Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Produk Administrasi Data Pelayanan, Pencegahan, dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Di Kabupaten Purbalingga 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Produk Administrasi Data Pelayanan, Pencegahan, dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Di Kabupaten Purbalingga
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3303.031
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purbalingga
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Soekarno Hatta No.17, Kalikabong, Karangmanyar, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
| Telepon: | (0281) 896455 |
| Faksimile: | (0281) 896455 |
| Email: | bpbd@purbalinggakab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala BPBD |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Yulianto, S.H. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan |
| Alamat: | Jl. Soekarno Hatta No 20 Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga |
| Telepon: | 0281896455 |
| Faksimile: | 0281896455 |
| Email: | bpbdpurbalinggakab@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKabupaten Purbalingga merupakan daerah rawan bencana dengan kelas risiko tinggi hingga sedang terhadap bencana. Hasil penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2023, Kabupaten mendapat penilaian 0,71 (sedang). Hasil analisis pengkajian risiko bencana yang meliputi bahaya, kerentanan, kapasitas, yang merupakan dasar untuk menentukan risiko bencana. Pengkajian dilaksanakan untuk seluruh bencana yang berpotensi di Kabupaten Purbalingga yaitu bencana banjir, tanah longsor, kekeirngan, cuaca ekstrem, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, serta gunung api. Masing-masing bencana memberikan dampak berupa korban jiwa serta kerugian dan kerusakan terhadap masyarakat.Dalam setiap kejadian bencana, masyarakatlah yang selalu menjadi korban dan masyarakatlah yang selalu berhadapan langsung dengan bencana tersebut. Oleh karenanya budaya sadar bencana perlu kita tanamkan pada diri kita masing-masing dalam rangka mengurangi risiko bencana yang terjadi. Membekali diri dengan pemahaman upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat perlu dilaksanakan agar kita siap menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Peran serta semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media (Pentahelix) perlu kita libatkan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Semua terlibat dan semua selamat.Menyadari tingginya ancaman bencana dan kerentanan terhadap bencana, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas masyarakat yang berada didaerah rawan bencana. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi : Pembentukan Desa/Kelurahan tangguh Bencana, Peningkatan kapasitas Tim Reaksi cepat (TRC), Sosialisasi dan Gladi Tangguh Bencana
Tujuan Kegiatan
Mendorong terwujudnya masyarakat Desa/Kelurahan Tangguh dalam menghadapi bencana yang lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi. Mendorong sinergitas dan integrasi seluruh program yang ada di Desa/Keluarahan dengan penguatan indikator Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-11-01 s.d. 2023-12-31
Desain
2023-11-01 s.d. 2023-12-31
Pengumpulan Data
2024-07-04 s.d. 2024-12-31
Pengolahan Data
2024-07-04 s.d. 2024-12-31
Analisis
2024-07-04 s.d. 2024-12-31
Diseminasi Hasil
2024-07-04 s.d. 2024-12-31
Evaluasi
2024-07-04 s.d. 2024-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Korban Bencana | Korban Bencana | Orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. | 31 Desember 2024 |
| Pelayanan Korban Bencana | Pelayanan Korban Bencana | Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dan menyelamatkan korban bencana. | 31 Desember 2024 |
| Desa Tangguh Bencana | Desa Tangguh Bencana | Desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan (Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 | 31 Desember 2024 |
| Masyarakat Tangguh bencana | Masyarakat Tangguh bencana | Orang yang tergabung dalam sebuah tim khusus dalam penanggulan/ mitigasi bencana. Masyarakat/individu yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana | 31 Desember 2024 |
| Sosialisasi Mitigasi Bencana | Sosialisasi Mitigasi Bencana | Serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana | 31 Desember 2024 |
| Lokasi Sosialisasi Bencana | Lokasi Sosialisasi Bencana | tempat atau area tertentu yang digunakan untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan bencana. | 31 Desember 2024 |
| Kajian Resiko Bencana | Kajian Resiko Bencana | Dokumen yang berisi proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan oleh suatu bencana terhadap suatu wilayah | 31 Desember 2024 |
| Sistem Dlektronik Peringatan Dini | Sistem Elektronik Peringatan Dini | sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk mendeteksi, menganalisis, dan menyampaikan informasi mengenai potensi ancaman atau bahaya sebelum terjadi, sehingga masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil tindakan pencegahan atau evakuasi lebih awal | 31 Desember 2024 |
| Sarana dan Prasarana Tanggap Bencana | Sarana dan Prasarana Tanggap Bencana | segala fasilitas, peralatan, dan infrastruktur yang digunakan untuk mendukung upaya mitigasi, respons, dan pemulihan saat terjadi bencana. | 31 Desember 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | PURBALINGGA |
Wawancara, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 21
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-12-31;
Digital (softcopy): 2024-12-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk mendeteksi, menganalisis, dan menyampaikan informasi mengenai potensi ancaman atau bahaya sebelum terjadi, sehingga masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil tindakan pencegahan atau evakuasi lebih awal
-
tempat atau area tertentu yang digunakan untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan bencana.
-
Desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan
-
Orang yang tergabung dalam sebuah tim khusus dalam penanggulan/ mitigasi bencana. Masyarakat/individu yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana
-
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dan menyelamatkan korban bencana.
-
Dokumen yang berisi proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan oleh suatu bencana terhadap suatu wilayah
-
Serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana
-
segala fasilitas, peralatan, dan infrastruktur yang digunakan untuk mendukung upaya mitigasi, respons, dan pemulihan saat terjadi bencana
-
Orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.
Indikator Kegiatan
-
Perbandingan jumlah korban bencana yang berhasil dicari, ditolong, dievakuasi dengan perkiraan jumlah seluruh korban bencana
-
sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk mendeteksi, menganalisis, dan menyampaikan informasi mengenai potensi ancaman atau bahaya sebelum terjadi, sehingga masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil tindakan pencegahan atau evakuasi lebih awal
-
Desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan
-
Dokumen yang berisi tentang mekanisme terpadu untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap risiko bencana suatu daerah dengan menganalisis tingkat ancaman, tingkat kerugian dan kapasitas daerah
-
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dan menyelamatkan korban bencana.
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia.
-
Peralatan dan logistik yang digunakan untuk penanganan tanggap darurat bencana
-
Orang yang tergabung dalam sebuah tim khusus dalam penanggulan/ mitigasi bencana. Masyarakat/individu yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana
-
Serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana