Indeks Kualitas Tanah Pemukiman adalah suatu nilai yang menggambarkan kondisi atau mutu tanah di suatu daerah. Indeks kualitas tanah didekati dengan dua indikator yaitu volume sampah perhari (m3) yang tidak terangkut per km2 dan persentase rumah tangga dengan penampungan akhir tinja berupa tangki/ saluran pembuangan akhir limbah (SPAL) di setiap ibukota provinsi.
Rumusan
Kegunaan
Untuk mengetahui kualitas tanah dan kondisi pencemaran pada tanah di suatu wilayah
Keterangan Tambahan
Level Penyajian : Ibukota Provinsi
Sumber Data : Data volume sampah yang tidak ter-angkut diperoleh dari Dinas Kebersihan Kota sedangkan data persentase rumah tangga dengan tempat pembuangan akhir tinja berupa tangki/ Saluran Pembuangan Akhir Limbah diperoleh dari hasil Susenas-Kor.
Publikasi : Indeks Kualitas Lingkungan
Penyedia Informasi : Sub Direkorat Statistik Lingkungan Hidup
Implementasi: Dari hasil penghitungan kedua variabel IKT tangki dan IKT sampah, kota dengan peringkat IKT terbaik adalah Kota Banda Aceh dengan IKT 97,72 sedangkan kota dengan IKT terjelek adalah Kota Bandung 19,31. Empat kota dengan IKT terbaik setelah Kota Banda Aceh adalah Kota Ternate,Kota Pontianak, Kota Palu dan Kota Palangkaraya. Sedangkan empat kota dengan IKT terendah selain Kota Bandung adalah Kota Medan, Kota Yogyakarta, Kota Semarang dan Kota Banjarmasin.
Interpretasi
Nilai IKT berkisar antara 0 sampai dengan 100. Nilai ideal adalah 100, yang meng-gambarkan kualitas terbaik. Sementara nilai 0 menggambarkan kualitas terburuk.