Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyelamatan Pangan di Indonesia 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyelamatan Pangan di Indonesia
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.0000.021
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Pangan Nasional
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
| Telepon: | (021) 7807377 |
| Faksimile: | (021) 7807377 |
| Email: | pusdatin@badanpangan.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi |
| Eselon 2: | Direktorat Kewaspadaan Pangan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Febrina Cholida, S.TP., M.Si |
| Jabatan: | Ketua Tim Kerja Intervensi Kewaspadaan Pangan dan Gizi dan Pencegahan Food Waste |
| Alamat: | Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550 |
| Telepon: | 081585987448 |
| Faksimile: | - |
| Email: | erinveby@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSecara global, Food Loss and Waste (FLW) atau Susut Pangan dan Sisa Pangan (SSP) merupakan salah satu tantangan terbesar dalam sistem pangan saat ini. Menurut FAO (2011), sepertiga dari pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya. Berdasarkan Food Waste Index Report UNEP 2021, sekitar 13% dari total produksi pangan global mengalami penyusutan (food loss) dan 17% pangan terbuang percuma karena perilaku boros pangan (food waste). Hal ini menjadi perhatian serius Indonesia dan negara-negara di dunia sesuai komitmen dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 poin ke-3, yaitu negara-negara di dunia diharapkan dapat mengurangi 50% food waste per kapita di tingkat retail dan konsumen pada tahun 2030. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung capaian target SDGs ke-2, Zero Hunger (tanpa kelaparan). Indonesia berkomitmen dalam pencapaian target SDGs 12.3 sebagaimana dituangkan pada rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029, khususnya dalam mendukung Program Prioritas Ekosistem Ekonomi Sirkular dengan Kegiatan Prioritas Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan. Menurut Kajian Bappenas (2021), timbulan FLW di Indonesia antara tahun 2000 hingga 2019 mencapai 23-48 juta juta ton per tahun atau setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat memberi makan 61-125 juta atau 29-47% penduduk Indonesia. Kerugian ekonomi akibat FLW diperkirakan sebesar Rp 213-551 Triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia. Timbulan FLW juga berdampak terhadap lingkungan, yaitu berkontribusi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang diestimasi sebesar 1.702,9 Mt CO2 EK, dengan rata-rata kontribusi per tahun setara dengan 7,29% emisi GRK Indonesia. Di sisi lain, sesuai Peta Ketahanan dan Kerawanan/Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2024, masih ada 62 kabupaten/kota di Indonesia yang rentan rawan pangan. Selain itu, data Prevalence of Undernourishment tahun 2023 menunjukkan sebanyak 23,55 juta jiwa atau 8,53% penduduk Indonesia masih mengkonsumsi energi (kalori) kurang dari standar minimum untuk hidup sehat, aktif dan produktif (BPS, 2023). Sebagai wujud komitmen dan kehadiran pemerintah dalam upaya pencegahan Food Waste, pada Tahun 2022 Badan Pangan Nasional telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) dalam upaya pencegahan dan pengurangan SSP. Piloting di Jabodetabek, fasilitasi aksi penyelamatan pangan telah dilakukan melalui penyediaan mobil logistik dan food truck serta upaya kolaboratif dengan para donatur pangan beserta penggiat Selamatkan Pangan. Langkah ini terpantau secara langsung melalui platform aplikasi stop boros pangan https://sbp.badanpangan.go.id. Melalui alokasi APBN, pada tahun akan 2023 telah dilakukan tindaklanjut piloting Jabodetabek sebagai follow up 2022 dan perluasan pelaksanaan kegiatan GSP di 12 provinsi. Tahun 2024 kegiatan diperluas di 15 provinsi dan Tahun 2025 di 17 provinsi. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan aplikasi stop boros pangan yang mengakomodir pelaksanaan kegiatan GSP di pusat dan daerah yang dilakukan baik oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, komunitas dan para pihak lainnya. Dengan demikian dapat diketahui jumlah pangan yang terselamatkan maupun konversinya terhadap gizi (Kkal), ekonomi (Rp) dan lingkungan (CO2).
Tujuan Kegiatan
1. Menghasilkan data dan informasi penyelamatan pangan sebagai bahan masukan rekomendasi kebijakan untuk mencegah dan mengurangi SSP. 2. Sebagai indikator yang dihasilkan meliputi jumlah pangan yang diselamatkan, jumlah pangan yang tersalurkan, dan jumlah penerima manfaat.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-12-31 s.d. 2025-01-31
Desain
2024-12-31 s.d. 2025-01-31
Pengumpulan Data
2025-02-01 s.d. 2025-02-28
Pengolahan Data
2025-03-01 s.d. 2025-03-05
Analisis
2025-03-06 s.d. 2025-03-08
Diseminasi Hasil
2025-03-09 s.d. 2025-03-15
Evaluasi
2025-03-16 s.d. 2025-03-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Waktu Penyaluran | - | Waktu pangan berlebih disalurkan kepada penerima manfaat | Bulanan |
| Lembaga Penggiat Penyelamatan Pangan/Bank Pangan | - | Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki kepedulian dan melakukan aksi nyata dalam Gerakan Selamatkan Pangan dengan aktivitas diantaranya meliputi penyortiran, penyimpanan, pengolahan dan/atau penyaluran pangan berlebih kepada penerima manfaat. | Bulanan |
| Wilayah Penyaluran | - | Wilayah penerima donasi pangan berlebih mencakup Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa | Bulanan |
| Lembaga/Yayasan Penerima Manfaat | - | Masyarakat penerima penyaluran pangan berlebih | Bulanan |
| Jumlah Penerima Manfaat | - | Jumlah masyarakat yang menerima donasi pangan berlebih | Bulanan |
| Jenis Pangan Berlebih | - | Pangan berlebih yang disalurkan mencakup pangan segar, pangan olahan, dan pangan siap saji | Bulanan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
BULANAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA UTARA | KOTA MEDAN |
| RIAU | KOTA PEKANBARU |
| SUMATERA SELATAN | KOTA PALEMBANG |
| LAMPUNG | KOTA BANDAR LAMPUNG |
| KEPULAUAN RIAU | KOTA TANJUNG PINANG |
| DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA SELATAN |
| DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA TIMUR |
| DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA PUSAT |
| DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA BARAT |
| DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA UTARA |
| JAWA BARAT | BANDUNG |
| JAWA TENGAH | KOTA SEMARANG |
| DI YOGYAKARTA | KOTA YOGYAKARTA |
| JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
| BANTEN | SERANG |
| BALI | KOTA DENPASAR |
| NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| KALIMANTAN SELATAN | KOTA BANJAR BARU |
| KALIMANTAN TIMUR | KOTA SAMARINDA |
| SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| SULAWESI SELATAN | KOTA MAKASSAR |
| GORONTALO | GORONTALO |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Lainnya : Platform Stop Boros Pangan (SBP) dan diolah ke dalam lembar kerja
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga, Lainnya : Komunitas Bank Pangan/Penggiat Selamatkan Pangan, Penerima Manfaat
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Verifikasi hasil input data pada Platform Stop Boros Pangan (SBP)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan, Lainnya : Komunitas Bank Pangan/Penggiat Selamatkan Pangan, Penerima Manfaat
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-03-09; 2025-04-09; 2025-05-09; 2025-06-09; 2025-07-09; 2025-08-09; 2025-09-09; 2025-10-09; 2025-11-09; 2025-12-09; 2026-01-09;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Masyarakat penerima penyaluran pangan berlebih
-
Wilayah penerima donasi pangan berlebih mencakup Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa
-
Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki kepedulian dan melakukan aksi nyata dalam Gerakan Selamatkan Pangan dengan aktivitas diantaranya meliputi penyortiran, penyimpanan, pengolahan dan/atau penyaluran pangan berlebih kepada penerima manfaat
-
Waktu pangan berlebih disalurkan kepada penerima manfaat
-
Pangan berlebih yang disalurkan mencakup pangan segar, pangan olahan, dan pangan siap saji
-
Jumlah masyarakat yang menerima donasi pangan berlebih
Indikator Kegiatan
-
Jumlah total donasi pangan yang diterima dari donatur kepada bank pangan/penggiat selamatkan pangan sebelum proses seleksi dan pengendalian mutu.
-
Persentase pangan yang diselamatkan terhadap pangan yang berpotensi diselamatkan di tingkat perniagaan yang dilakukan bersama mitra (bank pangan/ penggiat selamatkan pangan dan pelaku usaha pangan)
-
Jumlah orang yang mendapat donasi pangan
-
Jumlah donasi pangan yang telah tersalurkan ke penerima manfaat melalui lembaga atau yayasan yang telah bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional