Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Proyeksi Ekonomi
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.0000.019
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraKementerian Pariwisata
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, RT/RW 02/03, Gambir, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
| Telepon: | Whatsapp Contact Center : 0811-895-6767 |
| Faksimile: | - |
| Email: | kemenpar@kemenparekraf.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan |
| Eselon 2: | Asisten Deputi Manajemen Strategis |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Mahardhika Berliandaldo |
| Jabatan: | Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Manajemen Strategis |
| Alamat: | Jln. Medan Merdeka Barat No.17, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110 |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | asdep.manstra@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSurvei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia merupakan bagian krusial dalam penyusunan Outlook Pariwisata karena sektor pariwisata merupakan bidang yang sangat dinamis, terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal seperti tren global, teknologi, geopolitik, dan preferensi wisatawan yang cepat berubah. Di tengah keterbatasan data kuantitatif yang bersifat real-time dan prediktif, pandangan para ahli dan pelaku industri menjadi sumber pengetahuan yang tidak tergantikan untuk mengisi celah informasi, terutama dalam merumuskan proyeksi, tantangan strategis, serta skenario kebijakan yang adaptif. Dengan melibatkan pemikiran dari akademisi, pelaku usaha, pengambil kebijakan, dan komunitas profesional, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menghadirkan dimensi pemahaman yang lebih luas dan mendalam atas realitas sektor pariwisata yang tidak selalu tercermin dalam angka statistik semata.Selain itu, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia memberikan ruang partisipatif bagi para pemangku kepentingan utama dalam merumuskan arah kebijakan pariwisata nasional. Kegiatan ini memungkinkan prosesĀ bottom-up insight, di mana para praktisi di lapangan dan analis sektor berbagi pandangan langsung terkait isu yang mereka hadapi, seperti ketimpangan destinasi, resiliensi terhadap krisis, ketenagakerjaan, transformasi digital, dan keberlanjutan. Pandangan mereka akan memperkuat relevansi Outlook, menjadikannya lebih dari sekadar dokumen teknokratik, melainkan representasi kondisi aktual dan prediksi strategis dari mereka yang memahami kompleksitas dan dinamika industri secara nyata. Dengan demikian, hasil survei ini tidak hanya memperkaya isi dokumen, tetapi juga meningkatkan legitimasi Outlook sebagai rujukan kebijakan yang inklusif dan berbasis pengalaman di lapangan.Lebih jauh, dalam konteks penyusunan Outlook Pariwisata untuk periode 2025/2026, pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menjadi semakin penting karena dunia pariwisata tengah berada dalam fase transisi menuju pola pembangunan yang lebih berkelanjutan, terdigitalisasi, dan berorientasi pada kualitas pengalaman. Pandangan para ahli dibutuhkan untuk mengidentifikasi arah transformatif tersebut. Dengan menghimpun suara para ahli melalui survei terstruktur, Outlook Pariwisata dapat menyajikan proyeksi yang tajam, solusi yang aplikatif, serta rekomendasi kebijakan yang realistis, progresif, dan berpijak pada kebutuhan nyata sektor pariwisata Indonesia ke depan.
Tujuan Kegiatan
Pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia bertujuan untuk menghasilkan sejumlah indikator statistik yang relevan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan penyusunan Outlook Pariwisata secara keseluruhan. Indikator ini akan disusun berdasarkan persepsi, penilaian, dan prediksi para responden yang berasal dari berbagai latar belakang (akademisi, industri, asosiasi, dan sektor publik).Secara lebih khusus, indikator statistik yang ditargetkan dari hasil survei mencakup:Persentase Faktor yang Diprediksi Mempengaruhi Kinerja Pariwisata Indonesia Tahun 2026, seperti kondisi ekonomi global, geopolitik, perubahan iklim, hingga kebijakan nasional. Persentase Faktor yang Diprediksi Menjadi Risiko Utama Bagi Sektor Pariwisata, mencakup isu keamanan, perubahan perilaku wisatawan, hingga ketidakpastian regulasi.Persentase Destinasi dan Negara Asal Wisatawan yang Diprediksi Akan Mengalami Pertumbuhan Signifikan, baik untuk pasar internasional maupun domestik. Persentase Segmentasi Wisatawan dan Gaya Berwisata yang Diprediksi Akan Mendominasi, seperti wellness tourism, digital nomadism, cultural immersion, dan bleisure. Persentase Responden yang Menilai Tren Industri Perhotelan Akan Terdampak oleh Inovasi dan Perubahan Gaya Hidup, termasuk green hotel, smart hospitality, dan layanan hybrid. Persentase Tantangan Terbesar dalam Pengembangan Quality Tourism, seperti keterbatasan SDM, kapasitas lingkungan, dan partisipasi masyarakat lokal.Persentase Prioritas Kebijakan yang Dinilai Paling Strategis untuk Menjawab Tantangan Tahun 2026, misalnya penguatan konektivitas, pengembangan SDM, dan insentif investasi.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-06 s.d. 2025-07-03
Desain
2025-06-10 s.d. 2025-07-03
Pengumpulan Data
2025-07-08 s.d. 2025-08-01
Pengolahan Data
2025-08-01 s.d. 2025-08-29
Analisis
2025-08-01 s.d. 2025-08-29
Diseminasi Hasil
2025-11-20 s.d. 2025-12-22
Evaluasi
2026-01-27 s.d. 2026-01-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Proyeksi Kinerja Pariwisata 2026 | opini;kepariwisataan | Persepsi pakar pariwisata terhadap kondisi umum sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025 | Pada saat pencacahan |
| Faktor yang paling mempengaruhi kinerja pariwisata Indonesia tahun 2026 | opini; administrasi pemerintahan; kepariwisataan | Persepsi pakar pariwisata terhadap faktor yang paling mempengaruhi kinerja pariwisata Indonesia tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Risiko terbesar yang mempengaruhi kinerja pariwisata Indonesia tahun 2026 | opini; administrasi pemerintahan; kepariwisataan | Persepsi pakar pariwisata terhadap risiko terbesar yang mempengaruhi kinerja pariwisata Indonesia tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Pasar wisatawan mancanegara yang paling berpotensi mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia di tahun 2026 | opini;negara;wisatawan mancanegara | Persepsi pakar pariwisata terhadap pasar wisatawan mancanegara yang paling berpotensi mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Destinasi wisata yang menunjukkan pertumbuhan signi?kan di tahun 2026 | opini;destinasi pariwisata | Persepsi pakar pariwisata terhadap destinasi wisata yang menunjukkan pertumbuhan signi?kan di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Tantangan utama yang dihadapi industri perhotelan Indonesia saat ini | opini;hotel;Usaha Akomodasi | Persepsi pakar pariwisata terhadap tantangan utama yang dihadapi industri perhotelan Indonesia saat ini | Pada saat pencacahan |
| Proyeksi kinerja industri perhotelan di Indonesia pada tahun 2026 | opini;hotel;Usaha Akomodasi | Persepsi pakar pariwisata terhadap proyeksi kinerja industri perhotelan di Indonesia pada tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Tren industri perhotelan yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia pada tahun 2026 | opini;hotel;Usaha Akomodasi | Persepsi pakar pariwisata terhadap tren industri perhotelan yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia pada tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Kebijakan yang paling penting untuk merespon tren perhotelan tahun 2026 | opini;hotel;Usaha Akomodasi | Presepsi pakar pariwisata terhadap kebijakan yang paling penting untuk merespon tren perhotelan tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Faktor yang paling mempengaruhi penerapan quality tourism di Indonesia tahun 2026 | opini;pariwisata berkelanjutan | Persepsi pakar pariwisata terhadap faktor yang paling mempengaruhi penerapan quality tourism di Indonesia tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan quality tourism di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia pada tahun 2026 | opini; pariwisata berkelanjutan:destinasi pariwisata | Persepsi pakar pariwisata terhadap tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan quality tourism di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia pada tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Kebijakan yang paling penting untuk mendorong pengembangan quality tourism di Indonesia pada tahun 2026 | opini; administrasi pemerintah;pariwisata berkelanjutan | Persepsi pakar pariwisata terhadap kebijakan yang paling penting untuk mendorong pengembangan quality tourism di Indonesia pada tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Tren perilaku wisatawan mancanegara yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia tahun 2026 | opini;Wisatawan Mancanegara | Persepsi pakar pariwisata terhadap tren perilaku wisatawan mancanegara yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Tren perilaku wisatawan nusantara yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia tahun 2026 | opini;Wisatawan nusantara | Persepsi pakar pariwisata terhadap tren perilaku wisatawan nusantara yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 | opini;Wisatawan Mancanegara | Persepsi pakar pariwisata terhadap segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Segmen wisatawan nusantara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 | opini;Wisatawan nusantara | Persepsi pakar pariwisata terhadap segmen wisatawan nusantara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| Kebijakan yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2026 | opini;administrasi pemerintahan;pariwisata | Persepsi pakar pariwisata terhadap kebijakan yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
CAWI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
- Akademisi dan Peneliti Wisata - Pelaku Indsustri/ Asosiasi Pariwisata - Pejabat Pemerintah - Komunitas dan NGO - Redaktur/ Pimpinan Media - Lembaga Keuangan, Perbankan, dan Private Sector lainnya - Anggota Tourism Minister Club - Investor
Unit Observasi
- Akademisi dan Peneliti Wisata - Pelaku Indsustri/ Asosiasi Pariwisata - Pejabat Pemerintah - Komunitas dan NGO - Redaktur/ Pimpinan Media - Lembaga Keuangan, Perbankan, dan Private Sector lainnya - Anggota Tourism Minister Club - Investor
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Lainnya : Wawancara
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Lainnya : komunitas
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-11-20;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Persepsi pakar pariwisata terhadap segmen wisatawan nusantara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026
Indikator Kegiatan
