📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Produk Administrasi Analisa Ketersediaan Pangan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM) Kabupaten Pasaman 2025
Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Pertanian dan Perikanan
5 Var
3 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#84330
Judul Kegiatan
Kompilasi Produk Administrasi Analisa Ketersediaan Pangan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM) Kabupaten Pasaman
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman
Alamat Lengkap
Jl. Ratulangi No. 5, Lubuk Sikaping
Telepon
085263528123
Faksimile
-
Email
disperikanan@pasamankab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Dinas (M. Dwi Richie JP, S.Pi., M.Si)
Nama PJ Teknis
Desirwan Indra, SH, MH
Jabatan
Kepala Bidang Ketahanan Pangan
Alamat
Jl Ratulangi No. 05 Pauh Lubuk Sikaping
Telepon
081276322423
Faksimile
-
Email
-
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Sistem Pangan Di Suatu Daerah Mencakup Ketersediaan Pangan Dan Cadangan Pangan Di Dalam Daerah Tersebut, Distribusi Dan Perdagangan Pangan Serta Konsumsi Pangan Oleh Penduduk Setempat. Semuanya Merupakan Suatu Sistem Yang Saling Berkaitan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Yang Baik. Undang-undang Pangan No. 18 Tahun 2012 Mengamanatkan Bahwa Ketersediaan Pangan Harus Terpenuhi Ditingkat Wilayah Dan Rumah Tangga. Penyediaan Pangan Yang Cukup Diartikan Dalam Jumlah Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Setiap Individu Untuk Memenuhi Asupan Gizi Makro Dan Mikro Ketersediaan Pangan Yaitu Terjaminnya Pasokan Pangan UntukMemenuhi Kebutuhan Seluruh Penduduk, Dari Segi Kuantitas, Kualitas, Keragaman Dan Keamanannya. Ketersediaan Pangan Dapat Dipenuhi Dari Tiga Sumber Yaitu: (1) Produksi Dalam Negeri, (2) Impor Pangan/ Keluar Masuk Pangan Antar Daerah Dan (3) Pengelolaan Cadangan Pangan. Dengan Jumlah Penduduk Cukup Besar Dan Kemampuan Ekonomi RelatifLemah, Maka Kemauan Untuk Mewujudkan Kemandirian Di Bidang Pangan Harus Terus Diupayakan. Berdasarkan Peraturan Meteri Pertanian Nomor 65/permentan/ot.140/12/2010 Mengamanatkan Analisa Ketersediaan Pangan Sebagai Standar Pelayanan Minimal (spm) Bidang Ketahanan Pangan. Menurut Rumusan Widya Karya Pangan Dan Gizi Xi Tahun 2018, Pola Pangan Harapan (pph) Tingkat KetersediaanUntuk Energi Adalah 2.400 Kkal/kapita/tahun Dan Untuk Protein Adalah 63 Gr/kapita/tahun, Pangan Harapan (pph) Tingkat KonsumsiUntuk Energi Adalah 2.150 Kkal/kapita/tahun Dan Untuk Protein Adalah 57 Gr/kapita/tahun.
Untuk Menyusun Perencanaan Pangan Dan Gizi Yang Tepat Pada Suatu Wilayah Diperlukan Informasi Yang Akurat Tentang Situasi Ketersediaan, Distribusi, Dan Konsumsi Dari Waktu Ke Waktu. Informasi Yang Tepat Dan Didukung Dengan Data Yang Akurat Akan Memberikan Hasil Analisis Yang Objektif Untuk Memahami Situasi Dan Permasalahan Pangan Wilayah Dan Pada Gilirannya Para Pengambil Kebijakan Dapat Menyusun Perencanaan Dan Merumuskan Kebijakan Serta Program Yang Tepat Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Situasi Ketersediaan Pangan Untuk Dikonsumsi Masyarakat Secara Agregat Dapat Diketahui Dengan Menggunakan Tabel Neraca Bahan Makanan (nbm). MelaluiNbm Dapat Diketahui Kondisi Ketersediaan Pangan Dalam PeriodeTertentu (defisit Atau Surplus), Baik Ketersediaan Dalam Jumlah (volume) Yang Dinyatakan Dalam Satuan Kilogram PerkapitaPertahun Atau Gram Per Kapita PerhariMaupunKetersediaan Gizi Perhapita Perhari. Dalam PenyusunanNbmKabupaten Pasaman Secara Umum Mengacu Pada Metode Penyusunan NBM Yang Disusun Oleh Tim NBM Pusat Dan Propinsi Sumatera Barat.
