| Nama Indikator | Angka Kecukupan Energi (AKE) Ketersediaan |
| Konsep | Angka Kecukupan Energi (AKE) Ketersediaan
|
| Definisi | Jumlah energi yang tersedia bagi penduduk suatu wilayah atau negara yang digunakan untuk mengukur kecukupan pasokan pangan dalam suatu populas |
| Interpretasi | Misalnya protein kurang dari 2400 kkal/kap/hari artinya ketersediaan energi kurang dari ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan rumusan WNPG XI Tahun 2018 |
| Metode Perhitungan | Ketersediaan energi per kapita (kkal/hr)
Masukkan angka hasil perkalian ketersediaan bahan makanan dengan persentase
Bagian yang Dapat Dimakan (BDD), kemudian dikalikan
dengan kandungan energi dari 100 gram bahan makanan,
dibagi 100.
Energi (kkal/hr) = kol (17) x % BDD x kandungan energi : 100 |
| Rumus | $\frac{Produksi+impor-ekspor-penggunaannonpangan-kehilangan}{jumlahpendudukx365}x\%BDDxkandunganenergi:100$ |
| Ukuran | kkal |
| Satuan | kkal/kap/hari |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Kabupaten
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Produksi Impor Ekspor
|
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Produk Administrasi Analisa Ketersediaan Pangan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM) Kabupaten Pasaman 2025 |
|---|