📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah 2024
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Kesehatan
71 Var
37 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#70240
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.6200.002
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah
Alamat Lengkap
Jl. Yos Sudarso No. 09 Palangka Raya
Telepon
(0536) 4270391
Faksimile
(0536) 4270391
Email
dinkes@kalteng.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM
Nama PJ Teknis
Rainer Danny PM.,SKM,MKM
Jabatan
Sekretaris
Alamat
Jl. Yos Sudarso No. 09 Palangka Raya
Telepon
(0536) 4270391
Faksimile
(0536) 4270391
Email
dinkes@kalteng.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Kegiatan Kompilasi Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024 ini disusun berdasarkan data rutin maupun data survei yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Informasi yang disajikan meliputi data dan narasi tentang situasi demografi, fasilitas pelayanan kesehatan dan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan, kesehatan keluarga, serta pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan. Profil ini menyajikan gambaran provinsi, perbandingan antar kabupaten/kota, tren dari tahun ke tahun dan narasi lainnya yang dipandang perlu disampaikan.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan Kompilasi Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024 ini bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran tentang derajat kesehatan dan upaya kesehatan serta hasil-hasil yang telah dicapai dalam pembangunan kesehatan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan gender yang tergambar dalam data tabel, grafik, peta dan indikator dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Data kesehatan yang terpilah menurut jenis kelamin dapat dijadikan data pembuka wawasan yang dapat menggambarkan kondisi, kebutuhan dan persoalan yang dihadapi laki-laki dan perempuan terkait dengan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam pembangunan bidang kesehatan. Data yang responsif gender ini juga akan membantu dalam proses penyusunan rencana dan penganggaran program pembangunan kesehatan di pusat dan daerah.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Desain
2 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Pengumpulan Data
29 Agustus 2024 - 31 Desember 2024
Pengolahan Data
16 September 2024 - 3 Januari 2025
Analisis
16 September 2024 - 3 Januari 2025
Diseminasi
6 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Evaluasi
6 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 71 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) | Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) | Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. | Setahun terakhir |
| Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian | Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian | Sarana produksi bidang kefarmasian dan alat kesehatan menggambarkan tingkat ketersediaan sarana pelayanan kesehatan yang melakukan upaya produksi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan. Yang termasuk sarana produksi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan antara lain Industri Farmasi, Industri Obat Tradisional (IOT), Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA), Industri Kosmetika, Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Produksi Alat Kesehatan Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), dan Industri Kosmetika. | Setahun terakhir |
| Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) | Posyandu | Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya posyandu dikelompokan menjadi 4 strata, yaitu posyandu pratama, posyandu madya, posyandu purnama dan posyandu mandiri. | Setahun terakhir |
| Jenis Tenaga Kesehatan | Jenis Tenaga Kesehatan | Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. | Setahun terakhir |
| Anggaran Kesehatan | Anggaran Kesehatan | Sumber pembiayaan kesehatan berasal dari pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, swasta dan sumber lain. Sesuai Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota memiliki alokasi minimal sepuluh persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di luar gaji (belanja pegawai) | Setahun terakhir |
| Jaminan Kesehatan Nasional | Jaminan Kesehatan Nasional | Jaminan kesehatan merupakan pola pembiayaan yang bersifat wajib, artinya seluruh masyarakat Indonesia (tanpa terkecuali) harus telah menjadi peserta. Melalui penerapan Jaminan Kesehatan Nasional ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat miskin yang tidak berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di kala sakit karena tidak memiliki biaya. | Setahun terakhir |
| Angka Kematian Umum Penderita Yang Dirawat di RS/Gross Death Rate (GDR) | Angka Kematian Umum Penderita Yang Dirawat di RS/Gross Death Rate (GDR) | Angka kematian umum penderita yang dirawat di RS/GDR (Gross Death Rate) berguna untuk mengetahui mutu pelayanan/perawatan di Rumah Sakit | Setahun terakhir |
| Angka Kematian Penderita Yang Dirawat <48 Jam/Net Death Rate (NDR) | Angka Kematian Penderita Yang Dirawat < 48 Jam/Net Death Rate (NDR) | Angka Net Death Rate (NDR) adalah untuk mengetahui mutu pelayanan atau perawatan rumah sakit. Semakin rendah NDR suatu rumah sakit, berarti bahwa mutu pelayanan/perawatan rumah sakit tersebut makin baik | Setahun terakhir |
| Pemakaian Tempat Tidur/Bed Occupancy Rate (BOR) | Pemakaian Tempat Tidur/Bed Occupancy Rate (BOR) | BOR merupakan persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indikator ini dipergunakan untuk menilai kinerja rumah sakit dengan melihat persentase pemanfaatan tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupation Rate (BOR). Angka BOR yang rendah menunjukkan kurangnya pemanfaatan fasilitas perawatan rumah sakit oleh masyarakat | Setahun terakhir |
| Rata-rata Lama Rawat Seorang Pasien/Average Length of Stay (ALOS) | Rata-rata Lama Rawat Seorang Pasien/Average Length of Stay (ALOS) | Rata-rata lama seseorang dirawat inap di rumah sakit | Setahun terakhir |
| Jenis Rumah Sakit | Jenis Rumah Sakit | Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit mengelompokkan rumah sakit berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan menjadi rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Adapun rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya. | Setahun terakhir |
| Luas Wilayah | Luas wilayah | Ruang yang merupakan kesatuan geografis, beserta unsur-unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau fungsional | Setahun terakhir |
| Kependudukan | Kependudukan | Orang yang tinggal disuatu wilayah pada waktu tertentu | Setahun terakhir |
| Desa/Kelurahan | Desa/Kelurahan | Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018) | Setahun terakhir |
| Jenis Klinik | Jenis Klinik | Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menyediakan layanan kesehatan dasar dan Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medis dasar dan spesialis, atau pelayanan medis spesialistik saja | Setahun terakhir |
| Kunjungan Rawat Jalan | Cakupan Kunjungan Rawat Jalan | Kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat jalan untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu | Setahun terakhir |
| Kunjungan Rawat Inap | Cakupan Kunjungan Rawat Inap | Kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik, dan tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu | Setahun terakhir |
| Rata-rata Hari Tempat Tidur Tidak Ditempati / Turn Of Interval (TOI) | Rata-rata Hari Tempat Tidur Tidak Ditempati / Turn Of Interval (TOI) | Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Nilai parameter TOI yang ideal pada kisaran 1-3 hari. Nilai TOI dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online | Setahun terakhir |
| Apotek | Apotek | Sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker (Termasuk Apotek PRB) | Setahun terakhir |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu | Setahun terakhir |
| Anggaran kesehatan perkapita | Anggaran kesehatan perkapita | Anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah (melalui APBN, APBD, dan PHLN tanpa anggaran belanja tidak langsung) untuk biaya penyelenggaraan upaya kesehatan per kapita per tahun | Setahun terakhir |
| Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) | Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) | Pos Pembinaan terpadu (Posbindu) merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut dini terhadap faktor risiko PTM secara terpadu dan terintegrasi dengan kegiatan rutin di masyarakat. | Setahun terakhir |
| Ketersediaan Obat dan Vaksin | Ketersediaan Obat dan Vaksin | Pemantauan ketersediaan obat dalam jenis yang lengkap, jumlah yang cukup, terjamin khasiatnya, aman, efektif dan bermutu dengan harga terjangkau serta mudah diakses adalah sasaran yang harus dicapai. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil | Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil | Pelayanan ini dilakukan selama rentang usia kehamilan ibu yang jenis pelayanannya dikelompokkan sesuai usia kehamilan menjadi trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga | Setahun terakhir |
| Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Difteri bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil | Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Difteri bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil | Upaya mengendalikan infeksi tetanus yang merupakan salah satu faktor risiko kematian ibu dan kematian bayi, maka dilaksanakan program imunisasi Tetanus Toksoid Difteri (Td) bagi Wanita Usia Subur (WUS) dan Ibu Hamil. | Setahun terakhir |
| Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe | Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe | Penanggulangan anemi pada ibu hamil dilaksanakan dengan memberikan 90 tablet Fe kepada ibu hamil selama periode kehamilannya. | Setahun terakhir |
| Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan | Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan | Kesehatan ibu bersalin diwujudkan dalam upaya mendorong agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan | Setahun terakhir |
| Pelayanan Nifas | Pelayanan Nifas | Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan pada ibu nifas sesuai standar, yang dilakukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali sesuai jadwal yang dianjurkan, yaitu pada 6 jam sampai dengan 3 hari pasca persalinan, pada hari ke-4 sampai dengan hari ke-28 pasca persalinan dan pada hari ke-29 sampai dengan hari ke-42 pasca persalinan sampai dengan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas | Setahun terakhir |
