Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Ketahanan Pangan Nasional
| Nama Indikator | Indeks Ketahanan Pangan Nasional |
|---|---|
| Konsep | Ketahanan Pangan |
| Definisi | Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah nasional dari 3 aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan |
| Interpretasi | Semakin tinggi nilainya maka akan menggambarkan ketahanan pangan nasional semakin baik |
| Metode Perhitungan | IKP Nasional = Penjumlahan dari IKP Kabupaten/Kota yang dikalikan dengan rasio jumlah penduduk Kab/Kota terhadap total penduduk Nasional |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | - |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap ketersediaan pangan (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, pisang) Rasio ketersediaan energi per kapita per hari terhadap standar kebutuhan Rasio ketersediaan protein hewani per kapita per hari terhadap standar kebutuhan Rasio Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang dimiliki terhadap CBPD berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku Persentase penduduk hidup di bawah garis kemiskinan Koefisien varian harga (beras medium, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng) Prevalence of Undernourishment (PoU) Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih Persentase keamanan pangan (segar dan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi. Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Nasional |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional dan seluruh Indonesia 2025 |