📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data Inseminasi Buatan Kabupaten Grobogan 2026
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Pertanian dan Perikanan
4 Var
3 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#102968
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Inseminasi Buatan Kabupaten Grobogan
Tahun Kegiatan
2026
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan
Alamat Lengkap
Jl A. Yani 118 Kuripan
Telepon
0292-421079
Faksimile
-
Email
disnakkan@grobogan.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan
Nama PJ Teknis
Isnadora Herlin Megananda, S.PT, M.M
Jabatan
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan
Alamat
Jl A. Yani 118 Kuripan Purwodadi
Telepon
0292421079
Faksimile
-
Email
disnakkan@grobogan.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Berhasilnya suatu program Inseminasi buatan (IB) pada ternak tergantung pada kualitas dan kuantitas semen yang diejakulasikan seekor pejantan, kesanggupan untuk mempertahankan kualitas, dan memperbanyak volume semen sehingga lebih banyak betina akseptor yang bisa diinseminasi. Inseminasi buatan adalah suatu cara untuk memasukkan semen beku (sperma beku) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari organ eproduksi ternak yang disaluran ke organ reproduksi betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun. Inseminasi buatan merupakan cara paling berhasil dan dapat diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia
Tujuan Kegiatan
untuk memperbaiki mutu genetika ternak, bahkan tidak mengharuskan pejantan unggul dibawa ke tempat yang dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2025 - 10 Januari 2025
Desain
11 Januari 2025 - 20 Januari 2025
Pengumpulan Data
20 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Pengolahan Data
25 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Analisis
1 Februari 2025 - 10 Februari 2025
Diseminasi
15 Oktober 2025 - 15 Oktober 2025
Evaluasi
20 Oktober 2025 - 20 Oktober 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 4 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Ternak Sapi | hewan ternak terpenting dari jenis – jenis hewan ternak yang dipelihara manusia sebagai sumber penghasil daging, susu, tenaga kerja dan kebutuhan manusia lainnya. Ternak sapi menghasilkan sekitar 50 % kebutuhan daging di dunia, 95 % kebutuhan susu, dan kulitnya menghasilkan sekitar 85 % kebutuhan kulit untuk sepatu. | Jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit, yang mencakup rumpun: sapi bali, sapi onggole/peranakan ongole (PO), sapi madura, sapi aceh, sapi benggala, sapi bengkulu, sapi brahman/brahman cross (bx), sapi brangus, sapi limousine, sapi jabres, sapi pesisir, sapi simental, dan sapi potong lainnya dengan ciri fisik berbeda setiap rumpun. | 1 tahun |
| Inseminasi Buatan | Inseminasi Buatan | teknik memasukkan mani atau semen ke dalam alat reproduksi Ternak betina sehat untuk dapat membuahi sel telur dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar Ternak bunting | 1 tahun |
| Petugas Inseminasi Buatan | Petugas Inseminasi Buatan | petugas yang melakukan Inseminasi Buatan | 1 tahun |
| Kebuntingan Ternak | Kebuntingan Ternak | keadaan di mana seekor sapi betina sedang bunting dan terdapat perkembangan janin di dalam rahim (uterus) selama periode waktu tertentu | 1 Tahun |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Hanya Sekali
Frekuensi Penyelenggaraan
-
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TENGAH | GROBOGAN |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
- Lainnya, Laporan manual
- Lainnya, Laporan manual
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 54 orang
Pengumpul data/enumerator : 54 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
4 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #322533
Inseminasi Buatan
numerik • ekor
["Inseminasi Buatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #322532
Ternak Sapi
numeric • ekor
["Ternak Sapi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #322531
Petugas Inseminasi Buatan
numerik • orang
["Petugas Inseminasi Buatan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #322530
Kebuntingan
numerik • ekor
["Kebuntingan sapi merupakan indikator keberhasilan reproduksi pada ternak sapi betina, yang menunjukkan bahwa sapi telah mengalami pembuahan dan sedang dalam masa gestasi. Konsep ini digunakan untuk mengukur efektivitas program inseminasi buatan atau kawin alam, serta untuk memproyeksikan populasi ternak dan produktivitas peternakan."]Lihat →
Indikator Kegiatan
3 indikator yang dihasilkan
ID Indikator Indah: #154859
Service per Conception
- • Kabupaten
["Inseminasi Buatan", "Kebuntingan"]Lihat →
ID Indikator Indah: #154858
Jumlah Sapi
ekor • Kabupaten
["Sapi Potong", "Sapi Perah"]Lihat →
ID Indikator Indah: #154857
Jumlah Inseminasi Buatan
Kali • Kabupaten
["Jumlah inseminasi buatan mencerminkan intensitas pelaksanaan teknologi reproduksi pada ternak betina, khususnya sapi, yang dilakukan dengan cara memasukkan semen beku ke dalam saluran reproduksi secara terkontrol. Konsep ini digunakan untuk mengukur upaya peningkatan mutu genetik dan efisiensi reproduksi ternak melalui program pemerintah maupun swadaya peternak."]Lihat →