| Komplikasi Kebidanan yang Ditangani | Komplikasi Kebidanan yang Ditangani | Komplikasi kebidanan merupakan kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin dan Ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi. Komplikasi dalam kehamilan diantaranya (a) Abortus, (b) Hiperemesis Gravidarum, (c) Perdarahan per vaginam, (d) Hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia, eklampsia), (e) Kehamilan lewat waktu, (f) ketuban pecah dini. Komplikasi dalam persalinan diantaranya (a) Kelainan letak/presentasi janin, (b) Partus macet/distosia, (c) Hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia, eklampsia) (d) Perdarahan pasca persalinan, (e) Infeksi berat/sepsis, (f) Kontraksi dini/persalinan premature, (g) Kehamilan ganda. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Keluarga Berencana | Pelayanan Keluarga Berencana | Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga menyebutkan bahwa program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. | Setahun terakhir |
| Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga | Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga | Puskesmas yang melaksanakan kegiatan pelayanan keluarga seperti melaksanakan kelas ibu hamil, melaksanakan orientasi P4K, melaksanakan kegiatan Kesehatan remaja, melaksanakan penjaringan Kesehatan kelas 1, melaksanakan penjaringan Kesehatan 7 dan 10 dan melaksanakan penjaringan Kesehatan kelas 1 | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Neonatal | Pelayanan Kesehatan Neonatal | Kunjungan Neonatal Pertama atau KN1 merupakan indikator yang menggambarkan upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko kematian pada periode neonatal yaitu 6-48 jam setelah lahir yang meliputi antara lain kunjungan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM) termasuk konseling perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, pemberian vitamin K1 injeksi dan Hepatitis B0 injeksi bila belum diberikan. | Setahun terakhir |
| Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) | Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) | Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram | Setahun terakhir |
| Penyebab Komplikasi Neonatal | Penyebab Komplikasi Neonatal | Neonatal dengan komplikasi adalah neonatal dengan penyakit dan atau kelainan yangdapat menyebabkan kecacatan dan atau kematian, seperti asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma lahir, BBLR (berat lahir <2.500 gram), sindroma gangguan pernafasan, dan kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning dan merah pada pemeriksaan dengan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM). | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Bayi | Pelayanan Kesehatan Bayi | Pelayanan kesehatan pada bayi ditujukan pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan dengan memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi klinis kesehatan (dokter, bidan, dan perawat) minimal 4 kali, yaitu pada 29 hari – 2 bulan, 3 – 5 bulan, 6 – 8 bulan dan 9 – 12 bulan sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Balita | Pelayanan Kesehatan Balita | Kesehatan bayi dan balita harus dipantau untuk memastikan kesehatan mereka selalu dalam kondisi optimal. Untuk itu dipakai indikator-indikator yang bisa menjadi ukuran keberhasilan upaya peningkatan kesehatan bayi dan balita, salah satu diantaranya adalahpelayanan kesehatan anak balita. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah | Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah | Upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah dilakukan melalui kegiatan lintas sektor terkait Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan ini meliputi berbagai upaya antara lain penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pembinaan kantin sekolah sehat, imunisasi, dan pembinaan kader kesehatan sekolah. | Setahun terakhir |
| Imunisasi Dasar lengkap | Imunisasi dasar Lengkap | Undang - Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan. Imunisasi dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Penyelenggaraan imunisasi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 yang diundangkan tanggal 11 April 2017. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut | Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut | Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas meliputi kegiatan pelayanan dasar gigi dan upaya kesehatan gigi sekolah. Kegiatan pelayanan dasar gigi adalah tumpatan (penambalan) gigi tetap dan pencabutan gigi tetap. | Setahun terakhir |
| Status Gizi Bayi di Bawah Lima Tahun (Balita) | Status Gizi Bayi di Bawah Lima Tahun (Balita) | Pengukuran status gizi didasarkan atas Standar World Health Organization (WHO, 2005) yang telah ditetapkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Menurut standar tersebut, status gizi balita dapat diukur berdasarkan tiga indeks, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). | Setahun terakhir |
| Pencegahan dan Penanganan Masalah Gizi | Pencegahan dan Penanganan Masalah Gizi | Penerapan upaya gizi seimbang, setiap keluarga harus mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi | Setahun terakhir |
| Kesehatan Usia Lanjut (USILA) | Kesehatan Usia Lanjut (USILA) | Mengacu pada konsep Active Ageing WHO (2002), lanjut usia sehat berkualitas adalah proses penuaan yang tetap sehat serta optimal secara fisik, sosial dan mental sehingga dapat tetap sejahtera sepanjang hidup dan berpartisipasi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup sebagai anggota masyarakat (partisipasi sosial). | Setahun terakhir |
| Tuberkolusis (TB) | Tuberkolusis (TB) | Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menempati peringkat kedua setelah india terkait penyakit tuberkulosis (TBC). | Setahun terakhir |
| Pneumonia | Pneumonia | Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang jaringan paru (alveoli) yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau terhirup udara yang tercemar. Kelompok rentan terserang pneumonia adalah balita, usia lanjut dan yang memiliki masalah kesehatan seperti gangguan malnutrisi dan gangguan imunologi. | Setahun terakhir |
| HIV dan AIDS | HIV dan AIDS | HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. | Setahun terakhir |
| Diare | Diare | Diare merupakan penyakit ketika terjadi perubahan konsistensi feses dan peningkatan frekuensi buang air besar. Diare merupakan penyakit yang potensial menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. | Setahun terakhir |
| Kusta | Kusta | Penyebab kusta adalah Mycobacterium leprae, yang ditemukan oleh warga negara Norwegia, G.A Armauer Hansen pada tahun 1873 dan sampai sekarang belum dapat dibiakkan dalam media buatan. Keberadaan Kusta terdapat dimana-mana, terutama di Asia, Afrika, Amerika Latin, daerah tropis dan subtropis,serta masyarakat sosial ekonomi rendah, selain penyakit menyeramkan dan ditakuti oleh karena dapat terjadi ulserasi, mutilasi dan deformitas. | Setahun terakhir |
| Coronavirus Disease (COVID-19) | Coronavirus Disease (COVID-19) | Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARSCoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit akibat infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. | Setahun terakhir |
| Tetanus Neonatorum | Tetanus Neonatorum | Penyakit TN masuk ke tubuh melalui luka. Penyakit ini umumnya menginfeksi bayi baru lahir pemotongan tali pusat dengan alat yang tidak steril atau perawatan tali pusat dengan ramuan tradisional yang terkontaminas | Setahun terakhir |
| Pertusis | Pertusis | Pertusis adalah infeksi saluran pernapasan akut berupa batuk yang sangat berat atau batuk intensif. Tersebar ditempat tempat yang padat penduduknya dan dapat berupa endemic pada anak. Merupakan penyakit paling menular dengan attack rate 80-100 % pada penduduk yang rentan. | Setahun terakhir |
| Difteri | Difteri | Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang sistem pernapasan bagian atas. Penyakit difteri pada umumnya menyerang anak-anak usia 1-10 tahun. Pada tahun 2022 di temukan 2 kasus masing-masing di Kabupaten Kotawaring Barat 1 kasus dan Kota Palangka Raya 1 kasus. | Setahun terakhir |
| Campak dan Suspek Campak | Campak dan Suspek Campak | Penyakit Campak disebabkan oleh virus campak atau biasa disebut virus measles. Virus campak termasuk genus Morbilivirus familia Paramyxoviridae. Penyakit ini sangat menular dan akut. Sebagian besar menyerang anak-anak. Bila mengenai balita terutama dengan gizi buruk maka dapat terjadi komplikasi. | Setahun terakhir |
| Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut (AFP) | Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut (AFP) | AFP (Acute Flaccid Paralysis) merupakan kondisi abnormal ketika seseorang mengalami penurunan kekuatan otot tanpa penyebab yang jelas dan berakibat pada kelumpuhan. AFP merupakan sekumpulan penyakit yang ditandai dengan lumpuh layuh akut. | Setahun terakhir |
| Hepatitis B | Hepatitis B | Hepatitis B adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan hati yang disebabkan oleh infeksi VHB dan reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia yang memberikan gejala yang khas yaitu badan lemah, kencing berwarna seperti air the pekat, mata dan seluruh tubuh menjadi kuning. | Setahun terakhir |
| Demam Berdarah (DBD) | Demam Berdarah (DBD) | Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes Aepyty. Penyakit DBD cenderung meningkat dan menyebar luas dan seringkali disertai kejadian luar biasa (KLB), sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat karena menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian. | Setahun terakhir |
| Malaria | Malaria | Malaria adalah infeksi akibat Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Malaria termasuk penyakit menular yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, tidak dari kontak fisik manusia ke manusia. Hingga kini, penyakit malaria masih menjadi ancaman di sejumlah daerah di Indonesia | Setahun terakhir |
| Filariasis | Filariasis | Filariasis atau elephantiasis atau penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang disebabkan infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari tiga spesies yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. | Setahun terakhir |
| Rabies | Rabies | Rabies merupakan penyakit mematikan baik pada manusia maupun hewan yang disebabkan oleh infeksi virus (golongan Rhabdovirus) yang ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, kelelawar, kera, musang dan serigala yang di dalam tubuhnya mengandung virus. | Setahun terakhir |
| Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) | Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) | Pos Pembinaan terpadu (Posbindu) merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut dini terhadap faktor risiko PTM secara terpadu dan terintegrasi dengan kegiatan rutin di masyarakat. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Penyakit Tidak Menular | Pelayanan Penyakit Tidak Menular | Pelayanan Penyakit Tidak Menular seperti Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi), Diabetes Melitus, dan Deteksi Dini Penyakit Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara | Setahun terakhir |
| Pelayanan Skrining Usia Produktif | Pelayanan Skrining Usia Produktif | Pelayanan skrining usia produktif merupakan Pelayanan Skrining faktor risiko pada usia produktif yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan anamnesa perilaku berisiko. | Setahun terakhir |
| Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Berat | Pelayanan Kesehatan (Orang Dengan Gangguan Jiwa ) ODGJ Berat | Pelayanan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan, berupa: pemeriksaan kesehatan jiwa (wawancara psikiatrik dan pemeriksaan status mental), memberikan informasi dan edukasi, tatalaksana pengobatan dan atau melakukan rujukan bila diperlukan. | Setahun terakhir |
| Kejadian luar biasa (KLB) yang ditangani < 24 jam | Kejadian luar biasa (KLB) | Kejadian luar biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu desa/kelurahan dalam jangka waktu tertentu. Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular dan keracunan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah. | Setahun terakhir |
| Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disingkat STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaanmasyarakat dengan cara pemicuan. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat. | Setahun terakhir |
| Air Minum | Air Minum | Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736 Tahun 2010 mengatur tentang Tata Laksana dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa pengawasan internal dilakukan oleh penyelenggara air minum komersial dan pengawasan eksternal dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. | Setahun terakhir |
| Akses Sanitasi Layak | Akses Sanitasi Layak | Sanitasi yang baik merupakan elemen penting yang menunjang kesehatan manusia. Definisi sanitasi dari WHO merujuk kepada penyediaan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia seperti urine dan faeces. Istilah sanitasi juga mengacu kepada pemeliharaan kondisi higienis melalui upaya pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair. | Setahun terakhir |
| Tempat-Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan | Tempat-Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan | Tempat dan Fasilitas Umum yang wajib dikelola oleh Pemerintah Daerah sesuai standar meliputi sekolah, puskesmas, dan pasar. 1. Pasar yang dimaksud adalah pasar rakyat yang terdaftar di Kementerian Perdagangan/Dinas perdagangan Kabupaten/kota. Pasar Rakyat adalah tempat usaha yang ditata, dibangun dan dikelola, oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara, dan atau badan usaha milik daerah dapat berupa toko/kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil dan menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi serta UMKM dengan proses jual beli barang melalui tawar menawar. Ketentuan mengenai pasar rakyat diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. 2. Sekolah yang dimaksud adalah sekolah SD/MI dan SMP/MTs yang terdaftar di Kemendikbud/Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota 3. Puskesmas yang dimaksud adalah puskesmas yang terdaftar (teregistrasi) di Kemenkes Hasil Pengawasan sesuai standard (IKL) adalah berupa Rekomendasi TFU yang telah dilakukan pengawasan sesuai standar tersebut Memenuhi Syarat kesehatan lingkungan (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat kesehatan lingkungan (TMS) yang direkomendasikan oleh puskesmas/dinas kesehatan kabupaten/kota kepada penyelenggara/pengelola TFU. TFU yang hasil Pengawasan sesuai standard IKL Tidak Memenuhi Syarat (TMS) harus ditindak lanjuti oleh Penyelenggara/Pengelola TFU untuk dilakukan Intervensi kesehatan dengan sektor/OPD terkait | Setahun terakhir |
| Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) | Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) | Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) harus memenuhi syarat kesehatan sehingga aman bagi konsumen dan masyarakat yang mengkonsumsinya. TPP yang dimaksud meliputi rumah makan, restoran, jasaboga, kantin, pangan jajanan dan sejenisnya, termasuk depot air minum isi ulang. | Setahun terakhir |
| Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas | Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas | Suplementasi vitamin A pada ibu nifas merupakan salah satu program penanggulangan kekurangan vitamin A. Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vitamin A adalah cakupan ibu nifas yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 SI) pada periode sebelum 40 hari setelah melahirkan. | Setahun terakhir |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | KALIMANTAN TENGAH | KOTAWARINGIN BARAT |
| 2. | KALIMANTAN TENGAH | KOTAWARINGIN TIMUR |
| 3. | KALIMANTAN TENGAH | KAPUAS |
| 4. | KALIMANTAN TENGAH | BARITO SELATAN |
| 5. | KALIMANTAN TENGAH | BARITO UTARA |
| 6. | KALIMANTAN TENGAH | SUKAMARA |
| 7. | KALIMANTAN TENGAH | LAMANDAU |
| 8. | KALIMANTAN TENGAH | SERUYAN |
| 9. | KALIMANTAN TENGAH | KATINGAN |
| 10. | KALIMANTAN TENGAH | PULANG PISAU |
| 11. | KALIMANTAN TENGAH | GUNUNG MAS |
| 12. | KALIMANTAN TENGAH | BARITO TIMUR |
| 13. | KALIMANTAN TENGAH | MURUNG RAYA |
| 14. | KALIMANTAN TENGAH | KOTA PALANGKA RAYA |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Mail
- Lainnya, File excel, Lampiran Form, Surat
- Lainnya, File excel, Lampiran Form, Surat
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten/Kota, RS, Puskesmas
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Lainnya, Pemeriksaan validasi data dari bidang dan kabupaten/kota, pengecekan anomali
- Lainnya, Pemeriksaan validasi data dari bidang dan kabupaten/kota, pengecekan anomali
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten/Kota, RS, Puskesmas
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
71 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #214984
Status Gizi Bayi dibawah Lima tahun (Balita)
Float • Persen
["Status Gizi Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214982
Pencegahan dan Penanganan Masalah Gizi
Float • Persen
["Pencegahan dan Penanganan Masalah Gizi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214977
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
Float • Persen
["Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214971
Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap
Integer • Orang
["Imunisasi Dasar Lengkap"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214959
Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah
Float • Persen
["Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214948
Pelayanan Kesehatan Balita
Float • Persen
["Pelayanan Kesehatan Balita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214938
Pelayanan Kesehatan Bayi
Float • Persen
["Pelayanan Kesehatan Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214914
Penyebab Komplikasi Neonatal
Float • Persen
["Penyebab Komplikasi Neonatal"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214896
Pelayanan Kesehatan Neonatal
Float • Persen
["Pelayanan Kesehatan Neonatal"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214881
Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga
Float • Persen
["Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214871
Pelayanan Keluarga Berencana
Float • Persen
["Pelayanan Keluarga Berencana"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214864
Komplikasi Kebidanan yang Ditangani
Float • Persen
["Komplikasi Kebidanan yang Ditangani"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214852
Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas
Float • persen
["Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214822
Pelayanan Nifas
Float • Persen
["Pelayanan Nifas"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214805
Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan
Float • Presentase
["Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214798
Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe
Float • Persen
["Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214787
Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Difteri bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil
Float • Persen
["Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Difteri bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214785
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
Integer • Persen
["Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214778
Ketersediaan Obat dan Vaksin
Integer • Obat
["Ketersediaan Obat dan Vaksin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214776
Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian
Integer • Unit
["Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214773
Kependudukan
Integer • Jiwa
["Kependudukan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214772
Kesehatan Usia Lanjut (USILA)
Float • Persen
["Kesehatan Usia Lanjut (USILA)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214769
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Float • Persen
["Sanitasi Total Berbasis Masyarakat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214766
Tempat-Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan
Float • Persen
["Tempat-Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214748
Pelayanan Skrining Usia Produktif
Float • Persen
["Pelayanan Skrining Usia Produktif"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214733
Pelayanan Penyakit Tidak Menular
Integer • Orang
["Pelayanan Penyakit Tidak Menular"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214730
Rabies
Integer • Kasus
["Rabies"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214727
Filariasis
Integer • Kasus
["Filariasis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214725
Malaria
Float • Persen
["Malaria"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214717
Demam Berdarah (DBD)
Float • Persen
["Demam Berdarah (DBD)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214700
Hepatitis B
Integer • Kasus
["Hepatitis B"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214697
Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut (AFP)
Integer • Kasus
["Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut (AFP)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214694
Campak dan Suspek Campak
Integer • Satuan
["Campak dan Suspek Campak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214680
Difteri
Integer • Kasus
["Difteri"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214675
Pertusis
Integer • Kasus
["Pertusis"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214663
Tetanus Neonatorum
Integer • Kasus
["Tetanus Neonatorum"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214652
Coronavirus Disease (COVID-19)
Integer • Kasus
["Coronavirus Disease (COVID-19)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214646
Kusta
Float • Persen
["Kusta"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214640
HIV dan AIDS
Integer • Kasus
["HIV dan AIDS"]Lihat →
ID Variabel Indah: #214631
Diare
Float • Persen
["Diare"]Lihat →
ID Variabel Indah: #213009
Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) yang Memenuhi Syarat Kesehatan
Integer • Unit
["Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) yang Memenuhi Syarat Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #213005
Status Air Minum
Integer • -
["Air Minum"]Lihat →
ID Variabel Indah: #213000
Akses Sanitasi Layak
Integer • Persen
["Akses Sanitasi Layak"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212990
Pneumonia
Integer • Persen
["Pneumonia "]Lihat →
ID Variabel Indah: #212984
Tuberkolusis (TBC)
Integer • Kasus
["Tuberkolusis (TBC)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212976
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Integer • Kasus
["Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212971
Kejadian luar biasa (KLB) yang ditangani < 24 jam
Integer • Persen
["Kejadian luar biasa (KLB) yang ditangani < 24 jam"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212965
Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Berat
Integer • Persen
["Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Berat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212957
Ketersediaan Obat dan Vaksin
Integer • Persen
["Ketersediaan Obat dan Vaksin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212953
Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular
Integer • Unit
["Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212892
Jenis Kelamin
Float • -
["Jenis Kelamin"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212891
Apotek
Integer • Unit
["Apotek"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212889
Rata-rata Hari Tempat Tidur Tidak Ditempati / Turn Of Interval (TOI)
Integer • Hari
["Rata-rata Hari Tempat Tidur Tidak Ditempati / Turn Of Interval"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212812
Kunjungan Rawat Inap
Integer • Persen
["Kunjungan Rawat Inap"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212810
Kunjungan Rawat jalan
Integer • persen
["Kunjungan Rawat Jalan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212795
Jenis Klinik
Integer • unit
["Jenis Klinik"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212791
Desa/Kelurahan
Integer • -
["Desa", "Kelurahan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212658
Jenis Rumah Sakit
Integer • Unit
["Jenis Rumah Sakit"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212652
Rata-rata Lama Rawat Seorang Pasien/Average Length of Stay
Integer • Hari
["Rata-rata Lama Rawat Seorang Pasien/Average Length of Stay "]Lihat →
ID Variabel Indah: #212629
Pemakaian Tempat Tidur/Bed Occupancy Rate
Integer • Persen
["Pemakaian Tempat Tidur/Bed Occupancy Rate"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212623
Angka Kematian Penderita Yang Dirawat <48 Jam/Net Death Rate
Integer • Nilai
["Angka Kematian Penderita Yang Dirawat <48 Jam/Net Death Rate "]Lihat →
ID Variabel Indah: #212498
Angka Kematian Umum Penderita Yang Dirawat di RS/Gross Death Rate
Integer • Nilai
["Angka Kematian Umum Penderita yang dirawat di RS/Gross Death Rate"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212488
Jaminan Kesehatan Nasional
Integer • Orang
["Jaminan Kesehatan Nasional"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212466
Anggaran Kesehatan per Kapita
Integer • Rupiah
["Anggaran Kesehatan per Kapita"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212431
Anggaran Kesehatan
Integer • Rupiah
["Anggaran Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212427
Jenis Tenaga Kesehatan
Integer • -
["Tenaga Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212329
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Integer • Unit
["Pos pelayanan Terpadu (Posyandu)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #212320
Pusat Kesehatan Masyarakat
Integer • Unit
["Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #194836
Jumlah Neonatal (Bayi Usia 28 Hari) yang Meninggal
integer • Bayi
["Kematian Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #194835
Jumlah Klinik Utama
integer • Unit
["Klinik Utama"]Lihat →
ID Variabel Indah: #194834
Luas Wilayah
float • Kilo Meter Persegi
["Wilayah"]Lihat →
Indikator Kegiatan
37 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #95274
Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk
Persen • Provinsi
["Gizi Buruk"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95273
Angka Penemuan dan Pengobatan TBC
persen • Provinsi
["Tuberkulosis (TB)"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95272
Angka Keberhasilan Pengobatan TBC
persen • Provinsi
["Tuberkulosis (TB)"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95271
Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue
kasus perseratus ribu penduduk • Provinsi
["Demam Berdarah Dengue (DBD)"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95270
Tingkat Penemuan Kasus Baru Kusta
kasus perseratus ribu penduduk • Provinsi
["Kusta"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95269
Angka Kematian Balita (AKBa)/Under Five Mortality Rate (U5MR)
kematian perseribu anak • Provinsi
["Kematian", "Balita"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95268
Jumlah Kematian Balita
kejadian • Provinsi
["Kematian/Mortalitas", "Balita"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95267
Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Pelayanan Antenatal
persen • Provinsi
["Kehamilan", "Pelayanan Antenatal"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95266
Angka Kematian Ibu (AKI)/Maternal Mortality Ratio (MMR)
kematian perseratus ribu kelahiran hidup • Provinsi
["Kematian Ibu/Maternal Mortality", "Kelahiran Hidup"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95265
Jumlah Tenaga Kefarmasian
orang • Provinsi
["Tenaga Kefarmasian", "Tenaga Teknis Kefarmasian", "Apoteker"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95264
Jumlah Tenaga Keterapian Fisik
orang • Provinsi
["Tenaga Keterapian Fisik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95263
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika
orang • Provinsi
["Tenaga Teknik Biomedika"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95262
Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik
orang • Provinsi
["Ahli Teknologi Laboratorium Medik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95261
Jumlah Tenaga Keperawatan
orang • Provinsi
["Perawat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95260
Jumlah Tenaga Kebidanan
orang • Provinsi
["Bidan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95259
Rata-rata jiwa/rumah tangga
Jiwa • Provinsi
["Anggota Keluarga", "Rumah Tangga"]Lihat →
ID Indikator Indah: #95258
Rasio Jenis Kelamin
laki-laki perseratus perempuan • Provinsi
["Jenis Kelamin"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86852
Jumlah Kematian Balita
kejadian • Provinsi
["Kematian/Mortalitas", "Balita"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86851
Jumlah Klinik Pratama
unit • Provinsi
["Klinik Pratama"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86850
Jumlah Puskesmas Non Rawat Inap
unit • Provinsi
["Puskesmas Non Rawat Inap"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86849
Jumlah Puskesmas Rawat Inap
unit • Provinsi
["Puskesmas Rawat Inap"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86848
Jumlah Penduduk
orang • Provinsi
["Penduduk"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86847
Jumlah Desa/Kelurahan
desa/kelurahan • Provinsi
["Desa", "Kelurahan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86846
Angka Kematian Neonatal
kematian perseribu kelahiran hidup • Provinsi
["Anak", "Kelahiran Hidup"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86845
Jumlah Kematian Ibu
kejadian • Provinsi
["Kematian/Mortalitas", "Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86843
Jumlah Dokter Gigi
orang • Provinsi
["Dokter Gigi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86841
Jumlah Tenaga Kefarmasian
orang • Provinsi
["Tenaga Kefarmasian", "Tenaga Teknis Kefarmasian", "Apoteker"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86839
Jumlah Tenaga Keteknisan Medis
orang • Provinsi
["Tenaga Keteknisan Medis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86838
Jumlah Tenaga Keterapian Fisik
orang • Provinsi
["Tenaga Keterapian Fisik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86836
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika
orang • Provinsi
["Tenaga Teknik Biomedika"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86835
Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik
orang • Provinsi
["Ahli Teknologi Laboratorium Medik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86834
Jumlah Tenaga Gizi
orang • Provinsi
["Tenaga gizi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86832
Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan
orang • Provinsi
["Tenaga Kesehatan Lingkungan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86831
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat
orang • Provinsi
["Tenaga Kesehatan Masyarakat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86829
Jumlah Posyandu
unit • Provinsi
["Posyandu", "Posyandu aktif"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86828
Jumlah Rumah Sakit Khusus
unit • Provinsi
["Rumah Sakit Khusus"]Lihat →
ID Indikator Indah: #86827
Jumlah Rumah Sakit Umum
unit • Provinsi
["Rumah Sakit Umum"]Lihat →