📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Perizinan Berusaha di Jawa Barat 2024
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Publik, Perpajakan, dan Regulasi Pasar
4 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#76457
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Perizinan Berusaha di Jawa Barat
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik, Perpajakan, dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Alamat Lengkap
Jl. WIndu No. 26, Bandung
Telepon
02273515000
Faksimile
02273515151
Email
datindpmptspjabar@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Dr. H. Dedi Taufik, M.Si
Nama PJ Teknis
Pamudi Budi Suharsono, S.Si
Jabatan
Pranata Komputer Ahli Muda
Alamat
Jl. Windu No. 26, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263
Telepon
022-73515000
Faksimile
022-73515151
Email
dpmptsp@jabarprov.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Salah satu tujuan pembentukan pemerintahan negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Amanat tersebut, antara lain, telah dijabarkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) dan merupakan amanat konstitusi yang melandasi pembentukan seluruh peraturan perundang-undangan di bidang perekonomian. Konstitusi mengamanatkan agar pembangunan ekonomi nasional harus berdasarkan prinsip demokrasi yang mampu menciptakan terwujudnya kedaulatan ekonomi Indonesia. Untuk memberikan pelayanan yang transparan, perlakuan yang sama, mudah, efisien, cepat, berkeadilan, akuntabilitas, dan kepastian hukum, diperlukan pelayanan di bidang penanaman modal, baik pelayanan perizinan maupun non-perizinan yang dilaksanakan secara terpadu satu pintu, yang dalam tingkat provinsi disebut dengan Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, pasal 33 mengatur tentang pelaporan penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah. Pada Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan bahwa Bupati/Walikota menyampaikan laporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah Kabupaten/Kota kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat. Kemudian Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat menyampaikan laporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota kepada Menteri. Laporan tersebut disampaikan secara berkala setiap 3 bulan (triwulan) dan paling sedikit memuat jumlah perizinan yang diterbitkan, rencana dan realisasi investasi, serta kendala dan solusi.
Berdasarkan Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal, Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanam Modal Asing (PMA), untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Sementara, Laporan Kegiatan Penanaman Modal yang selanjutnya disingkat LKPM adalah laporan mengenai perkembangan realisasi Penanaman Modal dan permasalahan yang dihadapi Pelaku Usaha yang wajib dibuat dan disampaikan secara berkala. Dari LKPM tersebut, akan didapat Nilai Realisasi Investasi yang berupa banyaknya investasi yang masuk dan tercatat pada LKPM, baik yang berasal dari perusahaan PMA maupun PMDN.
Sebagai dinas yang memiliki tugas dan fungsi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang menjadi kewenangan daerah, Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat diberikan kewenangan Pemerintah Daerah provinsi dalam Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah oleh Gubernur Jawa Barat, termasuk di dalamnya terkait pelaporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha kepada Kementerian Dalam Negeri. Hal ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, pasal 33. Selain itu, Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat harus dapat memberikan informasi terkait realisasi dan potensi investasi di Jawa Barat sebagai bahan dalam mengambil kebijakan pengembangan investasi di Jawa Barat.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, pasal 33 mengatur tentang pelaporan penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah. Pada Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan bahwa Bupati/Walikota menyampaikan laporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah Kabupaten/Kota kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat. Kemudian Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat menyampaikan laporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota kepada Menteri. Laporan tersebut disampaikan secara berkala setiap 3 bulan (triwulan) dan paling sedikit memuat jumlah perizinan yang diterbitkan, rencana dan realisasi investasi, serta kendala dan solusi.
Berdasarkan Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal, Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanam Modal Asing (PMA), untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Sementara, Laporan Kegiatan Penanaman Modal yang selanjutnya disingkat LKPM adalah laporan mengenai perkembangan realisasi Penanaman Modal dan permasalahan yang dihadapi Pelaku Usaha yang wajib dibuat dan disampaikan secara berkala. Dari LKPM tersebut, akan didapat Nilai Realisasi Investasi yang berupa banyaknya investasi yang masuk dan tercatat pada LKPM, baik yang berasal dari perusahaan PMA maupun PMDN.
Sebagai dinas yang memiliki tugas dan fungsi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang menjadi kewenangan daerah, Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat diberikan kewenangan Pemerintah Daerah provinsi dalam Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah oleh Gubernur Jawa Barat, termasuk di dalamnya terkait pelaporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha kepada Kementerian Dalam Negeri. Hal ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, pasal 33. Selain itu, Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat harus dapat memberikan informasi terkait realisasi dan potensi investasi di Jawa Barat sebagai bahan dalam mengambil kebijakan pengembangan investasi di Jawa Barat.
Tujuan Kegiatan
1. Meningkatkan kinerja Dinas PMPTSP Jawa Barat dan Dinas PMPTSP Kabupaten/Kota di Jawa Barat dalam Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah. Laporan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan yang dilakukan oleh Menteri dan/atau Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat sesuai dengan kewenangannya. 2. Memberikan stimulus terhadap perkembangan investasi di Jawa Barat karena memberikan informasi mengenai realisasi investasi dan potensi investasi berdasarkan sumber investasi baik PMA maupun PMDN, sektor usaha yang berpotensi untuk ditingkatkan serta seberapa besar jumlah investasi tersebut dapat menyerap tenaga kerja yang berimplikasi terhadap peningkatan PDRB di Jawa Barat.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Desain
1 Februari 2024 - 31 Maret 2024
Pengumpulan Data
1 April 2024 - 3 Januari 2025
Pengolahan Data
6 Januari 2025 - 17 Januari 2025
Analisis
20 Januari 2025 - 24 Januari 2025
Diseminasi
27 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Evaluasi
3 Februari 2025 - 7 Februari 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 4 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Perizinan Berusaha Kewenangan Gubernur Provinsi Jawa Barat | Perizinan berusaha yang masuk melalui aplikasi OSS RBA dan merupakan kewenangan Gubernur Provinsi Jawa Barat. | Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah. Perizinan Berusaha adalah legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan usaha dan/ atau kegiatannya. Jumlah perizinan berusaha adalah jumlah permohonan perizinan berusaha yang masuk. | Selama tahun 2024 |
| Nomor Induk Berusaha (NIB) Skala Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Provinsi Jawa Barat | NIB Skala UMK yang diterbitkan di wilayah Provinsi Jawa Barat | Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Nomor Induk Berusaha yang selanjutnya disingkat NIB adalah bukti registrasi/pendaftaran Pelaku Usaha untuk melakukan kegiatan usaha dan sebagai identitas bagi Pelaku Usaha dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, yang berskala Usaha Mikro, dan Kecil (UMK). Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/ atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur daiam Peraturan Pemerintah ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah ini. | Selama tahun 2024 |
| Nomor Induk Berusaha (NIB) Skala Usaha non-Mikro dan Kecil (non-UMK) di Provinsi Jawa Barat | NIB Skala non-UMK yang diterbitkan di wilayah Provinsi Jawa Barat | Menurut Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal. Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Jumlah rencana proyek penanaman modal adalah banyaknya rencana proyek yang tercatat di aplikasi OSS RBA. Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission) yang selanjutnya disebut Sistem OSS adalah sistem elektronik terintegrasi yang dikelola dan diselenggarakan oleh Lembaga OSS untuk penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. | Selama tahun 2024 |
| Rencana Proyek di Provinsi Jawa Barat | Rencana proyek yang masuk melalui di aplikasi OSS RBA di wilayah Provinsi Jawa Barat | Menurut Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal. Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Jumlah rencana proyek penanaman modal adalah banyaknya rencana proyek yang tercatat di aplikasi OSS RBA. Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission) yang selanjutnya disebut Sistem OSS adalah sistem elektronik terintegrasi yang dikelola dan diselenggarakan oleh Lembaga OSS untuk penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. | Selama tahun 2024 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Triwulanan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA BARAT | BOGOR |
| 2. | JAWA BARAT | SUKABUMI |
| 3. | JAWA BARAT | CIANJUR |
| 4. | JAWA BARAT | BANDUNG |
| 5. | JAWA BARAT | GARUT |
| 6. | JAWA BARAT | TASIKMALAYA |
| 7. | JAWA BARAT | CIAMIS |
| 8. | JAWA BARAT | KUNINGAN |
| 9. | JAWA BARAT | CIREBON |
| 10. | JAWA BARAT | MAJALENGKA |
| 11. | JAWA BARAT | SUMEDANG |
| 12. | JAWA BARAT | INDRAMAYU |
| 13. | JAWA BARAT | SUBANG |
| 14. | JAWA BARAT | PURWAKARTA |
| 15. | JAWA BARAT | KARAWANG |
| 16. | JAWA BARAT | BEKASI |
| 17. | JAWA BARAT | BANDUNG BARAT |
| 18. | JAWA BARAT | PANGANDARAN |
| 19. | JAWA BARAT | KOTA BOGOR |
| 20. | JAWA BARAT | KOTA SUKABUMI |
| 21. | JAWA BARAT | KOTA BANDUNG |
| 22. | JAWA BARAT | KOTA CIREBON |
| 23. | JAWA BARAT | KOTA BEKASI |
| 24. | JAWA BARAT | KOTA DEPOK |
| 25. | JAWA BARAT | KOTA CIMAHI |
| 26. | JAWA BARAT | KOTA TASIKMALAYA |
| 27. | JAWA BARAT | KOTA BANJAR |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Unit Pengolahan Data Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Rekonsiliasi data dengan kabupaten/kota
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Usaha/Perusahaan
- Usaha/Perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
4 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #222075
Nomor Induk Berusaha (NIB) Skala Usaha non-Mikro dan Kecil (non-UMK) di Provinsi Jawa Barat
Integer • NIB
["NIB Skala non-UMK yang diterbitkan di wilayah Provinsi Jawa Barat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #222070
Nomor Induk Berusaha (NIB) Skala Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Provinsi Jawa Barat
Integer • NIB
["NIB Skala UMK yang diterbitkan di wilayah Provinsi Jawa Barat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #222067
Perizinan Berusaha Kewenangan Gubernur Provinsi Jawa Barat
Integer • Izin
["Perizinan berusaha yang masuk melalui aplikasi OSS RBA dan merupakan kewenangan Gubernur Provinsi Jawa Barat."]Lihat →
ID Variabel Indah: #221893
Rencana Proyek di Provinsi Jawa Barat
Integer • Proyek
["Rencana Proyek yang tercatat di Aplikasi OSS RBA."]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan