HomeMetadata IndikatorPersentase Kabupaten/Kota yang melakukan deteksi dini untuk infeksi hepatitis B
Persentase Kabupaten/Kota yang melakukan deteksi dini untuk infeksi hepatitis B
Nama Indikator
Persentase Kabupaten/Kota yang melakukan deteksi dini untuk infeksi hepatitis B
Konsep Definisi
Hepatitis B dan C adalah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B dan C yang dapat menimbulkan peradangan hati akut atau menahun, dan dapat berlanjut menjadi sirosis atau kanker hati. VHB 100 kali lebih infeksius dibanding dengan virus HIV. Penularan dapat secara vertikal dari ibu kepada bayi, dan horizontal dari individu berisiko kepada individu lain. Risiko tertinggi yang dapat menimbulkan kronisitas seperti sirosis dan kanker hati jika terjadi penularan pada perinatal.
Pengendalian penyakit Hepatitis B dan C akan sangat efektif bila dilakukan pemutusan dan pencegahan penularan serta pengobatan pada kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah ibu hamil, petugas kesehatan, mahasiswa/pelajar kesehatan, perempuan penjaja seks, penasun, waria, LSL/Gay, warga binaan penjara, pasien klinik IMS, orang dengan terinveksi HIV, penderita cuci darah, keluarga yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B dan C, dan orang dengan riwayat keluarga terinfeksi hepatitis B dan C.
Penyakit Hepatitis B dan C pada tahap awal seringkali tidak memiliki gejala yang khas sehingga perlu dilakukan deteksi dini pada kelompok berisiko.
Kegunaan
Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Pada tahap awal infeksi sebagian besar hepatitis B tidak bergejala, sehingga seseorang yang terinfeksi hepatitis B tidak mengetahui dirinya sudah terinfeksi. Untuk itu kegiatan Deteksi Dini Hepatistis menjadi sangat penting untuk mengetahui sedini mungkin seseorang terinfeksi hepatitis dan tindak lanjut terapinya. Deteksi dini hepatitis B bermanfaat agar penderita berlanjut ke dalam keadaan kronik seperti sirosis dan kanker hati.
Interpretasi
Kabupaten/kota yang melakukan deteksi dini untuk infeksi hepatitis B sebesar 75%. Ini menunjukkan bahwa dari seluruh kabupaten/kota diprovinsi A, 75% sudah melakukan deteksi dini untuk infeksi hepatitis B.