Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Keterjangkauan Pangan
| Nama Indikator | Indeks Keterjangkauan Pangan |
|---|---|
| Konsep | - |
| Definisi | Ukuran dari beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi keterjangkauan pangan di suatu wilayah |
| Interpretasi | semakin tinggi nilainya maka akan menggambarkan tingginya keterjangkauan pangan di wilayah tersebut. |
| Metode Perhitungan | • Menghitung skor setiap indikator dengan mengalikan nilai hasil normalisasi masing-masing indikator ke-i pada kabupaten/kota ke-j dengan 100 (karena nomalisasi membuat data berada dalam rentang [0-1] sementara IKP berada dalam rentang [0-100]) • Menghitung bobot aspek keterjangkauan pangan masing-masing indikator ke-i dengan cara membagi bobot indikator ke-i dengan bobot per aspek keterjangkauan pangan • Menjumlahkan hasil perkalian bobot aspek keterjangkauan masing-masing indikator dengan skor setiap indikator penyusun aspek keterjangkauan |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | - |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Persentase penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Koefisien varian harga (beras medium, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng). Prevalence of Undernourishment (PoU) |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Provinsi, Kota, Kabupaten |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional dan seluruh Indonesia 2025 |