Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusunan Neraca Bahan makanan Nasional 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusunan Neraca Bahan makanan Nasional
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.0000.050
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Pangan Nasional
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
| Telepon: | (021) 7807377 |
| Faksimile: | (021) 7807377 |
| Email: | pusdatin@badanpangan.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi |
| Eselon 2: | Direktorat Ketersediaan Pangan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dina Sitorus, SP |
| Jabatan: | Analisis Ketahanan Pangan Ahli Muda |
| Alamat: | Badan Pangan Nasional |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinasitorus76.ds@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan Undang-Undang Pangan No. 18 tahun 2012 ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Selain itu, Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah No 23 tahun 2014 juga menjadikan pangan sebagai salah satu urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Berdasarkan hal tersebut, pembangunan Ketahanan Pangan dan Gizi sebagai salah satu upaya penyediaan pangan yang berkelanjutan secara langsung juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karenanya pembangunan ketahanan pangan dan gizi tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat, tetapi juga menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Salah satu informasi pangan dan gizi yang dipublikasikan oleh Badan Pangan Nasional adalah Neraca Bahan Makanan (NBM). Data yang digunakan untuk menyusun NBM berasal dari instansi terkait yang telah dipublikasikan secara resmi, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk melakukan evaluasi dan perencanaan pangan, serta sebagai bahan untuk perumusan kebijakan pangan dan perbaikan gizi masyarakat. NBM nasional disusun setiap tahun oleh Direktorat Ketersediaan Pangan dengan dukungan tim lintas sektor mengacu pada metode yang disusun oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dengan mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan data.
Tujuan Kegiatan
Neraca Bahan Makanan disusun untuk menyediakan data dan informasi tentang penyediaan/pengadaan dan penggunaan pangan serta ketersediaan bahan pangan untuk dikonsumsi baik dalam bentuk volume (kg/kapita/tahun atau gr/kapita/hari), maupun dalam bentuk zat gizinya yakni energi (kkal/kapita/hari), protein (gr/kapita/hari) dan lemak (gr/kapita/hari). Informasi ini dapat menunjukkan perkiraan agregat nasional dengan memperkirakan kekurangan dan surplus keseluruhan di suatu negara sehingga berperan dalam mengevaluasi kebijakan pangan dan gizi nasional. Indikator yang dihasilkan antara lain: 1. Jumlah ketersediaan per komoditas pangan. 2. Jumlah ketersediaan energi per kapita. 3. Jumlah ketersediaan protein per kapita. 4. Jumlah ketersediaan lemak per kapita. 5. Skor Pola Pangan Harapan di tingkat ketersediaan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-02-01 s.d. 2025-04-30
Desain
2025-02-01 s.d. 2025-04-30
Pengumpulan Data
2025-05-12 s.d. 2025-10-31
Pengolahan Data
2025-11-01 s.d. 2025-12-15
Analisis
2025-12-15 s.d. 2026-01-15
Diseminasi Hasil
2026-01-15 s.d. 2026-01-30
Evaluasi
2026-01-30 s.d. 2026-02-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Produksi Komoditas Pangan | Nilai Produksi, Bahan Pangan | Jumlah keseluruhan masing-masing bahan makanan yang dihasilkan, baik yang belum mengalami proses pengolahan maupun yang sudah mengalami proses pengolahan | Tahunan |
| Impor Komoditas Pangan | Impor, Bahan Pangan | Berat suatu kelompok barang yang diimpor (melewati batas negara Indonesia) tanpa menggunakan dokumen non PEB/PIB, dalam satuan kilogram (KG). Data bersumber dari BPS. | Tahunan |
| Ekspor Komoditas Pangan | Ekspor, Bahan Pangan | Berat suatu kelompok barang yang diekspor (melewati batas negara Indonesia) tanpa menggunakan dokumen non PEB/PIB, dalam satuan kilogram (KG). Data bersumber dari BPS. | Tahunan |
| Perubahan Stok Komoditas Pangan | Stok, Bahan Pangan | Selisih antara stok akhir tahun dengan awal tahun berjalan | Tahunan |
| Penyediaan dalam negeri sebelum ekspor | Ketersediaan Pangan | Hasil dari produksi dikurangi dengan perubahan stok ditambah dengan impor | Tahunan |
| Penyediaan Dalam Negeri | Ketersediaan Pangan | Hasil dari produksi dikurangi dengan perubahan stok ditambah dengan impor dikurangi ekspor | Tahunan |
| Pakan | Pakan | Sejumlah bahan makanan yang langsung diberikan kepada ternak peliharaan baik ternak besar, ternak kecil, unggas, maupun ikan | Tahunan |
| Bibit | Bibit | Luas panen (ha) dikali dengan konversi luas panen ke luas tanam kebutuhan benih (kg/ha) dikalikan kebutuhan benih (kg/ha) dibagi 1000 | Tahunan |
