan
126 Var
214 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#96557
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Sumbawa
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa
Alamat Lengkap
Jalan Garuda, Kel. Lempeh, Kec. Sumbawa, Kab, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat 84316
Telepon
(0371)21087
Faksimile
-
Email
dikes@sumbawakab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Dinas Kesehatan
Nama PJ Teknis
FIKRI, S.KM
Jabatan
Sekretaris
Alamat
Jalan Garuda, Kel. Lempeh, Kec. Sumbawa, Kab, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat 84316
Telepon
037121087
Faksimile
-
Email
dinkes.sumbawakab@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam agenda prioritas pembangunan nasional, pembangunan kesehatan diarahkan untuk mengimplementasikan Nawacita kelima, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
Untuk mendukung keberhasilan pembangunan tersebut, diperlukan ketersediaan data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 17 Ayat 1 disebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) berbasis bukti (evidence-based) diarahkan untuk menyediakan data dan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan Melalui Sistem Informasi Kesehatan pasal 11 ayat 1 menyebutkan bahwa, Dinas Kesehatan wajib menerbitkan Profil Kesehatan yang berisi Informasi Kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan yang disusun dan disajikan secara sederhana namun tetap informatif. Profil ini menggambarkan situasi serta hasil pembangunan kesehatan selama satu tahun, mencakup data derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, serta capaian indikator hasil pembangunan kesehatan. Profil ini digunakan sebagai tolok ukur kemajuan pembangunan kesehatan sekaligus sebagai bahan evaluasi program-program kesehatan.
Untuk mendukung keberhasilan pembangunan tersebut, diperlukan ketersediaan data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 17 Ayat 1 disebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) berbasis bukti (evidence-based) diarahkan untuk menyediakan data dan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan Melalui Sistem Informasi Kesehatan pasal 11 ayat 1 menyebutkan bahwa, Dinas Kesehatan wajib menerbitkan Profil Kesehatan yang berisi Informasi Kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan yang disusun dan disajikan secara sederhana namun tetap informatif. Profil ini menggambarkan situasi serta hasil pembangunan kesehatan selama satu tahun, mencakup data derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, serta capaian indikator hasil pembangunan kesehatan. Profil ini digunakan sebagai tolok ukur kemajuan pembangunan kesehatan sekaligus sebagai bahan evaluasi program-program kesehatan.
Tujuan Kegiatan
1. Mengumpulkan data kesehatan di wilayah Kabupaten Sumbawa secara akurat dan sistematis. 2.Mengolah data kesehatan di wilayah Kabupaten Sumbawa untuk menghasilkan informasi yang valid dan dapat digunakan dalam perencanaan serta pengambilan kebijakan. 3. Menyajikan dan mempublikasikan data kesehatan di wilayah Kabupaten Sumbawa secara informatif, tepat waktu, dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Desain
3 Februari 2025 - 28 Februari 2025
Pengumpulan Data
3 Maret 2025 - 31 Maret 2025
Pengolahan Data
1 April 2025 - 30 April 2025
Analisis
1 Mei 2025 - 30 Mei 2025
Diseminasi
2 Juni 2025 - 13 Juni 2025
Evaluasi
16 Juni 2025 - 20 Juni 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 100 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jenis Fasilitas Kesehatan | Jenis Fasilitas Kesehatan | Tempat dan/ atau alat yang digunakan untuk menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan kepada perseorangan ataupun masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/ atau paliatif yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat. | 2025 |
| Jenis Layanan Rumah Sakit | Jenis Layanan Rumah Sakit | Bentuk pelayanan kesehatan perorangan yang diselenggarakan secara menyeluruh, mencakup layanan rawat inap, rawat jalan, dan penanganan gawat darurat | 2025 |
| Jenis Tenaga Kesehatan | Jenis Tenaga Kesehatan | Penggolongan tenaga yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. | 2025 |
| Kunjungan Bayi | Kunjungan Bayi | Kunjungan bayi adalah kunjungan bayi (umur 1-12 bulan )yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali (bayi), 2 kali (neonatus) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | 2025 |
| Kepesertaan JKN/Asuransi lainnya | Kepesertaan JKN/Asuransi lainnya | Kepemilikan semua asuransi kesehatan yang terdapat di Indonesia yang memberikan jaminan kesehatan perorangan atau badan. Di antaranya adalah sebagai berikut: ? BPJS-PBI/Jamkesmas/ Jamkesda - Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah masyarakat yang memiliki jaminan pembiayaan kesehatan dari pemerintah di mana iurannya ditanggung pemerintah dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu - Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien - Jamkesda adalah program jaminan bantuan pembayaran biaya pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakatnya - BPJS Non PBI: Masyarakat yang memiliki jaminan pembiayaan kesehatan BPJS ? BPJS Non PBI: Masyarakat yang memiliki jaminan pembiayaan kesehatan BPJS dengan cara mendaftarkan sendiri-sendiri ataupun kolektif dengan pembiayaan premi secara mandiri ? Swasta: Jaminan kesehatan yang berasal dari sumber pembayaran premi anggota kepada perusahaan asuransi selain yang diselenggarakan oleh negara atau pemerintah daerah ? Tidak memiliki: Anggota keluarga tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan. | 2025 |
| Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap | Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap | Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum umur 1 (satu) tahun. Seorang anak telah menerima imunisasi lengkap apabila telah menerima: - 1 (satu) kali imunisasi BCG; - 3 (tiga) kali imunisasi DPT; -3 (tiga) kali imunisasi HB; - 4 (empat) kali imunisasi Polio; dan - 1 (satu) kali imunisasi Campak. | 2025 |
| Status Kehamilan | Status Kehamilan | Keadaan terkait hamil atau tidaknya seorang wanita pada rentang 10-54 tahun yang berstatus kawin, cerai hidup atau cerai mati. | 2025 |
| Angka Kematian Kasar/ Crude Death Rate (CDR) | Angka Kematian Kasar/ Crude Death Rate (CDR) | Banyaknya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu dalam setiap 1000 penduduk. | 2025 |
| Status gizi balita | Status gizi balita | Hasil penilaian kondisi gizi anak oleh tenaga kesehatan berdasarkan parameter hasil pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan anak usia 0-60 bulan, dibandingkan dengan Standar Antropometri Anak yang menggunakan indeks berat badan menurut umur (BB/U), indeks panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), indeks berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB), dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Status gizi balitadinilaimenurut 3 indeks, yaituBerat BadanMenurutUmur (BB/U),TinggiBadanMenurutUmur(TB/U),BeratBadanMenurutTinggiBadan (BB/TB). 1. BB/U adalah berat badan anak yang dicapai pada umur tertentu. 2. TB/U adalah tinggi badan anak yang dicapai pada umur tertentu. 3. BB/TB adalah berat badan anak dibandingkan dengan tinggi badan yang dicapai. | 2025 |
| Angka Kematian Anak/ Child Mortality Rate (CMR) | Kematian Anak | Kematian Anak | 2025 |
| Klasifikasi Rumah Sakit | - | Pengelompokan rumah sakit berdasarkan banyaknya bidang dan jenis pelayanan yang diberikan, fasilitas kesehatan, sarana penunjang, dan sumber daya manusia, serta kemampuan penanganan jenis-jenis penyakit sesuai disiplin ilmu atau kekhususan lainnya. | 2025 |
| Klasifikasi Puskesmas | - | Pengelompokan Puskesmas berdasarkan karakteristik wilayah pelayanan dan kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, yang mencakup kondisi geografis, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya dan fasilitas pelayanan kesehatan. | 2025 |
| Klasifikasi Klinik | - | Pengelompokan klinik berdasarkan jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan serta kemampuan pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan. | 2025 |
| Klasifikasi Tempat Praktik Mandiri Tenaga Kesehatan | - | Pengelompokan tempat praktik mandiri yang diselenggarakan secara perorangan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi, kewenangan, dan izin praktik yang dimiliki. | 2025 |
| Klasifikasi Griya Sehat | - | Pengelompokan fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional empiris dan/atau komplementer dengan pendekatan promotif dan preventif, yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan tradisional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | 2025 |
| Panti Sehat | - | Tempat yang digunakan untuk melakukan perawatan kesehatan tradisional empiris oleh Penyehat Tradisional. Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris adalah penerapan kesehatan tradisional yang manfaat dan keamananya terbukti secara empiris. Penyehat tradisional adalah setiap orang yang melakukan Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris yang pengetahuan dan keterampilannya diperoleh melalui pengalaman turun temurun atau pendidikan non formal. Ketentuan lebih lanjut mengenai Panti Sehat mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris. | 2025 |
| Unit Transfusi Darah | - | Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah. | 2025 |
| Laboratorium Kesehatan | - | Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan spesimen klinik dan/atau lingkungan untuk tujuan penegakan diagnosis, penunjang pengobatan, pencegahan penyakit, dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | 2025 |
| Usaha Industri Farmasi | - | Badan usaha yang memiliki izin dan melakukan kegiatan produksi obat dan/atau bahan baku obat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang dicatat berdasarkan jumlah usaha yang aktif beroperasi di suatu wilayah pada periode waktu tertentu. | 2025 |
| Usaha Industri Obat Bahan Alam | - | Badan usaha yang memiliki izin dan melakukan kegiatan produksi obat bahan alam yang berasal dari ekstraksi, fraksinasi, atau pengolahan lanjutan bahan alam sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang dicatat berdasarkan usaha yang aktif beroperasi di suatu wilayah pada periode waktu tertentu. | 2025 |
| Klasifikasi Usaha Obat Tradisional | - | Pengelompokan usaha obat tradisional berdasarkan skala usaha dan tingkat kompleksitas proses produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan obat tradisional. | 2025 |
| Produksi Alat Kesehatan | - | Badan usaha yang memproduksi alat kesehatan dan telah memiliki sertifikat produksi. | 2025 |
| Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga | - | Badan usaha yang memproduksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan telah memiliki sertifikat produksi. | 2025 |
| Industri Kosmetika | - | Industri yang memproduksi kosmetika yang telah memiliki Izin Usaha industri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | 2025 |
| Pedagang Besar Farmasi | - | Perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | 2025 |
| Penyalur Alat Kesehatan | - | Perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan. | 2025 |
| Sarana Distribusi Kefarmasian | - | Sarana atau badan usaha yang memiliki izin dan melakukan kegiatan pendistribusian obat dan/atau alat kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | 2025 |
| Kunjungan Pasien Baru | - | Jumlah kunjungan pasien yang pertama kali menerima pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan dalam periode waktu tertentu, baik melalui pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. | 2025 |
| Kunjungan Gangguan Jiwa | - | Kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang meliputi gangguan pada perasaan, proses pikir, dan perilaku yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya. | 2025 |
| Rumah Sakit dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 | - | Ketentuan umum pelayanan gawat darurat level 1 mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. | 2025 |
| Pasien Keluar | - | Pasien yang telah menyelesaikan perawatan dan keluar dari fasilitas pelayanan kesehatan pada periode waktu tertentu, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia. | 2025 |
| Lama Perawatan Pasien | - | Jumlah hari pasien menjalani perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan sejak masuk hingga keluar pada periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial = 80% | - | Puskesmas yang memiliki ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator pada saat pemantauan. Obat indikator meliputi obat pendukung Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Gizi, Program TB Paru, Program Malaria, serta obat pelayanan kesehatan dasar esensial yang tercantum dalam Formularium Nasional. | 2025 |
| Posyandu | - | Posyandu yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu, anak, dan masyarakat di wilayah tertentu pada periode pelaporan. Aktivitas meliputi pelayanan imunisasi, pemantauan gizi, dan penyuluhan kesehatan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. | 2025 |
| Posbindu PTM | - | Upaya kesehatan berbasis bersumberdaya masyarakat (UKBM) dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui kegiatan skrining kesehatan/deteksi dini faktor risiko PTM, intervensi/modifikasi faktor risiko PTM serta monitoring dan tindak lanjut faktor risiko PTM bersumber daya masyarakat secara rutin dan berkesinambungan. | 2025 |
| Dokter | - | Tenaga medis yang memiliki kualifikasi dokter, termasuk dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis, yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan pada periode pelaporan. | 2025 |
| Jenis Tenaga Kesehatan | - | Penggolongan tenaga yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. | 2025 |
| Kelahiran Hidup | - | Kelahiran bayi yang lahir hidup di wilayah tertentu pada periode pelaporan. | 2025 |
| Kelahiran Mati | - | Kelahiran bayi yang lahir mati (tidak bernyawa) di wilayah tertentu pada periode pelaporan. | 2025 |
| Kematian Ibu | - | Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Kunjungan Ibu Hamil | - | Jumlah seluruh kunjungan pelayanan antenatal yang dilakukan oleh ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan pada periode pelaporan, tanpa membedakan jenis atau urutan kunjungan (K-1, K-4, K-6). | 2025 |
| Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan | - | Jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Nifas | - | Jumlah seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu nifas pada periode pelaporan, meliputi kunjungan nifas awal (KF1), pelayanan nifas lengkap, dan pemberian vitamin A kepada ibu nifas. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi Tetanus Difteri (Td) | - | Jumlah seluruh pelayanan imunisasi Tetanus Difteri (Td) yang diberikan kepada sasaran ibu hamil serta wanita usia subur (WUS) hamil dan tidak hamil pada periode pelaporan, tanpa membedakan capaian atau status kelengkapan imunisasi. | 2025 |
| Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil | - | Ibu hamil yang tercatat menerima dan/atau mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang disediakan oleh pemerintah selama masa kehamilan, sesuai standar kandungan zat besi dan asam folat pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pasangan Usia Subur | - | Pasangan suami istri yang istrinya berada pada rentang usia reproduksi dan menjadi sasaran pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana pada periode pelaporan. | 2025 |
| Peserta Keluarga Berencana Aktif | - | Pasangan usia subur yang tercatat sedang menggunakan alat dan/atau metode kontrasepsi pada periode pelaporan sebagai bagian dari pelayanan program keluarga berencana. | 2025 |
| Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Risiko 4 Terlalu (4T) | - | Pasangan Usia Subur (PUS) dimana istrinya memenuhi minimal salah satu kriteria 4 Terlalu (4T), yaitu : 1) berusia kurang dari 20 tahun; 2) berusia lebih dari 35 tahun; 3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang; atau 4) jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun. | 2025 |
| Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Risiko ALKI | - | Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya mengalami salah satu dari gejala: anemia, LiLa kurang dari 23,5, penyakit kronis, atau Infeksi Menular Seksual (IMS). Penyakit kronis yang dimaksud terdiri dari Diabetes Melitus, Hipertensi, jantung, ginjal, auto imun, Hepatitis B, Thyroid, TORCH, hiperkoagulasi, stroke, Thalasemia, Hemofilia, kanker, masalah kesehatan jiwa, HIV, TBC, dan Malaria. | 2025 |
| Komplikasi Kebidanan | - | Kesakitan yang dialami oleh ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi, baik yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, maupun nifas, yang teridentifikasi atau mendapatkan penanganan pelayanan kesehatan pada periode pelaporan. | 2025 |
| Kematian Neonatal | - | Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Kematian Post-Neonatal | - | Kematian yang terjadi pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Kematian Bayi | - | Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Kematian Balita | - | Kematian yang terjadi pada bayi/anak usia 0 - 59 bulan (bayi + anak balita) tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Kematian Anak Balita | - | Kematian yang terjadi pada anak usia 12 - 59 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | 2025 |
| Bayi Lahir Ditimbang | - | Jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang segera setelah lahir. | 2025 |
| Bayi Lahir Prematur | - | Bayi yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu | 2025 |
| Kunjungan Neonatal | - | Kunjungan pelayanan neonatal (0–27 hari) ke fasilitas pelayanan kesehatan pada periode pelaporan, tanpa membedakan urutan kunjungan (KN1, KN3). | 2025 |
| Screening Hipotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir | - | Bayi baru lahir yang dilakukan skrining untuk mendeteksi hipotiroid kongenital sesuai program pemerintah, pada periode pelaporan. | 2025 |
| Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada Bayi Baru Lahir | - | Bayi baru lahir yang mendapatkan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama setelah lahir pada periode pelaporan, sesuai pedoman program Kemenkes RI. | 2025 |
| Bayi Usia kurang dari 6 Bulan | - | Jumlah bayi yang berusia kurang dari 6 bulan pada periode pelaporan, digunakan untuk memantau sasaran program kesehatan dan imunisasi. | 2025 |
| Bayi Mendapat ASI Eksklusif | - | Bayi yang menerima Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan pertama sejak lahir, tanpa tambahan makanan atau minuman lain, pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Kesehatan Bayi | - | Pelayanan Kesehatan Bayi adalah seluruh layanan kesehatan yang diberikan kepada bayi usia 0–11 bulan pada periode pelaporan, yang mencakup pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/HB/HiB1-3, Polio 1-4, dan Campak), pemantauan pertumbuhan, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), pemberian vitamin A pada bayi usia 6–11 bulan, serta penyuluhan mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI). Variabel ini khusus menghitung bayi yang menerima pelayanan minimal 4 kali sesuai jadwal: 1 kali pada umur 29 hari–2 bulan, 1 kali pada umur 3–5 bulan, 1 kali pada umur 6–8 bulan, dan 1 kali pada umur 9–11 bulan. | 2025 |
| Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) | - | Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi Hepatitis B Dosis Nol (HB0) | - | Pelayanan imunisasi Hepatitis B dosis nol yang diberikan kepada bayi baru lahir pada periode pelaporan, baik yang diberikan kurang dari 24 jam setelah lahir maupun pada usia 1–7 hari. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi BCG | - | Pelayanan imunisasi Bacillus Calmette–Guérin (BCG) yang diberikan kepada bayi sesuai ketentuan program imunisasi nasional pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi DPT-HB-Hib | - | Pelayanan imunisasi DPT-HB-Hib yang diberikan kepada bayi sesuai dosis pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi Polio 4* | - | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) dosis ke 4* | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi Campak Rubella | - | Pelayanan imunisasi Campak Rubella yang diberikan kepada bayi dan anak sesuai jadwal nasional pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Imunisasi Dasar Lengkap | - | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) (3 dosis imunisasi IPV di Provinsi DIY), 1 dosis imunisasi IPV (Polio suntik), dan 1 dosis imunisasi campak Rubela | 2025 |
| Bayi dan Balita yang Mendapatkan Kapsul Vitamin A | - | Jumlah bayi dan anak balita yang mendapatkan kapsul vitamin A sesuai ketentuan program kesehatan pada periode pelaporan, tanpa memperhitungkan frekuensi pemberian dalam satu tahun. | 2025 |
| Balita dalam Pemantauan Kesehatan KIA | - | Jumlah anak balita yang tercatat dalam kegiatan pemantauan kesehatan ibu dan anak (KIA) pada periode pelaporan, termasuk kepemilikan Buku KIA dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan. | 2025 |
| Balita yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan | - | Jumlah anak balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar pada periode pelaporan, termasuk pelayanan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). | 2025 |
| Balita dalam Pemantauan Pertumbuhan | - | Jumlah anak balita yang tercatat dan dipantau pertumbuhannya melalui kegiatan penimbangan berat badan pada periode pelaporan. | 2025 |
| Balita dengan Masalah Gizi | - | Jumlah anak balita yang mengalami masalah gizi berdasarkan hasil pengukuran status gizi dan pertumbuhan pada periode pelaporan. | 2025 |
| Pelayanan Kesehatan Siswa Sekolah | - | Pelayanan Kesehatan Siswa Sekolah adalah segala bentuk layanan kesehatan yang diberikan kepada siswa/peserta didik di lingkungan sekolah atau melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan sekolah, dalam rangka pemeliharaan, peningkatan, pencegahan, dan pemulihan kesehatan siswa. | 2025 |
| Kunjungan Kasus Perawatan Gigi dan Mulut | - | Kunjungan Kasus Perawatan Gigi dan Mulut adalah jumlah kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif terkait kesehatan gigi dan mulut dalam periode waktu tertentu. | 2025 |
| Pelayanan Skrining Faktor Risiko Pada Usia Produktif | - | Pelayanan Skrining Faktor Risiko Pada Usia Produktif adalah kegiatan pelayanan kesehatan berupa deteksi dini faktor risiko penyakit, khususnya Penyakit Tidak Menular (PTM), yang diberikan kepada penduduk usia produktif melalui pemeriksaan kesehatan terstandar. | 2025 |
| Calon Pengantin Yang Mendapat Pelayanan Kesehatan | - | Calon Pengantin yang Mendapat Pelayanan Kesehatan adalah jumlah calon pengantin (pria dan/atau wanita) yang memperoleh pelayanan kesehatan pra nikah di fasilitas pelayanan kesehatan, baik berupa pemeriksaan, skrining, imunisasi, konseling, maupun edukasi kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan. | 2025 |
| Pelayanan Puskesmas | - | Pelayanan Puskesmas adalah seluruh kegiatan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kepada masyarakat, meliputi upaya kesehatan perorangan (UKP) dan kesehatan masyarakat (UKM) sesuai standar pelayanan minimal dan kebijakan Kementerian Kesehatan. | 2025 |
| Terduga Tuberkulosis yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan | - | Jumlah terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, termasuk pemeriksaan dan penatalaksanaan awal, pada periode pelaporan. | 2025 |
| Kasus Tuberkulosis | - | Jumlah kasus tuberkulosis yang tercatat dan ditetapkan sebagai kasus TB pada periode pelaporan. | 2025 |
| Hasil Pengobatan Tuberkulosis | - | Jumlah pasien tuberkulosis yang menyelesaikan pengobatan dengan hasil tertentu pada periode pelaporan. | 2025 |
| Kematian Pasien Tuberkulosis | - | Jumlah pasien tuberkulosis yang meninggal dunia pada periode pelaporan, baik selama maupun setelah menjalani pengobatan. | 2025 |
| Pneumonia Pada Balita | - | Pneumonia pada Balita adalah kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang terjadi pada anak usia 0–59 bulan, yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan berdasarkan kriteria klinis dan/atau penunjang sesuai pedoman nasional. | 2025 |
| Penderita Diare Balita Yang Dilayani | - | Penderita Diare Balita yang Dilayani adalah jumlah anak usia 0–59 bulan yang menderita diare dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun melalui kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penemuan Diare Pada Balita | - | Penemuan Diare pada Balita adalah jumlah anak usia 0–59 bulan yang teridentifikasi menderita diare melalui pelayanan kesehatan, kegiatan surveilans, atau penjaringan kesehatan masyarakat dalam periode tertentu, baik yang mendapatkan pelayanan maupun belum. | 2025 |
| Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani | - | Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani adalah jumlah penduduk dari seluruh kelompok umur yang menderita diare dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun melalui kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penemuan Diare Semua Umur | - | Penemuan Diare Semua Umur adalah jumlah penduduk dari seluruh kelompok umur yang teridentifikasi menderita diare melalui kegiatan pelayanan kesehatan dan/atau surveilans epidemiologi dalam periode pelaporan tertentu, baik yang mendapatkan pelayanan maupun belum. | 2025 |
| Status Ibu Hamil Diperiksa HBsAg | - | Status Ibu Hamil Diperiksa HBsAg adalah kondisi atau status ibu hamil terkait pelaksanaan pemeriksaan Hepatitis B surface Antigen (HBsAg), yang menunjukkan apakah ibu hamil reaktif atau non reaktif menjalani pemeriksaan HBsAg dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Bayi Lahir dari Ibu HBsAg Reaktif yang Mendapat HBIg | - | Jumlah bayi yang lahir dari ibu dengan hasil pemeriksaan HBsAg reaktif dan mendapatkan imunoglobulin Hepatitis B (HBIg) pada periode pelaporan, berdasarkan waktu pemberian HBIg setelah kelahiran. | 2025 |
| Penderita Kusta | - | Penderita Kusta adalah orang yang didiagnosis menderita penyakit kusta (lepra) oleh tenaga kesehatan berdasarkan kriteria klinis dan/atau pemeriksaan penunjang sesuai pedoman nasional, baik kasus baru maupun kasus lama yang masih dalam pengobatan atau pemantauan, dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Kasus Kusta Terdaftar pada Anak | - | Kasus Kusta Terdaftar pada Anak adalah jumlah anak berusia kurang dari 15 tahun yang terdiagnosis kusta dan tercatat secara resmi dalam sistem pencatatan dan pelaporan program kusta pada fasilitas pelayanan kesehatan, dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Kasus Kusta Terdaftar pada Dewasa | - | Kasus Kusta Terdaftar pada Dewasa adalah jumlah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang terdiagnosis kusta dan tercatat secara resmi dalam sistem pencatatan dan pelaporan program kusta pada fasilitas pelayanan kesehatan, dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penderita Kusta yang Mendapatkan RFT (Release From Treatment) | - | Penderita Kusta yang Mendapatkan RFT (Release From Treatment) adalah jumlah penderita kusta yang telah menyelesaikan pengobatan Multi Drug Therapy (MDT) sesuai standar dan secara resmi dinyatakan selesai pengobatan (RFT) oleh tenaga kesehatan dalam periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penderita Penyakit Difteri | - | Penderita Penyakit Difteri adalah orang yang didiagnosis menderita difteri, baik berdasarkan kriteria klinis, epidemiologis, maupun konfirmasi laboratorium, dan tercatat dalam sistem surveilans penyakit menular pada periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Acute Flaccid Paralysis (AFP) | - | Kondisi kelumpuhan layuh akut pada anak usia kurang dari 15 tahun atau pada individu dengan dugaan poliomyelitis, yang ditemukan dan dilaporkan dalam periode pelaporan di suatu wilayah. | 2025 |
| Penderita Penyakit Pertusis | - | Penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh Bordetella pertussis, yang ditemukan dan dilaporkan pada periode pelaporan di suatu wilayah. | 2025 |
| Penderita Penyakit Tetanus Neonatorum | - | Penyakit infeksi akut akibat Clostridium tetani yang dilaporkan pada periode pelaporan di suatu wilayah. | 2025 |
| Penderita Penyakit Hepatitis B | - | Infeksi virus Hepatitis B yang terdeteksi dan dilaporkan pada periode pelaporan di suatu wilayah. | 2025 |
| Penderita Suspek Campak | - | Individu yang menunjukkan gejala klinis campak sesuai definisi operasional surveilans dan dilaporkan pada periode pelaporan di suatu wilayah. | 2025 |
| Kejadian Luar Biasa (KLB) | - | Meningkatnya kejadian penyakit atau masalah kesehatan tertentu yang melebihi keadaan normal pada suatu wilayah dan periode tertentu. | 2025 |
| Penderita DBD | - | Penderita DBD adalah orang yang didiagnosis menderita Demam Berdarah Dengue, baik berdasarkan kriteria klinis, epidemiologis, maupun konfirmasi laboratorium, dan tercatat dalam sistem surveilans penyakit menular pada periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penderita Malaria | - | Penderita Malaria adalah orang yang terdiagnosis menderita malaria, baik berdasarkan pemeriksaan klinis yang diperkuat dengan konfirmasi laboratorium (mikroskopis atau RDT), dan tercatat dalam sistem surveilans malaria pada periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Penderita Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) | - | Penderita Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) adalah orang yang terdiagnosis menderita filariasis, baik berdasarkan pemeriksaan klinis dan/atau pemeriksaan laboratorium (mikrofilaria dalam darah, tes antigen, atau metode diagnostik lain), serta tercatat dalam sistem surveilans filariasis pada periode pelaporan tertentu. | 2025 |
| Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar | - | Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada individu atau kelompok sasaran sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan, meliputi jenis layanan, prosedur, tenaga kesehatan, sarana prasarana, serta mutu pelayanan sebagaimana diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) atau pedoman teknis Kementerian Kesehatan. | 2025 |
| Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) | - | Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah tindakan pemeriksaan skrining kanker leher rahim pada perempuan usia sasaran dengan cara mengoleskan larutan asam asetat 3–5% pada leher rahim, kemudian dilakukan pengamatan visual untuk mendeteksi adanya kelainan pra-kanker, sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. | 2025 |
| Curiga Kanker Leher Rahim | - | Curiga Kanker Leher Rahim adalah kondisi di mana hasil pemeriksaan skrining (seperti IVA) atau pemeriksaan klinis menunjukkan temuan yang mengarah pada kemungkinan kanker leher rahim, sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan (diagnostik) dan/atau rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. | 2025 |
| Pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) | - | Pemeriksaan SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk mendeteksi dini kelainan atau tanda-tanda kanker payudara, sebagai bagian dari program deteksi dini kanker pada perempuan usia sasaran. | 2025 |
| Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) | - | Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) adalah individu yang mengalami gangguan mental berat yang ditandai dengan gangguan fungsi realitas dan/atau gangguan perilaku berat, seperti skizofrenia, gangguan psikotik, atau gangguan bipolar berat, yang memerlukan penanganan medis dan/atau rehabilitasi secara berkelanjutan. | 2025 |
| Sarana Air Minum | - | Sarana Air Minum adalah fasilitas atau sumber yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari yang layak dikonsumsi, baik yang berasal dari sistem perpipaan maupun non-perpipaan. | 2025 |
| KK Pengguna Akses Sanitasi | - | KK Pengguna Akses Sanitasi adalah jumlah kepala keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi (jamban) untuk pembuangan tinja manusia, baik sanitasi layak maupun tidak layak, di suatu wilayah tertentu. | 2025 |
| Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) | - | Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) adalah desa/kelurahan yang seluruh masyarakatnya tidak melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan telah diverifikasi serta dideklarasikan secara resmi sesuai dengan kriteria Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). | 2025 |
| KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) | - | KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) adalah jumlah kepala keluarga yang telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga secara higienis dan aman, sesuai prinsip kesehatan lingkungan untuk mencegah kontaminasi dan penyakit. | 2025 |
| KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) | - | KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) adalah jumlah kepala keluarga yang melakukan pengelolaan sampah rumah tangga secara aman dan sesuai prinsip kesehatan lingkungan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran dan risiko penyakit. | 2025 |
| KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) | - | KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) adalah jumlah kepala keluarga yang melakukan pengelolaan limbah cair domestik secara aman dan sesuai standar kesehatan lingkungan, sehingga tidak mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitar. Limbah cair rumah tangga meliputi air bekas mandi, cuci, dapur, dan limbah domestik lainnya (greywater). | 2025 |
| Desa Lima Pilar STBM | - | Desa Lima Pilar STBM adalah desa/kelurahan yang telah memenuhi dan menerapkan seluruh lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta telah diverifikasi dan dideklarasikan sesuai ketentuan yang berlaku. | 2025 |
| KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT) | - | KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT) adalah jumlah kepala keluarga yang menerapkan upaya pengendalian dan pemeliharaan kualitas udara dalam rumah secara sehat, sehingga meminimalkan paparan asap, debu, dan polutan lain yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. | 2025 |
| KK Akses Rumah Sehat | - | KK Akses Rumah Sehat adalah jumlah kepala keluarga yang menempati rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan, sesuai standar teknis rumah sehat yang ditetapkan dalam regulasi kesehatan lingkungan. | 2025 |
| Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) | - | Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) adalah lokasi atau sarana yang digunakan oleh masyarakat secara umum untuk melakukan kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, ibadah, transportasi, atau pelayanan publik, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan. | 2025 |
| Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) | - | Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) adalah sarana atau lokasi yang digunakan untuk menyiapkan, mengolah, menyimpan, dan/atau menyajikan pangan bagi masyarakat, yang wajib memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sesuai ketentuan kesehatan. | 2025 |
| Kasus Konfirmasi COVID-19 | - | Kasus Konfirmasi COVID-19 adalah individu yang dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang tervalidasi, sesuai dengan pedoman surveilans dan penanggulangan penyakit menular. | 2025 |
| Kasus COVID-19 Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin | - | Kasus COVID-19 Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin adalah jumlah individu yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang dikelompokkan menurut kategori umur dan jenis kelamin pada periode tertentu. | 2025 |
| Sasaran Penerima Vaksin | - | Sasaran Penerima Vaksin adalah jumlah individu yang ditetapkan sebagai target untuk menerima vaksin tertentu dalam periode dan wilayah tertentu berdasarkan kebijakan program imunisasi. | 2025 |
| Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 1 | - | Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 1 adalah persentase jumlah penduduk yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dibandingkan dengan total sasaran penerima vaksin COVID-19 pada wilayah dan periode tertentu. | 2025 |
| Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 2 | - | Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 2 adalah persentase jumlah penduduk yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua dibandingkan dengan jumlah sasaran penerima vaksin COVID-19 pada wilayah dan periode tertentu. | 2025 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Mail
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Rumah Tangga
- Lainnya, Unit Sarana Kesehatan
- Rumah Tangga
- Lainnya, Unit Sarana Kesehatan
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Usaha/Perusahaan
- Lainnya, Unit Sarana Kesehatan
- Usaha/Perusahaan
- Lainnya, Unit Sarana Kesehatan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
- Lainnya: Kecamatan
- Lainnya: Kecamatan
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
100 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #297837
Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 2
Float • Persen
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Variabel Indah: #297782
Cakupan Penerima Vaksin COVID-19 Dosis 1
Float • Persen
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Variabel Indah: #297276
Sasaran Penerima Vaksin
Integer • Orang
["Penerima Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Variabel Indah: #297241
Kasus COVID-19 Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Integer • Orang
["Covid-19"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296883
Kasus Konfirmasi COVID-19
Integer • Orang
["Covid-19"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296858
Tempat Pengelolaan Pangan (TPP)
Integer • Fasilitas
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296857
Tempat dan Fasilitas Umum (TFU)
Integer • Tempat
["TFU"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296856
KK Akses Rumah Sehat
Integer • Kepala Keluarga
["KK Rumah Sehat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296805
KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT)
Integer • Kepala Keluarga
["KK PKURT"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296801
Desa Lima Pilar STBM
Integer • Desa
["Desa STBM"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296799
KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT)
Integer • Kartu Keluarga
["KK PLCRT"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296798
KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT)
Integer • Kartu Keluarga
["KK Pengamanan Sampah Rumah Tangga"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296608
KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)
Integer • Kartu Keluarga
["KK PAMMRT"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296566
Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)
Integer • Desa
["Desa SBS"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296430
KK Pengguna Akses Sanitasi
Integer • Orang
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #296426
Sarana Air Minum
Integer • Unit
