Indeks Pembangunan TIK (IP-TIK)

Nama Indikator Indeks Pembangunan TIK (IP-TIK)
Konsep Definisi Suatu tolak ukur (benchmark) untuk menggambarkan level/potensi pembangunan TIK di suatu wilayah. Indeks komposit yang mengkombinasikan 11 indikator menjadi suatu ukuran standar, digunakan untuk membandingkan hasil pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) antar negara/wilayah
Rumusan

IP-TIK =   0,4AI + 0,4USE + 0,2SKILL

Keterangan :

SUBINDEKS AKSES DAN INFRASTRUKTUR (AI)

1. Pelanggan telepon tetap per 100 penduduk

2. Pelanggan telepon seluler per 100 penduduk

3. Bandwidth internet internasional per pengguna

4. Persentase rumah tangga yang menguasai komputer

5. Persentase rumah tangga yang memiliki akses internet


SUBINDEKS PENGGUNAAN (USE)

6. Persentase penduduk yang mengakses internet

7. Pelanggan internet broadband tetap kabel per 100 penduduk

8. Pelanggan internet broadband tanpa kabel per 100 penduduk


SUBINDEKS KEAHLIAN (SKILL)

9.   Rata-rata lama sekolah

10. Angka partisipasi kasar sekunder (SLTP sederajat & SLTA sederajat)

11. Angka partisipasi kasar tersier (D1 s/d S1)

Kegunaan
  1. Mengukur pertumbuhan pembangunan TIK baik di negara maju maupun negara berkembang (nilai indeks harus berlaku secara umum)
  2. Mengukur gap digital, yaitu perbedaan antar negara dengan berbagai tingkat pembangunan TIK
  3. Mengukur tingkat pembangunan TIK di suatu negara menggunakan suatu ukuran yang dapat dibandingkan antarwaktu dan antarwilayah
  4. Mengukur potensi pembangunan TIK atau pengembangannya, untuk mendorong pertumbuhan pembangunan berdasarkan kemampuan dan keahlian yang tersedia
Interpretasi

Skala IP-TIK: 0-10.

Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan potensi dan progress pembangunan TIK suatu wilayah lebih optimum, sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah masih belum optimum.

Dihasilkan Oleh
Copyright © 2026 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.