| Industri Makanan | Industri bahan Pangan | Data industri makanan diperoleh dari data industri makanan, tetapi jika tidak tersedia data penggunaan oleh industri makanan, maka digunakan pengurangan penyediaan dalam negeri dengan penggunaan untuk pakan, bibit, industri bukan makanan, tercecer dan penggunaan lain. | Tahunan |
| Industri Bukan Makanan | Industri Bukan Makanan | Data industri bukan makanan diperoleh dari data industri bukan makanan, tetapi jika tidak tersedia data penggunaan oleh industri bukan makanan, maka digunakan angka konversi yang dikalikan dengan angka penyediaan dalam negeri setelah dikurangi ekspor. | Tahunan |
| Tercecer | Tercecer, bahan Pangan | Sejumlah bahan makanan yang hilang atau rusak sehingga tidak dapat dimakan oleh manusia, yang terjadi secara tidak sengaja mulai dari panen, pengolahan pasca panen, penyimpanan, pendistribusian hingga tersedia di pasar. | Tahunan |
| Penggunaan Lain | Penggunaan, Bahan Pangan | Penggunaan lain yang belum diketahui peruntukannya serta error yang berasal dari penggunaan lainnya. Perhitungan selisih antara produksi dengan perubahan stok, perdagangan (impor-ekspor) dan penggunaan yang meliputi pakan, benih, industri bukan makanan, tercecer dan kebutuhan untuk pangan | Tahunan |
| Total Penggunaan Pemakaian Dalam Negeri | Penggunaan, Bahan Pangan | Penjumlahan dari kebutuhan bibit, pakan, industri makanan, industri bukan makanan dan tercecer | Tahunan |
| Total Penggunaan Food Tourist | Food Tourist, Bahan Pangan, Penggunaan | Makanan turis harus dihitung dengan mengurangi makanan yang seharusnya tersedia untuk wisatawan keluar suatu negara dari jumlah makanan yang tersedia untuk pengunjung masuk | Tahunan |
| Bahan Makanan | Bahan Makanan | Data jumlah bahan makanan yang tersedia untuk konsumsi penduduk. Data tersebut didapatkan dari total penyediaan yang telah dikurangi dengan total penggunaan selain untuk bahan makanan seperti untuk pakan, bibit, industri, tercecer, serta penggunaan lain. | Tahunan |
| Jenis Bahan Makanan | Komoditas Pangan | Merupakan daftar komoditas pangan yang dianalisis ketersediaannya dalam tabel NBM. Bahan makanan tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 11 kelompok berdasarkan jenisnya, meliputi: 1. Padi-padian 2. Makanan Berpati 3. Gula 4. Buah/biji berminyak 5. Buah-buahan 6. Sayur-sayuran 7. Daging 8. Telur 9. Susu 10. Ikan 11. Minyak dan Lemak | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Mail, Lainnya : lembar kerja tabel NBM
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kementerian/Lembaga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : FGD atau rekonsiliasi data
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : bahan makanan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-02-17;
Digital (softcopy): 2026-02-17;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
sejumlah bahan makanan yang hilang atau rusak sehingga tidak dapat dimakan oleh manusia, yang terjadi secara tidak sengaja mulai dari panen, pengolahan pasca panen, penyimpanan, pendistribusian hingga tersedia di pasar.
-
hasil dari produksi dikurangi dengan perubahan stok ditambah dengan impor dikurangi ekspor
-
Berat suatu kelompok barang yang diimpor (melewati batas negara Indonesia) dalam satuan kilogram (KG). Data bersumber dari BPS.
-
Angka bahan makanan yang digunakan untuk penggunaan lain, contoh: food tourist, penggunaan non pangan (industri non pangan), dll.
-
hasil pengolahan komoditas pangan menjadi bentuk lain untuk keperluan industri makanan
-
semua komoditas pangan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan yang bersifat aman dan menyehatkan bagi manusia. disajikan melalui tabel yang menggambarkan situasi penyediaan, penggunaan dan ketersediaan pangan di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Hasil akhir dari NBM adalah jumlah pangan yang....
-
sejumlah bahan makanan yang langsung diberikan kepada ternak peliharaan baik ternak besar, ternak kecil, unggas, maupun ikan
-
Berat suatu kelompok barang yang diekspor (melewati batas negara Indonesia), dalam satuan kilogram (KG). Data bersumber dari BPS.
-
sejumlah bahan makanan yang digunakan untuk keperluan reproduksi
-
Selisih antara stok akhir tahun dengan awal tahun berjalan
-
Jumlah keseluruhan masing-masing bahan makanan yang dihasilkan, baik yang belum mengalami proses pengolahan maupun yang sudah mengalami proses pengolahan
Indikator Kegiatan
-
Total pangan yang tersedia untuk dikonsumsi per kapita penduduk dalam bentuk protein
-
Angka kualitas ketersediaan pangan penduduk di suatu wilayah berupa komposisi sembilan kelompok pangan utama yang apabila dikonsumsi dapat memenuhi kecukupan gizi dan zat gizi lainnya
-
Total pangan yang tersedia untuk yang dikonsumsi per kapita penduduk dalam bentuk lemak
-
Total pangan yang tersedia untuk dikonsumsi per kapita penduduk dalam bentuk energi
-
Merupakan pangan yang tersedia untuk konsumsi penduduk yang merupakan penjumlahan dari bahan pangan yang diolah untuk makanan dan bahan pangan segar