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Insentif bagi pelaku usaha pariwisata akan menjadi kebijakan yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas transportasi akan menjadi kebijakan yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Kemudahan keimigrasian dan visa kunjungan akan menjadi kebijakan yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Digital Nomad akan menjadi segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Wisatawan senior (50+) / Silver Tourist akan menjadi segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Solo Traveler akan menjadi segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Backpacker akan menjadi segmen wisatawan mancanegara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Medical & Health Tourism menjadi tren perilaku wisatawan nusantara yang akan mendominasi di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa manajemen destinasi yang terintegrasi menjadi kebijakan yang paling penting untuk mendorong pengembangan quality tourism di Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Culinary & Gastronomy Tourism menjadi tren perilaku wisatawan mancanegara yang akan mendominasi di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa promosi pengalaman otentik & nilai lokal menjadi kebijakan yang paling penting untuk mendorong pengembangan quality tourism di Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Work From Destination menjadi tren perilaku wisatawan nusantara yang akan mendominasi di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Destinasi wisata alternatif/tidak populer menjadi tren perilaku wisatawan mancanegara yang akan mendominasi di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata yang menyatakan bahwa Cultural Immersion (minat terhadap pengalaman budaya yang autentik) menjadi tren perilaku wisatawan mancanegara yang akan mendominasi di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa masih dominannya pendekatan kuantitas (mass tourism) menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan quality tourism di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa kesenjangan kualitas layanan antar destinasi menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan quality tourism di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa proyeksi kinerja industri perhotelan di Indonesia pada tahun 2026 adalah lebih baik.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa pemasaran dan promosiadalah Kebijakan yang paling penting untuk merespon tren perhotelan tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Insentif pajak dan fiskal untuk sektor pariwisataadalah Kebijakan yang paling penting untuk merespon tren perhotelan tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Interaksi positif antara wisatawan dan masyarakat lokal akan diprediksi sebagai faktor yang paling mempengaruhi penerapan quality tourism di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa tantangan lainnya adalah tantangan utama yang dihadapi industri perhotelan Indonesia saat ini.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa digitalisasi layanan (AI, contactless service, smart room) adalah tren industri perhotelan yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa wellness & health adalah tren industri perhotelan yang diprediksi akan mendominasi di Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa proyeksi kinerja industri perhotelan di Indonesia pada tahun 2026 adalah sangat perlu peningkatan.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa keterbatasan kapasitas SDM pariwisata menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan quality tourism di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia pada tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa dukungan untuk penern sustainability dan digitalisasiadalah Kebijakan yang paling penting untuk merespon tren perhotelan tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Tingginya biaya operasional (listrik, air, dsb.) adalah tantangan utama yang dihadapi industri perhotelan Indonesia saat ini.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Reputasi destinasi secara nasional/internasional akan diprediksi sebagai faktor yang paling mempengaruhi penerapan quality tourism di Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Timur Tengah adalah pasar wisatawan mancanegara yang paling berpotensi mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia di tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Bandung dan sekitarnya adalah destinasi wisata yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Raja Ampat adalah destinasi wisata yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di tahun 2026.
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Ketersediaan SDM yang kompeten diprediksi menjadi risiko utama bagi sektor pariwisata Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa gejolak ekonomi global diprediksi menjadi risiko utama bagi sektor pariwisata Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa ekonomi domestik diprediksi memengaruhi kinerja pariwisata Indonesia Tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Strategi promosi dan pemasaran diprediksi menjadi risiko utama bagi sektor pariwisata Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa Kebijakan pemerintah (misalnya: aksesibilitas, konektivitas, keimigrasian, dll.) diprediksi menjadi risiko utama bagi sektor pariwisata Indonesia tahun 2026
-
Bagian dari total responden pakar pariwisata menyatakan bahwa proyeksi kinerja sektor pariwisata Indonesia pada Tahun 2026 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2025