["Sarana Air Minum"]Lihat →
ID Variabel Indah: #295128
Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ)
Integer • Orang
["Penderita Gangguan Jiwa Berat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #295067
Pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis)
Integer • Orang
["Pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
ID Variabel Indah: #295066
Curiga Kanker Leher Rahim
Integer • Orang
["Dugaan Kanker Leher Rahim"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294829
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
Integer • Orang
["Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks (IVA)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294824
Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
Integer • Pelayanan
["Pelayanan Kesehatan Standar"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294823
Penderita Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)
Integer • Kasus
["Penderita Filariasis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294637
Penderita Malaria
Integer • Orang
["Penyakit Malaria"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294635
Penderita DBD
Integer • Kasus
["Penyakit DBD"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294578
Kejadian Luar Biasa (KLB)
Integer • Kejadian
["Kewaspadaan Dini dan Respon Kejadian Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294576
Penderita Suspek Campak
Integer • Orang
["Surveilans Penyakit Menular (Campak)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294574
Penderita Penyakit Hepatitis B
Integer • Orang
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294573
Penderita Penyakit Tetanus Neonatorum
Integer • Kasus
["Kesehatan Neonatal / Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294572
Penderita Penyakit Pertusis
Integer • Orang
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294552
Acute Flaccid Paralysis (AFP)
Integer • Kasus
["Surveilans Penyakit Menular (Polio)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294293
Penderita Penyakit Difteri
Integer • Kasus
["Kasus Difteri"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294259
Penderita Kusta yang Mendapatkan RFT (Release From Treatment)
Integer • Kasus
["Pengobatan Kusta"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294255
Kasus Kusta Terdaftar pada Dewasa
Integer • Kasus
["Kasus Kusta Dewasa"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294253
Kasus Kusta Terdaftar pada Anak
Integer • Kasus
["Kasus Kusta Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294226
Penderita Kusta
Integer • Orang
["Kusta"]Lihat →
ID Variabel Indah: #294225
Bayi Lahir dari Ibu HBsAg Reaktif yang Mendapat HBIg
Integer • Bayi
["Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir"]Lihat →
ID Variabel Indah: #293119
Status Ibu Hamil Diperiksa HBsAg
Boolean • Orang
["Pemeriksaan HBsAg pada Ibu Hamil"]Lihat →
ID Variabel Indah: #293118
Penemuan Diare Semua Umur
Integer • Kasus
["Penderita Diare"]Lihat →
ID Variabel Indah: #293114
Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani
Integer • Kasus
["Penderita Diare"]Lihat →
ID Variabel Indah: #293081
Penemuan Diare Pada Balita
Integer • Orang
["Kasus Diare Pada Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #293053
Penderita Diare Balita Yang Dilayani
Integer • Orang
["Diare Pada Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292949
Pneumonia Pada Balita
Integer • Kasus
["Kasus Pneumonia Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292907
Kematian Pasien Tuberkulosis
Integer • Orang
["Tuberkulosis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292903
Hasil Pengobatan Tuberkulosis
Integer • Orang
["Tuberkulosis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292902
Kasus Tuberkulosis
Integer • Orang
["Tuberkulosis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292899
Terduga Tuberkulosis yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer • Orang
["Tuberkulosis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292860
Pelayanan Puskesmas
Integer • Pelayanan
["Pelayanan Kesehatan di Puskesmas"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292858
Calon Pengantin Yang Mendapat Pelayanan Kesehatan
Integer • Orang
["Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292801
Pelayanan Skrining Faktor Risiko Pada Usia Produktif
Integer • Orang
["Skrining", "Pelayanan Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292736
Kunjungan Kasus Perawatan Gigi dan Mulut
Integer • Kunjungan
["Pemeriksaan Gigi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292475
Pelayanan Kesehatan Siswa Sekolah
Integer • Siswa
["Pelayanan Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292474
Balita dengan Masalah Gizi
Integer • Balita
["Status Gizi Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292473
Balita dalam Pemantauan Pertumbuhan
Integer • Bayi
["Gizi dan Pertumbuhan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292472
Balita yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer • Balita
["Kesehatan Bayi dan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292471
Balita dalam Pemantauan Kesehatan KIA
Integer • Balita
["Kesehatan Bayi dan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292470
Bayi dan Balita yang Mendapatkan Kapsul Vitamin A
Integer • Bayi / Balita
["Kesehatan Bayi dan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292405
Pelayanan Imunisasi Dasar Lengkap
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292380
Pelayanan Imunisasi Campak Rubella
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292378
Pelayanan Imunisasi Polio 4*
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292334
Pelayanan Imunisasi DPT-HB-Hib
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292322
Pelayanan Imunisasi BCG
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292283
Pelayanan Imunisasi Hepatitis B Dosis Nol (HB0)
Integer • Pelayanan
["Imunisasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292281
Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
Integer • Desa/Kelurahan
["Kesehatan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292277
Pelayanan Kesehatan Bayi
Integer • Pelayanan
["Kesehatan Anak / Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292267
Bayi Mendapat ASI Eksklusif
Integer • Bayi
["Kesehatan Anak / Nutrisi Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292263
Bayi Usia kurang dari 6 Bulan
Integer • Bayi
["Kesehatan Anak / Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292262
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada Bayi Baru Lahir
Integer • Bayi
["Kesehatan Bayi Baru Lahir"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292261
Screening Hipotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir
integer • Bayi
["Kesehatan Bayi Baru Lahir"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292238
Kunjungan Neonatal
Integer • Kunjungan
["Kesehatan Bayi Baru Lahir / Neonatal"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292237
Bayi Lahir Prematur
Integer • Bayi
["Kesehatan Bayi Baru Lahir"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292232
Bayi Lahir Ditimbang
Integer • Bayi
["Kesehatan Bayi Baru Lahir"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292226
Kematian Anak Balita
Integer • Kasus
["Kesehatan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292222
Kematian Balita
Integer • Kasus
["Kesehatan Anak dan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292178
Kematian Bayi
Integer • Kasus
["Kesehatan Anak dan Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292177
Kematian Post-Neonatal
Integer • Kasus
["Kesehatan Anak dan Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292176
Kematian Neonatal
Integer • Kasus
["Kesehatan Anak dan Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292175
Komplikasi Kebidanan
Integer • Kasus
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292160
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Risiko ALKI
Integer • Pasangan
["Kesehatan Reproduksi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292155
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Risiko 4 Terlalu (4T)
Integer • Pasangan
["Kesehatan Reproduksi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292141
Peserta Keluarga Berencana Aktif
Integer • Pasangan
["Kesehatan Reproduksi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292114
Pasangan Usia Subur
Integer • Pasangan
["Kesehatan Reproduksi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292099
Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil
Integer • Orang
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292087
Pelayanan Imunisasi Tetanus Difteri (Td)
Integer • Pelayanan
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292077
Pelayanan Nifas
Integer • Pelayanan
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292076
Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan
Integer • Persalinan
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292072
Kunjungan Ibu Hamil
Integer • Orang
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292066
Kematian Ibu
Integer • Orang
["Kesehatan Ibu dan Anak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292043
Kelahiran Mati
Integer • Orang
["Kelahiran"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292040
Kelahiran Hidup
Integer • Orang
["Kelahiran"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292030
Jenis Tenaga Kesehatan
Kategorikal • -
["bTenaga Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292016
Dokter
Integer • Orang
["Sumber Daya Manusia Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292007
Posbindu PTM
Integer • Unit
["Pelayanan Kesehatan Masyarakat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292002
Posyandu
Integer • Unit
["Pelayanan Kesehatan Masyarakat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291994
Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial = 80%
Integer • Unit
["Ketersediaan Obat Esensial"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291992
Lama Perawatan Pasien
Integer • Hari
["Pelayanan Rumah Sakit"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291984
Pasien Keluar
Integer • Orang
["Pelayanan Rumah Sakit"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291979
Rumah Sakit dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
Integer • Unit
["Pelayanan Gawat Darurat Rumah Sakit"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291974
Kunjungan Gangguan Jiwa
Integer • Kali
["Pelayanan Kesehatan Jiwa"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291971
Kunjungan Pasien Baru
Integer • Orang
["Pelayanan Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #291969
Sarana Distribusi Kefarmasian
Integer • Unit
["Distribusi Kefarmasian"]Lihat →
Indikator Kegiatan
100 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #141433
Cakupan Vaksinasi Dosis 2 Total
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141432
Cakupan Vaksinasi Dosis 2 Usia = 60 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141431
Cakupan Vaksinasi Dosis 2 Usia 18–59 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141430
Cakupan Vaksinasi Dosis 2 Usia 12–17 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141429
Cakupan Vaksinasi Dosis 2 Usia 6–11 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141418
Cakupan Vaksinasi Dosis 1 Total
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141417
Cakupan Vaksinasi Dosis 1 Usia = 60 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141415
Cakupan Vaksinasi Dosis 1 Usia 18–59 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141411
Cakupan Vaksinasi Dosis 1 Usia 12–17 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141406
Cakupan Vaksinasi Dosis 1 Usia 6–11 Tahun
Persen • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141135
Jumlah Sasaran Penerima Vaksin Total
Orang • Kabupaten/Kota
["Penerima Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141134
Jumlah Sasaran Penerima Vaksin Usia = 60 Tahun
Orang • Kabupaten/Kota
["Penerima Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141133
Jumlah Sasaran Penerima Vaksin Usia 18–59 Tahun
Orang • Kabupaten/Kota
["Penerima Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141131
Jumlah Sasaran Penerima Vaksin Usia 12–17 Tahun
Orang • Kabupaten/Kota
["Penerima Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141129
Jumlah Sasaran Penerima Vaksin Usia 6–11 Tahun
Orang • Kabupaten/Kota
["Vaksin Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141075
Jumlah Kasus COVID-19 Usia = 60 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141074
Jumlah Kasus COVID-19 Usia 15–59 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141071
Jumlah Kasus COVID-19 Usia 7–14 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141069
Jumlah Kasus COVID-19 Usia 5–6 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #141065
Jumlah Kasus COVID-19 Usia 0–4 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140938
Jumlah Kasus Meninggal COVID-19
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140937
Jumlah Kasus Sembuh COVID-19
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140932
Jumlah Kasus Konfirmasi COVID-19
Orang • Kabupaten/Kota
["Covid-19"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140927
Jumlah TPP Memenuhi Syarat Higiene Sanitasi Pangan (Laik HSP)
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140926
Jumlah Sentra Pangan Jajanan/Kantin
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140925
Jumlah Kelompok Gerai Pangan Jajanan
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140923
Jumlah Rumah Makan
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140922
Jumlah Depot Air Minum
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140921
Jumlah TPP Tertentu
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140920
Jumlah Restoran
Fasilitas • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140916
Jumlah Jasa Boga/Katering
Unit • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140915
Jumlah Tempat Pengelolaan Pangan (TPP)
Unit • Kabupaten/Kota
["Sarana Pengelolaan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140914
Jumlah Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) yang Dilakukan Pengawasan sesuai Standar (Inspeksi Kesehatan Lingkungan/IKL)
Tempat • Kabupaten/Kota
["TFU"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140913
Jumlah Tempat dan Fasilitas Umum (TFU)
Tempat • Kabupaten/Kota
["TFU"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140912
Jumlah KK Akses Rumah Sehat
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["KK Rumah Sehat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140890
Jumlah KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT)
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["KK PKURT"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140889
Jumlah Desa Lima Pilar STBM
Desa • Kabupaten/Kota
["Desa STBM"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140888
Jumlah KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT)
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["KK PLCRT"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140887
Jumlah KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT)
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140725
Jumlah KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["KK PAMMRT"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140697
Jumlah KK Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140696
Jumlah Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)
Desa • Kabupaten/Kota
["Desa SBS"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140694
Jumlah KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140691
Jumlah KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140689
