Indeks Kualitas Udara (IKU) adalah suatu nilai yang menunjukkan mutu atau tingkat kebaikan udara menurut sifat-sifat unsur pembentuknya. IKU merupa-kan gambaran atau nilai hasil transfor-masi parameter-parameter (indikator) individual polusi udara yang berhu-bungan menjadi suatu nilai sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat awam. IKU dihitung berdasarkan emisi dari dua polutan udara yaitu karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx). Kedua jenis polutan ini dijadikan sebagai komponen IKU karena pengaruh keduanya yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia.
Rumusan
Kegunaan
• Merupakan suatu nilai yang menjelaskan dan menginformasikan kondisi dan perubahan kualitas udara suatu daerah dengan cara yang lebih infomatif dan mudah dipahami.
• Menjadi masukan bagi pemerintah untuk perencanaan tentang udara bersih di suatu daerah
Keterangan Tambahan
Sumber Data : Data konsumsi bahan bakar diperoleh dari SUSENAS modul konsumsi sedang-kan data kecepatan angin diperoleh dari BMKG.
Level Penyajian : Ibukota Provinsi
Publikasi : Indeks Kualitas Lingkungan
Penyedia Informasi : Sub Direkorat Statistik Lingkungan Hidup
Keterbatasan : • IKU hanya mencakup emisi bahan bakar minyak, emisi industri serta jenis emisi lainnya tidak digunakan dalam penhitungan IKU. • Dari tigabelas parameter kualitas udara, hanya emisi karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx) yang digunakan dalam penyusunan IKU
digunakan dalam penyusunan IKU.
Implementasi : Nilai IKU berkisar antara 0 sampai dengan 96,18. Peringkat nilai IKU terbaik adalah Kota Gorontalo (96,18), diikuti oleh Kota Ambon (95,95), Kota Ternate (94,29), Kota Tanjung Pinang (88,25) dan Kota Pangkal Pinang (86,94). Enam kota dengan nilai IKU sama dengan 0 adalah DKI Jakarta, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kota Medan, Kota Semarang, dan Kota Pekanbaru. Hasil ini menunjuk-kan bahwa kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dengan segala aktivitas sosial ekonominya yang tinggi serta ruang terbuka hijaunya yang semakin sempit karena tergerus oleh pembangunan pemukiman, sarana dan prasarana wilayah, gedung-gedung kantor dan kawasan industri memiliki kualitas udara yang lebih rendah diban-dingkan kota lainnya. Untuk peringkat IKU selengkapnya dapat dilihat pada di bawah ini.
Interpretasi
Nilai IKU berkisar antara 0 sampai dengan 100. Nilai ideal adalah 100, yang menggambarkan kualitas terbaik. Semen-tara nilai 0 menggambarkan kualitas terburuk.