← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#92792
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Kesehatan Provinsi Riau
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.1400.002
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Provinsi Riau
Alamat Lengkap
Jl. Cut nyak dien
Telepon
-
Faksimile
-
Email
dinaskesehatan@riau.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
-
Nama PJ Teknis
M. Wahyudi
Jabatan
Sekretaris
Alamat
Jl. Cut Nyak Dien III Pekanbaru
Telepon
076147968
Faksimile
0761-47968
Email
dinaskesehatan@riau.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan kesehatan pada
hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen yang bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan sumber daya manusia
yang produktif secara sosial dan
ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan
upaya antar program dan sektor,
serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan
pada periode sebelumnya.



Profil Kesehatan Provinsi Riau terbit
setiap tahun sebagai publikasi
data dan informasi kesehatan yang
komprehensif, diharapkan dapat menyediakan data dan informasi akurat sekaligus
menjadi parameter keberhasilan pembangunan kesehatan dari tahun ke tahun. Melalui profil ini juga tergambar keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dicapai
dari tahun ke tahun. Profil Kesehatan Provinsi Riau diharapkan dapat memberikan akses informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang
dan bertanggung jawab
bagi jajaran pemerintah maupun
masyarakat. Semoga dengan terbitnya Profil Kesehatan Provinsi Riau ini dapat mendukung perencanaan dan pengambilan
keputusan di setiap proses manajemen kesehatan
baik di tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota.
Tujuan Kegiatan
Tersedianya dokumen data kesehatan yang komprehensif yang berkualitas dan memenuhi standar penyajian data statistik
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2024 - 19 Januari 2024
Desain
2 Januari 2024 - 19 Januari 2024
Pengumpulan Data
22 Januari 2024 - 8 April 2024
Pengolahan Data
4 Maret 2024 - 30 April 2024
Analisis
1 Mei 2024 - 17 Juni 2024
Diseminasi
1 Mei 2024 - 17 Juni 2024
Evaluasi
1 Mei 2024 - 17 Juni 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 8 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Rumah Sakit -Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat daruratTahunan
Puskesmas rawat inap-Puskesmas yang diberi tambahan sumberdaya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatanTahunan
Klinik Utama-Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau pelayanan medik dasar dan spesialistikTahunan
Apotek-Sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker (Termasuk Apotek PRB)Tahunan
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Jalan-Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu. Kunjungan rawat jalan puskesmas termasuk kunjungan ke jaringan puskesmas, dalam gedung maupun luar gedung (puskesmas keliling, puskemas pembantu, bidan desa, pemeriksaan anak sekolah, dsb). Tahunan
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Inap-Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik, dan tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu.Tahunan
Kunjungan Gangguan Jiwa-Kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang meliputi gangguan pada perasaan, proses pikir, dan perilaku yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya.Tahunan
Fasilitas RS dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1-Ketentuan umum pelayanan gawat darurat level 1 mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 tahun 2018 tentang Pelayanan KegawatdaruratanTahunan
Gross Death Rate (GDR)-Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.Tahunan
Net Death Rate (NDR)-Angka kematian = 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir yaitu < 25 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1Tahunan
BOR (Bed Occupancy Rate)-Persentase pemakaian tempat tidur pada satu-satuan waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%. Nilai BOR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.Tahunan
BTO (Bed Turn Over)-Frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1 tahun). Nilai parameter BTO yang ideal adalah 40-50 kali dalam satu tahun. Nilai BTO dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.Tahunan
TOI (Turn Over Interval)-Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Nilai parameter TOI yang ideal pada kisaran 1-3 hari. Nilai TOI dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.Tahunan
ALOS (Average Length of Stay)-Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. Tahunan
Persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat essensial-Persentase Puskesmas yang memiliki ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator pada saat dilakukan pemantauan terhadap seluruh puskesmas yang melaporkan data. Laporan yang disampaikan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan.Tahunan
