Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Indonesia 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Indonesia
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi Penyelenggara-
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | - |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik |
| Eselon 2: | Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Koordinator Fungsi Indikator Statistik |
| Jabatan: | Koordinator Fungsi Indikator Statistik |
| Alamat: | Jl. Dr. Sutomo no. 6-8 Jakarta 10710 Indonesia |
| Telepon: | 0213841195 |
| Faksimile: | (62-21) 3841195 |
| Email: | bpshq@bps.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanBadan Pusat Statistik berkomitmen mendukung agenda pembangunan universal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui penyediaan data indikator yang berkelanjutan dan andal. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan publikasi tahunan Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia yang menyajikan data indikator TPB/SDGs pada 17 tujuan sebagai potret perkembangan capaian TPB/SDGs di Indonesia. Berbeda dengan edisi sebelumnya, publikasi Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia 2025 merupakan hasil kolaborasi antara BPS, Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Inisiatif ini merupakan bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi dalam memadukan kekuatan data statistik BPS, analisis capaian indikator SDGs oleh Bappenas, serta penyajian indikator SDGs secara spasial dalam bentuk peta oleh BIG, sehingga menghasilkan laporan yang terintegrasi dan komprehensif. Selain itu, publikasi ini juga menyajikan analisis Leave No One Behind (LNOB), sebuah metodologi empiris yang dikembangkan oleh UNESCAP untuk mengidentifikasi tingkat ketimpangan suatu indikator TPB/SDGs yang dialami penduduk di suatu wilayah. Publikasi ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan TPB/SDGs.
Tujuan Kegiatan
- Menyajikan indikator-indikator TPB yang tersedia di Indonesia, terutama data yang berasal dari BPS dan beberapa instansi lain. - Untuk mengetahui perkembangan indikator TPB dengan melakukan analisis terhadap indikator yang datanya tersedia. - Mendorong semua stakeholder untuk ikut menyediakan data dan informasi bagi ketersediaan indikator TPB di Indonesia.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-02-01 s.d. 2025-03-31
Desain
2025-02-01 s.d. 2025-04-30
Pengumpulan Data
2025-05-01 s.d. 2025-09-30
Pengolahan Data
2025-08-01 s.d. 2025-09-30
Analisis
2025-08-15 s.d. 2025-12-08
Diseminasi Hasil
2025-12-08 s.d. 2025-12-30
Evaluasi
2026-01-01 s.d. 2026-01-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Nilai tambah pertanian | 1. Pertanian | Selisih antara nilai produksi (output) yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas sektor pertanian dengan nilai konsumsi antara (input antara), yaitu biaya-biaya atau barang dan jasa yang habis pakai selama proses produksi tersebut (seperti benih, pupuk, pakan, bahan bakar, dan air), sebelum dikurangi biaya penyusutan aset tetap. | Tahunan |
| Jumlah tenaga kerja | 1. Tenaga kerja | Akumulasi penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang pada periode survei (seminggu yang lalu) melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, dengan durasi bekerja minimal selama 1 jam dalam seminggu yang lalu secara berturut-turut dan tidak terputus. | Tahunan |
| Jumlah penduduk miskin | 1. Penduduk miskin | Akumulasi penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan. | Tahunan |
| Laju pertumbuhan PDB | 1. Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) | Indikator yang mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi atau kecepatan perkembangan nilai riil barang dan jasa yang dihasilkan di dalam wilayah domestik suatu negara pada suatu periode tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Unit Pengumpulan Data
Individu, Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Konfirmasi Subject Matter
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-12-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Total nilai atau volume dari seluruh barang yang keluar dari wilayah kepabeanan Republik Indonesia menuju ke luar negeri (negara tujuan).
-
Nilai keseluruhan ekspor suatu negara yang dihasilkan oleh sektor industri manufaktur yang menggunakan teknologi maju, intensitas riset dan pengembangan (R&D) yang tinggi, serta tingkat inovasi yang tinggi dalam proses produksinya.
-
Lingkungan daerah menurut letak geografis yang mengacu pada sistem pengkodean wilayah kerja statistik.
-
Akumulasi penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang pada periode survei (seminggu yang lalu) melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, dengan durasi bekerja minimal selama 1 jam dalam seminggu yang lalu secara berturut-turut dan tidak terputus.
-
Selisih antara nilai produksi (output) yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas sektor pertanian dengan nilai konsumsi antara (input antara), yaitu biaya-biaya atau barang dan jasa yang habis pakai selama proses produksi tersebut (seperti benih, pupuk, pakan, bahan bakar, dan air), sebelum dikurangi biaya....
-
Akumulasi penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan.
Indikator Kegiatan
-
Status pelaksanaan sensus penduduk dan perumahan pada suatu wilayah atau periode tertentu. Indikator ini mengidentifikasi apakah sensus telah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
-
Bagian dari total produk ekspor yang merupakan produk hasil industri berteknologi tinggi.
-
Bagian dari populasi penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar untuk hidup layak dan mandiri, yang menetap di daerah tertinggal. Secara matematis, penduduk miskin tersebut memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Penetapan daerah tertinggal berdasarkan Perpres....
-
Indikator ekonomi yang mengukur kecepatan perubahan atau persentase kenaikan/penurunan produktivitas tenaga kerja secara makro, yang dihitung dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan per satu orang penduduk yang bekerja dari satu periode ke periode berikutnya.
-
Indikator produktivitas tenaga kerja yang mengukur rata-rata Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja (yang bekerja penuh atau setara penuh waktu) dalam satu tahun kalender di sektor pertanian, yang dikelompokkan berdasarkan skala/kelas usaha serta subsektor spesifik (tanaman....