Detail Metadata Indikator Statistik
Teknologi Informasi dan Komunikasi
| Nama Indikator | Teknologi Informasi dan Komunikasi |
|---|---|
| Konsep | Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi yang meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. |
| Definisi | TIK |
| Interpretasi | 5.1 Karakteristik Rumah Tangga pada Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan Kegiatan Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan dilakukan dengan menyurvei sebanyak 2.071 Kepala Keluarga atau anggota keluarga yang mewakili. Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dilakukan survei hingga lingkup kelurahan/desa. Adapun karakteristik rumah tangga kegiatan Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan disajikan pada grafik sebagai berikut. Gambar 5. 1 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase sebanyak 53,55 persen dan 46,45 persen responden berjenis kelamin laki-laki. Jika dilihat dari jenis pekerjaanya, mayoritas responden mempunyai pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 27,76 persen. Hal ini sejalan dengan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan. Selanjutnya responden dengan pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 19,02 persen, sebanyak 16,76 persen bekerja sebagai petani dan 13,18 persen bekerja sebagai pedagang/buruh/tukang. Sisanya responden bekerja sebagai karyawan swasta, kondektur, nelayan, pelajar/mahasiswa, pensiunan, PNS/TNI/POLRI, Tidak Bekerja, dan lainnya. Gambar 5. 2 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pekerjaan Sumber : Hasil Survei (Diolah) Jika dilihat dari tingkat pendidikannya, mayoritas responden mempunyai tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 48,53 persen. Sebanyak 24,48 persen berpendidikan terakhir SMP, sebanyak 14,15 persen berpendidikan terakhir SD, sebanyak 10,19 persen berpendidikan D3/S1. Hanya sedikit responden yang mempunyai pendidikan terakhir S2/S3 yakni sebanyak 0,34 persen dan 2,32 persen responden tidak sekolah. Gambar 5. 3 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pendidikan Terakhir Sumber : Hasil Survei (Diolah) Karakteristik responden berdasarkan kelompok usia digambarkan sebagai berikut. Gambar 5. 4 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Kelompok Usia Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan hasil survei pemanfaatan TIK menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 25-39 tahun sebanyak 36,79 persen, sebanyak 31,19 persen responden berusia diatas 50 tahun, sebanyak 25,35 persen responden berusia 25,35 persen. Hanya sedikit yang menjadi responden dengan usia 19 hingga 24 tahun. Gambar 5. 5 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pendapatan Rumah Tangga Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga mempunyai pendapatan perbulan sebesar antara Rp. 1.000.000 s.d < Rp. 3.000.000 (66,83%). Selanjutnya rumah tangga dengan pendapatan perbulan dibawah Rp 1.000.000 sebanyak 25,78%. Hanya sedikit responden dengan pendapatan perbulan antara Rp 3.000.000 s.d < Rp 5.000.000 sebanyak 6,18 persen dan 1,21 persen responden dengan pendapatan perbulan Rp. 5.000.000 keatas. Jika dilihat dari pengeluaran rumah tangga per bulan digambarkan pada grafik sebagai berikut. Gambar 5. 6 Karakteristik Rumah Tangga Berdasarkan Pengeluaran Rumah Tangga Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah tangga dengan pengeluaran perbulan mayoritas sebesar Rp. 1.000.000 s.d Rp 3.000.000. Sebanyak 27,96 persen rumah tangga dengan pengeluaran perbulan kurang dari Rp 1.000.000 dan sebanyak 2,80 persen rumah tangga dengan pengeluaran perbulan antara Rp. 3.000.000 s.d < Rp. 5.000.000. Hanya sedikit rumah tangga dengan pengeluaran perbulan Rp.5000.000 keatas. 