Metadata Indikator
Cari Indikator
Menampilkan 1021-1030 dari 1633 hasil
Persentase Rumah Tangga dengan Air Minum Layak 
Air minum yang berkualitas (layak) adalah air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 m dari pembuangan kotoran, penampungan limbah dan pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tanki, air sumur dan mata air tidak terlindung. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak adalah perbandingan antara rumah tangga dengan akses terhadap sumber air minum berkualitas (layak) dengan rumah tangga seluruhnya, dinyatakan dalam persentase.
Air minum yang berkualitas (layak) adalah air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 m dari pembuangan kotoran, penampungan limbah dan pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tanki, air sumur dan mata air tidak terlindung. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak adalah perbandingan antara rumah tangga dengan akses terhadap sumber air minum berkualitas (layak) dengan rumah tangga seluruhnya, dinyatakan dalam persentase.
Persentase rumah tangga dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 
Jumlah rumah tangga dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga
Jumlah rumah tangga dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga
Persentase Rumah Tangga dengan Status Kepemilikan Bangunan Tempat Tinggal Bukan Milik Sendiri dan Tidak Memiliki Rumah Lain Selain yang Ditempati 
Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati adalah pendekatan untuk mengukur backlog perumahan dari perspektif kepemilikan. Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati adalah perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati terhadap jumlah rumah tangga, dinyatakan dalam persen (%).
Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati adalah pendekatan untuk mengukur backlog perumahan dari perspektif kepemilikan. Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati adalah perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan bangunan tempat tinggal bukan milik sendiri dan tidak memiliki rumah lain selain yang ditempati terhadap jumlah rumah tangga, dinyatakan dalam persen (%).
Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut cara memperoleh 
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut cara memperoleh dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal sendiri
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut cara memperoleh dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal sendiri
Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut jenis bukti kepemilikan tanah tempat tinggal 
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut jenis bukti kepemilikan tanah tempat tinggal dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri menurut jenis bukti kepemilikan tanah tempat tinggal dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri
Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri yang dibeli dari pengembang atau bukan pengembang menurut jenis cara membeli 
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri yang dibeli dari pengembang atau bukan pengembang menurut jenis cara membeli dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri yang dibeli pengembang atau bukan pengembang
Jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri yang dibeli dari pengembang atau bukan pengembang menurut jenis cara membeli dikali dengan 100 (seratus), dibagi dengan jumlah rumah tangga dengan status kepemilikan rumah/bangunan tempat tinggal milik sendiri yang dibeli pengembang atau bukan pengembang
Persentase Rumah Tangga Komuter 
Persentase dari jumlah rumah tangga yang memiliki setidaknya satu ART komuter terhadap jumlah rumah tangga
Persentase dari jumlah rumah tangga yang memiliki setidaknya satu ART komuter terhadap jumlah rumah tangga
Persentase Rumah Tangga Komuter 
Persentase dari jumlah rumah tangga yang memiliki setidaknya satu ART komuter terhadap jumlah rumah tangga.
Persentase dari jumlah rumah tangga yang memiliki setidaknya satu ART komuter terhadap jumlah rumah tangga.
Persentase Rumah Tangga Kumuh Perkotaan (40% Ke Bawah), Menurut Provinsi 
Daerah kumuh adalah daerah atau kawasan tempat tinggal (hunian) yang dihuni sekelompok orang yang menempati bangunan sementara, tidak ada akses air yang aman untuk diminum, tidak ada fasilitas sanitasi yang layak, dan kondisi lingkungan yang tidak memadai. Persentase rumah tangga kumuh adalah perbandingan antara banyaknya rumah tangga kumuh dengan jumlah rumah tangga seluruhnya, dinyatakan dalam satuan persen (%). Rumah tangga kumuh didefinisikan sebagai rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap sumber air minum layak, sanitasi layak, luas lantai > 7, 2 m2 per kapita, kondisi atap, lantai, dan dinding yang layak. Dihitung dengan menggunakan pembobot untuk masing-masing indikator, dikatakan kumuh jika rumah tangga memiliki nilai kategori > 35%. Perhitungan indikator ini difokuskan pada penduduk 40% terbawah yaitu tingkat pendapatan rendah (kuintil 1 dan kuintil 2).
Daerah kumuh adalah daerah atau kawasan tempat tinggal (hunian) yang dihuni sekelompok orang yang menempati bangunan sementara, tidak ada akses air yang aman untuk diminum, tidak ada fasilitas sanitasi yang layak, dan kondisi lingkungan yang tidak memadai. Persentase rumah tangga kumuh adalah perbandingan antara banyaknya rumah tangga kumuh dengan jumlah rumah tangga seluruhnya, dinyatakan dalam satuan persen (%). Rumah tangga kumuh didefinisikan sebagai rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap sumber air minum layak, sanitasi layak, luas lantai > 7, 2 m2 per kapita, kondisi atap, lantai, dan dinding yang layak. Dihitung dengan menggunakan pembobot untuk masing-masing indikator, dikatakan kumuh jika rumah tangga memiliki nilai kategori > 35%. Perhitungan indikator ini difokuskan pada penduduk 40% terbawah yaitu tingkat pendapatan rendah (kuintil 1 dan kuintil 2).
Persentase Rumah Tangga menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak 
Perbandingan antara jumlah rumah tangga menurut bahan bakar utama untuk memasak tertentu terhadap jumlah rumah tangga, dinyatakan dalam persen (%).
Perbandingan antara jumlah rumah tangga menurut bahan bakar utama untuk memasak tertentu terhadap jumlah rumah tangga, dinyatakan dalam persen (%).
Pergi ke halaman:

