Detail Metadata Kegiatan Statistik
Pendataan Lengkap Pengelolaan Aset Dan Kinerja Sistem Irigasi di Kabupaten Gianyar 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanPendataan Lengkap Pengelolaan Aset Dan Kinerja Sistem Irigasi di Kabupaten Gianyar
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.5104.003
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Raya Bona Gianyar
| Telepon: | (0361) 944997 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinaspugianyar@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K.,ST |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dr. Ir. I Made Dwipa Arta, ST., MT. |
| Jabatan: | Kepala BIdang SDA Jakon |
| Alamat: | Jl. Raya Bona Gianyar |
| Telepon: | 0361944997 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinaspugianyar@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPengelolaan sistem irigasi merupakan komponen vital dalam mendukung ketahanan pangan, keberlanjutan pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani di daerah. Kabupaten Gianyar, sebagai salah satu wilayah dengan sektor pertanian yang masih aktif dan memiliki peranan penting dalam penyediaan pangan lokal, sangat bergantung pada keberlangsungan fungsi sistem irigasi yang memadai dan terkelola dengan baik. Namun demikian, tantangan dalam pengelolaan aset dan penilaian kinerja sistem irigasi masih cukup besar. Banyak aset irigasi seperti saluran primer, sekunder, tersier, bangunan pembagi, dan bangunan pelengkap lainnya yang belum terdata secara lengkap dan akurat. Selain itu, belum adanya sistem informasi yang terintegrasi dan terstruktur membuat pemantauan kondisi fisik, operasional, serta fungsi sistem irigasi menjadi tidak optimal. Hal ini berdampak pada kesulitan dalam melakukan perencanaan, pemeliharaan, maupun intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Di Kabupaten Gianyar sendiri, terdapat 67 (enam puluh tujuh) daerah irigasi yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Kondisi ini menuntut adanya upaya sistematis untuk melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh aset irigasi yang ada, termasuk komponen teknis dan administratifnya, serta melakukan evaluasi kinerja sistem irigasi secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi, kapasitas, dan permasalahan di lapangan, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pengembangan infrastruktur irigasi ke depan. Lebih lanjut, kegiatan pendataan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menerapkan prinsip good governance dan pengelolaan berbasis data (data-driven management), khususnya dalam bidang sumber daya air. Dengan tersedianya data dan informasi yang akurat serta terkini, maka alokasi anggaran, kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan, hingga penentuan prioritas pembangunan dapat dilakukan secara lebih objektif dan efisien. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pelaporan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah, baik untuk keperluan internal maupun eksternal, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan irigasi yang berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui kondisi aset jaringan irigasi dan aset pendukung pengelolaan irigasi di setiap daerah irigasi melalui kegiatan baseline dan pemutakhiran data. Menentukan rekomendasi prioritas penanganan dan pengelolaan sistem serta sub-sistem irigasi di setiap daerah irigasi. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam perekaman data inventarisasi aset dan kinerja sistem irigasi, sehingga data dapat diakses secara cepat, interaktif, online, dan mudah dipahami. Mendukung tercapainya tingkat kinerja sistem irigasi yang maksimal, pelayanan irigasi yang optimal, dan keberlanjutan sistem irigasi.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-05-26 s.d. 2025-06-30
Desain
2025-05-26 s.d. 2025-06-30
Pengumpulan Data
2025-07-01 s.d. 2025-09-30
Pengolahan Data
2025-09-01 s.d. 2025-09-30
Analisis
2025-10-01 s.d. 2025-11-30
Diseminasi Hasil
2025-10-01 s.d. 2025-11-30
Evaluasi
2025-10-01 s.d. 2025-11-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Panjang Saluran | Panjang Saluran | Ukuran total jarak atau panjang dari suatu saluran irigasi, baik itu saluran primer, sekunder, maupun tersier, yang diukur mengikuti trase (jalur) saluran dari titik awal hingga titik akhir, dinyatakan dalam satuan Panjang kilometer/ meter. | Tahun 2025 |
| Profil saluran terhadap kapasitas rencana | Profil saluran terhadap kapasitas rencana | Gambaran atau penampang memanjang dan melintang dari saluran irigasi yang dibandingkan dengan kapasitas rencana saluran. Profil saluran digunakan untuk mengevaluasi apakah dimensi fisik saluran (seperti lebar dasar, kedalaman, dan bentuk penampang) masih mampu menampung debit air sesuai kapasitas rencana. | Tahun 2025 |
| Efisiensi saluran karena pengaruh sadap liar dan bocoran | Efisiensi saluran karena pengaruh sadap liar dan bocoran | Perbandingan antara debit air yang sampai di ujung saluran dengan debit air yang masuk ke saluran tersebut, dinyatakan dalam persentase. Kehilangan air pada saluran irigasi dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk sadap liar (pengambilan air ilegal) dan bocoran (kebocoran fisik saluran). | Tahun 2025 |
| Pengaruh Endapan dan erosi terhadap kapasitas saluran | Pengaruh Endapan dan erosi terhadap kapasitas saluran | Akumulasi sedimen ini menyebabkan pendangkalan dasar saluran, sehingga elevasi dasar saluran naik dan volume penampang basah saluran berkurang. Akibatnya, kapasitas saluran untuk mengalirkan air menurun, yang dapat menyebabkan seringnya banjir dan aliran tidak terkontrol. Erosi pada dasar dan tebing saluran dapat merusak struktur saluran, mengubah profil saluran. Erosi yang berkelanjutan dapat meningkatkan laju sedimentasi di hilir saluran mempercepat pendangkalan, dan memperburuk kondisi kapasitas saluran | Tahun 2025 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BALI | GIANYAR |
Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : saluran irigasi, daerah irigasi
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Pemeriksaan di web
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Jaringan irigasi
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-11-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Gambaran atau penampang memanjang dan melintang dari saluran irigasi yang dibandingkan dengan kapasitas rencana saluran. Profil saluran digunakan untuk mengevaluasi apakah dimensi fisik saluran (seperti lebar dasar, kedalaman, dan bentuk penampang) masih mampu menampung debit air sesuai kapasitas rencana.
-
Ukuran total jarak atau panjang dari suatu saluran irigasi, baik itu saluran primer, sekunder, maupun tersier, yang diukur mengikuti trase (jalur) saluran dari titik awal hingga titik akhir, dinyatakan dalam satuan Panjang kilometer/ meter.
-
Akumulasi sedimen ini menyebabkan pendangkalan dasar saluran, sehingga elevasi dasar saluran naik dan volume penampang basah saluran berkurang. Akibatnya, kapasitas saluran untuk mengalirkan air menurun, yang dapat menyebabkan seringnya banjir dan aliran tidak terkontrol. Erosi pada dasar dan tebing....
-
Perbandingan antara debit air yang sampai di ujung saluran dengan debit air yang masuk ke saluran tersebut, dinyatakan dalam persentase. Kehilangan air pada saluran irigasi dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk sadap liar (pengambilan air ilegal) dan bocoran (kebocoran fisik saluran).
Indikator Kegiatan
-
Jarak total yang diukur sepanjang alur saluran primer dari titik awal (hulu atau bangunan pengambilan utama) hingga titik akhir saluran tersebut, mengikuti jalur saluran sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
-
Jarak total yang diukur sepanjang alur saluran tersier, mulai dari titik awal pada bangunan sadap tersier (dari saluran sekunder) hingga titik akhir saluran tersier yang melayani petak atau unit layanan irigasi, mengikuti jalur saluran sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
-
Jarak total yang diukur sepanjang alur saluran sekunder, mulai dari titik awal pada bangunan sadap atau percabangan dari saluran primer hingga titik akhir saluran sekunder, mengikuti jalur saluran sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.