5.2 Karakteristik Anggota Rumah Tangga terhadap Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan A. Ketersediaan Sarana Ketersediaan perangkat untuk mengakses internet disajikan pada grafik sebagai berikut. Gambar 5. 7 Persentase Anggota Rumah Tangga Berdasarkan Kepemilikan Perangkat Untuk Akses Internet Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa perangkat yang digunakan untuk mengakses internet mayoritas adalah Smartphone yakni sebanyak 70,11 persen anggota rumah tangga. Sementara anggota rumah tangga yang menggunakan laptop untuk mengakses internet sebanyak 11,45 persen. Sementara jika dilihat dari jumlah kepemilikan perangkat untuk mengakses internet menunjukkan bahwa mayoritas anggota rumah tangga mempunyai perangkat Smartphone sebanyak 1 unit. Hanya 0,98 persen anggota rumah tangga yang mempunyai perangkat Smartphone sebanyak 2 unit dan 0,02 persen anggota rumah tangga mempunyai perangkat Smartphone sebanyak 3 unit. Mayoritas anggota rumah tangga mempunyai perangkat Laptop sebanyak 1 unit yakni sebanyak 94,37 persen dan 5,37 persen mempunyai perangkat Laptop sebanyak 2 unit. Sisanya 0,26 persen anggota rumah tangga mempunyai perangkat Laptop lebih dari 2 unit. Gambar 5. 8 Jumlah Kepemilikan Perangkat Untuk Akses Internet Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berikut adalah hasil analisis kepemilikan perangkat akses internet berdasarkan kelompok usia. Gambar 5. 9 Kepemilikan Perangkat Akses Internet Berdasarkan Kelompok Usia Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia paling banyak memiliki perangkat smartphone adalah usia 19-39 tahun sebanyak 37,72 persen. Selanjutnya diikuti oleh kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 17,47 persen, sebanyak 15,03 persen anggota rumah tangga yang memiliki perangkat smartphone berusia 19-24 tahun. Sementara jika dilihat dari usia sekolah menunjukkan bahwa kepemilikan perangkat smartphone pada anak usia 16-18 tahun paling banyak dari kelompok usia sekolah 7-12 tahun dan 13-15 tahun. Anggota rumah tangga yang memiliki laptop mayoritas berusia 25-39 tahun sebanyak 40,97 persen, kemudian kelompok usia 19-24 tahun sebanyak 34,03 persen. Kepemilikan laptop juga meningkat seiring dengan tingginya usia sekolah. Hal ini dapat dilihat pada kelompok usia 16-18 tahun persentase kepemilikan laptop sebesar 7,07 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun. Gambar 5. 10 Kepemilikan Teknologi Komunikasi Selain Smartphone dan Laptop Sumber : Hasil Survei (Diolah) Disamping itu, sebanyak 1,30 persen anggota rumah tangga memiliki perangkat selain smartphone dan laptop. Adapun perangkat yang dimiliki adalah komputer dan tablet. Jika dilihat anggota rumah tangga yang hanya memiliki perangkat smartphone ada sebanyak 59,03 persen dan sebanyak 0,37 persen anggota rumah tangga hanya memiliki perangkat laptop. Selain itu, sebanyak 11,08 persen anggota rumah tangga memiliki smartphone dan laptop. Sisanya 29,52 persen tidak memiliki perangkat smartphone dan laptop. Gambar 5. 11 Kepemilikan Perangkat Akses Internet Sumber : Hasil Survei (Diolah) Perangkat tersebut supaya dapat mengakses internet diperlukan adanya jaringan internet. Jaringan internet bisa berasal dari WiFi ataupun paket data kartu GSM. Berikut adalah persentase jenis jaringan internet yang digunakan oleh anggota rumah tangga di Kabupaten Lamongan. Gambar 5. 12 Penggunaan WiFi dan Paket Data Internet Kartu GSM Sumber : Hasil Survei (Diolah) Mayoritas anggota rumah tangga dalam mengakses internet menggunakan paket data kartu GSM yakni ada sebanyak 66,38 persen dan sebanyak 18,98 persen anggota rumah tangga menggunakan WiFi untuk mengakses internet. Gambar 5. 13 Penggunaan WiFi dan Paket Data Internet Kartu GSM Sumber : Hasil Survei (Diolah) Anggota rumah tangga yang hanya menggunakan WiFi untuk mengakases internet ada sebanyak 15,01 persen dan sebanyak 29,65 persen hanya menggunakan paket data internet kartu GSM untuk mengakses internet. Sementara 55,34 persen anggota rumah tangga selain menggunakan kartu GSM juga menggunakan WiFi untuk mengakses internet. B. Akses Konten Harian Akses konten harian berdasarkan Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan diklasifikasikan menjadi tiga yakni akses sosial media, aktivitas browsing, dan penggunaan messenger. Gambar 5. 14 Durasi Penggunaan Media Sosial Dalam Sehari Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan hasil analisis anggota rumah tangga yang mengakses media sosial menunjukkan bahwa mayoritas durasi penggunaan media sosial dalam sehari antara 1-3 jam. Selain itu sebanyak 26,07 persen anggota rumah tangga mengakses media sosial antara 4-7 jam dalam sehari. Hanya 5,72 persen anggota rumah tangga yang mengakses media sosial diatas 7 jam dalam sehari. Berikut adalah persentase penggunaan media sosial berdasarkan kelompok usia Gambar 5. 15 Durasi Penggunaan Media Sosial berdasarkan Kelompok Umur Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa anggota rumah tangga pada kelompok usia 25-39 tahun mendominasi penggunaan media sosial disetiap kelompok durasi. Penggunaan media sosial paling sedikit pada kelompok usia 6 tahun kebawah dimana paling lama mereka mengakses media sosial maksimal 7 jam dalam sehari yakni hanya 0,53 persen. Berikut adalah persentase durasi aktivitas browsing yang dilakukan oleh anggota rumah tangga. Gambar 5. 16 Durasi Aktivitas Browsing Dalam Sehari Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas anggota rumah tangga melakukan aktivitas browsing dalam sehari antara 1 hingga 3 jam yakni ada sebanyak 92,15 persen. Sementara anggota rumah tangga melakukan aktivitas browsing dalam sehari antara 4 hingga 7 jam sebanyak 4,44 persen dan sebanyak 3,41 persen anggota rumah tangga melakukan aktivitas browsing 7 jam keatas. Hasil analisis durasi aktivitas browsing berdasarkan kelompok umur menunjukkan bahwa anggota rumah tangga kelompok usia 25 hingga 39 tahun mendominasi penggunaan aktivitas browsing disetiap durasi. Penggunaan aktivitas browsing untuk anak usia sekolah paling banyak digunakan pada kelompok usia 16-18 tahun setara dengan pendidikan SMA dengan durasi paling lama 1 hingga 3 jam dalam sehari. Gambar 5. 17 Durasi Aktivitas Browsing berdasarkan Kelompok Umur Sumber : Hasil Survei (Diolah) Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Jika dilihat dari penggunaan messenger di Kabupaten Lamongan cukup banyak yakni sebesar 67,61 persen dibandingkan anggota rumah tangga yang tidak menggunakan messenger hanya 32,39 persen. Gambar 5. 18 Penggunaan Messenger (WhatsApp, Telegram, dll) Sumber : Hasil Survei (Diolah) Sementara jika dilihat dari penggunaan messenger berdasarkan kelompok usia digambarkan sebagai berikut. Gambar 5. 19 Penggunaan Messenger (WhatsApp, Telegram, dll) Berdasarkan Kelompok Umur Sumber : Hasil Survei (Diolah) Kelompok usia yang paling banyak menggunakan messenger adalah usia 25-39 tahun sebanyak 25,56 persen, kemudian diikuti oleh kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 11,80 persen. Anggota rumah tangga yang tidak menggunakan messenger paling banyak didominasi oleh usia diatas 50 tahun sebanyak 12,91 persen. C. Penggunaan Edukasi Akhir-akhir ini selama masa pandemi, pembelajaran yang biasa dilaksanakan dikelas telah diberhentikan. Kini pembelajaran disekolah dialihkan menjadi pembelajaran online dimana para pelajar dituntut menggunakan handphone sebagai media untuk belajar. Maka dengan demikian penggunaan internet untuk kalangan pelajar sangat dibutuhkan. Dapat dilihat bahwa penggunaan internet sebagai sarana belajar daring di Kabupaten Lamongan hanya 14,02 persen lebih sedikit dari yang tidak menerapkan belajar daring. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa sekolah di Kabupaten Lamongan sudah menerapkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Gambar 5. 20 Penggunaan Internet Sebagai Sarana Belajar Daring Sumber : Hasil Survei (Diolah) Jika dilihat berdasarkan kelompok usia yang paling banyak menggunakan internet sebagai sarana belajar daring adalah kelompok usia Gambar 5. 21 Penggunaan Internet Sebagai Sarana Belajar Daring Berdasarkan Kelompok Umur Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas penggunaan internet sebagai sarana belajar daring paling banyak digunakan kelompok usia 7-12 tahun setara dengan pendidikan SD Sederajat yakni ada sebanyak 27,17 persen. Terbanyak kedua adalah anggota rumah tangga dengan kelompok usia 16-18 tahun sebanyak 26,52 persen. Selain digunakan sebagai sarana belajar daring, penggunaan internet juga banyak dimanfaatkan untuk aktivitas browsing materi sekolah. Melalui internet, pelajar bisa mengakses segala pelajaran yang diinginkan, bisa memperdalam ilmu yang kita minati, lebih fleksibel karena memuat segala ilmu pengetahuan dan lainnya. Disamping itu juga para pelajar dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, dan data statistik. (Arifiansyah, Muhammad Hanif, 2020). Adapun persentase penggunaan internet untuk browsing materi sekolah di Kabupaten Lamongan hanya 13,93 persen dan 86,07 persen tidak digunakan untuk browsing materi sekolah. Gambar 5. 22 Penggunaan Internet untuk Browsing Materi Sekolah Sumber : Hasil Survei (Diolah) Adapun kelompok usia yang mendominasi menggunakan internet untuk browsing adalah usia 7-12 tahun setara dengan pendidikan SD sederajat. Selain itu, kelompok usia 16-18 tahun setara dengan pendidikan SMA sederajat juga banyak yang menggunakan internet untuk browsing materi sekolah online. Selanjutnya diikuti kelompok usia 19-24 tahun, kelompok usia 13-15 tahun, dan terakhir paling sedikit menggunakan internet untuk browsing materi sekolah adalah kelompok usia 0-6 tahun. Gambar 5. 23 Penggunaan Internet untuk Browsing Materi Sekolah Berdasarkan Kelompok Umur Sumber : Hasil Survei (Diolah) D. Penggunaan Bisnis/Usaha Penggunaan internet selain digunakan sebagai sarana edukasi juga bermanfaat bagi orang yang sedang berbisnis. Karena dengan bantuan internet, masyarakat dapat memperluas pasar dan jangkauan usahanya sehingga mampu menciptakan peluang besar mengembangkan bisnis. Jika dilihat dari grafik dibawah anggota rumah tangga di Kabupaten Lamongan yang menggunakan internet untuk aktivitas berbisnis online sangat minim sekali yakni hanya 7,35 persen sisanya 92,65 persen tidak menggunakan internet untuk bisnis online. Gambar 5. 24 Penggunaan Internet untuk Aktivitas Bisnis Online Sumber : Hasil Survei (Diolah) Jika dilihat ada sebanyak 10,21 persen anggota rumah tangga yang menggunakan internet untuk aktivitas penelusuran informasi bisnis. Hal ini mengindikasikan bahwa kemunkinan mereka yang saat ini tidak berbisnis mempunyai peluang untuk membuka suatu bisnis. Sisanya anggota rumah tangga tidak melakukan aktivitas penelusuran informasi bisnis. Gambar 5. 