Persentase ketersediaan obat essensial-Persentase jumlah item obat indikator yang tersedia di kabupaten kota terhadap 40 item obat indikator yang seharusnya tersedia. Laporan yang dimasukan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan.Tahunan
Persentase kabupaten/kota : dengan ketersediaan vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap)-Persentase kabupaten/kota yang memiliki vaksin IDL terdiri dari Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG, Vaksin DPT-HB-HIB, Vaksin Polio, Vaksin Campak/Campak Rubella pada saat dilakukan pemantauan. Laporan yang dimasukan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan.Tahunan
Posyandu Aktif-Posyandu yang memenuhi kriteria Tahunan
Rasio Dokter umum per 100.000 penduduk -dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio Dokter Spesialis per 100.000 penduduk -dokter spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Rasio Dokter Gigi per 100.000 penduduk -dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Rasio Dokter Gigi Spesialis per 100.000 penduduk -dokter gigi spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Rasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk -perawat yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio tenaga kebidanan per 100.000 penduduk-bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio tenaga keehatan masyarakat per 100.000 penduduk -tenaga kesehatan masyarakat yang bertugas di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio tenaga kesehatan lingkungan per 100.000 penduduk -tenaga kesehatan lingkungan yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio tenaga gizi per 100.000 penduduk -tenaga gizi yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio ahli Teknologi Laboratorium Medik per 100.000 penduduk -Ahli Teknologi Laboratorium Medik yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio tenaga teknik biomedika lainnya per 100.000 penduduk -tenaga teknik biomedika lainnya yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Rasio keterapian fisik per 100.000 penduduk -keterapian fisik yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio keteknisian medis per 100.000 penduduk -keterapian fisik yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio keteknisian medis per 100.000 penduduk -keteknisian medis yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Rasio tenaga teknis kefarmasian per 100.000 penduduk -tenaga teknis kefarmasian yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.Tahunan
Rasio apoteker per 100.000 penduduk -apoteker yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendudukTahunan
Cakupan JKN-jumlah penduduk yang menjadi peserta JKN dibagi pendudukTahunan
Persentase Anggaran Kes Dalam APBD Kab/Kota-Jumlah alokasi APBD kab/kota utk kesehatan terhadap total anggaran APBDTahunan
Anggaran Kesehatan Pemerintah per Kapita per tahun (rupiah)-jumlah alokasi anggaran kesehatan pemerintah terhadap jumlah pendudukTahunan
Angka Lahir Mati-Jumlah lahir mati terhadap 1.000 kelahiran (hidup+mati)Tahunan
Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup-jumlah kematian ibu terhadap jumlah kelahiran hidupTahunan
Cakupan kunjungan Ibu Hamil K-1/K-4/K-6-Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal" "K1" /"K4" "/K6" @"sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu terhadap jumlah seluruh ibuTahunan
Cakupan pertolongan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan-Jumlah ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan " @"sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap jumlah ibu bersalinTahunan
Cakupan pelayanan ibu nifas KF1/KF Lengkap-Jumlah ibu nifas yang telah memperoleh pelayanan nifas " @"sesuai standarKF1/KF Lengkap terhadap jumlah seluruh ibu nifasTahunan
Cakupan ibu nifas mendapat vitamin A-Jumlah ibu nifas mendapatkan vitamin A terhadap jumlah seluruh ibu nifasTahunan
Cakupan Imunisasi Td pada Ibu hamil-Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) dengan memperhatikan hasil skrining dan status T.Tahunan
Cakupan Imunisasi Td pada WUS tidak hamil-Cakupan (jumlah dan persentase) WUS tidak hamil berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imunisasi Td dengan interval tertentu dengan memperhatikan hasil skrining dan status T.Tahunan
Cakupan Imunisasi Td pada WUS hamil dan tidak hamil-Cakupan (jumlah dan persentase) WUS (wanita usia subur) baik hamil maupun tidak hamil, berusia 15-39 tahun yang mendapatkan imunisasi Td dengan interval tertentu, dengan memperhatikan hasil skrining dan status T.Tahunan
Persentase Ibu Hamil yang Mendapat 90 TTD-Jumlah ibu hamil yang mendapat minimal " @"90 tablet tambah darah terhadap jumlah ibu hamilTahunan
Persentase Ibu Hamil yang Mengonsumsi 90 TTD-Jumlah ibu hamil yang mengonsumsi minimal " @"90 tablet tambah darah terhadap jumlah ibu hamilTahunan
Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan-"Jumlah peserta KB pasca persalinan terhadap jumlah sasaran ibu bersalinTahunan
