← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#96659
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional dan seluruh Indonesia
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.0000.047
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Pangan Nasional
Alamat Lengkap
Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Telepon
(021) 7807377
Faksimile
(021) 7807377
Email
pusdatin@badanpangan.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Giz
Eselon 2
Direktorat Pengendalian Kerawanan Pangan
Nama PJ Teknis
Dr. TONO, S.P., M.Si.
Jabatan
Analis Ketahanan Pangan Madya
Alamat
Jl. Harsono RM No.3, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Telepon
08158121385
Faksimile
-
Email
fsva.nfa@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 114 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi Pasal 75 mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi, yang dapat digunakan untuk perencanaan, pemantauan dan evaluasi, stabilisasi pasokan dan harga pangan serta sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan pangan dan gizi. 
Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menerangkan prioritas kedua pembangunan Nasional yaitu memantapkan sistem keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Salah satu sasaran prioritas nasional tersebut adalah Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas secara berkelanjutan dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus) dimana salah satu indikatornya adalah Indeks Ketahanan Pangan (IKP).
Salah satu sistem informasi untuk mendukung kegiatan prioritas Nasional dan kegiatan penanganan kerawanan rawan pangan dan gizi yang dikembangkan oleh Badan Pangan Nasional adalah Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA). FSVA adalah peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. FSVA digunakan untuk mengukur situasi ketahanan pangan yang bersifat kronis. Bersamaan dalam pengerjaan FSVA, terdapat suatu sistem penilaian dalam bentuk Indeks Ketahanan Pangan (IKP) yang mengacu pada definisi ketahanan pangan dan subsistem yang membentuk sistem ketahanan pangan.
Indeks Ketahanan Pangan (IKP) adalah Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah dari tiga aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan. Nilai IKP dapat menunjukkan capaian ketahanan pangan dan gizi wilayah (kabupaten/kota/provinsi) dan peringkat (ranking) relatif antara satu wilayah dibandingkan dengan wilayah lain. Kemudian hasil dari indikator ketahanan dan kerentanan pangan yang sudah di analisis divisualkan secara geografis yang disebut Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA).
Badan Pangan Nasional pada tahun 2025 melakukan pemutakhiran FSVA dari sebelumnya 9 indikator menjadi 12 indikator. Dua belas indikator yang digunakan dalam penyusunan IKP merupakan turunan dari tiga aspek ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan. 
Pemilihan indikator yang digunakan dalam IKP didasarkan pada: (i) hasil review terhadap indeks ketahanan pangan global; (ii) tingkat sensitivitas dalam mengukur situasi ketahanan pangan dan gizi; (iii) keterwakilan 3 pilar ketahanan pangan; dan (iv) ketersediaan data secara rutin untuk periode tertentu (tahunan) serta mencakup seluruh kabupaten/kota dan provinsi. 
Tujuan Kegiatan
1. Memberikan informasi dan gambaran pelaksanaan kegiatan penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan sebagai bahan masukan pengambil kebijakan dalam upaya mengentaskan kerawanan pangan dan gizi lintas sektor, antara lain Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian BUMN, BKKBN, BPS, BMKG, BNPB, BRIN, serta OPD pangan di provinsi dan kabupaten/kota.2. Memberikan Informasi dimana daerah rentan pangan, mengapa terjadi rentan pangan, dan dasar rekomendasi program pengentasan kerawanan pangan,3. Mengevaluasi capaian ketahanan pangan dan gizi wilayah/daerah,4. Menghasilkan indikator indeks ketahanan pangan (IKP) Nasional,5. Menghasilkan indikator indeks ketahanan pangan (IKP) Provinsi,6. Menghasilkan indikator indeks ketahanan pangan (IKP) Kabupaten,7. Menghasilkan indikator indeks ketahanan pangan (IKP) Kota,8. Menghasilkan indikator persentase daerah rentan rawan pangan,9. Menghasilkan indikator indeks ketersediaan pangan,10. Menghasilkan indikator indeks keterjangkauan pangan,11. Menghasilkan indikator indeks pemanfaatan pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
17 Februari 2025 - 30 April 2025
Desain
17 Februari 2025 - 30 April 2025
Pengumpulan Data
1 Mei 2025 - 30 Mei 2025
Pengolahan Data
2 Juni 2025 - 1 Agustus 2025
Analisis
4 Agustus 2025 - 30 September 2025
Diseminasi
1 Oktober 2025 - 31 Desember 2025
Evaluasi
8 Desember 2025 - 31 Desember 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 12 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap ketersediaan pangan (beras + jagung + ubi kayu + ubi jalar + sagu + pisang)-Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih pangan sumber karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan pisang). Konsumsi normatif komoditas tersebut sebesar 300 gram/kapita/hari.setahun yang lalu
Rasio ketersediaan energi per kapita per hari terhadap standar kebutuhan-Perbandingan antara konsumsi energi dengan standar kebutuhan energi (2.100 kkal/kap/hari) setahun yang lalu
Rasio ketersediaan protein hewani per kapita per hari terhadap standar kebutuhan-Perbandingan antara konsumsi protein hewani dengan standar kebutuhan protein hewani (25 gram/kap/hari)setahun yang lalu
Rasio Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang dimiliki terhadap CBPD berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.-Perbandingan jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang dimiliki terhadap CBPD berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2025.setahun yang lalu
Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan-Jumlah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dibandingkan dengan jumlah penduduk totalsetahun yang lalu
Koefisien varian harga (beras medium, daging ayam ras, telur ayam, dan minyak goreng) -Persentase perbandingan Standar deviasi dari harga komoditas pangan (beras medium, daging ayam ras, telur ayam, dan minyak goreng) terhadap rata-rata harga komoditas tersebut.setahun yang lalu
Prevalence of Undernourishment (PoU)-Proporsi populasi penduduk yang mengalami ketidakcukupan konsumsi pangan yang diukur dari asupan energi di bawah kebutuhan minimum energi/Minimum Dietary Energy Requirement (MDER) untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif terhadap populasi penduduk secara keseluruhan. setahun yang lalu
Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun -Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas.setahun yang lalu
Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih-Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih, yaitu persentase rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum yang berasal dari air isi ulang, ledeng/PAM, sumur bor/pompa air, sumur terlindung serta mata air yang terlindung dengan memperhatikan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat minimal 10 (sepuluh) meter.setahun yang lalu
