π DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Profil Anak Kabupaten Tuban 2025
Dinas Sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat dan desa Kabupaten Tuban
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
7 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#83254
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Anak Kabupaten Tuban
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat dan desa Kabupaten Tuban
Alamat Lengkap
jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 36 Tuban
Telepon
0356332740
Faksimile
0356332740
Email
dinsosp3atuban@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tuban
Nama PJ Teknis
-
Jabatan
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Alamat
Jl. Wahidin Sudirohusodo 36 Tuban
Telepon
0356332740
Faksimile
(0356)332740
Email
dinsosp3apmd.tuban@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Anak-anak sangat penting karena mereka adalah nasib potensial dari suatu generasi atau bangsa di masa depan. Sejak tahun 1990 Indonesia sudah mulai mendapatkan bonus demografi dan menurut BPS akan mencapai puncaknya tahun 2025-2030. Bonus demografi yang dimaksud adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. Pada saat yang sama, berbagai kasus dialami oleh anak-anak Indonesia, seperti perdagangan, penindasan, eksploitasi seksual, makanan dan makanan ringan yang mengandung bahan berbahaya, pedagang dan pengguna narkoba, kekerasan fisik dan psikis di lingkungan bermain dan lingkungan sekolah.
Hal ini lah yang penting diperhatikan karena anak-anak dan generasi muda merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi yang tidak ideal. Fisik anak yang masih lemah dan kondisi emosional yang belum stabil sering kali membuat anak rawan menjadi korban kekerasan.
Isu pemenuhan hak anak juga menjadi perhatian bagi dunia Internasional. Tonggak awal komitmen dunia dalam mewujudkan dunia layak anak yaitu adanya Deklarasi Hak Anak yang diadopsi oleh Liga Bangsa-Bangsa, dan dikenal dengan Deklarasi Jenewa pada tahun 1924. Selanjutnya pada tahun 1948, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi HAM yang di dalamnya terdapat Hak Khusus bagi Anak. Pada tahun 1959, PBB mengeluarkan pernyataan mengenai Hak Anak yang merupakan Deklarasi Internasional kedua terkait dengan hak anak. Demikian juga dengan Pemerintah Indonesia yang juga menaruh perhatian lebih terhadap isu ketidakadilan perlakuan terhadap anak. Pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi anak merupakan salah satu target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) hingga tahun 2030. Dalam konteks pembangunan, perlindungan anak begitu erat kaitannya dengan perbaikan kualitas SDM. Hal ini sesuai dengan salah satu arahan presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, bahwa pembangunan SDM diantaranya melalui peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang implementasinya diwujudkan dengan menyediakan layanan pengaduan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) yang diampu oleh Kementrian PPA. Komitem yang tinggi terhadap perlindungan anak ditunjukkan oleh pemerintah dengan beberapa kali merivisi Undang-Undang tentang anak. Terakhir adalah UUPA Nomor 17 Tahun 2016 di mana pada pasal 20 disebutkan bahwa βNegara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga, dan Orang Tua atau Wali berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anakβ. Lebih lanjut, pada Pasal 21 juga mengatur ketentuan bahwasanya untuk menjamin pemenuhan hak anak dan menjalankan kebijakan perlindungan anak, Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah; dan mewujudkannya melalui upaya daerah untuk membangun Kota/Kota Layak Anak.
Untuk dapat menyelenggarakan upaya perlindungan anak secara optimal maka daerah memerlukan data yang memadai. Ketersediaan data statistik yang memadai dan komprehenship tentang kondisi dan situasi anak Kabupaten Tuban sangat berguna tidak hanya sebagai sumber informasi bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan, namun juga sangat dibutuhkan masyarakat luas yang seharusnya juga memiliki perhatian terhadap nasib anak. Tanpa adanya data tentang anak yang valid sekaligus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka sulit bagi pemerintah Kabupaten Tuban untuk merancang dan menentukan kebijakan pembangunan yang responsif terhadap nasib dan hak anak.
Berdasar pertimbangan itu, maka dianggap penting adanya upaya dalam penggalian dan pendeskripsian data terpilah tentang anak dan data lainnya tentang hak, yang diwujudkan dalam penyusunan buku Profil Anak Kabupaten Tuban tahun 2024.
Hal ini lah yang penting diperhatikan karena anak-anak dan generasi muda merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi yang tidak ideal. Fisik anak yang masih lemah dan kondisi emosional yang belum stabil sering kali membuat anak rawan menjadi korban kekerasan.
Isu pemenuhan hak anak juga menjadi perhatian bagi dunia Internasional. Tonggak awal komitmen dunia dalam mewujudkan dunia layak anak yaitu adanya Deklarasi Hak Anak yang diadopsi oleh Liga Bangsa-Bangsa, dan dikenal dengan Deklarasi Jenewa pada tahun 1924. Selanjutnya pada tahun 1948, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi HAM yang di dalamnya terdapat Hak Khusus bagi Anak. Pada tahun 1959, PBB mengeluarkan pernyataan mengenai Hak Anak yang merupakan Deklarasi Internasional kedua terkait dengan hak anak. Demikian juga dengan Pemerintah Indonesia yang juga menaruh perhatian lebih terhadap isu ketidakadilan perlakuan terhadap anak. Pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi anak merupakan salah satu target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) hingga tahun 2030. Dalam konteks pembangunan, perlindungan anak begitu erat kaitannya dengan perbaikan kualitas SDM. Hal ini sesuai dengan salah satu arahan presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, bahwa pembangunan SDM diantaranya melalui peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang implementasinya diwujudkan dengan menyediakan layanan pengaduan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) yang diampu oleh Kementrian PPA. Komitem yang tinggi terhadap perlindungan anak ditunjukkan oleh pemerintah dengan beberapa kali merivisi Undang-Undang tentang anak. Terakhir adalah UUPA Nomor 17 Tahun 2016 di mana pada pasal 20 disebutkan bahwa βNegara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga, dan Orang Tua atau Wali berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anakβ. Lebih lanjut, pada Pasal 21 juga mengatur ketentuan bahwasanya untuk menjamin pemenuhan hak anak dan menjalankan kebijakan perlindungan anak, Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah; dan mewujudkannya melalui upaya daerah untuk membangun Kota/Kota Layak Anak.
Untuk dapat menyelenggarakan upaya perlindungan anak secara optimal maka daerah memerlukan data yang memadai. Ketersediaan data statistik yang memadai dan komprehenship tentang kondisi dan situasi anak Kabupaten Tuban sangat berguna tidak hanya sebagai sumber informasi bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan, namun juga sangat dibutuhkan masyarakat luas yang seharusnya juga memiliki perhatian terhadap nasib anak. Tanpa adanya data tentang anak yang valid sekaligus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka sulit bagi pemerintah Kabupaten Tuban untuk merancang dan menentukan kebijakan pembangunan yang responsif terhadap nasib dan hak anak.
Berdasar pertimbangan itu, maka dianggap penting adanya upaya dalam penggalian dan pendeskripsian data terpilah tentang anak dan data lainnya tentang hak, yang diwujudkan dalam penyusunan buku Profil Anak Kabupaten Tuban tahun 2024.
Tujuan Kegiatan
agar profil anak ini dapat dijadikan acuan dan pertimbangan dalam penyusunan rencana, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program berikut anggarannya bagi Pemerintah Kabupaten Tuban, yang diharapkan dapat berpihak terhadap pemenuhan hak-hak anak. Di samping itu juga dapat memberikan informasi sebagai data pembuka wawasan bagi pengembangan kebijakan Kota Layak Anak di Kabupaten Tuban.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
3 Juni 2025 - 21 Juni 2025
Desain
3 Juni 2025 - 21 Juni 2025
Pengumpulan Data
24 Juni 2025 - 19 Juli 2025
Pengolahan Data
8 Juli 2025 - 19 Juli 2025
Analisis
8 Juli 2025 - 16 Agustus 2025
Diseminasi
19 Agustus 2025 - 27 Agustus 2025
Evaluasi
28 Agustus 2025 - 30 Agustus 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 7 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Anak | - | Seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. | Juli |
| Jenis Kelamin | - | Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki. | Juli |
| Umur | - | Lama waktu hidup sejak dilahirkan yang dihitung dalam tahun menurut sistem kalender Masehi dengan pembulatan ke bawah atLama waktu hidup sejak dilahirkan yang dihitung dalam tahun menurut sistem kalender Masehi dengan pembulatan ke bawah atau umur ulang tahun yang terakhir.au | Juli |
| Jenjang Pendidikan | - | Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. | Juli |
| Pekerja Anak | - | Pekerja anak mengacu pada eksploitasi anak melalui segala bentuk pekerjaan yang merampas masa kanak-kanak mereka, mengganggu kemampuan mereka untuk menghadiri sekolah reguler, dan secara mental, fisik, sosial dan moral berbahayaβ (ILO, 2018). | Juli |
| Kekerasan | - | Setiap perbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. | Juli |
| Stunting | - | StaStatus gizi yang didasarkan pada panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U).tus gizi yang didasarkan pada panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). | Juli |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | TUBAN |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Rumah Tangga
- Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 3 orang
Pengumpul data/enumerator : 47 orang
Pengumpul data/enumerator : 47 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Rumah Tangga
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
7 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #249105
Kekerasan
String β’ -
["-"]Lihat β
ID Variabel Indah: #249103
Jenjang Pendidikan
String β’ -
["-"]Lihat β
ID Variabel Indah: #248994
Stunting
String β’ Baduta
["Stunting"]Lihat β
ID Variabel Indah: #248993
Umur/Usia
String β’ -
["Umur/Usia"]Lihat β
ID Variabel Indah: #248992
Anak
String β’ -
["Seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan."]Lihat β
ID Variabel Indah: #248991
Pekerja Anak
String β’ -
["-"]Lihat β
ID Variabel Indah: #248990
Jenis Kelamin
String β’ -
["Jenis Kelamin"]Lihat β
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan