Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Buku Profil Pembangunan Kabupaten Lampung Timur 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Buku Profil Pembangunan Kabupaten Lampung Timur
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Timur
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Buay Melinting Komplek Perkantoran Pemkab Lampung Timur, Sukadana
| Telepon: | (0725) 625043 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bappedakabupatenlampungtimur@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Timur |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Bidang Pendanaan dan Pengendalian |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pendanaan dan Pengendalian |
| Alamat: | Komplek Perkantoran Pemda Sukadana, Lampung Timur |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | bappeda@lampungtimurkab.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKabupaten Lampung Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang terletak di bagian timur Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sebagai daerah yang kaya akan potensi pariwisata, pertanian, dan perikanan, informasi tentang Kabupaten Lampung Timur perlu dituangkan ke dalam buku profil daerah sehingga informasi tersebut dapat menjadi acuan atau sumber pengetahuan bagi berbagai pihak.Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang terletak di bagian timur Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sebagai daerah yang kaya akan potensi pariwisata, pertanian, dan perikanan, informasi tentang Kabupaten Lampung Timur perlu dituangkan ke dalam buku profil daerah sehingga informasi tersebut dapat menjadi acuan atau sumber pengetahuan bagi berbagai pihak.
Tujuan Kegiatan
Tujuan penyusunan Profil Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Timur Tahun 2025 adalah untuk menyajikan informasi mengenai Kabupaten Lampung Timur dari berbagai aspek, seperti perencanaan pembangunan, pelayanan publik, pertanian, pariwisata, perikanan, dan sektor lainnya. Data dan informasi yang dihimpun dalam buku profil ini diharapkan dapatmemberikan manfaat bagi berbagai pihak, tidak hanya di lingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, tetapi juga bagi pemangku kepentingan lainnya.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-03-31
Desain
2025-01-02 s.d. 2025-03-31
Pengumpulan Data
2025-03-01 s.d. 2025-08-30
Pengolahan Data
2025-10-01 s.d. 2025-11-30
Analisis
2025-10-01 s.d. 2025-11-30
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2025-12-31
Evaluasi
2025-12-01 s.d. 2025-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Luas Jenis Tanah | Jenis Tanah | Jenis tanah adalah klasifikasi tanah berdasarkan komposisi, proses pembentukan, dan sifat-sifatnya, seperti tanah aluvial (endapan sungai), andosol (vulkanik), humus (organik), grumusol (liat), latosol (tua), pasir, kapur, dan gambut, yang memengaruhi kesuburan dan kesesuaiannya untuk tanaman | Tahun |
| Luas Peruntukan Lahan | Peruntukan Lahan | Peruntukan lahan adalah penetapan fungsi atau klasifikasi penggunaan suatu kawasan tanah untuk kegiatan tertentu (seperti permukiman, pertanian, industri, atau fasilitas umum) sesuai perencanaan tata ruang wilayah, agar pemanfaatannya optimal, teratur, mendukung kegiatan sosial-ekonomi, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan | Tahun |
| Jumlah Penduduk | Penduduk | Jumlah penduduk adalah total keseluruhan orang yang mendiami atau berdomisili di suatu wilayah geografis (negara, provinsi, kota, dll.) pada waktu tertentu, diukur dalam satuan 'jiwa', yang mencakup warga negara dan Warga Negara Asing yang tinggal di sana, dan terus berubah karena kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi | Tahun |
| Laju Pertumbuhan Penduduk | Pertumbuhan Penduduk | Laju pertumbuhan penduduk (LPP) adalah persentase perubahan jumlah penduduk suatu wilayah dalam periode waktu tertentu, dipengaruhi oleh faktor alami (kelahiran dan kematian) dan non-alami (migrasi), serta dihitung dengan metode seperti perbandingan jumlah penduduk atau rumus eksponensial, dengan tren di Indonesia menunjukkan perlambatan akibat program KB | Tahun |
