Detail Metadata Kegiatan Statistik
PENDATAAN STATISTIK PERKEBUNAN KABUPATEN BERAU 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanPENDATAAN STATISTIK PERKEBUNAN KABUPATEN BERAU
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.6405.003
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Perkebunan Kabupaten Berau
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Dr. Murjani I No.82, Karang Ambun, Kec. Tj. Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 77315
| Telepon: | 081357765129 |
| Faksimile: | - |
| Email: | sungramdisbun@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Ir.Lita Handini |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Mansur Tanca, STP |
| Jabatan: | Sekretaris |
| Alamat: | Murjani I No.82 Tanjung Redeb, Berau |
| Telepon: | 081253700229 |
| Faksimile: | - |
| Email: | sungramdisbun@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPembangunan sub sektor perkebunan merupakan bagian pembangunan sektor pertanian, kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sub sektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian dan terhadap PDB Nasional tidak bisa dikesampingkan karena telah mencapai angka yang tidak sedikit. Pembangunan sub sektor perkebunan harus berlandaskan pada sikap dan kepedulian dalam memberikan fasilitasi dan pelayanan kepada masyarakat serta seluruh stakeholder perkebunan. Pelaksanaan pembangunan perkebunan ini berpijak pada visi pembangunan perkebunan yaitu “Terwujudnya peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkebunan”. Peran dan kontribusi sub sektor perkebunan selama ini menunjukkan hasil positif dalam mendukung, khususnya pembangunan sektor pertanian dan secara umum pembangunan nasional, baik berperan langsung terhadap pendapatan produk domestik bruto (PDB), penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, perolehan devisa negara melalui kegiatan ekspor hasil perkebunan dan menjaga kelangsungan program ketahanan pangan nasional, maupun berperan tidak langsung dalam mewujudkan kondisi yang kondusif terhadap pelaksanaan pembangunan dan membangun hubungan sinergis dengan sub sektor yang lain.Melihat peran dan kontribusinya yang nyata tersebut, maka strategi pembangunan sub sektor perkebunan perlu terus ditingkatkan melalui peluang investasi dengan penciptaan atau pengembangan areal penanaman baru, sehingga dapat meningkatkan produksi secara nasional. Upaya mendukung iklim investasi yang baik salah satunya perlu penyediaan data dan informasi yang berkualitas sebagai bahan penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan yang akurat. Data yang berkualitas harus memenuhi kriteria sahih (valid), handal (reliable), mutakhir (up to date), obyektif (objective), dan konsisten (consistent). Ketersediaan data dan informasi yang akurat, tepat waktu, relevan, konsisten, dan lengkap sangat diperlukan oleh manajemen di lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan di berbagai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat yaitu dalam proses perencanaan/perumusan kebijakan, monitoring, dan evaluasi kebijakan. Di samping itu, data dan informasi juga sangat diperlukan oleh para stakeholder atau pelaku agribisnis dalam perencanaan bisnisnya. Untuk dapat menghasilkan data yang berkualitas, maka seluruh tahapan mulai dari pengumpulan data, pengolahan dan penyajian harus memenuhi kaidah, standar dan pedoman yang telah ditetapkan. Kualitas data sangat dipengaruhi oleh prosedur pengumpulan data, kelengkapan dokumen, konsistensi, formulir yang digunakan dan jadwal pelaporan yang tepat. Oleh karena itu, kualitas pengawasan terhadap setiap tahapan kegiatan tersebut perlu dilaksanakan yang meliputi tata cara pengisian formulir, entry data, validasi dan pemutakhiran data, sehingga didapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Kegiatan ini merupakan bagian dari: Program: PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTAKegiatan : Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Sub Kegiatan : Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah,
Tujuan Kegiatan
1. Mengetahui tingkat capaian realisasi program dan kegiatan tahun berjalan dan tahun sebelumnya. 2. Sebagai Bahan Pertimbangan dalam pembuatan usulan-usulan program dan kegiatan tahun selanjutnya sehingga dapat lebih efektif dan efisien. 3. Sebagai bahan informasi terhadap instansi yang memerlukannya atau sebagai bahan acuan kepada bidang-bidang dalam membuat rencana kegiatan tahun depan. 4. Menyediakan data tentang Statistik Perkebunan yang bermanfaat bagi Pemerintah Daerah, Perusahaan, dan Masyarakat Umum.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-09-01 s.d. 2025-05-31
Desain
2024-09-01 s.d. 2025-05-31
Pengumpulan Data
2025-07-01 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2025-07-15 s.d. 2026-01-30
Analisis
2026-02-01 s.d. 2026-02-28
Diseminasi Hasil
2026-03-01 s.d. 2026-03-31
Evaluasi
2026-03-01 s.d. 2026-03-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Tanaman Perkebunan | Tanaman Perkebunan | tanaman semusim atau tanaman tahunan yang jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan untuk usaha Perkebunan. Jenis komoditas lingkup Kementerian Pertanian yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 591.1/KPTS/ HK.140/M/9/2020 tanggal 15 September 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. | Satu semester terakhir |
| Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) | Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) | tanaman yang belum memberikan hasil karena tanaman tersebut masih muda (belum pernah berbunga/belum cukup umur untuk berproduksi) | Satu semester terakhir |
| Tanaman Menghasilkan (TM) | Tanaman Menghasilkan (TM) | tanaman yang sedang menghasilkan dan atau sudah pernah menghasilkan/ berproduksi walaupun pada saat ini sedang tidak menghasilkan karena belum musimnya. Termasuk juga tanaman yang tidak dipanen (karena memang tidak berbuah atau sebab lain) | Satu semester terakhir |
| Tanaman Tidak Menghasilkan/Tanaman Rusak (TTM/TR | Tanaman Tidak Menghasilkan/Tanaman Rusak (TTM/TR | tanaman yang tidak menghasilkan disebabkan karena tanaman yang sudah tua, rusak (hama/penyakit atau bencana alam), mandul/steril serta tidak memberikan hasil. | Satu semester terakhir |
| Produksi | Produksi | Banyaknya hasil yang diperoleh dari setiap jenis tanaman perkebunan yang diusahakan selama periode laporan sesuai dengan wujud produksi masing-masing tanaman. | Satu semester terakhir |
| Wujud Produksi | Wujud Produksi | bentuk hasil produksi tanaman perkebunan baik dalam wujud produksi saat panen maupun wujud produksi perdagangan | Satu semester terakhir |
| Perkebunan Besar | Perkebunan | perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola secara komersial oleh perusahaan yang berbadan hukum. Perkebunan besar terdiri atas Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Nasional/Asing | Satu semester terakhir |
| Perkebunan Rakyat | Perkebunan | perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola oleh rakyat/pekebun yang dikelompokkan dalam usaha kecil tanaman perkebunan rakyat dan usaha rumah tangga perkebunan, dengan kriteria sebagai berikut: - Usaha budidaya tanaman perkebunan rakyat dengan luas kurang dari dua puluh lima (25) hektar - Usaha kecil tanaman perkebunan rakyat adalah usaha tanaman perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola secara komersial oleh perusahaan perseorangan yang tidak beraktenotaris dan memenuhi kriteria tertentu. - Usaha rumahtangga perkebunan rakyat adalah usaha tanaman perkebunan yang tidak berbadan hukum yang diselenggarakan atau dikelola oleh rumahtangga perkebunan dan belum memenuhi kriteria usaha kecil tanaman perkebunan rakyat. | Satu semester terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KALIMANTAN TIMUR | BERAU |
Wawancara, Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga, Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi, Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 14
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-03-02;
Digital (softcopy): 2026-03-02;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
banyaknya rumah tangga pekebun yang membudidayakan/mengusahakan tanaman perkebunan
-
bentuk hasil produksi tanaman perkebunan baik dalam wujud produksi saat panen maupun wujud produksi perdagangan
-
perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola oleh rakyat/pekebun yang dikelompokkan dalam usaha kecil tanaman perkebunan rakyat dan usaha rumah tangga perkebunan, dengan kriteria sebagai berikut: - Usaha budidaya tanaman perkebunan rakyat dengan luas kurang dari dua puluh lima (25) hektar - Usaha kecil....
-
Perkebunan perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola secara komersial oleh perusahaan yang berbadan hukum. Perkebunan besar terdiri atas Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Nasional/Asing
-
banyaknya hasil yang diperoleh dari setiap jenis tanaman perkebunan yang diusahakan selama periode laporan sesuai dengan wujud produksi masing-masing tanaman
-
tanaman yang tidak menghasilkan disebabkan karena tanaman yang sudah tua, rusak (hama/penyakit atau bencana alam), mandul/steril serta tidak memberikan hasil
-
tanaman yang sedang menghasilkan dan atau sudah pernah menghasilkan/ berproduksi walaupun pada saat ini sedang tidak menghasilkan karena belum musimnya. Termasuk juga tanaman yang tidak dipanen (karena memang tidak berbuah atau sebab lain)
-
tanaman yang belum memberikan hasil karena tanaman tersebut masih muda (belum pernah berbunga/belum cukup umur untuk berproduksi)
-
tanaman semusim atau tanaman tahunan yang jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan untuk usaha Perkebunan. Jenis komoditas lingkup Kementerian Pertanian yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 591.1/KPTS/ HK.140/M/9/2020 tanggal 15 September 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian.
Indikator Kegiatan
-
banyaknya rumah tangga pekebun yang membudidayakan/mengusahakan tanaman perkebunan
-
Jumlah luas tanaman komoditas perkebunan baik yang belum menghasilkan, sedang menghasilkan maupun tidak menghasilkan/rusak.
-
total hasil yang diperoleh dari setiap jenis tanaman perkebunan yang diusahakan dalam periode tertentu, sesuai dengan wujud produksi masing-masing komoditas.
-
jumlah produksi yang dihasilkan per satuan luas tanaman menghasilkan pada periode laporan