← Kembali ke Daftar
β—ˆ
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#72188
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Penyusun Indeks Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan Dan Gizi (SKPG) di Indonesia
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
βŒ‚
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Pusat Data dan Informasi Pangan Badan Pangan Nasional
Alamat Lengkap
Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Telepon
(021) 7807377
Faksimile
(021) 7807377
Email
pusdatin@badanpangan.go.id
βš‘
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi
Eselon 2
Direktorat Kewaspadaan Pangan dan Gizi
Nama PJ Teknis
Miftahul Jannah, S.Pd., M.Si
Jabatan
Ketua Kelompok Kerja Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi
Alamat
Gedung E Lantai 6 Ruang 621, Ruang Direktorat Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional, Jln Harsono RM NO 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan
Telepon
08119910256
Faksimile
-
Email
mjmifta77@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata sepanjang waktu dengan memafaatkan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal.
Saat ini Indonesia bahkan seluruh negara dihadapkan pada krisis global, mencakup krisis energi, krisis pangan dan keuangan sebagai dampak dari ketidakpastian perekonomian global, terjadinya tensi geopolitik, adanya iklim ekstrim dan pasca pandemi covid-19. Secara nasional, Indonesia dihadapkan pada kenaikan inflasi dan dampak kenaikan BBM yang dapat berpengaruh pada gejolak harga pangan, penurunan daya beli masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi regional. Di tengah ancaman dan tantangan tersebut, Indonesia telah memperbaiki dan capaian skor Global Food Security Index (GFSI) Indonesia pada tahun 2022 sebesar 60,2 atau pada ranking 63 dari 133 negara yang lebih baik dari tahun 2021 pada peringkat 69. Hal ini menjadi pendorong untuk lebih optimis untuk terus mewujudkan ketahanan pangan dan gizi dimasa mendatang.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021, Badan Pangan Nasional adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan. Sesuai alur tata kelola pangan nasional, pencapaian ketahanan pangan menjadi mandat Badan Pangan Nasional melalui sinergi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah lintas OPD yang tersebar pada 37 provinsi dan 514 kab/kota, mitra kerja nasional dan internasional, LSM, swasta, akademisi, asosiasi dan masyarakat.
Salah satu upaya untuk mengantisipasi kerawanan pangan dan gizi, telah ditetapkan payung hukum yang akan menjadi acuan bagi pusat dan daerah untuk menganalisis situasi kerawanan pangan dan gizi, yakni Peraturan Badan Pangan Nasional No 16. Tahun 2022 tentang Sistem Informasi Dini Kerawanan Pangan dan Gizi. Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, yang mengamanatkan tentang pentingnya penyediaan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk keperluan perencanaan dan evaluasi program sekaligus sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan gizi.
Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi menghasilkan angka indeks Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi sebagai informasi dan isyarat dini situasi pangan dan gizi dan bahan rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pangan dan gizi secara bulanan.
Informasi kerawanan pangan dan gizi yang dihasilkan akan memberikan gambaran terkait situasi kerawanan pangan dan gizi di wilayah analisis sehingga masalah kerawanan pangan dan gizi segera dapat diketahui dan dapat diselesaikan oleh pengambil kebijakan. Dengan mengetahui keadaan pangan di wilayah masing-masing, maka akan dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang sesuai kondisi wilayah mulai dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.