Cakupan Ibu Hamil dengan komplikasi kebidanan yang ditangani-Jumlah ibu hamil dengan komplikasi kebidanan yang mendapat" @" penanganan definitif di suatu wilayah kerja terhadapperkiraan jumlah ibu hamil dgn komplikasi kebidananTahunan
Perkiraan Ibu Hamil dengan Komplikasi Kebidanan-Jumlah Sasaran Ibu Hamil x 20" x 100%" Tahunan
Persentase komplikasi pada neonatus-"Jumlah komplikasi pada neonatus terhadap 15% dari jumlah bayi lahir hidupTahunan
Kematian Neonatal-Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahunan
Kematian Post Neonatal-Kematian yang terjadi pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahunan
Kematian Bayi-Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahunan
Kematian Anak Balita-Kematian yang terjadi pada anak usia 12 - 59 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahunan
Kematian Balita-Kematian yang terjadi pada bayi/anak usia 0 - 59 bulan (bayi + anak balita) tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahunan
Persentase bayi baru lahir ditimbang-"Jumlah bayi baru lahir ditimbang terhadap jumlah sasaran bayi lahir hidupTahunan
Persentase bayi BBLR-"Jumlah bayi BBLR" terhadap "Jumlah bayi baru lahir ditimbang" Tahunan
Persentase bayi Prematur-"Jumlah bayi Prematur " Jumlah sasaran bayi lahir hidup" Tahunan
Cakupan KN1-Jumlah bayi baru lahir " ("umur 6 jam-48 jam" )" yang " @"memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar terhadap "Jumlah seluruh bayi lahir hidup" Tahunan
Cakupan KN lengkap-Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan skrining hipotiroid kongenital " terhadap "Jumlah seluruh bayi lahir hidup" Tahunan
Cakupan Bayi baru lahir yang dilakukan SHK-Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan skrining hipotiroid kongenital " terhadap "Jumlah seluruh bayi lahir hidup" Tahunan
Persentase jumlah bayi baru lahir mendapat IMD-Jumlah bayi baru lahir hidup yang mendapat IMD terhadap "Jumlah seluruh bayi baru lahir hidup" Tahunan
Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif-Jumlah bayi kurang dari 6 bulan masih mendapat ASI eksklusif terhadap Jumlah bayi kurang dari 6 bulan yang dilakukan recall" Tahunan
Pelayanan Kesehatan Bayi-Pelayanan kesehatan pada bayi minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada umur 6-8 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Pelayanan Kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/HB/HiB1-3, Polio 1-4, Campak), pemantauan pertumbuhan, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), pemberian vitamin A pada bayi umur 6-11 bulan, penyuluhan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI).Tahunan
Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI)-Jumlah desa/kelurahan UCI terhadap "Jumlah desa/kelurahan" Tahunan
Cakupan Imunisasi HB0 <24 jam atau 1-7 hari-Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi" @"HB0 <24 jam atau 1-7 hari "Jumlah bayi lahir hidup" Tahunan
Cakupan Imunisasi HB0 Total-Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi" HB0 0 terhadap jumlah bayi lahir hidupTahunan
Cakupan Imunisasi BCG-Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi BCG terhadap jumlah bayi lahir hidupTahunan
akupan imunisasi DPT-HB-Hib3/ Polio4*/Campak Rubela -Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi DPT-HB-HiB3/POLIO4*/Campak Rubela terhadap jumlah surviving infantTahunan
Cakupan imunisasi dasar lengkap-Jumlah bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap terhadap jumlah surviving infantTahunan
Cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4/ Campak Rubela 2 -Jumlah anak usia 18-24 bulan yang mendapat imunisasi" @" DPT-HB-HiB4/Campak Rubela 2 di satu "Jumlah anak usia 12-24 bulan" Tahunan
Persentase bayi mendapat kapsul vitamin A-"Jumlah bayi 6-11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A" terhadap "Jumlah bayi 6-11 bulan" Tahunan
Persentase bayi mendapat kapsul vitamin A Persentase anak balita 12 – 59 bulan mendapat kapsul vitamin A-"Jumlah anak balita 12-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A" Tahunan
Persentase balita 6-59 bulan mendapat kapsul vitamin A-"Jumlah anak balita 6-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A" Tahunan
Balita memiliki Buku KIA-Balita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA.Tahunan
Balita dipantau pertumbuhan : dan perkembangan-Balita (0-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun dan dipantau perkembangan sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Pemantauan perkembangan menggunakan ceklis Buku KIA atau Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) atau instrument baku lainnyaTahunan
Balita dilayani SDIDTK -Balita yang dipantau tahapan perkembangan sesuai usianya (usia 0-24 bulan: 3 bulan sekali; usia 24-72 bulan: 6 bulan sekali) menggunakan instrument dalam SDIDTK oleh tenaga kesehatan Tahunan
Balita dilayani MTBS -Jumlah balita sakit yang datang berobat ke Puskesmas dilayani dengan pendekatan MTBS dalam kurun waktu 1 tahunTahunan
Persentase Balita ditimbang-"Jumlah balita ditimbang" " terhadap Jumlah balita" Tahunan
Persentase Balita Berat Badan Kurang-"Jumlah balita berat badan kurang" "Jumlah balita yang ditimbang berat badan" Tahunan
Persentase balita pendek-"Jumlah balita pendek" terhadap "Jumlah balita yang diukur panjang/tinggi badan" Tahunan
Persentase balita gizi kurang-Jumlah balita gizi kurang" terhadap "Jumlah balita yang diukur berat badan dan panjang/tinggi badan" Tahunan
Persentase balita gizi buruk-Jumlah balita gizi buruk" terhadap "Jumlah balita yang diukur berat badan dan panjang/tinggi badan" Tahunan
Pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SD/MI-Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaranTahunan
Pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SMP/MTs-Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 7 SMP atau MTs yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaran.Tahunan
Pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SMA/MA-Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 10 SMA atau MA yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaranTahunan
Persentase anak usia pendidikan dasar (Kelas 1 sampai dengan 9) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar-Jumlah anak usia pendidikan dasar (Kelas 1 sampai dengan 9) yang mendapat pelayanan" @" kesehatan sesuai standar yang ada di wilayah kerja" @" kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran"Tahunan
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut-Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan gigi dan mulut perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat secara paripurna, terpadu dan berkualitas. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan dapat berupa pemeriksaan, pengobatan, pencabutan gigi tetap/gigi sulung, penambalan tetap/sementara, perawatan pulpa, pembersihan karang gigi dan pembuatan gigi tiruan lepasan (Permenkes Nomor 89 tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut). Tahunan
Tumpatan Gigi Tetap-Jumlah tumpatan gigi tetap yang telah selesai dilakukan penambalan permanen dalam satu tahunTahunan
Pencabutan Gigi Tetap-Jumlah pencabutan gigi tetap yang dilakukan dalam satu tahunTahunan
Kasus dirujuk-Jumlah kasus gigi dan mulut yang dikirim dari Puskesmas ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut dalam satu tahunTahunan
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah -Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut anak sekolah tingkat dasar (SD/MI) atau UKGS dengan mengutamakan pendekatan promotive dan preventif tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif Tahunan
Persentase penduduk usia 15-59 tahun mendapat pelayanan skrining kesehatan sesuai standar-Jumlah orang usia 15–59 tahun di kab/kota mendapat pelayanan skrining kesehatan" @"sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun"Tahunan
Persentase penduduk usia 15-59 tahun berisiko-"Jumlah orang usia 15-59 tahun yang ditemukan faktor risiko PTM" Tahunan
Cakupan Catin mendapatkan Layanan Kesehatan -Jumlah catin laki-laki dan catin perempuan yang mendapatkan pelayanan kesehatan @di Fasyankes di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentuTahunan
Cakupan Catin dengan Anemia-"Jumlah catin perempuan dengan Anemia " terhadap ¦("Jumlah sasaran Catin Perempuan yang mendapatkan pelayanan kesehatan " @"di fasyankes di wilayah kerja dan kurun waktu yang sama" Tahunan
Cakupan Catin dengan Gizi Kurang-"Jumlah catin perempuan dengan Gizi Kurang" terhadap ¦("Jumlah sasaran Catin Perempuan yang mendapatkan pelayanan kesehatan " @"di fasyankes di wilayah kerja dan kurun waktu yang sama" Tahunan
Pelayanan kesehatan usia lanjut-Pelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. Tahunan
Puskesmas melaksanakan kelas ibu hamil-Puskesmas yang minimal 50% desa/kelurahan di wilayah kerjanya melaksanakan kelas ibu hamil dalam kurun waktu 1 tahunTahunan
Puskesmas melaksanakan orientasi P4K-Puskesmas yang melaksanakan Orientasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)Tahunan
Puskesmas melaksanakan kelas ibu Balita-Puskesmas yang minimal 50% desa/kelurahan di wilayah kerjanya melaksanakan kelas ibu Balita dalam kurun waktu 1 tahun Tahunan
Jumlah Puskesmas melaksanakan MTBS-Puskesmas melaksanakan pendekatan MTBS yaitu menggunakan algoritma MTBS (formulir pencatatan MTBS) untuk melayani kunjungan bayi muda dan balita sakitTahunan
Jumlah Puskesmas melaksanakan SDIDTK-Puskesmas melaksanakan SDIDTK yaitu menindaklanjuti rujukan Balita dengan kemungkinan gangguan perkembangan sebagaimana Pedoman Pelaksanaan SDIDTK di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar (Stimulasi/ Intervensi/Rujukan)Tahunan
Terduga tuberkulosis -Orang yang mempunyai gejala utama pasien TB paru adalah batuk selama 2 minggu atau lebih dimana yang dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Pada pasien dengan HIV positif, batuk sering kali bukan merupakan gejala TB yang khas, sehingga gejala batuk tidak harus selalu selama 2 minggu atau lebih Tahunan
Terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar -penegakan diagnosis tuberkulosis melalui Pemeriksaan klinis (tanda dan gejala tuberculosis), pemeriksaan bakteriologis dan pemeriksaan penunjang lainnya, edukasi perilaku berisiko dan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut serta dilakukan pengobatan sesuai standar jika dinyatakan tuberkulosis (Register Terduga Tuberkulosis-TBC.06) yang mendapatkan pelayanan sesuai standar.Tahunan
Semua kasus tuberkulosis-Kasus tuberkulosis (berdasarkan definisi dan klasifikasi) yang ditemukan dan diobatiTahunan
Kasus tuberkulosis anak-Kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahunTahunan
Cakupan penemuan dan pengobatan kasus tuberkulosis (Treatment Coverage TBC)-Jumlah semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden tuberkulosis). Perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis dihitung dengan menggunakan pemodelan mathematic.Tahunan
Cakupan penemuan kasus tuberkulosis anak-Jumlah seluruh kasus tuberkulosis anak yang ditemukan di antara perkiraan jumlah kasus tuberkulosis anak yang ada disuatu wilayah dalam periode tertentu. Perkiraan jumlah kasus tuberkulosis anak adalah 8,3% dari perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden tuberkulosis) yang ada di masing-masing kabupaten/kota.Tahunan
Kasus Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang ditemukan dan diobati-Pasien tuberkulosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan jaringan) melalui pemeriksaan mikroskopis langsung, Tes Cepat Molekuler (TCM) tuberkulosis, atau biakan yang mendapatkan pengobatan.Tahunan
Semua kasus Tuberkulosis ditemukan dan diobati-Semua pasien tuberkulosis yang mendapatkan pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT)Tahunan
Kasus Tuberkulosis sembuh-Pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif dan pada salah satu pemeriksaan sebelumnya.Tahunan
Pengobatan Lengkap-Pasien tuberkulosis yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana pada salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan hasilnya negatif namun tanpa ada bukti hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan.Tahunan
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) semua pasien tuberkulosis-Jumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan pengobatan lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobatiTahunan
Pasien tuberkulosis meninggal-Jumlah pasien tuberkulosis yang meninggal oleh sebab apapun selama masa pengobatan tuberkulosisTahunan
Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar minimal 60%-Jumlah puskesmas yang melakukan tatalaksana standar terhadap minimal 60% balita yang berkunjung dengan keluhan batuk atau kesukaran bernapas. Misanya, jika di kabupaten/kota terdapat 10 puskesmas dan yang melaksanakan tatalaksana standar minimal 60% ada 5 puskesmas, maka jumlah puskesmas yang melakukan tatalaksana standar adalah 5 puskesmasTahunan
Tatalaksana pneumonia Balita sesuai standar-Balita dengan keluhan batuk dan atau kesukaran bernafas yang berkunjung ke sarana kesehatan diberikan tatalaksana standar dilakukan hitung napas/ melihat TDDKTahunan
Penemuan penderita Pneumonia Balita-Balita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahunTahunan
Pelayanan kesehatan orang dengan: risiko terinfeksi virus HIV-Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada setiap orang dengan risiko terinfeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (Human Immunodeficiency Virus = HIV) Tahunan
Persentase ODHIV Baru mendapatkan Pengobatan- Jumlah ODHIV baru ditemukan" )" dan mendapat pengobatan" Tahunan
Penderita diare Balita yang dilayani -Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahunTahunan
Penderita diare semua umur yang dilayani-Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahunTahunan
Penderita diare Balita yang mendapat oralit -Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) mendapat oralit yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahunTahunan
Penderita diare semua umur yang mendapat oralit -Jumlah penderita diare semua umur mendapat oralit yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahunTahunan
tahun Penderita diare Balita yang mendapat Zinc-Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) mendapat Zinc yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahunTahunan
Jumlah ibu hamil diperiksa HBsAg-Semua ibu hamil yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Elisa dalam kurun satu tahunTahunan
Persentase bumil reaktif-Semua ibu hamil yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Elisa dengan hasil Reaktif atau Positif dalam kurun satu tahunTahunan
Persentase ODHIV Baru mendapatkan Pengobatan- Jumlah ODHIV baru ditemukan" )" dan mendapat pengobatan" Tahunan
Persentase Bayi yang Lahir Dari Ibu Hbsag Reaktif Mendapat HBIg < 24 Jam-"Jumlah bayi dari ibu HBsAg Reaktif yang mendapatkan HBIg < 24 Jam sejak dilahirkan " Tahunan
Persentase Bayi yang Lahir Dari Ibu Hbsag Reaktif Mendapat HBIg = 24 Jam-"Jumlah bayi dari ibu HBsAg Reaktif yang mendapatkan HBIg = 24 Jam sejak dilahirkan " Tahunan
