Detail Metadata Kegiatan Statistik
Pengumpulan Data Perikanan Budidaya di Kabupaten Bintan Tahun 2024 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanPengumpulan Data Perikanan Budidaya di Kabupaten Bintan Tahun 2024
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.2102.004
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Perikanan Kabupaten Bintan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Raya Tanjungpinang-Tanjung Uban Km.42, Bandar Seri Bentan
| Telepon: | 07718080041 |
| Faksimile: | - |
| Email: | perikananbintankab@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan |
| Eselon 2: | Dinas Perikanan Kabupaten Bintan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Raesa Gilang Samudra, S.Pi |
| Jabatan: | Kepala Bidang Perikanan Budidaya |
| Alamat: | Bandar Seri Bentan |
| Telepon: | 085265456799 |
| Faksimile: | - |
| Email: | programperikanan.bintan@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKabupaten Bintan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan budidaya. Dengan kondisi geografis yang strategis, Kabupaten Bintan dikelilingi oleh perairan yang kaya sumber daya hayati. Selain itu, keberadaan lahan yang sesuai untuk kegiatan budidaya air tawar, payau, dan laut menjadikan daerah ini sangat ideal untuk pengembangan sektor perikanan budidaya. Potensi ini didukung oleh tingginya permintaan pasar baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional terhadap komoditas hasil budidaya seperti ikan nila, lele, kerapu, udang vaname, dan rumput laut. Namun demikian, meskipun memiliki potensi yang besar, pengelolaan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bintan masih menghadapi sejumlah tantangan yang signifikan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya data yang akurat dan terintegrasi terkait sektor ini. Informasi yang tersedia mengenai luas lahan budidaya, jenis komoditas, jumlah pembudidaya, dan tingkat produksi sering kali tidak lengkap dan tidak diperbarui secara berkala. Hal ini menghambat upaya pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran dan berbasis bukti untuk mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan. Di sisi lain, perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim juga memberikan tekanan terhadap ekosistem perairan di Kabupaten Bintan. Intrusi air laut, penurunan kualitas air, dan menurunnya produktivitas lahan budidaya menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Tanpa adanya data yang memadai, sulit untuk memantau dampak perubahan lingkungan ini terhadap keberlanjutan sektor perikanan budidaya. Selain aspek lingkungan, pendataan perikanan budidaya juga penting untuk mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. Sebagian besar pembudidaya ikan di Kabupaten Bintan merupakan kelompok masyarakat pesisir dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Dengan data yang akurat, program pelatihan, akses pembiayaan, dan inovasi teknologi dapat dirancang secara lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Pendataan juga memungkinkan identifikasi kelompok pembudidaya yang paling membutuhkan intervensi dan bantuan. Pendataan yang komprehensif diperlukan pula untuk mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di bidang perikanan budidaya. Dengan adanya data terkini, penerapan teknologi modern seperti sistem bioflok, Recirculating Aquaculture System (RAS), dan pengelolaan berbasis ekosistem dapat diimplementasikan secara lebih optimal. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Selain itu, sektor perikanan budidaya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Bintan. Dengan meningkatnya minat terhadap produk-produk perikanan berkelanjutan di pasar global, pendataan yang baik dapat mendukung strategi branding produk hasil budidaya lokal. Penerapan sistem pendataan berbasis teknologi, seperti blockchain untuk pelacakan asal-usul produk, dapat meningkatkan daya saing hasil budidaya Kabupaten Bintan di pasar internasional. Pendataan yang terstruktur, sistematis, dan berbasis teknologi menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Pendataan ini tidak hanya akan menjadi dasar bagi perencanaan dan pengambilan keputusan, tetapi juga akan mendukung upaya pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan data yang akurat, Kabupaten Bintan dapat mengoptimalkan potensi perikanan budidaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat perekonomian daerah.