| Kepadatan Penduduk | Kepadatan Penduduk | Kepadatan penduduk adalah ukuran banyaknya jumlah penduduk dalam setiap satuan luas wilayah, biasanya dinyatakan dalam jiwa per kilometer persegi (jiwa/km²), yang menunjukkan seberapa padat penduduk tersebar di suatu daerah. | Tahun |
| Rasio Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Sex ratio (rasio jenis kelamin) adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan dalam suatu populasi, biasanya dinyatakan sebagai jumlah laki-laki per 100 penduduk perempuan (misalnya 102 laki-laki untuk 100 perempuan) | Tahun |
| Rasio Ketergantungan | Rasio Ketergantungan | Dependency ratio (rasio ketergantungan) adalah ukuran demografi yang membandingkan jumlah penduduk usia non-produktif (anak-anak 0-14 tahun dan lansia 65+ tahun) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) untuk menunjukkan beban tanggungan ekonomi pada penduduk usia kerja | Tahun |
| Wilayah Administratif | Wilayah Administratif | Wilayah administratif adalah pembagian wilayah geografis suatu negara untuk tujuan pemerintahan dan administrasi, dengan batas-batas yang ditentukan secara politik, seperti provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan, yang dikelola oleh perangkat pemerintah untuk melaksanakan urusan publik | Tahun |
| Pertumbuhan Ekonomi | Pertumbuhan Ekonomi | Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan berkelanjutan dalam produksi barang dan jasa suatu negara dalam periode waktu tertentu, yang diukur biasanya melalui persentase kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) riil, dan menjadi indikator kemajuan serta peningkatan kemakmuran masyarakat | Tahun |
| Inflasi | Inflasi | Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, yang menyebabkan penurunan daya beli uang | Tahun |
| Kemiskinan | Kemiskinan | Kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan, sehingga hidup di bawah standar kehidupan yang layak dan memiliki sedikit akses terhadap kesempatan untuk memperbaiki hidupnya, mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan politik. | Tahun |
| Tingkat Pengangguran Terbuka | Tingkat Pengangguran Terbuka | Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah persentase penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang tidak memiliki pekerjaan tetapi aktif mencari atau siap untuk bekerja | Tahun |
| Nilai Tukar Petani | Nilai Tukar Petani | Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) dalam bentuk persentase (NTP = IT/IB x 100%) | Tahun |
| Produksi Tanaman Pangan | Produksi Tanaman Pangan | Produksi Tanaman Pangan adalah kegiatan menghasilkan, memanen, dan mengolah tanaman yang menjadi sumber karbohidrat serta protein untuk kebutuhan pangan manusia, seperti padi, jagung, kedelai, dan umbi-umbian, yang diukur dari jumlah hasil panen (ton/kg) dari luas lahan tertentu | Tahun |
| Produksi Tanaman Holtikultura | Produksi Tanaman Holtikultura | Produksi Tanaman Hortikultura adalah kegiatan budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, bunga, tanaman hias, dan tanaman obat (biofarmaka) secara sistematis, mulai dari penanaman hingga panen, untuk memenuhi kebutuhan pangan, estetika, dan industri, dengan fokus pada kualitas, varietas, dan nilai ekonominya yang tinggi | Tahun |
| Produksi Perkebunan | Produksi Perkebunan | Produksi perkebunan adalah jumlah total komoditas (hasil) yang dihasilkan dari kegiatan budidaya tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, teh, kakao, tebu, dan lainnya, yang diukur dalam satuan berat (ton/kg) | Tahun |
| Jumlah Populasi ternak | Populasi ternak | Populasi ternak adalah total jumlah hewan ternak (seperti sapi, kambing, ayam, dll.) | Tahun |
| Jumlah Produksi Daging | Produksi Daging | Produksi daging adalah proses pemeliharaan hewan ternak (seperti sapi, ayam, kambing) untuk tujuan menghasilkan daging sebagai bahan pangan, yang mencakup hasil dari pemotongan hewan (karkas) ditambah bagian yang dapat dimakan (edible offal) serta produk olahan dari daging tersebut, yang bertujuan memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat | Tahun |
| Jumlah Populasi unggas | Populasi Unggas | Unggas adalah kelompok burung yang dibudidayakan atau dipelihara manusia untuk diambil daging, telur, atau bulunya, seperti ayam, bebek, angsa, dan kalkun, yang memiliki karakteristik berbulu, bersayap, berkaki dua, dan paruh, serta menjadi sumber protein penting dan ekonomis. | Tahun |
| Jumlah Produksi Perikanan | Produksi Perikanan | Produksi perikanan adalah hasil tangkapan dari laut/perairan umum (perikanan tangkap) dan hasil pemeliharaan (perikanan budidaya), mencakup ikan, udang, kerang, serta biota air lainnya | Tahun |
| Jumlah Wisatawan | Wisatawan | Wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat (di luar tempat tinggalnya) untuk tujuan rekreasi, liburan, bisnis, kesehatan, studi, olahraga, atau alasan lainnya yang tidak berhubungan dengan mencari nafkah atau menetap permanen di lokasi tersebut, dengan durasi menginap minimal 24 jam (kecuali pelancong/excursionist yang < 24 jam). | Tahun |
| Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai Investasi, dan Nilai Produksi | Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai Investasi, dan Nilai Produksi | Unit usaha adalah bagian atau divisi dalam sebuah organisasi (seperti perusahaan, koperasi, atau BLU) yang menjalankan satu atau beberapa kegiatan ekonomi spesifik, memiliki strategi, pembukuan, dan tanggung jawab laba-rugi tersendiri, bertujuan untuk menghasilkan keuntungan atau meningkatkan pendapatan | Tahun |
| Kontribusi Sektor Industri terhadap PDRB | Kontribusi Sektor Industri terhadap PDRB | Kontribusi sektor industri terhadap PDRB sangat signifikan dan bervariasi tergantung wilayah, umumnya menjadi salah satu penyumbang terbesar setelah sektor perdagangan, dengan peran vital dalam penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi melalui industri pengolahan (manufaktur). | Tahun |
| Jumlah Bangunan Sarana Perdagangan Menurut Lokasi Pasar | Bangunan Sarana Perdagangan | Bangunan sarana perdagangan adalah berbagai tempat fisik untuk kegiatan jual beli barang dan/atau jasa, seperti pasar rakyat (toko, kios, los), pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan (minimarket, supermarket), dan gudang penyimpanan barang, yang diatur untuk mendukung kelancaran distribusi dan transaksi ekonomi | Tahun |
| Jumlah Koperasi Aktif | Koperasi | Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan asas kekeluargaan, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota dan masyarakat secara umum. Ini adalah gerakan ekonomi rakyat yang bekerja sama secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan bersama melalui usaha bersama yang dimiliki dan dikendalikan secara demokratis | Tahun |
| Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah | Usaha Mikro, Kecil dan Menengah | Usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah bisnis produktif berskala kecil hingga menengah yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil, menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia karena menciptakan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi, dengan kriteria pembagian berdasarkan modal dan omzet tahunan sesuai undang-undang | Tahun |
| Realisasi Investasi | Investasi | Investasi adalah kegiatan menanamkan modal atau dana pada suatu aset (seperti saham, obligasi, reksa dana, properti) untuk jangka waktu tertentu dengan tujuan utama memperoleh keuntungan, meningkatkan nilai aset, melindungi nilai kekayaan dari inflasi, dan mencapai tujuan finansial di masa depan | Tahun |
| Indeks Pembangunan Manusia | IPM | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator komposit untuk mengukur kualitas hidup penduduk suatu wilayah, menilai pencapaian dalam kesehatan (umur panjang), pendidikan (pengetahuan), dan standar hidup layak (pendapatan) | Tahun |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| LAMPUNG | LAMPUNG TIMUR |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu, Rumah Tangga, Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 6
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Rumah Tangga, Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-12-01;
Data Mikro: -