25 Penggunaan Internet untuk Aktivitas Penelusuran Informasi Bisnis Sumber : Hasil Survei (Diolah) Bagi pembisnis melakukan promosi melalui media sosial dapat membantu peningkatan penjualan produk. Hal ini juga penting dilakukan karena hampir 50 persen anggota rumah tangga yang menjadi sampel dalam survei ini penggunaan media sosial. Berdasarkan grafik dibawah persentase anggota rumah tangga di Kabupaten Lamongan yang memanfaatkan internet untuk promosi online masih minim yakni 6,15 persen sedangkan sisanya tidak digunakan untuk promosi online. Gambar 5. 26 Penggunaan Internet untuk Promosi Online Sumber : Hasil Survei (Diolah) Dengan perkembangan teknologi menimbulkan pergeseran nilai dan budaya yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Salah satunya perilaku berbelanja yang dipermudah dapat dilakukan secara online. Dari grafik dibawah ini dapat dilihat bahwa 29,86 persen anggota rumah tangga di Kabupaten Lamongan yang melakukan aktivitas belanja online hanya 29,71 persen. Sedangkan 70,29 persen tidak melakukan aktivitas belanja online. Hal ini mengindikasikan bahwa anggota rumah tangga dari sampel survei ini kurang konsumtif melakukan aktivitas belanja online. Gambar 5. 27 Penggunaan Internet untuk Aktivitas Belanja Online Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan grafik dibawah menunjukkan bahwa persentase anggota rumah tangga dalam melakukan aktivitas berjualan paling banyak dilakukan dengan cara berjualan secara langsung yakni melalui WhatsApp, Telegram dan lainnya yakni ada sebanyak 6,03 persen. Sebanyak 5,25 persen anggota rumah tangga melakukan aktivitas berjualan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan lainnya. Sementara yang melakukan aktivitas berjualan melalui market place seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya masih sedikit yakni 2,82 persen. Gambar 5. 28 Penggunaan Internet untuk Aktivitas Berjualan Online Berdasarkan Sarana yang Digunakan Sumber : Hasil Survei (Diolah) E. Akses Konten Dewasa Dewasa ini keberadaan konten digital dalam berbagai kelompok usia sangat masif. Anak – anak menjadi salah satu kelompok usia yang paling rentan terpapar. Bahaya salah satunya adalah maraknya konten digital yang negatif seperti tayangan pornografi, kekerasan dan tayangan lainnya yang tidak patut dilihat oleh anak-anak. Berikut adalah grafik persentase aktivitas penelusuran konten dewasa yang dilakukan oleh anggota rumah tangga di Kabupaten Lamongan yang menjadi sampel dari survei ini. Gambar 5. 29 Aktivitas Penelusuran Konten Dewasa Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar anggota rumah tangga tidak melakukan penelusuran konten dewasa. Hanya 16,92 persen mereka yang melakukan penelusuran konten dewasa. Intensitas penelusuran konten dewasa mayoritas 1-3 jam dalam seminggu dimana ada sebanyak 84,90 persen. Paling lama mereka melakukan penelususran konten dewasa lebih dari 7 jam dalam seminggu. Gambar 5. 30 Intensitas Aktivitas Penelusuran Konten Dewasa Dalam Seminggu Sumber : Hasil Survei (Diolah) Jenis media konten dewasa dikelompok dalam tiga jenis yakni video, gambar, dan teks. Adapun persentasenya dapat dilihat pada grafik sebagai berikut. Gambar 5. 31 Media Konten Dewasa yang Sering Diakses Sumber : Hasil Survei (Diolah) Adapun media konten dewasa yang sering diakses adalah video yakni sebanyak 86,27 persen. Hanya sedikit mereka yang mengakses konten dewasa dalam bentuk gambar maupun teks. F. Masifikasi Grafik berikut menggambarkan persentase seberapa banyak anggota rumah tangga menerima broadcast dari orang lain. Gambar 5. 32 Penerimaan Menerima Broadcast dari Orang Lain Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa anggota rumah tangga yang menerima broadcast dari orang lain ada sebanyak 24,67 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas anggota rumah tangga tidak menerima broadcast berupa informasi penting dari orang lain. Gambar 5. 33 Penerimaan Broadcast Informasi yang Sama Lebih Dari Satu Kali Sumber : Hasil Survei (Diolah) Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar anggota rumah tangga menerima broadcast informasi sama tidak lebih dari satu kali. Hanya sekitar 14,86 persen mereka yang mendapatkan broadcast informasi yang sama lebih dari satu kali. Jika dilihat sebanyak 8,30 persen meneruskan atau melakukan broadcast terhadap konten broadcast yang diterima. Namun ada juga yang tidak memperdulikan atau tidak meneruskan konten broadcast yang diterima yakni ada sebanyak 91,70 persen. Gambar 5. 34 Persentase Meneruskan atau Melakukan Broadcast terhadap Konten Broadcast yang Diterima Sumber : Hasil Survei (Diolah) Biasanya ketika konten broadcast itu dianggap penting akan diteruskan lebih dari satu kali. Jika dilihat perilaku anggota rumah tangga dari hasil survei mengunjukkan bahwa 95,25 persen anggota rumah tangga tidak melakukan broadcast terhadap konten broadcast yang diterima dan mengulanginya lebih dari satu kali. Hanya 4,75 persen yang melakukan hal tersebut. Gambar 5. 35 Persentase Meneruskan atau Melakukan Broadcast Terhadap Konten Broadcast yang diterima dan Mengulanginya lebih dari Satu Kali Sumber : Hasil Survei (Diolah) G. Provokasi Perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak dipengaruhi proses digitalisasi. Namun masih banyak penggunaan internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Grafik dibawah menggambarkan persentase seberapa banyak anggota rumah tangga yang menelusuri informasi yang diterima. Gambar 5. 36 Persentase Menelusuri Lebih Lanjut Informasi yang Diterima Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan sebagian besar anggota rumah tangga tidak melakukan penelusuran lebih lanjut terkait informasi yang diterima. Hanya 13,66 persen yang menelusuri kembali informasi yang diterima. Dari informasi yang telah diterima, mayoritas anggota rumah tangga tidak menyampaikan informasi yang belum dimengerti dan belum diketahui kejelasannya kepada orang lain yakni ada sebanyak 96,28 persen. Sementara sisanya 3,72 persen melakukan penyampaian informasi yang belum dimengerti dan belum diketahui kejelasannya. Gambar 5. 37 Persentase Melakukan Penyampaian Informasi yang Belum Dimengerti dan Belum Diketahui Kejelasannya Sumber : Hasil Survei (Diolah) Penyebaran informasi melalui media online yang tersebar dengan cepat sehingga membuatnya menjadi populer dan menjadi perbincangan khalayak umum atau yang dikenal dengan istilah viral (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2022). Grafik dibawah menunjukkan persentase seberapa banyak anggota rumah tangga yang mengikuti yang sedang viral. Gambar 5. 38 Persentase Mengikuti Apa yang Sedang Viral/ Ikut-ikutan Sumber : Hasil Survei (Diolah) Hasil analisis menunjukkan bahwa 26,10 persen anggota rumah tangga mengikuti apa yang sedang viral saat ini. Jika dilihat ternyata anggota rumah tangga lebih banyak yang tidak mengikuti apa yang sedang viral saat ini. |
| Metode Perhitungan | Statistik Deskriftif |
| Rumus | $N/\left(1+Ne^2\right)=\frac{303.327}{1+303.327×\left\{2,19,N/\left(1+Ne^2\right)=462/\left(1+462×\left\{6,7\right.\right.$ |
| Ukuran | - |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | 1. Pendahuluan 2. Tinjauan Pustaka 3. Gambaran Umum kabupaten lamongan 4. Metode Penelitian 5. Hasil analisis dan Pembahasan 6. Kesimpulan dan Rekomendasi |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Identitas Responden Deskripsi Lokasi Profil Anggota Rumah Tangga Ketersediaan Sarana Akses Konten Harian Penggunaan Edukasi Penggunaan Bisnis/Usaha Akses Konten Dewasa Masifikasi Provokasi |
| Level Estimasi | Kabupaten |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Lamongan 2022 |