Jumlah KK SBS
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140688
Jumlah KK BABS Terbuka
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140687
Jumlah KK BABS Tertutup
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140686
Jumlah KK Pengguna Akses Belum Layak
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140586
Jumlah KK Pengguna Akses Sanitasi Belum Layak
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140574
Jumlah KK Pengguna Akses Sanitasi Layak Bersama (Sharing)
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140565
Jumlah KK Pengguna Akses Sanitasi Layak Sendiri
Kartu Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140557
Jumlah KK Pengguna Akses Sanitasi Aman
Kepala Keluarga • Kabupaten/Kota
["Akses Sanitasi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140528
Jumlah Sarana Air Minum Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar (Aman)
Unit • Kabupaten/Kota
["Sarana Air Minum"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140527
Jumlah Sarana Air Minum
Unit • Kabupaten/Kota
["Sarana Air Minum"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140119
Jumlah Pelayanan Kesehatan Jiwa pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Gangguan Jiwa Berat", "Pelayanan Kesehatan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140114
Jumlah ODGJ dengan Skizofrenia
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Gangguan Jiwa Berat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140110
Jumlah ODGJ dengan Psikotik Akut
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Gangguan Jiwa Berat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #140107
Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ)
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Gangguan Jiwa Berat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139938
Jumlah Perempuan dengan Tumor/Benjolan dan Curiga Kanker Payudara yang Dirujuk
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139928
Jumlah Curiga Kanker Payudara
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139923
Jumlah Diperiksa Tumor/Benjolan
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139919
Jumlah Pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis)
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139918
Jumlah Krioterapi
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan IVA"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139917
Jumlah Curiga Kanker Leher Rahim
Orang • Kabupaten/Kota
["Dugaan Kanker Leher Rahim"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139916
Jumlah IVA Positif dan Curiga Kanker Leher Rahim yang Dirujuk
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan IVA"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139710
Jumlah Pemeriksaan IVA dengan Hasil Positif
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan IVA"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139709
Jumlah Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan IVA"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139702
Jumlah Puskesmas yang Melaksanakan Deteksi Dini Faktor Risiko Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara
Puskesmas • Kabupaten/Kota
["Pelayanan Puskesmas"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139699
Jumlah Penderita Diabetes Melitus (DM) yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
Pelayanan • Kabupaten/Kota
["Pelayanan Kesehatan", "Penderita Diabetes Melitus"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139698
Jumlah Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi
Pelayanan • Kabupaten/Kota
["Pelayanan Kesehatan", "Penderita Hipertensi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139697
Jumlah Kasus Baru Filariasis
Orang • Kabupaten/Kota
["Kasus Filariasis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139696
Jumlah Penderita Kronis Filariasis
Orang • Kabupaten/Kota
["Kasus Filariasis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139640
Jumlah Malaria Positif
Orang • Kabupaten/Kota
["Penyakit Malaria"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139639
Jumlah Suspek Malaria
Orang • Kabupaten/Kota
["Penyakit Malaria"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139637
Jumlah Penderita DBD
Kasus • Kabupaten/Kota
["Penyakit DBD"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139618
Jumlah Kejadian Luar Biasa
Kejadian • Kecamatan
["Kewaspadaan Dini dan Respons Kesehatan Masyarakat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139617
Jumlah Penderita Suspek Campak
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139579
Jumlah Penderita Hepatitis B
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139575
Jumlah Penderita Penyakit Tetanus Neonatorum
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139525
Jumlah Penderita Penyakit Tetanus Neonatorum
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139523
Jumlah Penderita Penyakit Pertusis
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit Menular"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139511
Jumlah Acute Flacid Paralysis (AFP)
Kasus • Kecamatan
["Surveilans Penyakit"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139368
Jumlah Penderita Penyakit Difteri
Kasus • Kabupaten/Kota
["Kasus Difteri"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139325
Jumlah RFT MB (Release From Treatment Multibasiler)
Kasus • Kabupaten/Kota
["Kasus Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139309
Jumlah RFT PB (Release From Treatment Pausibasiler)
Kasus • Kabupaten/Kota
["Kasus Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139306
Jumlah Kasus Kusta Terdaftar pada Dewasa
Kasus • Kabupaten/Kota
["Kasus Kusta Dewasa"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139302
Jumlah Kasus Kusta Terdaftar pada Anak
Kasus • Kabupaten/Kota
["Kasus Kusta Anak"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139275
Jumlah Penderita Kusta Tipe MB (Multibasiler)
Orang • Kabupaten/Kota
["Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139271
Jumlah Penderita Kusta Tipe PB (Pausibasiler)
Orang • Kabupaten/Kota
["Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139268
Jumlah Penderita Kusta
Orang • Kabupaten/Kota
["Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #139263
Jumlah Bayi Lahir dari Ibu HBsAg Reaktif yang Mendapat HBIg
Bayi • Kecamatan
["Pencegahan Penularan Hepatitis B"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138764
Jumlah Ibu Hamil Non-Reaktif dari Hasil Pemeriksaan HBsAg
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan HBsAg Pada Ibu Hamil"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138731
Jumlah Ibu Hamil Reaktif dari Hasil Pemeriksaan HBsAg
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan HBsAg Pada Ibu Hamil"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138730
Jumlah Ibu Hamil Diperiksa HBsAg
Orang • Kabupaten/Kota
["Pemeriksaan HBsAg Pada Ibu Hamil"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138724
Jumlah Target Penemuan Diare Semua Umur
Kasus • Kabupaten/Kota
["Penderita Diare"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138723
Jumlah Penderita Diare Semua Umur yang Mendapat Oralit
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Diare"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138722
Jumlah Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani
Orang • Kabupaten/Kota
["Penderita Diare"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138714
Jumlah Target Penemuan Diare Balita
Orang • Kabupaten/Kota
["Kasus Diare Pada Balita"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138710
Jumlah Penderita Diare Balita yang Mendapat Zinc
Orang • Kabupaten/Kota
["Diare Pada Balita"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138708
Jumlah Penderita Diare Balita yang Mendapat Oralit
Orang • Kabupaten/Kota
["Diare Pada Balita"]Lihat →