Untuk Menyusun Perencanaan Pangan Dan Gizi Yang Tepat Pada Suatu Wilayah Diperlukan Informasi Yang Akurat Tentang Situasi Ketersediaan, Distribusi, Dan Konsumsi Dari Waktu Ke Waktu. Informasi Yang Tepat Dan Didukung Dengan Data Yang Akurat Akan Memberikan Hasil Analisis Yang Objektif Untuk Memahami Situasi Dan Permasalahan Pangan Wilayah Dan Pada Gilirannya Para Pengambil Kebijakan Dapat Menyusun Perencanaan Dan Merumuskan Kebijakan Serta Program Yang Tepat Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Situasi Ketersediaan Pangan Untuk Dikonsumsi Masyarakat Secara Agregat Dapat Diketahui Dengan Menggunakan Tabel Neraca Bahan Makanan (nbm). MelaluiNbm Dapat Diketahui Kondisi Ketersediaan Pangan Dalam PeriodeTertentu (defisit Atau Surplus), Baik Ketersediaan Dalam Jumlah (volume) Yang Dinyatakan Dalam Satuan Kilogram PerkapitaPertahun Atau Gram Per Kapita PerhariMaupunKetersediaan Gizi Perhapita Perhari. Dalam PenyusunanNbmKabupaten Pasaman Secara Umum Mengacu Pada Metode Penyusunan NBM Yang Disusun Oleh Tim NBM Pusat Dan Propinsi Sumatera Barat.
Tujuan Kegiatan
1. Sebagai Bahan UntukMengevaluasiKetersediaan Dan Penggunaan Pangan 2. Sebagai Bahan Acuan Dalam PerencanaanProduksi Dan Penyediaan Pangan 3. Sebagai Bahan Acuan Dalam Penetapan Dan Pemantapan Kebijakan Pangan Dan Gizi 4. Sebagai Sarana UntukMenilai Ketersediaan Pangan
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 November 2024 - 2 Desember 2024
Desain
3 Februari 2025 - 28 Februari 2025
Pengumpulan Data
1 September 2025 - 30 September 2025
Pengolahan Data
1 Oktober 2025 - 31 Oktober 2025
Analisis
8 Oktober 2025 - 15 November 2025
Diseminasi
15 November 2025 - 1 Desember 2025
Evaluasi
2 Desember 2025 - 15 Desember 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 5 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Produksi Pangan | Produksi | Kegiatan atau proses menghasilkan,menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas, mengemas kembali, dan/atau mengubah bentuk pangan | 2024 |
| Ekspor Pangan | Ekspor | Kegiatan mengeluarkan pangan dari daerah pabean negara Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara di atasnya, tempat-tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen | 2024 |
| Pangan keluar | Pangan keluar | Kegiatan mengeluarkan pangan dari suatu wilayah tertentu ke luar wilayah tersebut, baik ke wilayah lain dalam negara yang sama atau ke luar negara (ekspor). Dalam hal ini, "wilayah" bisa merujuk pada daerah, provinsi, atau negara bagian yang memiliki sistem atau pasar pangan tertentu | 2024 |
| Impor Pangan | Impor | kegiatan memasukkan pangan ke dalam daerah pabean negara Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara di atasnya, tempat-tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen. | 2024 |
| Pangan Masuk | Pangan Masuk | Kegiatan memasukkan pangan ke dalam suatu wilayah dari wilayah lainnya dalam satu negara dan/atau antar negara. Pangan yang masuk ini bisa berupa produk pangan yang diproduksi di suatu wilayah atau negara dan kemudian dipindahkan atau diperdagangkan ke wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal atau pasar di wilayah tujuan. | 2024 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | SUMATERA BARAT | PASAMAN |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Data Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Pangan Kab Pasaman
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Verifikasi Data
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 2 orang
Pengumpul data/enumerator : 6 orang
Pengumpul data/enumerator : 6 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
5 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #255170
Pangan Masuk
Float • Ton
["Pangan Masuk"]Lihat →
ID Variabel Indah: #255163
Impor Pangan
Float • Ton
["Impor Pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #255156
Pangan Keluar
Float • Ton
["Pangan Keluar"]Lihat →
ID Variabel Indah: #255131
Ekspor Pangan
Float • Ton
["Ekspor Pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #255111
Produksi Pangan
Float • Ton
["Produksi Pangan"]Lihat →
Indikator Kegiatan
3 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #115721
Angka Kecukupan Lemak (AKL) Ketersediaan
gr/kap/hari • Kabupaten/Kota
["Angka Kecukupan Lemak (AKL) Ketersediaan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #115720
Angka Kecukupan Protein (AKP) Ketersediaan
gr/kap/hari • Kabupaten/Kota
["Angka Kecukupan Protein (AKP) Ketersediaan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #115719
Angka Kecukupan Energi (AKE) Ketersediaan
kkal/kap/hari • Kabupaten/Kota
["Angka Kecukupan Energi (AKE) Ketersediaan"]Lihat →