| Nama Indikator | Jumlah desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai |
| Konsep | Transportasi
|
| Definisi | Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai dengan mempertimbangkan sarana dan prasarana transportasi darat, air, dan udara dengan kriteria: (1) dapat dilalui sepanjang tahun; (2) dapat dilalui sepanjang tahun kecuali saat tertentu (ketika turun hujan, pasang, dll.); (3) dapat dilalui selama musim kemarau; (4) tidak dapat dilalui sepanjang tahun |
| Interpretasi | Terdapat hubungan antara infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi dengan ketahanan pangan. Masyarakat yang tinggal di wilayah terisolir atau terpencil tanpa sarana penghubung yang memadai dapat menimbulkan “kemiskinan lokal” karena mereka kurang memiliki akses ke pelayanan jasa secara maksimal, termasuk dalam memperoleh pangan. |
| Metode Perhitungan | Jumlah desa/kelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadai |
| Rumus | $Jumlahdesakelurahanyangtidakmemilikiaksespenghubungmemadai$ |
| Ukuran | Jumlah |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Klasifikasi wilayah kelurahan
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | -
|
| Level Estimasi | Kelurahan |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Kota Dumai 2025 |
|---|