Persentase keamanan pangan (segar dan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel.-Rata-rata persentase keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan siap saji yang memenuhi standar keamanan pangan terhadap total sampel.setahun yang lalu
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi.-Susunan beragam pangan berdasarkan proporsi keseimbangan energi dari sembilan kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya, dan agama.setahun yang lalu
Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting)-Anak di bawah 5 (lima) tahun yang tinggi badannya < -2 (kurang dari negatif dua) SD dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhadap usia dan jenis kelamin.setahun yang lalu
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Seluruh Wilayah Indonesia
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Mail
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten/Kota
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Melakukan konfirmasi kepada walidata/ direktorat teknis produsen data, membandingkan dengan data tahun sebelumnya
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten/Kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Nasional
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Tidak -
Digital (Softcopy) Ya 1 Desember 2025
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
12 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #292646
Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting)
Float • -
Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya < -2 SD dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhadap usia dan jenis kelamin. (Sta
["Stunting"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292644
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi.
Float • -
Susunan beragam pangan berdasakan proporsi keseimbangan energi dari sembilan kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya, dan aga
["PPH Konsumsi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292635
Persentase keamanan pangan (segar dan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel.
Float •
Rata-rata persentase keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan siap saji yang memenuhi standar keamanan pangan terhadap total sampel.
["Keamanan Pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292609
Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih
Float • -
Persentase rumah tangga yang menggunakan sumber utama air untuk minum berasal dari sumber tak terlindung, mata air tak terlindung, air permukaan, air hujan, dan lainnya dengan jara
["Air Bersih"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292608
Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun
Float • -
Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas
["Lama Sekolah Perempuan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292591
Prevalence of Undernourishment (PoU)
Float • -
Proporsi populasi penduduk yang mengalami ketidakcukupan konsumsi pangan yang diukur dari asupan energi di bawah kebutuhan minimum energi/Minimum Dietary Energy Requirement (MDER)
["Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292588
Koefisien varian harga (beras medium, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng).
Float • -
Persentase perbandingan standar deviasi dari harga komoditas pangan (beras medium, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng) terhadap rata-rata harga komoditas tersebut.
["Koefisien Varian Harga"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292584
Persentase penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
Float • -
Jumlah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dibandingkan dengan jumlah penduduk total.
["Penduduk Miskin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292583
Rasio Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang dimiliki terhadap CBPD berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Float • -
Perbandingan jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) yang dimiliki terhadap CBPD berdasarkan Perbadan Nomor 3 Tahun 2025.
["Cadangan Pangan Pemerintah Daerah"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292579
Rasio ketersediaan protein hewani per kapita per hari terhadap standar kebutuhan.
Float • -
Perbandingan antara konsumsi protein hewani dengan standar kebutuhan protein hewani (25 gram/kapita/hari).
["Konsumsi Protein Hewani"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292576
Rasio ketersediaan energi per kapita per hari terhadap standar kebutuhan.
Float • -
Perbandingan antara konsumsi energi dengan standar kebutuhan energi (2.100 kkal/kapita/hari).
["Konsumsi energi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292571
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap ketersediaan pangan (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, pisang).
Float • -
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih pangan sumber karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan pisang). Konsumsi normatif komoditas tersebut sebesar
["Rasio Konsumsi Normatif"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
8 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #138571
Indeks Pemanfaatan Pangan
- • Provinsi - Kabupaten - Kota
Ukuran dari beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi pemanfaatan pangan di suatu wilayah
["Pemanfaatan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138548
Indeks Keterjangkauan Pangan
- • Provinsi, Kota, Kabupaten
Ukuran dari beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi keterjangkauan pangan di suatu wilayah
[]Lihat →
ID Indikator Indah: #138544
Indeks Ketersediaan Pangan
- • Provinsi, Kota, Kabupaten
Ukuran dari suatu indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi ketersediaan pangan di suatu wilayah
["Ketersediaan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138511
Persentase Daerah Rentan Rawan Pangan
Persen • Nasional, provinsi
Jumlah wilayah yang berada pada kategori prioritas 1 (sangat rentan), 2 (rentan), dan 3( agak rentan) terhadap total wilayah yang masuk ke dalam semua kategori prioritas 1 (sangat
["Daerah rentan rawan pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138472
Indeks Ketahanan Pangan Kota (IKP KOTA)
- • Kota
Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah kota dari 3 aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan
["Ketahanan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138430
Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten (IKP KAB)
- • Kabupaten
Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah kabupaten dari 3 aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan
["Ketahanan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138427
Indeks Ketahanan Pangan Provinsi (IKP PROV)
- • Provinsi
Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah Provinsil dari 3 aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan
["Ketahanan Pangan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138417
Indeks Ketahanan Pangan Nasional
- • Nasional
Indeks komposit yang mengukur ketahanan dan kerentanan pangan wilayah nasional dari 3 aspek yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan
["Ketahanan Pangan"]Lihat →