π DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Atau Food Security And Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Sumba Tengah 2024
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TENGAH
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Pertanian dan Perikanan
6 Var
6 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#97602
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Atau Food Security And Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Sumba Tengah
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TENGAH
Alamat Lengkap
MAKATUL
Telepon
-
Faksimile
-
Email
adiwidianata09@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Nyong Umbu K. Pari, S.tp
Eselon 2
Yulius Kapu,s.pt
Nama PJ Teknis
Elvis U P Praing, Sp
Jabatan
Pengolah Data
Alamat
Jl. Lintas Waibakul-makatul
Telepon
082236416281
Faksimile
-
Email
visehupraing@yahoo.co.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Kegiatan ini berlandaskan pada amanat Undang-undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Peraturan tersebut mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk membangun serta mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi guna kepentingan perencanaan, pemantauan, evaluasi, hingga sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah kerawanan pangan.
Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) merupakan instrumen penting untuk menyediakan informasi yang akurat dan komprehensif bagi para pengambil keputusan. Informasi ini memungkinkan pemerintah untuk memprioritaskan program intervensi di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan pangan tinggi serta menjadi alat untuk mengelola krisis pangan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang
FSVA di tingkat kabupaten sendiri merupakan tindak lanjut untuk mempertajam analisis yang sebelumnya telah dilakukan di tingkat nasional dan provinsi. Jika FSVA provinsi mencakup analisis hingga tingkat kecamatan, maka FSVA kabupaten melakukan analisis yang lebih mendalam hingga ke tingkat desa. Hal ini bertujuan agar permasalahan pangan di suatu wilayah dapat dideteksi secara lebih cepat dan spesifik. Pemutakhiran ini sangat diperlukan untuk mengakomodasi perkembangan situasi ketahanan pangan terkini serta adanya perubahan administratif seperti pemekaran wilayah desa, sehingga data yang dihasilkan tetap relevan dan mencerminkan kondisi aktual di lapangan.
Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) merupakan instrumen penting untuk menyediakan informasi yang akurat dan komprehensif bagi para pengambil keputusan. Informasi ini memungkinkan pemerintah untuk memprioritaskan program intervensi di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan pangan tinggi serta menjadi alat untuk mengelola krisis pangan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang
FSVA di tingkat kabupaten sendiri merupakan tindak lanjut untuk mempertajam analisis yang sebelumnya telah dilakukan di tingkat nasional dan provinsi. Jika FSVA provinsi mencakup analisis hingga tingkat kecamatan, maka FSVA kabupaten melakukan analisis yang lebih mendalam hingga ke tingkat desa. Hal ini bertujuan agar permasalahan pangan di suatu wilayah dapat dideteksi secara lebih cepat dan spesifik. Pemutakhiran ini sangat diperlukan untuk mengakomodasi perkembangan situasi ketahanan pangan terkini serta adanya perubahan administratif seperti pemekaran wilayah desa, sehingga data yang dihasilkan tetap relevan dan mencerminkan kondisi aktual di lapangan.
Tujuan Kegiatan
- Menyediakan Instrumen Analisis yang Akurat: Menjadi alat penyedia informasi ketahanan pangan yang akurat dan tertata baik bagi pengambil keputusan, guna mendukung perencanaan program dan kebijakan ketahanan pangan serta gizi yang tepat sasaran - Mempertajam Analisis Wilayah: Melakukan pendalaman analisis dari tingkat nasional dan provinsi ke tingkat yang lebih mikro (desa). Hal ini memungkinkan deteksi permasalahan pangan secara lebih cepat dan spesifik di tingkat lokal. - Penetapan Prioritas Intervensi: Membantu pemerintah (pusat maupun daerah) dalam menentukan prioritas wilayah yang membutuhkan intervensi atau bantuan, sehingga alokasi sumber daya menjadi lebih efisien dalam menangani kerawanan pangan. - Sistem Peringatan Dini (Early Warning System): Berfungsi sebagai instrumen pemantauan ketahanan pangan wilayah yang memberikan peringatan dini terhadap potensi masalah pangan dan gizi di suatu daerah. - Manajemen Krisis Pangan: Memberikan dasar informasi untuk pengelolaan krisis pangan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang sebagai upaya perlindungan masyarakat dari dampak kerawanan pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Juni 2024 - 31 Agustus 2024
Desain
1 Juni 2024 - 31 Agustus 2024
Pengumpulan Data
1 September 2024 - 30 September 2024
Pengolahan Data
1 September 2024 - 31 Oktober 2024
Analisis
1 September 2024 - 31 Oktober 2024
Diseminasi
1 Oktober 2024 - 31 Desember 2024
Evaluasi
1 Oktober 2024 - 31 Desember 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 6 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Luas Lahan Sawah | Luas lahan sawah (irigasi & non-irigasi) dalam satuan hektar (Ha). | Luas lahan sawah (irigasi & non-irigasi) dalam satuan hektar (Ha). | Tahunan |
| Sarana Penyedia Pangan | Jumlah total pasar, toko, warung, dan minimarket yang menjual bahan pangan pokok. | Jumlah total pasar, toko, warung, dan minimarket yang menjual bahan pangan pokok. | Tahunan |
| Penduduk Desil 1 | Jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah (10% terbawah). | Jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah (10% terbawah). | Tahunan |
| Akses Penghubung | Status keterjangkauan transportasi (darat, air, udara) untuk distribusi pangan. | Status keterjangkauan transportasi (darat, air, udara) untuk distribusi pangan. | Tahunan |
| Rumah Tangga Tanpa Air Bersih | Rumah tangga yang tidak memiliki akses ke sumber air minum terlindung. | Rumah tangga yang tidak memiliki akses ke sumber air minum terlindung. | Tahunan |
| Tenaga Kesehatan | Jumlah dokter, bidan, perawat, dan tenaga gizi yang bertugas di wilayah tersebut. | Jumlah dokter, bidan, perawat, dan tenaga gizi yang bertugas di wilayah tersebut. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA TENGAH |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Rekonsiliasi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 1 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif dan Inferensia
Unit Analisis
- Lainnya, Desa atau Kelurahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
6 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #299290
Tenaga Kesehatan
Numerik β’ orang
["Jumlah dokter, bidan, perawat, dan tenaga gizi yang bertugas di wilayah tersebut."]Lihat β
ID Variabel Indah: #299288
Rumah Tangga Tanpa Air Bersih
Numerik β’ Rumah Tangga
["Rumah tangga yang tidak memiliki akses ke sumber air minum terlindung."]Lihat β
ID Variabel Indah: #299286
Akses Penghubung
Kategori β’ Nominal
["Status keterjangkauan transportasi (darat, air, udara) untuk distribusi pangan."]Lihat β
ID Variabel Indah: #299282
Penduduk Desil 1
Numerik β’ Orang
["Jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah (10% terbawah)."]Lihat β
ID Variabel Indah: #299279
Sarana Penyedia Pangan
Numerik β’ unit
["Jumlah total pasar, toko, warung, dan minimarket yang menjual bahan pangan pokok."]Lihat β
ID Variabel Indah: #299163
Luas Lahan Sawah
Float β’ Hektar
["Luas lahan sawah (irigasi & non-irigasi) dalam satuan hektar (Ha)."]Lihat β
Indikator Kegiatan
6 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #141993
Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk desa
- β’ Desa/Kelurahan
["Jumlah penduduk dengan status kesejahteraan terendah (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dibandingkan jumlah penduduk desa"]Lihat β
ID Indikator Indah: #141992
Rasio jumlah penduduk desa per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk
- β’ Desa/Kelurahan
["Jumlah tenaga kesehatan terdiri atas: dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyakarat, asisten apoteker, perawat gizi, pelaksana kesehatan, penata rontgen, dan tenaga kesehatan lainnya dibandingkan kepadatan penduduk"]Lihat β
ID Indikator Indah: #141991
Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga desa
- β’ Desa/Kelurahan
["Jumlah rumah tangga desil 1 dengan sumber air bersih tidak terlindung dibandingkan jumlah rumah tangga desa"]Lihat β
ID Indikator Indah: #141990
Rasio jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga
- β’ Desa/Kelurahan
["Rasio jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga adalah perbandingan antara jumlah prasarana dan sarana ekonomi penyedia pangan (pasar, minimarket, toko, warung, restoran, dll) dengan jumlah rumah tangga di desa. Sarana dan prasarana penyedia pangan diasumsikan sebagai tempat penyimpan pangan (stok pangan) yang diperoleh dari petani sebagai produsen pangan maupun dari luar wilayah, yang selanjutnya disediakan bagi masyarakat untuk konsumsi."]Lihat β
ID Indikator Indah: #141989
Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udara
- β’ Desa/Kelurahan
["Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai dengan kriteria: 1) dapat dilalui sepanjang tahun; 2) dapat dilalui sepanjang tahun kecuali saat tertentu (ketika turun hujan, pasang, dll); 3) dapat dilalui selama musim kemarau; 4) tidak dapat dilalui sepanjang tahun"]Lihat β
ID Indikator Indah: #141988
Rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk
- β’ Desa/Kelurahan
["Ketersediaan pangan lahan pertanian penduduk"]Lihat β