Efisiensi Industri Besar dan Sedang adalah suatu nilai yang menunjukkan per-bandingan masukan dan keluaran yang diterima pada industri besar dan sedang yang menunjukkan tingkat penggunaan sumber daya secara minimum guna mencapai hasil yang maksimum. Nilai ini diperoleh dari rasio input terhadap output. Efisiensi Industri Besar dan Sedang disajikan dalam tiga bentuk, yaitu Efisiensi menurut KBLI 2 digit dan skala usaha, Efisiensi menurut KBLI 2 digit dan skala output, serta Efisiensi menurut KBLI 3 digit.
Rumusan
Kegunaan
Sebagai parameter untuk mengukur kinerja perusahaan industri besar dan sedang. Informasi mengenai efisiensi dapat digunakan untuk menentukan kebijakan perusahaan secara tepat
Keterangan Tambahan
Sumber Data : Survei Tahunan Industri Besar dan Sedang.
Level Penyajian: Nasional dan Provinsi.
Publikasi : Indikator Industri Besar dan Sedang.
Penyedia Data : Sub Direkorat Statistik Industri Besar dan Sedang.
Keterbatasan : Belum dapat disajikan hingga level kabupaten.
Implementasi : Efisiensi digunakan untuk melihat perbandingan antara input yang dipakai dengan output yang dihasilkan. Intensitas perusahaan industri besar dan sedang tahun 2005 sampai 2009 cenderung tidak tejadi perubahan yang besar. Karena dari sebesar 0,64 persen pada tahun 2005 turun menjadi 0,60 persen pada tahun 2006. Tahun 2007 dan 2008 naik sedikit menjadi 0,61 persen dan 0,62 persen sebelum pada akhirnya terjadi kembali penurunan efisiensi ditahun 2009 menjadi 0,60 persen. Hal ini berarti biaya yang diperlukan oleh industri besar dan sedang untuk menghasilkan setiap satu rupiah output turun dari 0,64 rupiah pada tahun tahun 2005 menjadi 0,60 rupiah pada tahun 2009.
Interpretasi
Misalkan efisiensi produksi industri besar dan sedang adalah 0,6 maka besarnya biaya yang diperlukan oleh industri besar dan sedang untuk menghasilkan setiap satu rupiah output adalah 0,6 rupiah