Metadata Variabel

Cari Variabel
Kata Kunci
Menampilkan 7751-7760 dari 8364 hasil
Penghambat Kinerja 
Merupakan permasalahan yang dapat menghambat kinerja bisnis konstruksi.
Kondisi dan Prospek Bisnis Konstruksi 
Merupakan persepsi pengusaha terhadap kemajuan kondisi usaha saat triwulan survei dan persepsi pengusaha terhadap kemajuan bisnis konstruksi triwulan selanjutnya.
Nilai Pemakaian Bahan/Material 
Nilai pemakaian bahan/material adalah seluruh nilai bahan/material yang dipakai untuk setiap pekerjaan selama satu tahun baik yang disediakan pemilik pekerjaan. Bahan/material yang disediakan perusahaan dicatat di pengeluaran sedangkan bahan/material yang disediakan pemilik dicatat pada pendapatan perusahaan.
Nilai Pekerjaan 
Nilai pekerjaan adalah nilai borongan yang telah diselesaikan oleh pihak pemborong berdasarkan surat perjanjian (surat perintah kerja) antara pemilik dengan pemborong atau antara pemborong umum dengan subpemborong. Nilai pekerjaan dirumuskan sebagai nilai borongan dikurangi nilai pekerjaan yang disub-borongkan dikalikan realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan. NK = (NP-NS)x%NR NK = Nilai pekerjaan NP = Nilai borongan NS = Nilai sub borongan %NR = Persentase realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan %NR didapat dari persentase pekerjaan yang diselesaikan akhir periode survei yang diselesaikan akhir periode survei dikurangi persentase pekerjaan di awal periode survei.
Pekerja 
Orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung di dalam proses produksi, baik yang tidak memperoleh maupun yang memperoleh balas jasa atas pekerjaannya dari perusahaan industri tempat mereka bekerja, yang biasanya berupa upah dan gaji.
Kualifikasi dari Bidang Pekerjaan Utama 
Kualifikasi Perusahaan adalah penggolongan perusahaan konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi kemampuan usaha, yang selanjutnya dibagi menurut kemampuan melaksanakan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko, dan/atau kriteria penggunaan teknologi, dan/atau kriteria besaran biaya.
Bidang Pekerjaan Utama 
Pengelompokkan perusahaan konstruksi menurut jenis pekerjaan dan keahliannya berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015. Terdapat 3 klasifikasi bidang pekerjaan konstruksi dalam KBLI 2015, yaitu konstruksi gedung (KBLI 41), konstruksi sipil (KBLI 42), dan konstruksi khusus (KBLI 43).
Pekerjaan Tambahan 
Pekerjaan selain pekerjaan utama
Pekerjaan Utama 
Jika seseorang hanya mempunyai satu pekerjaan, maka pekerjaan tersebut digolongkan sebagai pekerjaan utama. Bila pekerjaan yang dilakukan lebih dari satu, maka pekerjaan utama adalah pekerjaan yang dilakukannya dengan waktu terbanyak. Jika waktu yang digunakan sama, maka pekerjaan yang memberi penghasilan terbesar dianggap sebagai pekerjaan utama. Seseorang dikatakan mempunyai pekerjaan lebih dari satu apabila pekerjaan yang dilakukan berada di bawah pengelolaan yang terpisah.
Pemilikan ijazah 
Tamat sekolah/satuan pendidikan adalah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan formal dan non formal (Paket A/B/C) di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar/ijazah. KRT/ART yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi sudah mengikuti ujian akhir dan lulus, dianggap tamat sekolah/satuan pendidikan.
Copyright © 2026 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.