📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
INDEKS LAYAK/NYAMAN TINGGAL (LIVEABILITY INDEX) 2024
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tuban
Statistik Sektoral
Survei
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
9 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
ID Kegiatan Indah
#72335
Judul Kegiatan
INDEKS LAYAK/NYAMAN TINGGAL (LIVEABILITY INDEX)
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.3523.003
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tuban
Alamat Lengkap
Jl. R.A. Kartini No. 2, Tuban, Jawa Timur
Telepon
0356321018
Faksimile
0356321018
Email
bappeda@tubankab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
JOKO SARWONO
Nama PJ Teknis
YULIANI, ST
Jabatan
KEPALA BIDANG PERENCANAAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH
Alamat
JL RA KARTINI NO 2 TUBAN
Telepon
081231080647
Faksimile
-
Email
yuliani.mahardika@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pemerintah
Kabupaten Tuban memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan Kabupaten Tuban
sebagai Kabupaten Layak Huni. Target sebagai kabupaten layak huni terinspirasi
dari terminologi Kota Layak Huni (livable city), yang didefinisikan merupakan
gambaran lingkungan perkotaan yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tempat
beraktivitas yang ditinjau dari berbagai variabel fisik maupun non fisik
(Wheeler, 2004). Pemahaman kota layak huni juga tertuang dalam Sustainable
Development Goals pada tujuan ke 11 yang menyatakan “Menjadikan Kota dan
Pemukiman Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelanjutan”. Dalam SDGs tersebut
disebutkan beberapa target, diantarnya adalah : a) menjamin akses bagi
perumahan layak, aman, dan terjangkau; b) kemudahan akses transportasi, b)
penyediaan ruang publik, serta d) pengurangan dampak lingkungan dan bencana.
Dengan demikian maka manifestasi kota layak huni ini menjadi penting untuk
diwujudkan sebagai tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat dan pihak
terkait lainnya.Indikator
kelayak-hunian sebuah kota / kabupaten umumnya dinyatakan dalam satuan indeks
layak huni, yaitu ukuran untuk mengetahui kondisi layak huni suatu wilayah
geografis atau satuan administratif berbentuk kota/kabupaten. Saat ini telah
banyak pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah kota, baik di Indonesia maupun
di mancanegara , yang bertujuan untuk mengukur nilai indeks livability.
Pengukuran indeks layak huni juga dilakukan secara berkala oleh lembaga non
pemerintah yang bertujuan untuk membandingkan kinerja antar kota dalam suatu
negara atau membandingkan kinerja antar kota dalam dalam konteks global.
Pengukuran tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah indikator kota layak
huni dan indeks livability. Hasil pengukuran indeks layak huni tentunya
bermanfaat untuk perencanaan dan perancangan kota serta untuk perumusan
kebijakan pembangunan kota di masa depan.
Pemerintah
Kabupaten Tuban telah berkomitmen menyusun indeks layak huni sebagai bagian
dari indikator keberhasilan pembangunannya. Pengukuran indeks layak huni
pertama dilaksanakan pada awal 2020 sebagai “tahap uji coba” sekaligus untuk
mendapatkan kondisi layak huni dalam konteks pra-pandemi, pandemi,
pasca-pandemi. Selanjutnya indeks layak huni tersebut diadopsi secara formal
dalam RPJMD 2021-2026, khususnya dalam pernyataan Misi 1 RPJMD Kabupaten Tuban.
Pada tahun 2021 Kabupaten Tuban melanjutkan pengukuran kedua hingga pengukuran
keempat di tahun 2023. Dari hasil pengukuran indeks layak huni tersebut,
diperoleh informasi bahwa tren perkembangan nilai indeks layak huni Kabupaten
Tuban mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan melebihi target yang dirumuskan
dalam Misi Pembangunan Kabupaten Tuban dalam RPJMD 2021 – 2026. Hal ini tentu
menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kabupaten Tuban, bahwa program
pembangunan yang dilaksanakan telah dirasakan manfaatnya secara nyata oleh
masyarakat Kabupaten Tuban.
Kabupaten Tuban memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan Kabupaten Tuban
sebagai Kabupaten Layak Huni. Target sebagai kabupaten layak huni terinspirasi
dari terminologi Kota Layak Huni (livable city), yang didefinisikan merupakan
gambaran lingkungan perkotaan yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tempat
beraktivitas yang ditinjau dari berbagai variabel fisik maupun non fisik
(Wheeler, 2004). Pemahaman kota layak huni juga tertuang dalam Sustainable
Development Goals pada tujuan ke 11 yang menyatakan “Menjadikan Kota dan
Pemukiman Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelanjutan”. Dalam SDGs tersebut
disebutkan beberapa target, diantarnya adalah : a) menjamin akses bagi
perumahan layak, aman, dan terjangkau; b) kemudahan akses transportasi, b)
penyediaan ruang publik, serta d) pengurangan dampak lingkungan dan bencana.
Dengan demikian maka manifestasi kota layak huni ini menjadi penting untuk
diwujudkan sebagai tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat dan pihak
terkait lainnya.Indikator
kelayak-hunian sebuah kota / kabupaten umumnya dinyatakan dalam satuan indeks
layak huni, yaitu ukuran untuk mengetahui kondisi layak huni suatu wilayah
geografis atau satuan administratif berbentuk kota/kabupaten. Saat ini telah
banyak pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah kota, baik di Indonesia maupun
di mancanegara , yang bertujuan untuk mengukur nilai indeks livability.
