Indeks berantai produksi tanaman hortikultura adalah angka yang menunjukkan perbandingan produksi suatu komoditi tanaman hortikultura pada tahun tertentu terhadap periode tahun sebelumnya. Tanaman hortikultura terdiri atas kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan. Metode penghitungan indeks berantai adalah dengan mela-kukan perbandingan hasil pengukuran data tahun berjalan (tahun t) dengan data tahun sebelumnya (tahun t-1).
Rumusan
Kegunaan
• Indeks ini dapat memberikan informasi tentang perkembangan produksi suatu komoditi tanaman hortikultura setiap tahun berjalan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
• Untuk melihat besarnya perubahan produksi suatu komoditi tanaman hortikultura setiap tahun berjalan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Keterangan Tambahan
Sumber Data : Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Indonesia dan Statistik
Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Tahunan Indonesia, BPS
Level Penyajian : Nasional
Publikasi : Indikator Pertanian, Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim Indonesia, Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Tahunan Indonesia.
Penyedia Informasi : Direktorat Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Keterbatasan : Belum dapat digunakan pada semua komoditi yang termasuk dalam kelompok di sub sektor ini karena keterbatasan data pertanian yang tersedia.
Implementasi :Implementasi Berdasarkan publikasi indikator pertanian yang dirilis BPS, indeks berantai produksi tanaman pisang pada tahun 2009 adalah sebesar 111,89. Hal ini menunjukkan bahwa produksi pisang pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 11,89 persen diban-dingkan produksi pisang pada tahun 2008. Namun demikian, pada tahun 2010 indeks berantai produksi pisang menurut menjadi 85,88. Hal ini berarti bahwa produksi pisang pada tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dengan besarnya penurunan 4,12 persen.
Interpretasi
Iit > 100, berarti produksi suatu komoditi tanaman pangan mengalami peningkatan dari periode tahun sebelumnya
Iit = 100, berarti produksi suatu komoditi tanaman pangan tidak mengalami perubahan
Iit < 100, berarti produksi suatu komoditi tanaman pangan mengalami penurunan dari periode tahun sebelumnya