Angka Partisipasi Murni Sekolah Menengah Pertama (APM SMP) dan APM SMA
| Nama Indikator | Angka Partisipasi Murni Sekolah Menengah Pertama (APM SMP) dan APM SMA |
| Konsep Definisi | APM di SMP adalah perbandingan antara murid SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Salafiah Wustho, Paket B setara SMP, usia 13-15 tahun, dengan penduduk usia 13-15 tahun, dinyatakan dalam persentase. APM di SMA adalah perbandingan antara murid SMA, Madrasah Aliyah, SMK, Paket C setara SMA, usia 16-18 tahun, dengan penduduk usia 16-18 tahun, dinyatakan dalam persentase. |
| Rumusan |
A P M S M A = B a n y a k n y a M u r i d T i n g k a t S M A ( U s i a 1 6 − 1 8 T a h u n ) B a n y a k n y a P e n d u d u k U s i a 1 6 − 1 8 T a h u n × 1 0 0 % A P M S M P = B a n y a k n y a M u r i d T i n g k a t S M P ( U s i a 1 3 − 1 5 T a h u n ) B a n y a k n y a P e n d u d u k U s i a 1 3 − 1 5 T a h u n × 1 0 0 % |
| Kegunaan | Memonitor pencapaian tujuan pendidikan dasar yang diidentifikasi dalam MDGs khususnya pendidikan tingkat SMP dalam program nasional (Indonesia) serta memonitor pencapaian di tingkat SMA. |
| Interpretasi | Pendidikan adalah salah satu aspek penting dari pembangunan manusia. Menghilangkan ketimpangan gender di semua jenjang pendidikan akan meningkatkan status dan kemampuan perempuan dan laki-laki untuk berperan dalam pembangunan ekonomi. Rasio APM perempuan terhadap laki-laki pada jenjang pendidikan tertentu, misalnya SD menunjukkan angka di bawah 100 persen. Ini berarti bahwa pada jenjang pendidikan SD lebih banyak murid lakilaki yang bersekolah dibandingkan dengan murid perempuan. Sebaliknya, rasio APM perempuan terhadap laki-laki menunjukkan angka di atas 100 persen menggambarkan murid perempuan lebih banyak dibandingkan murid laki-laki pada jenjang pendidikan tersebut. |
| Dihasilkan Oleh |
|