Tujuan Kegiatan
a. Menghasilkan indikator Indeks Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi yang merupakan komposit dari indikator Indeks Ketersediaan Pangan, Indeks Keterjangkauan Pangan, dan Indeks Pemanfaatan Pangan. Indeks tersebut dihasilkan secara berulang setiap bulan b. Sebagai bahan rekomendasi pengambil kebijakan sebagai antisipasi/peringatan dini terhadap kerawanan pangan dan gizi lintas sektor
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Oktober 2023 - 31 Desember 2023
Desain
1 Oktober 2023 - 31 Desember 2023
Pengumpulan Data
25 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Pengolahan Data
25 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Analisis
1 Februari 2024 - 5 Februari 2024
Diseminasi
6 Februari 2024 - 10 Februari 2024
Evaluasi
11 Februari 2024 - 24 Februari 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 6 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Luas Tanam PadiLuas TanamLuas Tanam Padi baik sawah maupun non sawahdata luas tanam padi bulan sebelumnya dan data luas tanam padi 5 tahun ke belakang di bulan yang sama
Luas Puso PadiLuas PusoLuas Puso padi yang yang disebabkan oleh hama maupun banjir dan kering, baik di sawah maupun non sawahdata luas puso padi bulan sebelumnya dan data luas puso padi 5 tahun ke belakang di bulan yang sama
Harga Beras Medium Tingkat KonsumenHarga Eceranharga rata-rata penjualan beras medium dari pedagang kepada konsumen pada saat pendataan. Beras dengan derajat sosoh min 95%, kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25%, atau kualitas beras dengan harga beras rata-rata yang umum (paling banyak) dikonsumsi/dibeli oleh masyarakat setempat.harga beras medium tingkat konsumen pada bulan sebelumnya dan 1 tahun ke belakang pada bulan yang sama
Harga Minyak Goreng Kemasan Tingkat KonsumenHarga Eceranharga rata-rata penjualan minyak goreng kemasan dari Konsumen pada saat pendataanharga minyak goreng kemasan tingkat konsumen pada bulan sebelumnya dan 1 tahun ke belakang pada bulan yang sama
Harga Telur Ayam Ras Tingkat KonsumenHarga Eceranharga rata-rata penjualan telur ayam ras dari Konsumen pada saat pendataanharga telur ayam ras tingkat konsumen pada bulan sebelumnya dan 1 tahun ke belakang pada bulan yang sama
Berat Badan sangat kurang dan kurang (underweight) pada balitaUnderweight, Berat Badan Balitakondisi ketika berat badan berada di bawah rentang normal anak usia 0 (nol) sampai dengan 59 bulanBerat Badan sangat kurang dan kurang pada balita di bulan sebelumnya
Berat Badan Berlebih pada balitaBerat Badan Balitakondisi ketika berat badan berada di atas rentang normal anak usia 0 (nol) sampai dengan 59 bulanBerat Badan berlebih pada balita di bulan sebelumnya
Berat Badan Normal pada balitaBerat Badan Balitakondisi ketika berat badan berada dalam rentang indeks massa tubuh (IMT) anak usia 0 (nol) sampai dengan 59 bulanBerat Badan normal pada balita di bulan sebelumnya
data pendukung iklimikliminformasi kondisi iklim potensi basah dan kering didasarkan pada jumlah skor pada beberapa parameter, yaitu kondisi anomali iklim global, monitoring iklim terkini dan prediksi iklim hingga tiga bulan yang akan datang.Iklim pada bulan sebelumnya
data pendukung bencanabencanaData kejadian bencana meliputi jumlah kejadian bencana se-Indonesia, per provinsi dan kejadian bencana per kabupaten/kota, yang terbagi dalam 8 (delapan) jenis bencana yaitu banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor gelombang pasang/abrasi, kekeringan, gempa bumi, letusan gunung api, dan kebakaran hutan dan lahan.jumlah bencana pada sebelumnya
⬑
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Bulanan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Seluruh Wilayah Indonesia
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, Lembar Kerja yang datanya dikirim melalui whatsapp dan/atau email
Unit Pengumpulan Data
- Usaha/perusahaan
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
-
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
-
Metode yang Digunakan
-
Unit Sampel
provinsi
Unit Observasi
harga komoditas pangan di tingkat konsumen/eceran, berat badan balita, luas tanam/puso padi
β—Ž
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Rapat koordinasi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Wilayah
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Nasional
- Provinsi
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya -
Digital (Softcopy) Ya -
Data Mikro Tidak -