Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Statistik Ruang Belajar Jenjang SMA, SMK, dan SLB Provinsi Jawa Timur 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Statistik Ruang Belajar Jenjang SMA, SMK, dan SLB Provinsi Jawa Timur
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pendidikan dan Pelatihan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Genteng Kali No. 33, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur
| Telepon: | (031) 5342706 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dindik@jatimprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretariat Daerah Provinsi |
| Eselon 2: | Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Rani Kemala Trapsilasiwi, M.Si |
| Jabatan: | Statistisi Ahli Muda |
| Alamat: | Gedung Sekretariat Lantai 4 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jalan Gentengkali 33 Surabaya |
| Telepon: | (031) 5342706/5342709 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dindik@jatimprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanRuang belajar merupakan tempat bekerja baik untuk guru maupun siswa. Kondisi ruang belajar yang digunakan sedikit banyak berpengaruh terhadap produktivitas individu yang berkegiatan di ruang tersebut. Menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan dapat terwujud dengan merancang dan mengatur kelas yang baik. Hal ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan mereka, karena mereka merasa nyaman dan senang berada dalam kondisi kelas yang baik. Apapun strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan menjadi kurang efektif jika tidak didukung juga oleh iklim dan kondisi yang kondusif di dalam kelas. Kondisi ruang belajar yang tidak baik masih dapat kita temui di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 12.189 ruang kelas pada jenjang SMA di Provinsi Jawa Timur teridentifikasi mengalami rusak ringan, 1.140 ruang kelas rusak sedang, dan 387 ruang kelas rusak berat (Kemdikbud, 2020). Jumlah kelas yang teridentifikasi rusak tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data kondisi ruang kelas pada tahun 2019. Hal yang sama terjadi pada kondisi ruang kelas di jenjang pendidikan SMK. Sekitar 169.976 ruang kelas mengalami kondisi rusak ringan, sebanyak 93 ruang kelas rusak sedang, dan 372 ruang kelas rusak berat (Kemdikbud, 2020). Mengatasi kondisi ruang kelas yang kurang optimal tersebut tentunya menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah dalam sektor pendidikan.
Tujuan Kegiatan
Mendukung ketersediaan data dan informasi terkait kondisi ruang kelas pada jenjang SMA, SMK, dan SLB Mempermudah pemerintah dalam menyusun langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan kondisi ruang kelas yang buruk
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-06-01 s.d. 2023-06-30
Desain
2023-06-01 s.d. 2023-06-30
Pengumpulan Data
2023-08-14 s.d. 2023-08-25
Pengolahan Data
2023-08-28 s.d. 2023-09-15
Analisis
2023-09-18 s.d. 2023-09-30
Diseminasi Hasil
2023-11-06 s.d. 2023-11-10
Evaluasi
2023-11-13 s.d. 2023-11-17
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Ruang Belajar Menurut Kondisi | 1. Ruang Belajar Kondisi Baik 2. Ruang Belajar Kondisi Rusak Ringan 3. Ruang Belajar Kondisi Rusak Berat | Ruang belajar menurut kondisi yang dikelompokkan menjadi ruang belajar kondisi baik untuk ruang belajar memenuhi standar tertentu, ruang belajar kondisi rusak ringan untuk ruang belajar dengan kerusakan yang tidak terlalu serius, dan ruang belajar kondisi rusak berat dengan kerusakan yang serius dan parah. | Satu tahun terakhir |
| Ruang Belajar Menurut Status Sekolah (Negeri/Swasta) | 1. Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri 2. Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta 3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri 4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta 5. Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri 6. Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta | Ruang belajar menurut status sekolah dikelompokkan menjadi ruang belajar yang berada pada sekolah negeri dan ruang belajar yang ada pada sekolah swasta. | Satu tahun terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | PACITAN |
| JAWA TIMUR | PONOROGO |
| JAWA TIMUR | TRENGGALEK |
| JAWA TIMUR | TULUNGAGUNG |
| JAWA TIMUR | BLITAR |
| JAWA TIMUR | KEDIRI |
| JAWA TIMUR | MALANG |
| JAWA TIMUR | LUMAJANG |
| JAWA TIMUR | JEMBER |
| JAWA TIMUR | BANYUWANGI |
| JAWA TIMUR | BONDOWOSO |
| JAWA TIMUR | SITUBONDO |
| JAWA TIMUR | PROBOLINGGO |
| JAWA TIMUR | PASURUAN |
| JAWA TIMUR | SIDOARJO |
| JAWA TIMUR | MOJOKERTO |
| JAWA TIMUR | JOMBANG |
| JAWA TIMUR | NGANJUK |
| JAWA TIMUR | MADIUN |
| JAWA TIMUR | MAGETAN |
| JAWA TIMUR | NGAWI |
| JAWA TIMUR | BOJONEGORO |
| JAWA TIMUR | TUBAN |
| JAWA TIMUR | LAMONGAN |
| JAWA TIMUR | GRESIK |
| JAWA TIMUR | BANGKALAN |
| JAWA TIMUR | SAMPANG |
| JAWA TIMUR | PAMEKASAN |
| JAWA TIMUR | SUMENEP |
| JAWA TIMUR | KOTA KEDIRI |
| JAWA TIMUR | KOTA BLITAR |
| JAWA TIMUR | KOTA MALANG |
| JAWA TIMUR | KOTA PROBOLINGGO |
| JAWA TIMUR | KOTA PASURUAN |
| JAWA TIMUR | KOTA MOJOKERTO |
| JAWA TIMUR | KOTA MADIUN |
| JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
| JAWA TIMUR | KOTA BATU |
Lainnya : Dokumentasi
Sarana Pengumpulan Data
CAWI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Sekolah
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Pemeriksaan tabel
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Sekolah
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2023-11-06;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Ruang belajar menurut kondisi dikelompokkan menjadi ruang belajar kondisi baik untuk ruang belajar yang tidak ada kerusakan, ruang belajar kondisi rusak ringan untuk ruang belajar dengan kerusakan yang terjadi pada komponen non-struktural, seperti penutup atap, langit-langit, penutup lantai dan dinding....
-
Ruang belajar pada jenjang SMA, SMK, dan SLB menurut status sekolah dikelompokkan menjadi ruang belajar yang berada pada sekolah negeri dan ruang belajar yang ada pada sekolah swasta.
Indikator Kegiatan
-
Komponen struktur adalah terdiri dari Kolom, Balok dan Pelat yang menahan beban struktur.
-
Lantai adalah permukaan bawah dari sebuah ruangan. Lantai dapat terbuat dari batu, kayu, bambu, metal, keramik, marmer, batu granit, dan bahan lainnya. Lantai yang bukan struktur, merupakan lantai yang langsung menempel dengan tanah, dapat berupa beton rabat, dan sifatnya tidak mempengaruhi kekuatan struktur.
-
Atap adalah elemen pelindung bangunan dari panas dan hujan yang terdiri dari penutup atap (Kuda-kuda, Gording, kaso, reng)
-
Utilitas adalah jaringan untuk memasok sesuatu seperti listrik, air, limbah, dan sebagainya.
-
Pondasi adalah komponen struktur utama terletak di bagian bawah yang berfungsi penopang suata massa bangunan.
-
Finishing merupakan suatu elemen arsitektural yang membuat suatu material lebih indah.
-
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit bangunan.
-
Dinding merupakan suatu elemen arsitektural yang digunakan sebagai pembatas/penyekat suatu ruangan.