โ† Kembali ke Daftar Indikator
โ— Indikator Tunggal โ— Akses Umum: Ya
โ–ค
Indeks Ketahanan Pangan
ID Indikator Indah: 28039 Satuan: tanpa satuan Ukuran: indeks Level Estimasi: Kelurahan Se-Kota Binjai
๐Ÿ“–
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
ketahanan pangan
Definisi Indikator
Indeks yang digunakan untuk mengetahui ketahanan pangan suatu daerah. Indeks ini terdiri dari 3 dimensi yaitu dimensi ketersediaan pangan, keterjangkauan/akses pangan dan pemanfaatan pangan.
Interpretasi & Cara Membaca
Jika indeks ketahanan pangan< (ยต-1,0 s) maka daerah tersebut kurang tahan pangan; Jika (ยต-1,0 s) < indeks ketahanan pangan < (ยต+1,0 s), maka daerah tersebut cukup tahan pangan; Jika indeks ketahanan pangan = (ยต+1,0s), maka daerah tersebut memiliki tahan pangan yang tinggi
Variabel Disagregasi
1. Prioritas 1
2. Prioritas 2
3. Prioritas 3
4. Prioritas 4
5. Prioritas 5
6. Prioritas 6
๐Ÿ“
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
1. Standarisasi nilai indikator dengan menggunakan z-score dan distance to scale (0 โ€“ 100)
2. Menjumlahkan hasil perkalian antara masing-masing nilai indikator yang sudah
distandarisasi dengan bobot indikator, dengan rumus:
??(??) = ? ????????j
Dimana:
i : Indikator ke-1, 2, 3, โ€ฆ 7, 8, dan 9
j : Kabupaten ke-1, 2, 3, โ€ฆ 414, 415, dan 416; kota ke-1, 2, 3, โ€ฆ 96, 97, dan 98
Yj : Indeks Ketahanan Pangan kabupaten/kota ke-j
ai : Bobot masing-masing indikator ke-i
Xij : Nilai standarisasi masing-masing indikator ke-i pada kabupaten/kota ke-j
Wilayah yang memiliki nilai IKP paling besar merupakan wilayah yang paling tahan
pangan, sebaliknya nilai IKP paling kecil menunjukkan wilayah yang rentan terhadap
kerawanan pangan.
3. Mengelompokan wilayah ke dalam 6 kelompok berdasarkan cut off point IKP
IKP yang dihasilkan pada masing-masing wilayah dikelompokkan ke dalam enam
kelompok berdasarkan cut off point IKP (Tabel 3). Cut off point IKP merupakan hasil penjumlahan dari masing-masing perkalian antara bobot indikator individu dengan cut off
point indikator individu hasil standarisasi z-score dan distance to scale (0-100). Wilayah
yang masuk ke dalam kelompok 1 adalah kabupaten/kota/provinsi yang cenderung
memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada kabupaten/kota dengan kelompok
di atasnya, sebaliknya wilayah pada kelompok 6 merupakan kabupaten/kota/provinsi
yang memiliki ketahanan pangan paling baik.
Rumus / Formula Matematika
$$K\left(j\right)=\sum^9_{n=1}a_ic_{ij}$$
Level Estimasi
Kelurahan Se-Kota Binjai
๐Ÿงฉ
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
Rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk
Rasio jumlah sarana dan prasaran penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga
Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk desa
Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga desa
Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udara
Rasio jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk desa
Variabel Pembangun
-
๐Ÿ“
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
PENYUSUNAN BUKU PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN (FSVA/FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS) KOTA BINJAI
Tahun: 2021 โ€ข Cara: KOMPILASI_PRODUK_ADMINISTRASI
Buka Metadata Kegiatan โ†’
๐Ÿ›
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
ID Indikator Indah
#28039
Produsen Data
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
30 Desember 2022