Persentase Bayi yang Lahir Dari Ibu Hbsag Reaktif Mendapat HBIg (< 24 Jam + = 24 Jam)-Jumlah bayi dari ibu HBsAg Reaktif yang mendapatkan HBIg" @" < 24 Jam dan HBIg = 24 Jam sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun " Tahunan
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR/New Case Detection Rate)-Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 pendudukTahunan
% kasus kusta baru tanpa cacat (cacat tingkat 0)-"Jumlah penderita kusta baru tanpa cacat yang ditemukan (cacat tingkat 0)" Tahunan
% cacat tingkat 2- Jumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 pada wilayah dan waktu tertentu terhadap"Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan" Tahunan
% penderita kusta <15 tahun-"Jumlah penderita kusta baru (PB+MB) yang berusia <15 tahun" "terhadap Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan" Tahunan
Angka cacat tingkat 2 per 1.000.000 penduduk-" Jumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 " terhadap "Jumlah penduduk" per1000.000 pddkTahunan
Angka prevalensi Per 10.000 penduduk-" Jumlah kasus kusta terdaftar (baru + lama) " terhadap jumlah penduduk dalam 10.000Tahunan
RFT PB (Release From Treatment)-Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan). Penderita kusta baru PB diambil dari penderita kusta baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate PB tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru PB tahun 2020 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu.Tahunan
RFT MB-Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2019 yang menyelesaikan pengobatan (Multi Drug Therapy/MDT) tepat waktu.Tahunan
Non Polio Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk usia <15 tahun -Jumlah kasus AFP Non Polio pada penduduk " <"15 tahun" @"di satu wilayah kerja pada satu kurun waktu tertentu" terhadap jumlah penduduk usia < 15 thn dalam 100.000Tahunan
Case Fatality Rate (difteri/ t.neonatorum)-" Jumlah penderita "("difteri/t.neonatorum")" yang meninggal terhadap"Jumlah penderita "("difteri/t.neonatorum")Tahunan
Incidence Rate suspek campak (per 100.000 penduduk)-"Jumlah kasus suspek campak" terhadap"Jumlah penduduk" Tahunan
Penanggulangan KLB-Upaya yang meliputi penyelidikan epidemiologi; penatalaksanaan penderita, yang mencakup kegiatan pemeriksaan, pengobatan, perawatan dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina; pencegahan dan pengebalan; pemusnahan penyebab penyakit; penanganan jenazah akibat KLB/wabah; penyuluhan kepada masyarakat; dan upaya penanggulangan lainnya.Tahunan
KLB di desa/kelurahan yang ditangani <24 jam-Desa/Kelurahan yang mengalami KLB dan ditanggulangi <24 jam oleh kabupaten/kota terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) pada periode/kurun waktu tertentu.Tahunan
Attack Rate-Angka pengukuran yang dipakai untuk menghitung insidens kasus baru selama kejadian KLB terhadap penduduk yang terancam. Tahunan
CFR (Case Fatality Rate)-Persentase penderita yang meninggal karena suatu penyakit terhadap seluruh kasus penyakit yang samaTahunan
Angka Kesakitan DBD (Incidence Rate)-"Jumlah kasus baru DBD" terhadap "Jumlah kasus baru DBD" dalam 100.000Tahunan
Case Fatality Rate DBD-" Jumlah kematian yang disebabkan DBD" terhadap "Jumlah penderita penyakit DBD yang ditemukan" Tahunan
Konfirmasi laboratorium-"Jumlah sediaan darah yang dikonfirmasi laboratorium" terhadap" Jumlah suspek" Tahunan
% Pengobatan standar -"Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program" terhadap"Jumlah kasus malaria positif" Tahunan
Angka Kesakitan (API) -"Jumlah kasus malaria positif (dengan konfirmasi laboratorium) " terhadap jumlah pendudukTahunan
Case Fatality Rate (CFR)-"Jumlah kasus meninggal karena malaria " terhadap"Jumlah kasus malaria positif " Tahunan
Jumlah kasus kronis filariasis -"Jumlah akumulasi kasus kronis filariasis terhadap("kasus baru dan lama" )"- kasus pindah dan meninggal " Tahunan
Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi-Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun Tahunan
Penderita DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar-Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder Tahunan
Cakupan pemeriksaan leher rahim (IVA) dan payudara (Sadanis)-Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dilakukan deteksi dini kanker" @" leher rahim (IVA) dan kanker payudara (Sadanis ) di suatu wilayah" @" pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan)" terhadap jumlah perempuan usia 30-50 tnTahunan
Persentase IVA positif-Jumlah perempuan usia 30-50 tahun dengan IVA positif@di suatu wilayah pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan) ¦(Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim (IVA)@dan kanker payudara (Sadanis) pada wilayah dan periode waktu yang sama)Tahunan
Pelayanan kesehatan jiwa pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat-Pelayanan kesehatan jiwa pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) beratTahunan
Persentase ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar-Jumlah Penderita ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan" @" jiwa sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun" ) terhadap ¦("Jumlah estimasi penderita ODGJ berat di wilayahnya " @"berdasarkan angka prevalensi Riskesdas terbaru " @"dalam kurun waktu satu tahun yang sama" )Tahunan
Persentase sarana air minum diawasi /diperiksa kualitas air minumnya sesuai standar (aman)-Jumlah sarana air minum yang diawasi/diperiksa kualitas air minumnya yang " @"memenuhi standar (aman)" terhadap "sarana air minum yang ada " Tahunan
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak-Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.Tahunan
KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman-Kepala Keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) (kriteria 1)Tahunan
KK Akses Rumah Sehat-KK yang telah melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) dan Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT).Tahunan
KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT)-KK yang sudah menerapkan pengelolaan kualitas udara dalma rumah tangga.Tahunan
Desa/Kelurahan 5 Pilar STBM-desa/kelurahan yang seluruh KK nya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan dan minimal 50% KK nya telah melaksanakan pilar pilar CTPS, PAMMRT, PSRT, dan PLCRT.Tahunan
Desa/Kelurahan dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)-desa/kelurahan yang seluruh penduduknya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan melalui proses verifikasi.Tahunan
Persentase SD/MI yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL)-Jumlah SD/MI yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) terhadap"Jumlah SD/MI" Tahunan
Persentase SMP/MTS yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL)-Jumlah SMP/MTS yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) terhadap"Jumlah SMP/MTS" Tahunan
Persentase Puskesmas yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL)-Jumlah Puskesmas yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) terhadap"Jumlah Puskesmas" Tahunan
Persentase pasar yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL)-Jumlah pasar yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) terhadap"jumlah pasarTahunan
Persentase TFU yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL)-Jumlah TFU yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) terhadap jumlah TFU"Tahunan
TPP memenuhi syarat higiene sanitasi pangan (Laik HSP)-TPP yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi yang memenuhi minimal nilai standar kesehatan (nilai hasil IKL =80)Tahunan
Persentase Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang memenuhi syarat higiene sanitasi pangan (Laik HSP)-Proporsi TPP yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi yang memenuhi minimal nilai standar kesehatan terhadap jumlah TPP terdaftar.Tahunan
Angka Kesembuhan (Recovery Rate/RR)-RR dihitung dengan membagi jumlah pasien COVID-19 yang sembuh dengan jumlah total pasien yang dikonfirmasi covid-19 dikali 100%. Jumlah pasien COVID-19 yang sembuh disebut sebagai pembilang (numerator) sedangkan total jumlah pasien yang terinfeksi COVID-19 disebut sebagai penyebut (denominator) Tahunan
Angka Kematian (CFR)-Persentase jumlah kasus konfirmasi yang meninggal terhadap seluruh kasus konfirmasi Tahunan
Cakupan Vaksinasi Total-Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan > 60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 1Tahunan
Cakupan Vaksinasi Total (dosis 2)-Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan > 60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 Dosis 2Tahunan
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. RIAU KUANTAN SINGINGI
2. RIAU INDRAGIRI HULU
3. RIAU INDRAGIRI HILIR
4. RIAU PELALAWAN
5. RIAU S I A K
6. RIAU KAMPAR
7. RIAU ROKAN HULU
8. RIAU BENGKALIS
9. RIAU ROKAN HILIR
10. RIAU KEPULAUAN MERANTI
11. RIAU KOTA PEKANBARU
12. RIAU KOTA D U M A I
Metode Pengumpulan Data
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, spreadsheet
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten Kota
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Lainnya, Pertemuan validasi Data Provinsi dan Kabupaten/kota
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 17 Juni 2024
Digital (Softcopy) Ya 17 Juni 2024
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
8 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #292948
Jenis Tenaga Kesehatan
Integer • -
Penggolongan tenaga yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu m
["bTenaga Kesehatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292947
Kejadian kematian neonatal
Integer • Jiwa
Kejadian kematian Bayi pada masa neonatal di mana Masa neonatal adalah usia antara 0-28 hari. Masa neonatal terbagi menjadi: Neonatal dini (perinatal) = 0-7 hari dan Neonatal lanj
["Kematian Bayi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292946
Kejadian Kematian Ibu
Integer • Orang
Kematian ibu merupakan kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas.
["Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292943
Jumlah Balita dengan Stunting
Integer • Balita
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah sta
["Stunting"]Lihat →
ID Variabel Indah: #292940
Klasifikasi Rumah Sakit
Integer • -
Pengelompokan rumah sakit berdasarkan banyaknya bidang dan jenis pelayanan yang diberikan, fasilitas kesehatan, sarana penunjang, dan sumber daya manusia, serta kemampuan penangan
["Rumah Sakit"]Lihat →
ID Variabel Indah: #280153
Posbindu PTM
Integer • Unit
Upaya kesehatan berbasis bersumberdaya masyarakat (UKBM) dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui kegiatan skrining kesehatan/deteksi dini faktor risi
["Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM)"]Lihat →
ID Variabel Indah: #280152
Puskesmas Rawat Inap
Integer • Unit
Puskesmas yang diberi tambahan sumberdaya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan
["Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap"]Lihat →
ID Variabel Indah: #279987
Rumah Sakit
Integer • Unit
Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat
["Rumah Sakit"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
19 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #138619
Jumlah Tenaga Keteknisan Medis
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi keteknisian medis, mencakup perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, tenisi pelayanan darah, refraksionis o
["Tenaga Keteknisan Medis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138617
Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya ahli teknologi laboratorium medik pada wilayah dan periode waktu tertentu.
["Ahli Teknologi Laboratorium Medik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138616
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedika yang terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medik, fisikawan medik,
["Tenaga Teknik Biomedika"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138615
Jumlah Tenaga Gizi
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutrisionis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
["Tenaga gizi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138614
Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan, mencakup tenaga lingkungan, entomolog kesehatan, dan mikrobiolog kesehatan.
["Tenaga Kesehatan Lingkungan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138613
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbi
["Tenaga Kesehatan Masyarakat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138612
Jumlah Tenaga Medis
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.
["Tenaga Medis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138611
Jumlah Tenaga Kebidanan
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan berdasarkan kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak, dan pelayanan kesehatan reproduksi per
["Bidan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138610
Jumlah Tenaga Keperawatan
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan berdasarkan kompetensi untuk melakukan asuhan keperawatan serta tindakan kolaborasi keperawatan dengan tenaga kesehatan lain ses
["Perawat"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138609
Jumlah Posyandu
unit • kabupaten/ kota
Banyaknya posyandu aktif yang meliputi posyandu dengan kegiatan pelayanan sebulan sekali atau lebih dan posyandu dengan kegiatan pelayanan dua bulan sekali atau lebih.
["Posyandu", "Posyandu aktif"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138604
Jumlah Tenaga Kefarmasian
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang melakukan pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian pada wilayah dan periode waktu tertentu.
["Tenaga Kefarmasian", "Tenaga Teknis Kefarmasian", "Apoteker"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138603
Jumlah Tenaga Keterapian Fisik
orang • kabupaten/ kota
Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam terapi fisik, mencakup fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunktur.
["Tenaga Keterapian Fisik"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138585
Angka Kesakitan Malaria
kasus perseribu penduduk • provinsi
Banyaknya kasus positif (dengan pemeriksaan sediaan darah) dalam setiap 1000 penduduk.
["Kesakitan/Morbiditas", "Malaria"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138572
Persentase Kabupaten/Kota dengan Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) Paling Banyak 49 Per 100.000 Penduduk
persen • kabupaten/ kota
Bagian dari populasi kabupaten/kota yang memiliki angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) kurang dari atau sama dengan 49 kasus per 100.000 penduduk dalam kurun waktu satu tahu
["Demam Berdarah Dengue (DBD)"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138547
Persentase Kabupaten/Kota dengan Ketersediaan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap
persen • kabupaten/ kota
Bagian dari populasi kabupaten/kota yang memiliki atau menyediakan vaksin Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang terdiri dari Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG, Vaksin DPT HB-HIB, Vaksin
["Kabupaten", "Kota", "Vaksin", "Imunisasi Dasar Lengkap"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138545
Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) pada Anak di Bawah Lima Tahun (Balita)
persen • kabupaten/ kota
Bagian dari populasi anak balita pada waktu tertentu, yang bertubuh pendek dan sangat pendek ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
["Stunting"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138518
Dokter Spesialis per 100.000 Penduduk
Dokter Spesialis per 100.000 Penduduk • kabupaten/ kota
Dokter spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 pendud
["Dokter Spesialis"]Lihat →
ID Indikator Indah: #138502
Rasio Dokter Gigi per 100.000 Penduduk
Dokter Gigi per 100000 penduduk • kabupaten/ kota
Dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk
["Dokter gigi"]Lihat →
ID Indikator Indah: #130495
Rasio dokter umum per 100.000 penduduk
dokter per 100000 penduduk • kabupaten/ kota
Dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk
["Dokter Umum"]Lihat →