Detail Metadata Kegiatan Statistik
SURVEI INDEKS KEPUASAN LAYANAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN CIAMIS 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSURVEI INDEKS KEPUASAN LAYANAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN CIAMIS
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.3207.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan Pembangunan Daerah
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Stasiun No.18, Kel. Ciamis, Kec. Ciamis
| Telepon: | (0265) 771109 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bappeda@ciamiskab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | ERFAN, S.Pt.,M.P |
| Jabatan: | Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan |
| Alamat: | Jalan Stasiun No. 18 Ciamis |
| Telepon: | 0265771109 |
| Faksimile: | (0265) 771693 |
| Email: | bappedacmskab@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanIndeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat atas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pengukuran IKLI memberikan informasi baik dalam perspektif masyarakat secara obyektif, komprehensif, dan kredibel, baik dalam aspek pembangunan fisik maupun aspek manfaat. Saat ini, perkembangan pembangunan cukup pesat sehingga membuat terjadinya perubahan lingkungan, kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Pemerintah daerah dalam hal ini memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terkait dengan kemampuan mereka untuk mengakses layanan infrastruktur yang ada. Maka dari itu, pengukuran Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) dilakukan secara berkala (1 tahun sekali) sebagai sarana evaluasi bagi pemerintah daerah untuk menilai seberapa baik pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan.
Tujuan Kegiatan
Berikut ini adalah tujuan dalam penyusunan Indeks Kualitas Layanan Infratruktur (IKLI): 1. Mengetahui secara obyektif persepsi masyarakat terhadap kinerja pembangunan infrastrukur, meliputi beberapa hal yang langsung dirasakan oleh masyarakat dan bermuara pada tingkat kepuasan atas pembangunan infrastruktur. 2. Mengetahui keunggulan dan kelemahan dalam pembangunan infrastruktur dan memberikan referensi untuk meyusun langkah-langkah penanganan selanjutnya serta seberapa baik pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan; dan 3. Membangun sebuah model indikator pencapaian sasaran pembangunan infrastuktur. Kemudian hasil pengukuran dan analisisnya akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan dan menyusun program/kegiatan tahun berikutnya.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-07-01 s.d. 2025-07-06
Desain
2025-07-01 s.d. 2025-07-06
Pengumpulan Data
2025-07-07 s.d. 2025-07-20
Pengolahan Data
2025-07-21 s.d. 2025-08-10
Analisis
2025-08-11 s.d. 2025-08-23
Diseminasi Hasil
2025-08-25 s.d. 2025-09-01
Evaluasi
2025-12-02 s.d. 2025-12-09
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Infrastruktur Jalan dan Jembatan | Infrastruktur Jalan dan Jembatan | Jaringan jalan dan jembatan merupakan penghubung suatu daerah dengan daerah lainnya. Dengan adanya penghubung tersebut maka aktivitas manusia dan barang juga semakin tinggi antar daerah. Dalam perkembangannya, pelayanan jaringan jalan dan jembatan tidak hanya sebatas kuantitas tapi juga kualitas dan kelengkapan sarana pendukungnya. | Pada saat dilaksanakan Survei |
| Infrastruktur Moda Transportasi | Infrastruktur Moda Transportasi | Komponen sarana dan prasarana perhubungan terdiri atas 5 unsur yang diamati diantaranya adalah sarana transportasi bus, sarana transportasi kereta api, sarana transportasi angkutan paratransit, fasilitas terminal, dan fasilitas stasiun. | Pada saat dilaksanakan Survei |
| Infrastruktur Air Bersih | Infrastruktur Air Bersih | Persoalan pengaliran air bersih, baik untuk air minum maupun pengairan tanaman (sawah, tumbuhan kota dan sebagainya) menjadi salah satu persoalan yang tidak dapat dihindarkan. Komponen pokok sistem penyediaan air bersih adalah unit sumber air baku, unit pengolahan air, unit transmisi dan unit pelayanan. | Pada saat dilaksanakan Survei |
| Infrastruktur Irigasi | Infrastruktur Irigasi | Infrastruktur irigasi terdiri atas 3 unsur yang diamati diantaranya adalah jaringan primer, jaringan sekunder dan jaringan tersier. | Pada saat dilaksanakan Survei |
| Infrastruktur Rumah Tidak Layak Huni | Infrastruktur Rumah Tidak Layak Huni | Infrastruktur perumahan merupakan dasar fisik lingkungan serta menjadi fasilitas penunjang untuk pelayanan lingkungan dan menjadi bagian dalam pembangunan perumahan secara keseluruhan. | Pada saat dilaksanakan Survei |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA BARAT | CIAMIS |
Wawancara, Mengisi Kuesioner Sendiri, Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Mail
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
SIMPLE_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
AREA_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
SKM untuk infrastruktur merupakan sarana publik yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan, maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Disisi lain penerima pelayanan publik adalah orang, masyarakat, lembaga instansi pemerintah dan dunia usaha, yang menerima pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik.
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
1%
Unit Sampel
Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Infrastruktur Moda Transportasi, Infrastruktur Air Bersih, Infrastruktur Irigasi, Infrastruktur Rumah Tidak Layak Huni
Unit Observasi
Ketersediaan fisik (availability), Kualitas fisik (quality), Kesesuaian (appropriateness), Pemanfaatan (utility), Kontribusi terhadap perekonomian
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 5
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-08-25;
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Kondisi tersedianya berbagai jenis moda transportasi yang jumlahnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut, baik untuk kegiatan sehari-hari, akses ke layanan publik, maupun aktivitas ekonomi, Komponen sarana dan prasarana perhubungan terdiri atas 5 unsur yang diamati....
-
Progresivitas pembangunan yang menunjukkan adanya tren positif atau perbaikan yang berkelanjutan pada dua aspek utama irigasi: Aspek Kuantitas (Debit) dan Aspek Kualitas (Infrastruktur).
-
Berkaitan dengan Kinerja Infrastruktur Sumber Daya Air yang mengukur tingkat kecukupan dan ketersediaan jaringan drainase serta saluran pembawa air dalam menjangkau seluruh luas lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut.
-
Keadaan sarana dan prasarana transportasi yang menunjukkan tingkat pemeliharaan yang memadai sehingga dapat berfungsi secara optimal. Penilaian mencakup kondisi sarana transportasi bus, kereta api, dan angkutan paratransit, serta fasilitas pendukung berupa terminal dan stasiun, yang dinilai layak, aman,....
-
Dampak keberadaan dan kondisi jalan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan pendapatan masyarakat atau daerah, termasuk kemudahan distribusi barang dan jasa, akses ke pusat kegiatan ekonomi, serta peluang usaha.
-
Kondisi tersedianya dan berfungsinya fasilitas pendukung sistem penyediaan air bersih seperti kemudahan pemasangan pelanggan baru, kemudahan pembayaran, bak penampungan air, sumber mata air baku yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan layanan air bersih.
-
Keadaan sistem penyediaan air bersih yang menunjukkan tingkat pemeliharaan yang memadai sehingga dapat berfungsi secara optimal. Penilaian mencakup kondisi jaringan dan komponen utama penyediaan air bersih, yaitu unit sumber air baku, unit pengolahan air, unit transmisi, dan unit pelayanan, yang dinilai....
-
Perubahan kondisi sarana dan prasarana transportasi yang menunjukkan adanya perbaikan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas tersebut dapat dilihat dari aspek kenyamanan, keamanan, kebersihan, keandalan layanan, serta kelayakan fasilitas pendukung pada moda transportasi.
-
Perubahan kondisi jalan dan jembatan yang menunjukkan perbaikan secara berkelanjutan, baik dari aspek kualitas fisik, fungsi, dan keselamatan yang dirasakan oleh masyarakat dari waktu ke waktu.
-
Teknis sumber daya air yang menyatakan bahwa volume air melalui jaringan irigasi telah memenuhi standar kecukupan untuk mendukung secara optimal.
-
Kondisi ketersediaan air bersih yang dinilai mencukupi dari segi volume dan kontinuitas untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, seperti minum, memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Penilaian ini mempertimbangkan kemampuan sistem penyediaan air bersih, yang meliputi unit sumber....
-
Kualitas infrastruktur yang menyatakan bahwa jaringan irigasi berada dalam status fisik yang optimal, berfungsi secara teknis, dan bebas dari kerusakan atau hambatan yang dapat mengganggu aliran air.
-
Pemenuhan kriteria kesehatan rumah tangga yang mengukur ketersediaan infrastruktur sanitasi dasar, yaitu adanya ruang tertutup khusus untuk keperluan MCK (Mandi, Cuci, Kakus), tersedianya akses pembuangan tinja yang terhubung dengan Septic Tank yang memenuhi standar, serta adanya akses air bersih.
-
Dampak sosial-ekonomi yang mengukur perubahan taraf hidup setelah mengikuti program RTLH melalui peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga.
-
Jaringan jalan dan jembatan merupakan penghubung suatu daerah dengan daerah lainnya. Dengan adanya penghubung tersebut maka aktivitas manusia dan barang juga semakin tinggi antar daerah. Dalam perkembangannya, pelayanan jaringan jalan dan jembatan tidak hanya sebatas kuantitas tapi juga kualitas dan....
-
Kondisi tersedianya jalan dan jembatan yang dapat diakses, berfungsi dengan baik, dan mendukung aktivitas rutin masyarakat, seperti bekerja, sekolah, berbelanja, serta mengakses layanan publik, dapat dilihat dari aspek kemudahan akses, kelancaran, keamanan, dan kecukupan kapasitas.