Pengukuran indeks layak huni juga dilakukan secara berkala oleh lembaga non
pemerintah yang bertujuan untuk membandingkan kinerja antar kota dalam suatu
negara atau membandingkan kinerja antar kota dalam dalam konteks global.
Pengukuran tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah indikator kota layak
huni dan indeks livability. Hasil pengukuran indeks layak huni tentunya
bermanfaat untuk perencanaan dan perancangan kota serta untuk perumusan
kebijakan pembangunan kota di masa depan.
Pemerintah
Kabupaten Tuban telah berkomitmen menyusun indeks layak huni sebagai bagian
dari indikator keberhasilan pembangunannya. Pengukuran indeks layak huni
pertama dilaksanakan pada awal 2020 sebagai “tahap uji coba” sekaligus untuk
mendapatkan kondisi layak huni dalam konteks pra-pandemi, pandemi,
pasca-pandemi. Selanjutnya indeks layak huni tersebut diadopsi secara formal
dalam RPJMD 2021-2026, khususnya dalam pernyataan Misi 1 RPJMD Kabupaten Tuban.
Pada tahun 2021 Kabupaten Tuban melanjutkan pengukuran kedua hingga pengukuran
keempat di tahun 2023. Dari hasil pengukuran indeks layak huni tersebut,
diperoleh informasi bahwa tren perkembangan nilai indeks layak huni Kabupaten
Tuban mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan melebihi target yang dirumuskan
dalam Misi Pembangunan Kabupaten Tuban dalam RPJMD 2021 – 2026. Hal ini tentu
menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kabupaten Tuban, bahwa program
pembangunan yang dilaksanakan telah dirasakan manfaatnya secara nyata oleh
masyarakat Kabupaten Tuban.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun Indeks Layak/Nyaman Tinggal (Liveability Index) Kabupaten Tuban Tahun 2024, dalam upaya meningkatkan nilai kenyamanan di wilayah Kabupaten Tuban. Informasi ini dapat menjadi pelengkap dan acuan bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam merumuskan strategi, kebijakan, program dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2024 - 25 Juni 2024
Desain
2 Januari 2024 - 25 Juni 2024
Pengumpulan Data
26 Juni 2024 - 20 Juli 2024
Pengolahan Data
21 Juli 2024 - 20 Agustus 2024
Analisis
21 Agustus 2024 - 20 September 2024
Diseminasi
21 Agustus 2024 - 20 Oktober 2024
Evaluasi
21 Agustus 2024 - 20 Oktober 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 9 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Keamanan dan Kebencanaan | Keamanan dan Kebencanaan | Keamanan dan Kebencanaan | 1 tahun |
| Ekonomi dan Ketahanan Pangan | Ekonomi dan Ketahanan Pangan | Ekonomi dan Ketahanan Pangan | 1 tahun |
| Lingkungan Hidup | Lingkungan Hidup | Lingkungan Hidup | 1 tahun |
| Perumahan dan Permukiman | Lingkungan Hidup | Perumahan dan Permukiman | 1 tahun |
| Prasarana Kawasan | Prasarana Kawasan | Prasarana Kawasan | 1 tahun |
| Sarana Kawasan | Sarana Kawasan | Sarana Kawasan | 1 tahun |
| Sarana Transportasi | Sarana Transportasi | Sarana Transportasi | 1 tahun |
| Politik dan demokrasi | Politik dan demokrasi | Politik dan demokrasi | 1 tahun |
| Pemberdayaan Masyarakat | Pemberdayaan Masyarakat | Pemberdayaan Masyarakat | 1 tahun |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | TUBAN |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Rumah Tangga
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Probabilitas
Metode yang Digunakan
Simple Random Sampling
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
Area Frame
Fraksi Sampel Keseluruhan
0,05
Nilai Perkiraan Sampling Error
0,0001
Unit Sampel
orang
Unit Observasi
kepala rumah tangga
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Task Force
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 7 orang
Pengumpul data/enumerator : 24 orang
Pengumpul data/enumerator : 24 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
- Kecamatan
- Kecamatan
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
9 variabel yang diolah/dikumpulkan
ID Variabel Indah: #205031
Transportasi
Angka • -
["Transportasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205030
Prasarana Kawasan
Angka • -
["Prasarana Kawasan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205026
Sarana Kawasan
Angka • -
["Sarana Kawasan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205022
Perumahan dan Permukiman
Angka • -
["Perumahan dan Permukiman"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205019
Lingkungan Hidup
- • -
["Lingkungan Hidup"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205017
Pemberdayaan Masyarakat
Angka • -
["Pemberdayaan Masyarakat"]Lihat →
ID Variabel Indah: #205015
Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Angka • -
["Ekonomi dan Ketahanan Pangan"]Lihat →
ID Variabel Indah: #204984
Politik dan Demokrasi
Angka • -
["Politik dan Demokrasi"]Lihat →
ID Variabel Indah: #204981
Keamanan dan Kebencanaan
Angka • -
["Keamanan dan Kebencanaan"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan