← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#83392
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kota Surabaya
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.3578.003
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya
Alamat Lengkap
Jl. Pagesangan II No. 56, Surabaya
Telepon
031-8282328
Faksimile
031-8282328
Email
dinasdkppsby@surabaya.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
LILIK ARIJANTO, ST, MT
Eselon 2
Ir. Antiek Sugiharti M.Si
Nama PJ Teknis
Dwi Suryaning Endah Yanie, ST
Jabatan
Kepala Bidang Pangan
Alamat
Jalan Pagesangan II No. 56
Telepon
08121749490
Faksimile
-
Email
pangan.dkpp.surabaya@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Kota Surabaya terdiri dari 31 Kecamatan dan 153 Kelurahan dengan total penduduk sebesar 3,00 juta jiwa (BPS). Secara geografis terletak di bagian bawah atau selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara 112° 36’ s/d 112°54’ Bujur Timur dan memanjang dari barat ke timur di antara 07° 9’ s.d 07° 21’ Lintang Selatan. Kota Surabaya di sebelah utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah selatan berbatasan dengan Kota Sidoarjo, sebelah timur berbatasan dengan Selat Madura, dan sebelah barat berbatasan dengan Kota Gresik. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.1.1-6117 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau, bahwa luas wilayah Kota Surabaya sebesar 335,925 km2. Secara klimatologis, berdasarkan data yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Juanda, suhu rata-rata berkisar antara 27,40oC hingga 30,70oC. Curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun, tertinggi terjadi pada bulan Juni dan September 2023 dengan curah hujan sebesar 8.888,0 mm (Kota Surabaya Dalam Angka 2024).Perekonomian Kota Surabaya tergantung pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang masih mempunyai peranan tinggi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku. Sektor ini tahun 2023 tetap dibandingkan tahun sebelumnya, di mana tahun 2023 peranannya tetap 28,16%. Sektor yang mengalami kenaikan tahun 2023 adalah sektor transportasi dan pergudangan, yaitu dari 5,53 % menjadi 5,99%; sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, yaitu dari 15,60 % menjadi 16,03%; sektor Pengadaan Listrik dan Gas dari 0,42 % menjadi 0,52 %; Jasa Perusahaan dari 2,41% menjadi 2,45%; Jasa lainnya, yaitu dari 1,32% menjadi 1,41%. Sementara sektor lainnya mengalami penurunan. Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menunjukkan peranan sebesar 0,14%; Industri Pengolahan menunjukkan peranan sebesar 18,93%; sektor Konstruksi sebesar 9,08%; sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 5,49%, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 5,01%, sektor Real Estate sebesar 2,41%, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 1,19%, sektor Industri Pengolahan sebesar 18,93%, sektor Jasa Pendidikan sebesar 2,21%, sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Limbah Daur Ulang sebesar 0,14%, Sektor Industri Pengolahan sebesar 18,93%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih sangat banyak hal yang harus dilakukan oleh pemerintah dan para pemegang kepentingan (stakeholder) dalam melakukan pembangunan.Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 114 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi Pasal 75 mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi, yang dapat digunakan untuk perencanaan, pemantauan dan evaluasi, stabilisasi pasokan dan harga pangan serta sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan pangan dan gizi.Informasi tentang ketahanan dan kerentanan pangan penting untuk memberikan informasi kepada para pembuat keputusan dalam pembuatan program dan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun tingkat lokal, untuk lebih memprioritaskan intervensi dan program berdasarkan kebutuhan dan potensi dampak kerawanan pangan yang tinggi. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk mengelola krisis pangan dalam rangka upaya perlindungan/penghindaran dari krisis pangan dan gizi baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Dalam rangka menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat dan komprehensif, disusunlah Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas-FSVA sebagai instrumen untuk monitoring ketahanan pangan wilayah. Di tingkat nasional FSVA disusun sejak tahun 2002 bekerja sama dengan World Food Programme (WFP). Kerjasama tersebut telah menghasilkan Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas - FIA) pada tahun 2005. Pada tahun 2009, 2015, 2018 disusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA).Sebagai tindak lanjut penyusunan FSVA Nasional disusun pula FSVA Provinsi dengan analisis sampai tingkat kecamatan dan FSVA Kota dengan analisis sampai tingkat kelurahan. Dengan demikian, permasalahan pangan dapat dideteksi secara cepat sampai level yang paling bawah. FSVA Kota telah disusun sejak tahun 2012 dan dimutakhirkan pada tahun 2016. Untuk mengakomodir perkembangan situasi ketahanan pangan dan pemekaran wilayah kelurahan, maka dilakukan pemutakhiran FSVA Kota pada tahun 2019. Seperti halnya FSVA Nasional dan Provinsi, FSVA Kota menyediakan sarana bagi para pengambil keputusan untuk secara cepat dalam mengidentifikasi daerah yang lebih rentan,  dimana investasi dari berbagai sektor seperti pelayanan jasa, pembangunan manusia dan infrastruktur yang berkaitan dengan ketahanan pangan dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap penghidupan, ketahanan pangan dan gizi masyarakat pada tingkat kelurahan.Pengembangan FSVA tingkat kelurahan merupakan hal yang sangat penting, di mana kondisi ekologi dan kepulauan yang membentang dari timur ke barat, kondisi iklim yang dinamis dan keragaman sumber penghidupan masyarakat menunjukkan adanya perbedaan situasi ketahanan pangan dan gizi di masing-masing wilayah. FSVA Kota akan menjadi alat yang sangat penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan untuk mengurangi kesenjangan ketahanan pangan.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui gambaran Rasio jumlah sarana dan prasarana ekonomi terhadap jumlah rumah tanggaMengetahui gambaran Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk kelurahanMengetahui gambaran Kelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udaraMengetahui gambaran Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga kelurahanMengetahui gambaran Rasio jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk kelurahanMengetahui gambaran Peta Komposit Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kota Surabaya
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Mei 2025 - 31 Mei 2025
Desain
1 Mei 2025 - 31 Mei 2025
Pengumpulan Data
1 Juni 2025 - 31 Juli 2025
Pengolahan Data
1 Agustus 2025 - 30 September 2025
Analisis
1 Oktober 2025 - 31 Oktober 2025
Diseminasi
1 November 2025 - 30 November 2025
Evaluasi
1 November 2025 - 30 November 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 14 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Luas wilayah per kelurahanLuas wilayahluas wilayah per kelurahan2024
Jumlah penduduk per kelurahanJumlah pendudukbanyaknya penduduk per kelurahan2024
Jumlah rumah tangga per kelurahanJumlah rumah tanggabanyaknya rumah tangga per kelurahan2024
jumlah sarana dan prasarana ekonomi per kelurahanjumlah sarana dan prasarana ekonomiBanyaknya Prasarana dan sarana penyedia Pangan di tiap kelurahan, antara lain : 1). pasar dengan bangunan permanen (memiliki atap, lantai, dan dinding); 2). pasar dengan bangunan semi permanen (memiliki atap dan lantai, tanpa dinding); 3). pasar tanpa bangunan (misalnya: pasar subuh, pasar terapung, dll.); 4). jumlah minimarket/swalayan (tempat usaha di bangunan tetap untuk menjual berbagai jenis barang secara eceran dengan label harga, sistem pelayanan mandiri, luas lantai < 400 m2 (kurang dari empat ratus meter persegi)); 5). toko/warung kelontong (tempat usaha di bangunan tetap untuk menjual berbagai jenis barang keperluan sehari–hari secara eceran, tanpa ada sistem pelayanan mandiri); 6). toko/warung kelontong yang menjual bahan Pangan (sembako); 7). warung/kedai makanan minuman (usaha Pangan siap saji di bangunan tetap, pembeli biasanya tidak dikenai pajak); 8). restoran/rumah makan (usaha Pangan siap saji di bangunan tetap, pembeli biasanya dikenai pajak); 9). kelompok pertokoan (minimal 10 (sepuluh) toko dan mengelompok dalam satu lokasi); 10). hotel (menyediakan jasa akomodasi dan ada restoran, penginapan dengan izin usaha sebagai hotel); 11). penginapan: hostel/motel/losmen/wisma (menyediakan akomodasi, penginapan dengan izin usaha bukan sebagai hotel); dan 12). lumbung Pangan, gudang, penggilingan, usaha mikro dan kecil dan menengah, dan sarana penyedia Pangan lainnya.2024
jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah per kelurahanjumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendahbanyaknya penduduk dengan status kesejahteraan terendah2024
Kelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udaraKelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadaiKelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadai dengan kriteria: (1) dapat dilalui sepanjang tahun; (2) dapat dilalui sepanjang tahun kecuali saat tertentu (ketika turun hujan, pasang, dll); (3) dapat dilalui selama musim kemarau; (4) tidak dapat dilalui sepanjang tahun. 2024
jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih per kelurahanjumlah rumah tangga tanpa akses air bersihRumah tangga tanpa akses ke air bersih, yaitu rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum yang berasal dari air isi ulang, leding/PAM, sumur bor/pompa air, sumur terlindung serta mata air yang terlindung dengan memperhatikan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat minimal 10 m (sepuluh meter).2024
jumlah tenaga kesehatan per kelurahanjumlah tenaga kesehatanBanyaknya tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyarakat, asisten apoteker, perawat gigi, pelaksana kesehatan, penata rontgen, dan tenaga kesehatan lainnya) di setiap kelurahan2024
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. JAWA TIMUR KOTA SURABAYA
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, Pengumpulan data sekunder dari PD terkait dilakukan dengan pengisian spreadsheet
Unit Pengumpulan Data
- Individu
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, melakukan pertemuan verifikasi data dengan PD terkait
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kelurahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Tidak -
Digital (Softcopy) Ya -
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
14 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #249629
Hotel
Integer • Hotel
Usaha yang menyediakan jasa akomodasi dan ada restoran, penginapan dengan izin usaha sebagai hotel
["Hotel"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249628
Jenis Tenaga Kesehatan
Integer • -
Penggolongan tenaga yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu m
["Tenaga Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249627
Rumah Tangga Pelanggan PDAM
Integer • Rumah tangga
Rumah tangga yang menggunakan jasa air dari PDAM
["Rumah Tangga"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249626
Warung/ Kedai Makanan Minuman
Integer • Warung/ Kedai Makanan Minuman
Usaha pangan siap saji di bangunan tetap dengan pembeli biasanya tidak dikenai pajak
["Warung/ Kedai Makanan Minuman"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249625
Akses Penghubung Sarana Prasarana
Integer • -
Akses penghubung memadai dengan mempertimbangkan keterjangkauan waktu dari prasarana dan sarana transportasi baik darat, air, atau udara
["Sarana Prasarana"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249624
Luas Lahan Baku Sawah
Float • -
Luas lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi tanpa memandang dimana diperoleh/
["Luas Lahan Sawah"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249623
Kelompok Pertokoan
Integer • -
Toko yang mengelompok dalam satu lokasi (10 toko)
["Kelompok Pertokoan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249622
Penginapan
Integer • -
Usaha akomodasi dalam bentuk hostel/motel/losmen/wisma dengan izin usaha bukan sebagai hotel
["Penginapan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249621
Pasar
Integer • -
Lembaga ekonomi tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan transaksi perdagangan
["Pasar"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249620
Toko/ Warung Kelontong
Integer • -
Tempat usaha di bangunan tetap untuk menjual berbagai jenis barang keperluan sehari–hari secara eceran, tanpa ada sistem pelayanan mandiri
["Toko/ Warung Kelontong"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249619
Restoran/ Rumah Makan
Integer • -
Usaha pangan siap saji di bangunan tetap dengan pembeli biasanya dikenai pajak
["Restoran/ Rumah Makan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249618
Minimarket/ Swalayan
Integer • -
Tempat usaha di bangunan tetap untuk menjual berbagai jenis barang secara eceran dengan label harga, sistem pelayanan mandiri, luas lantai < 400 m2 (kurang dari empat ratus meter p
["Minimarket/ Swalayan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249617
Rumah Tangga
Integer • -
Seseorang atau sekelompok orang yang tinggal bersama dan dalam 1 (satu) pengelolaan makan/minum dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
["Rumah Tangga"]Lihat →
ID Variabel Indah: #249616
Luas Kelurahan
Float • Kilometer persegi
Luas wilayah kerja lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau Kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang disebut lurah selaku perangkat kecamatan dan bertanggun
["Luas", "Kelurahan"]Lihat →