-
Kondisi tersedianya dan berfungsinya fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas, meliputi rambu, marka jalan, serta sarana keamanan bagi pengguna jalan dan pejalan kaki di sekitar jembatan, yang dinilai mampu meningkatkan keselamatan, keteraturan, dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.
-
Komitmen penerima manfaat untuk menjaga, merawat, dan memperbaiki kerusakan kecil pada rumah hasil program RTLH secara swadaya (menggunakan biaya atau tenaga sendiri). Pernyataan ini mengukur kesiapan masyarakat untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah di masa depan dan kemauan....
-
Keandalan irigasi pada kualitas, kuantitas, dan keteraturan sistem pengairan merupakan faktor penentu utama (determinan) dalam mencapai hasil panen yang maksimal.
-
Mengukur tingkat kepercayaan diri, ketenangan batin, dan hilangnya kekhawatiran penerima manfaat terhadap risiko fisik bangunan rumahnya setelah ikut Program RTLH
-
Keadaan fisik jalan dan jembatan yang menunjukkan tingkat pemeliharaan yang baik, ditandai dengan permukaan jalan yang layak dilalui, struktur jembatan yang aman, serta minimnya kerusakan yang mengganggu kelancaran dan keselamatan aktivitas sehari-hari masyarakat.
-
Perubahan kondisi ketersediaan air bersih yang menunjukkan adanya perbaikan secara berkelanjutan, baik dari aspek jumlah debit maupun mutu air. Peningkatan tersebut mencakup kecukupan volume air, kontinuitas aliran, serta kualitas air yang lebih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
-
Kondisi tersedianya sistem penyediaan air bersih yang jumlah dan jangkauannya dinilai mencukupi serta terdistribusi secara adil di seluruh wilayah. Sistem penyediaan air bersih yang dimaksud mencakup komponen pokok berupa unit sumber air baku, unit pengolahan air, unit transmisi, dan unit pelayanan,....
-
Mengukur sejauh mana program RTLH memenuhi standar teknis dan ekspektasi penerima manfaat.
-
Kondisi tersedianya penerangan jalan yang memadai dan berfungsi dengan baik pada ruas jalan yang dimaksud, sehingga mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari atau kondisi minim cahaya, berdasarkan persepsi masyarakat.
-
Kondisi tersedianya sarana dan prasarana perhubungan yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Komponen sarana dan prasarana perhubungan yang diamati terdiri atas lima unsur, yaitu sarana transportasi bus, sarana transportasi kereta api, sarana transportasi angkutan paratransit,....
-
Dampak keberadaan dan kondisi jalan terhadap kemudahan, kecepatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan sehari-hari, termasuk untuk bekerja, sekolah, dan mengakses layanan publik.
-
Fasilitas pendukung irigasi mencakup bendungan, tanggul air, sumber saluran primer, tersier. Pemenuhan standar infrastruktur pengairan yang menyatakan bahwa seluruh komponen utama dan pendukung saluran irigasi telah tersedia secara utuh dan berfungsi secara sistemik di suatu wilayah.
-
Kondisi tersedianya dan berfungsinya fasilitas pendukung pada moda transportasi dan sarana terkait seperti AC, kenyamanan tempat duduk, kebersihan ruangan, larangan merokok, dan adanya halte dengan kondisi yang baik yang bertujuan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan pengguna. Penilaian dilakukan....
-
Infrastruktur irigasi terdiri atas 3 unsur yang diamati diantaranya adalah jaringan primer, jaringan sekunder dan jaringan tersier.
-
Persoalan pengaliran air bersih, baik untuk air minum maupun pengairan tanaman (sawah, tumbuhan kota dan sebagainya) menjadi salah satu persoalan yang tidak dapat dihindarkan. Komponen pokok sistem penyediaan air bersih adalah unit sumber air baku, unit pengolahan air, unit transmisi dan unit pelayanan.
-
Komponen sarana dan prasarana perhubungan terdiri atas 5 unsur yang diamati diantaranya adalah sarana transportasi bus, sarana transportasi kereta api, sarana transportasi angkutan paratransit, fasilitas terminal, dan fasilitas stasiun.
-
Jaringan jalan dan jembatan merupakan penghubung suatu daerah dengan daerah lainnya. Dengan adanya penghubung tersebut maka aktivitas manusia dan barang juga semakin tinggi antar daerah. Dalam perkembangannya, pelayanan jaringan jalan dan jembatan tidak hanya sebatas kuantitas tapi juga kualitas dan....
-
Infrastruktur perumahan merupakan dasar fisik lingkungan serta menjadi fasilitas penunjang untuk pelayanan lingkungan dan menjadi bagian dalam pembangunan perumahan secara keseluruhan.
Indikator Kegiatan
-
Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat atas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.