Tujuan Kegiatan
Menyediakan gambaran deskriptif mengenai kondisi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bintan, Menyajikan informasi dalam bentuk plot, grafik, dan peta tematik untuk mempermudah pemahaman terhadap pola distribusi serta tren perkembangan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bintan, Memberikan data visual yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah dalam pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan, Mempermudah komunikasi data antarinstansi dan pemangku kepentingan terkait, Menyediakan data yang mudah dipahami oleh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat umum, pembudidaya, dan pihak swasta, melalui visualisasi yang jelas, informatif, dan menarik.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-01 s.d. 2024-03-31
Desain
2024-01-01 s.d. 2024-03-31
Pengumpulan Data
2024-09-04 s.d. 2024-10-31
Pengolahan Data
2024-09-04 s.d. 2024-10-31
Analisis
2024-09-04 s.d. 2024-10-31
Diseminasi Hasil
2024-12-02 s.d. 2024-12-31
Evaluasi
2024-12-02 s.d. 2024-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pembudidaya Ikan | Pembudidaya Ikan | Seseorang atau sekelompok orang atau usaha yang memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan Ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol baik di air darat maupun air laut (unit usaha) | Pada Saat Pencacahan (Mei - Juli 2024) |
| Produksi Ikan | Produksi Ikan | Semua jenis ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan baik air darat atau laut, yang diusahakan oleh unit usaha/rumah tangga budidaya ikan (satuan kilogram) | Tahunan (Januari 2023 - Desember 2023) |
| Serapan Benih Ikan | Serapan Benih Ikan | total jumlah benih ikan yang digunakan, dibeli, atau diserap oleh pembudidaya ikan, kelompok tani, atau unit usaha pembesaran dalam suatu periode tertentu, biasanya dinyatakan dalam ekor | Tahunan (Januari 2023 - Desember 2023) |
| Wadah Budidaya | Wadah Budidaya | tempat atau media fisik yang digunakan untuk memelihara, membesarkan, atau membiakkan ikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Wadah ini berfungsi sebagai lingkungan buatan yang mendukung kehidupan ikan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal | Pada Saat Pencacahan (Mei - Juli 2024) |
| Potensi Budidaya Ikan Air Tawar dan Air Payau | Potensi Budidaya Ikan Air Tawar dan Air Payau | luasan lahan ataupun ruang budidaya yang secara teknis, ekologis, dan regulasi tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (fresh water) dan budidaya ikan air payau (brackish water), namun belum seluruhnya termanfaatkan. Untuk budidaya air tawar: mencakup lahan kolam (tanah, beton, terpal), lahan persawahan (mina padi), perairan umum (danau, sungai, rawa) yang memenuhi syarat budidaya. Untuk budidaya air payau: mencakup tambak atau kolam di kawasan pesisir atau muara yang memiliki salinitas campuran (payau) yang cocok untuk ikan-komoditas budidaya. Nilai “potensi” tidak hanya berupa jumlah hektar lahan tetapi juga menunjukkan kemampuan dan kesempatan pengembangan budidaya terhadap kondisi aktual (teknologi, infrastruktur, pasar) yang tersedia. Potensi ini sering diukur dalam satuan luas lahan (hektar) dan kemudian dibandingkan dengan luas yang telah dimanfaatkan (eksisting) untuk mendapatkan tingkat pemanfaatan (persentase) | Pada Saat Pencacahan (Mei - Juli 2024) |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KEPULAUAN RIAU | BINTAN |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Pembudidaya Ikan
Unit Observasi
Pembudidaya Ikan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Lainnya : menghubungi responden
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
≤ SMP
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan, Lainnya : Desa/Kelurahan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-12-31;
Digital (softcopy): 2024-12-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
luas dari tempat atau media fisik yang digunakan untuk memelihara, membesarkan, atau membiakkan ikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Wadah ini berfungsi sebagai lingkungan buatan yang mendukung kehidupan ikan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
-
total jumlah benih ikan yang digunakan, dibeli, atau diserap oleh pembudidaya ikan, kelompok tani, atau unit usaha pembesaran dalam suatu periode tertentu, biasanya dinyatakan dalam ekor
-
Total dari semua jenis ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan baik air darat atau laut, yang diusahakan oleh unit usaha/rumah tangga budidaya ikan (satuan kilogram)
-
luasan lahan ataupun ruang budidaya yang secara teknis, ekologis, dan regulasi tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (fresh water) dan budidaya ikan air payau (brackish water), namun belum seluruhnya termanfaatkan. Untuk budidaya air tawar: mencakup lahan kolam (tanah,....
-
Total atau jumlah seseorang atau sekelompok orang atau usaha yang memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan Ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol baik di air darat maupun air laut (unit usaha)
-
Total dari banyaknya tempat atau media fisik yang digunakan untuk memelihara, membesarkan, atau membiakkan ikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Wadah ini berfungsi sebagai lingkungan buatan yang mendukung kehidupan ikan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
-
Nilai dari semua jenis ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan baik air darat atau laut, yang diusahakan oleh unit usaha/rumah tangga budidaya ikan (Milyar Rupiah)
Indikator Kegiatan
-
Total dari semua jenis ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan baik air darat atau laut, yang diusahakan oleh unit usaha/rumah tangga budidaya ikan (satuan kilogram)
-
Nilai semua jenis ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan baik air darat atau laut, yang diusahakan oleh unit usaha/rumah tangga budidaya ikan (Milyar Rupiah)
-
Luas dari tempat atau media fisik yang digunakan untuk memelihara, membesarkan, atau membiakkan ikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Wadah ini berfungsi sebagai lingkungan buatan yang mendukung kehidupan ikan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
-
Total dari tempat atau media fisik yang digunakan untuk memelihara, membesarkan, atau membiakkan ikan dalam kegiatan budidaya perikanan. Wadah ini berfungsi sebagai lingkungan buatan yang mendukung kehidupan ikan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
-
Total dari seseorang atau sekelompok orang atau usaha yang memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan Ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol baik di air darat maupun air laut (unit usaha)
-
luasan lahan ataupun ruang budidaya yang secara teknis, ekologis, dan regulasi tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (fresh water) dan budidaya ikan air payau (brackish water), namun belum seluruhnya termanfaatkan. Untuk budidaya air tawar: mencakup lahan kolam (tanah,....
-
total jumlah benih ikan yang digunakan, dibeli, atau diserap oleh pembudidaya ikan, kelompok tani, atau unit usaha pembesaran dalam suatu periode tertentu, biasanya dinyatakan dalam ekor