Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Neraca Bahan Makanan Kabupaten Bengkulu Utara 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Neraca Bahan Makanan Kabupaten Bengkulu Utara
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.1703.008
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BENGKULU UTARA
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
JALAN IR SUTAMI KARANG SUCI ARGA MAKMUR
| Telepon: | 0737522462 |
| Faksimile: | - |
| Email: | disketahananpangan@bengkuluutarakab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | SABANI, SH |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dedi Ramadhan |
| Jabatan: | Kepala Bidang Ketersediaan dan Karawanan Pangan |
| Alamat: | JALAN IR SUTAMI KARANG SUCI ARGA MAKMUR |
| Telepon: | 0737522462 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dkpppbu@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat dan ketersediaannya secara kuantitas dan kualitas harus terjamin sepanjang waktu. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia, sebagaimana tersebut dalam pasal 27 UUD 1945 maupun dalam Deklarasi Roma (1996). Hal ini juga sejalan dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang mendefenisikan ketahanan pangan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.Data dan informasi mengenai ketersediaan pangan suatu wilayah sangat penting untuk dimiliki, karena informasi tersebut digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan perencanaan ketersediaan pangan wilayah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) adalah untuk memberikan informasi tentang ketersediaan pangan di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, serta untuk memetakan penyediaan (supply) dan penggunaan (utilization) pangan secara menyeluruh di suatu wilayah dalam periode tertentu, guna menyediakan data akurat untuk evaluasi, perencanaan, dan perumusan kebijakan ketahanan pangan dan gizi, seperti mengetahui ketersediaan pangan perkapita, mengidentifikasi surplus/defisit dan menyusun pola konsumi
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-03-31
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-04-30
Pengumpulan Data
2025-04-01 s.d. 2025-06-30
Pengolahan Data
2025-06-01 s.d. 2025-09-30
Analisis
2025-06-01 s.d. 2025-11-30
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2026-04-30
Evaluasi
2026-01-01 s.d. 2026-04-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Produksi Padi | Produksi Padi | Kuantitas hasil budi daya tanaman padi yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | 2025 |
| Produksi Palawija | Produksi Palawija | Kuantitas hasil budi daya tanaman palawija yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | 2025 |
| Produksi Sayuran | Produksi Sayuran | Kuantitas hasil budi daya tanaman sayuran yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | 2025 |
| Produksi Buah-buahan | Produksi Buah | Kuantitas hasil budidaya buah-buahan yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | 2025 |
| Produksi Perkebunan | Produksi Perkebunan | Kuantitas hasil budi daya tanaman perkebunan yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | 2025 |
| Produksi Perikanan | Produksi Perikanan | Kuantitas hasil budi daya perikanan | 2025 |
| Produksi Peternakan | Produksi Peternakan | Kuantitas hasil budi daya peternakan | 2025 |
| Perubahan Stok | Perubahan Stok | Selisih awal dan akhir antara sejumlah bahan makanan yang disimpan/dikuasai oleh pemerintah atau swasta, seperti yang ada di pabrik, gudang, depo, lumbung petani/rumah tangga, dan pasar/pedagang, yang dimaksudkan sebagai cadangan dan akan digunakan apabila sewaktu – waktu diperlukan | 2025 |
| Impor | Impor | Bahan makanan yang didatangkan/masuk dari luar wilayah Negara Republik Indonesia langsung ke dalam wilayah daerah yang bersangkutan; dan atau Bahan makanan yang didatangkan/masuk dari wilayah daerah administratif lain ke dalam wilayah daerah administratif yang bersangkutan (perdagangan antar pulau atau antar provinsi). | 2025 |
| Ekspor | Ekspor | Bahan makanan yang dikeluarkan/keluar dari suatu wilayah daerah administratif langsung ke luar wilayah Negara Republik Indonesia; dan atau Bahan makanan yang dikeluarkan/keluar dari suatu wilayah daerah administratif ke wilayah daerah adminstratif lain (perdagangan antar pulau atau antar provinsi). | 2025 |
| Jumlah Penduduk | Penduduk | semua orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan/atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap | 2025 |
| Konsumsi Pangan | Konsumsi Pangan | Jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh suatu kelompok atau populasi dalam periode tertentu | 2025 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BENGKULU | BENGKULU UTARA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : instansi/OPD
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Pemeriksaan Kewajaran Data, Penggunaan Lembar Kerja Evaluasi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Instansi/OPD
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-04-30;
Digital (softcopy): 2026-04-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh suatu kelompok atau populasi dalam periode tertentu
-
Kuantitas hasil budi daya peternakan
-
Kuantitas hasil budi daya tanaman perkebunan yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare
-
Kuantitas hasil budidaya buah-buahan yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare
-
Kuantitas hasil budi daya perikanan dan Perikanan Tangkap
-
Kuantitas hasil budi daya tanaman sayuran yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare
-
Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
-
Perubahan stok adalah selisih awal dan akhir antara sejumlah bahan makanan yang disimpan/dikuasai oleh pemerintah atau swasta, seperti yang ada di pabrik, gudang, depo, lumbung petani/rumah tangga, dan pasar/pedagang, yang dimaksudkan sebagai cadangan dan akan digunakan apabila sewaktu – waktu diperlukan
-
Kuantitas hasil budi daya tanaman padi yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare
-
Kegiatan mengeluarkan pangan dari daerah pabean negara Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara di atasnya, tempat-tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen.
-
Kegiatan memasukkan pangan ke dalam daerah pabean negara Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara di atasnya, tempat-tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen.
-
Kuantitas hasil budi daya tanaman palawija yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare
Indikator Kegiatan
-
Jumlah pasokan pangan yang tersedia di suatu wilayah dalam periode tertentu.
-
Jumlah total lemak yang tersedia untuk konsumsi per kapita
-
Ukuran kuantitatif yang menggambarkan jumlah energi (dalam kilokalori) dan protein (dalam gram) dari sejumlah bahan makanan yangtersedia untuk dikonsumsi setiap penduduk suatu negara atau daerahdalam suatu kurun waktu tertentu.
-
Rata-rata ketersediaan protein per kapita
-
Angka yang menggambarkan jumlah dan komposisi atau ketersediaan pangan. Nilai ini diperoleh dari perkalian persentase angka kecukupan energi setiap golongan bahan pangan dengan bobotnya. Jika skor konsumsi pangan mencapai 100, maka wilayah tersebut dikatakan tahan pangan.