Suatu besaran yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menaikkan/menambah satu unit output. Besaran ICOR diperoleh dengan membandingkan besarnya tambahan kapital dengan tambahan output.
Rumusan
Kegunaan
Pengkajian mengenai ICOR menjadi sangat menarik karena ICOR dapat merefleksikan besarnya produktifitas kapital yang pada akhirnya menyangkut besarnya pertumbuhan ekonomi yang bisa dicapai.
Keterangan Tambahan
Sumber data untuk penyusunan indikator ini juga bersumber dari Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan dan Indeks harga Perdagangan Besar (IHPB).
Untuk memudahkan penghitungan unit kapital yang bentuknya berbeda-bedadan beraneka ragam dimana output relatif tidak berubah maka keduanya dinilai dalam bentuk uang (nominal).
Interpretasi
ICOR dapat diartikan sebagai banyaknya kebutuhan investasi yang diperlukan untuk mendapatkan 1 unit output. Sebagai contoh, misalnya besarnya investasi pada satu tahun di negara A adalah sebesar Rp 300 miliar, sedangkan tambahan output yang diperoleh dari hasil penanaman investasi itu adalah Rp 60 miliar, maka nilai ICOR negara A adalah sebesar 5 (300miliar/60 miliar). Angka ini menunjukkan bahwa untuk menaikkan 1 unit output diperlukan investasi sebesar 5 unit.