Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Jumlah Kejadian Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Jumlah Kejadian Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Teratai No.11, Naikolan, Kec. Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
| Telepon: | 08113844777 |
| Faksimile: | - |
| Email: | nttbpbd@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur |
| Eselon 2: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Gaspar Nimrod Losa Manisa |
| Jabatan: | Kepala Bidang Kedaduratan dan logistik |
| Alamat: | Jl. Teratai No. 11 Naikolan |
| Telepon: | 08113844777 |
| Faksimile: | - |
| Email: | nttpusdalopspb@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanAmanat Undang – undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana selanjutnya tertuang dalam Peraturan BNPB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Satu Data Bencana dengan memmperhatikan Peraturan Kepala BNPB Nomor 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana dan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 03 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah Nusa Tenggara Timur terletak pada posisi 8° – 12° Lintang Selatan dan 118° – 125° Bujur Timur. Berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.1.1-6117 Tahun 2022 tentang Pemberian dan pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau, Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 609 Pulau dan meliputi 21 Kabupaten dan 1 Kota Madya, 315 kecamatan, 305 Kelurahan dan 3137 Desa dengan total luas wilayah 46.446,644 km2, memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan. Pusdalop – PB Badan Penaggulangan Bencana Provinsi NTT mencatat total kejadin bencana di Wilayah NTT Tahun 2025 sebanyak 226 Kejadian Bencana. Bencana yang mendominasi adalah benana banjir, tanah longsor, karhutla dan cuaca ekstrim. Bencana alam menimbulkan Korban meninggal 20 orang, hilang 4 orang, luka/sakit 30 orang, menderita/terdampak/mengungsi 59,375 orang. Dampak yang ditimbulkan akibat bencana kerusakan rumah sebanyak 221 rusak berat, 298 rusak sedang, 315 rusak ringan dan dampak kerusakan pada pelayan dasar berupa 13 unit satuan pendidikan, 4 unit rumah ibadah, 2 unit fasilitas kesehatan serta 26 unit jembatan, 111,42 Ha mengalami kerusakan lahan dan hutan, 767,65ha sawah dan kebun terdampak. Tahun 2026 Pusdalops-Pb mencatat periode 01 s/d 31 januari 2026 sudah terjadi 36 kejadian bencana di wilayah NTT dengan dampak 7 orang meninggal, 9 orang luka/sakit, 1,175 orang menderita/mengungsi. Bencana di dominasi jenis bencana cuaca ekstrim, tanah longsor, banjir dan abrasi/gelombang pasan. Dengan demikian, pemantauan kondisi alam dan aktivitas terhadap potensi bencana pada daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi perlu dilakukan terus-menerus. Informasi terkait dengan bencana perlu dikumpulkan, diproses, dianalisis dan selanjutnya disusun laporan serta diseminasinya. Informasi kebencanaan di sini tidak hanya menyangkut kejadian bencana, namun juga upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak baik saat prabencana maupun pasca bencana. Pada proses ini, perlu adanya Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang mampu mengelola data dan informasi hingga menyebarluaskan kepada pejabat berwenang maupun masyarakat melalui media. Pusdalops PB yang dibentuk hendaknya memegang kuat prinsip: cepat dan tepat, akurat, koordinatif, kooperatif, transparansi dan akuntabel.
Tujuan Kegiatan
Mengoptimalkan fungsi Pusdalops PB sebagai pusat kendali dalam pengumpulan, pengolahan, validasi, dan penyajian data serta informasi kebencanaan sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan daerah Menjamin kesinambungan pelayanan penanggulangan bencana 24 jam dan memastikan operasional Pusdalops PB berjalan secara berkelanjutan, termasuk pemantauan ancaman bencana, penyebaran informasi peringatan dini, dan pelaporan kejadian bencana. Diseminasi data dan informasi mengenai potensi serta risiko kejadian bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-10-01 s.d. 2024-12-31
Desain
2024-10-01 s.d. 2024-12-31
Pengumpulan Data
2025-01-01 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2025-02-01 s.d. 2025-12-31
Analisis
2025-02-01 s.d. 2025-12-31
Diseminasi Hasil
2025-02-09 s.d. 2025-12-09
Evaluasi
2026-02-17 s.d. 2026-02-17
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Kejadian Bencana di Provinsi NTT | Bencana | Jumlah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis sesuai dengan ambang batas bencana yang telah ditentukan. | Bulanan |
| Jumlah Kejadian Bencana berdasarkan Jenis Bencana | Jenis Bencana | 1. Bencana Alam - Banjir - Tanah longsor -Gelombang pasang dan abrasi - Cuaca ekstrem - Kekeringan - Kebakaran hutan dan lahan - Gempabumi - Tsunami - Erupsi gunung api 2. Bencana Non Alam - Epidemi dan wabah penyakit - Kebakaran gedung dan pemukiman - Gagal teknologi 3. Bencana Sosial - Konflik sosial | Bulanan |
| Jumlah dampak Bencana terhadap manusia | Korban Meninggal | Jumlah orang yang dilaporkan tewas atau meninggal dunia akibat bencana | Bulanan |
| Jumlah Rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana | Rumah | Jumlah bangunan yang dihuni sebagai tempat tinggal yang mengalami keruskan akibat bencana | Bulanan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
BULANAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA BARAT |
| NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA TIMUR |
| NUSA TENGGARA TIMUR | KUPANG |
| NUSA TENGGARA TIMUR | TIMOR TENGAH SELATAN |
| NUSA TENGGARA TIMUR | TIMOR TENGAH UTARA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | BELU |
| NUSA TENGGARA TIMUR | ALOR |
| NUSA TENGGARA TIMUR | LEMBATA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | FLORES TIMUR |
| NUSA TENGGARA TIMUR | SIKKA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | ENDE |
| NUSA TENGGARA TIMUR | NGADA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI |
| NUSA TENGGARA TIMUR | ROTE NDAO |
| NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI BARAT |
| NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA TENGAH |
| NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA BARAT DAYA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | NAGEKEO |
| NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI TIMUR |
| NUSA TENGGARA TIMUR | SABU RAIJUA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | MALAKA |
| NUSA TENGGARA TIMUR | KOTA KUPANG |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Lainnya : Format Data Kejadian dan Dampak Bencana Lampiran Petunjuk Pelaksanaan Standar Data Kejadian Bencana dan Dampak Bencana Nomor 7 Tahun 2023
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB)
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Pusdalops-PB
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-01-17;
Digital (softcopy): 2026-01-17;
Data Mikro: 2026-01-17;
Variabel Kegiatan
-
Jumlah orang yang dilaporkan hilang atau tidak ditemukan atau tidak diketahui keberadaannya setelah terjadi bencana.
-
Jumlah orang atau sekelompok orang yang menderita akibat dampak buruk bencana, seperti kerusakan dan atau kerugian harta benda, namun masih dapat menempati tempat tinggalnya.
-
Jumlah orang atau kelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.
-
Jumlah orang yang dilaporkan tewas atau meninggal dunia akibat bencana.
-
Jumlah orang yang mengalami luka-luka atau sakit, dalam keadaan luka ringan, maupun luka parah/berat, baik yang berobat jalan maupun rawat inap akibat terjadinya bencana.
-
Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
Indikator Kegiatan
-
Banyaknya kejadian peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia.