📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Kondisi Jalan Dan Jembatan 2024
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Melawi
Statistik Sektoral
Pencacahan Lengkap
Perwilayahan dan Perkotaan
22 Var
2 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Kondisi Jalan Dan Jembatan
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Perwilayahan dan Perkotaan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Melawi
Alamat Lengkap
Jalan Nanga Pinoh - Kota Baru, Km.7, Kelakik, Nanga Pinoh
Telepon
-
Faksimile
-
Email
none@none.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Tusep Eka Burang
Nama PJ Teknis
Edi Lukito
Jabatan
Kabid Binamarga
Alamat
Jalan Provinsi Nanga Pinoh - Kota Baru Km.7 Nanga Pinoh
Telepon
081345623567
Faksimile
-
Email
bnpuprmelawi@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Jalan Dan Jembatan Merupakan Infrastruktur Yang Berperan Penting Di Suatu Daerah. Kondisi Jalan Dan Jembatan Yang Baik Diperlukan Untuk Mempermudah Akses Pengguna Jalan. Maka Dari Itu, Survei Kondisi Jalan Dan Jembatan Dilaksanakan Tiap Tahunnya Untuk Memantau Kondisi Jalan Dan Jembatan Khususnya Yang Ada Di Kabupaten Melawi.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui Kondisi Jalan Dan Jembatan Di Kabupaten Melawi
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
6 Januari 2024 - 28 Juni 2024
Desain
1 Juli 2024 - 31 Juli 2024
Pengumpulan Data
1 Agustus 2024 - 13 Desember 2024
Pengolahan Data
5 Agustus 2024 - 20 Desember 2024
Analisis
23 Desember 2024 - 27 Desember 2024
Diseminasi
8 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Evaluasi
3 Februari 2025 - 28 Februari 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 22 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Susunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Susunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Permukaan perkerasan jalan aspal dinilai berdasarkan susunannya apakah rapat atau kasar | Pada saat pencacahan |
| Kondisi Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Kondisi Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Kondisi permukaan perkerasan jalan aspal perlu dicek apakah kondisinya baik atau terdapat kelainan | Pada saat pencacahan |
| Persentase Penurunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal dan tanah/kerikil | Persentase Penurunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal dan tanah/kerikil | Permukaan perkerasan jalan aspal dan tanah/kerikil dinilai berdasarkan ada tidaknya penurunan yang terjadi. Jika terjadi penurunan, perlu diukur persentase penurunan yang terjadi | Pada saat pencacahan |
| Persentase Tambalan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Persentase Tambalan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal | Permukaan perkerasan jalan aspal dinilai berdasarkan keberadaan tambalan pada jalan. Jika terdapat tambalan, perlu diukur besaran tambalan yang ada | Pada saat pencacahan |
| Jenis retak-retak jalan aspal | Jenis retak-retak jalan aspal | Kondisi jalan aspal dilihat berdasarkan keberadaan keretakan pada jalan. Jika terdapat keretakan, perlu dilihat jenis keretakannya apakah tidak berhubungan atau saling berhubungan | Pada saat pencacahan |
| Lebar retak-retak jalan aspal | Lebar retak-retak jalan aspal | Kondisi jalan aspal dilihat berdasarkan keberadaan keretakan pada jalan. Jika terdapat keretakan, perlu diukur lebar keretakannya | Pada saat pencacahan |
| Persentase luas retak-retak jalan aspal | Persentase luas retak-retak jalan aspal | Kondisi jalan aspal dilihat berdasarkan keberadaan keretakan pada jalan. Jika terdapat keretakan, perlu dihitung persentase luasan keretakannya | Pada saat pencacahan |
| Jumlah lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Jumlah lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Kondisi jalan aspal dan tanah/kerikil dinilai berdasarkan keberadaan lubang pada jalan. Jika terdapat lubang, perlu dihitung jumlah lubang per 200 meter | Pada saat pencacahan |
| Ukuran lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Ukuran lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Kondisi jalan aspal dan tanah/kerikil dinilai berdasarkan keberadaan lubang pada jalan. Jika terdapat lubang, perlu dilihat ukuran lubangnya apakah termasuk lubang kecil atau besar | Pada saat pencacahan |
| Bekas roda pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Bekas roda pada jalan aspal dan tanah/kerikil | Kondisi jalan aspal dan tanah/kerikil dinilai berdasarkan ada tidaknya bekas roda pada jalan aspal. Jika terdapat bekas roda, perlu dicek kedalaman bekas roda tersebut | Pada saat pencacahan |
| Kerusakan tepi jalan aspal | Kerusakan tepi jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai apakah terdapat kerusakan pada tepi jalan, baik sisi kiri maupun kanan jalan. Jika terdapat kerusakan pada tepi jalan, perlu dilakukan pengecekan apakah kerusakan tersebut termasuk kerusakan yang ringan atau berat | Pada saat pencacahan |
| Kondisi bahu jalan aspal | Kondisi bahu jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai berdasarkan keberadaan bahu jalan, baik pada sisi kiri maupun kanan jalan. Jika terdapat bahu jalan, perlu dilakukan pengecekan kondisi bahu jalan tersebut apakah dalam kondisi baik atau terdapat bekas roda/erosi | Pada saat pencacahan |
| Permukaan bahu jalan aspal | Permukaan bahu jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai berdasarkan keberadaan bahu jalan, baik pada sisi kiri maupun kanan jalan. Jika terdapat bahu jalan, perlu dilakukan pengecekan permukaan bahu jalan tersebut apakah di atas/rata/di bawah permukaan jalan | Pada saat pencacahan |
| Kondisi saluran samping jalan aspal | Kondisi saluran samping jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai berdasarkan keberadaan saluran samping, baik pada sisi kiri maupun kanan jalan. Jika terdapat saluran samping, perlu dilakukan pengecekan kondisi saluran samping tersebut apakah bersih/tertutup/erosi | Pada saat pencacahan |
| Kerusakan lereng jalan aspal | Kerusakan lereng jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai apakah terjadi kerusakan lereng, baik pada sisi kiri maupun kanan jalan | Pada saat pencacahan |
| Trotoar jalan aspal | Trotoar jalan aspal | Kondisi jalan aspal dinilai berdasarkan keberadaan trotoar, baik pada sisi kiri maupun kanan jalan. Jika terdapat trotoar, perlu dilakukan pengecekan apakah trotoar tersebut aman atau berbahaya | Pada saat pencacahan |
| Kemiringan melintang jalan tanah/kerikil | Kemiringan melintang jalan tanah/kerikil | Kemiringan melintang adalah persentase perubahan ketinggian sepanjang permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil. | Pada saat pencacahan |
| Erosi permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil | Erosi permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil | Erosi permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil adalah pengangkutan lapisan tanah yang merata tebalnya dari permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil. | Pada saat pencacahan |
| Ukuran terbanyak kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Ukuran terbanyak kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Kondisi jalan tanah/kerikil dilihat berdasarkan keberadaan kerikil/batu pada jalan. Jika terdapat kerikil/batu, perlu dilakukan pengecekan ukuran terbanyak dari kerikil/batu tersebut. | Pada saat pencacahan |
| Tebal lapisan kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Tebal lapisan kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Kondisi jalan tanah/kerikil dilihat berdasarkan keberadaan kerikil/batu pada jalan. Jika terdapat kerikil/batu, perlu dilakukan pengecekan tebal lapisan kerikil/batu tersebut. | Pada saat pencacahan |
| Distribusi kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Distribusi kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil | Kondisi jalan tanah/kerikil dilihat berdasarkan keberadaan kerikil/batu pada jalan. Jika terdapat kerikil/batu, perlu dilakukan pengecekan distribusi dari keriki/batu tersebut. | Pada saat pencacahan |
| Jalan tanah/kerikil yang bergelombang | Jalan tanah/kerikil yang bergelombang | Kondisi jalan tanah/kerikil perlu dilakukan pengecekan apakah terdapat jalan yang bergelombang. Jika terdapat jalan yang bergelombang, perlu diukur berapa persentase luasan jalan yang bergelombang | Pada saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | KALIMANTAN BARAT | MELAWI |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Pengamatan (observasi)
- Pengamatan (observasi)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Lainnya, Jalan
- Lainnya, Jalan
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 4 orang
Pengumpul data/enumerator : 16 orang
Pengumpul data/enumerator : 16 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Jalan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
22 variabel yang diolah/dikumpulkan
Jalan tanah/kerikil yang bergelombang
String • -
["Jalan tanah/kerikil yang bergelombang"]Lihat →
Distriibusi kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil
String • -
["Distriibusi kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil"]Lihat →
Tebal lapisan kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil
String • -
["Tebal lapisan kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil"]Lihat →
Ukuran terbanyak kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil
String • -
["Ukuran terbanyak kerikil/batu pada jalan tanah/kerikil"]Lihat →
Erosi permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil
String • -
["Erosi permukaan perkerasan jalan tanah/kerikil"]Lihat →
Kemiringan melintang jalan tanah/kerikil
String • -
["Kemiringan melintang jalan tanah/kerikil"]Lihat →
Trotoar jalan aspal
String • -
["Trotoar jalan aspal"]Lihat →
Kerusakan lereng jalan aspal
String • -
["Kerusakan lereng jalan aspal"]Lihat →
Kondisi saluran samping jalan aspal
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444) • -
["Kondisi saluran samping jalan aspal"]Lihat →
Permukaan bahu jalan aspal
String • -
["Permukaan bahu jalan aspal"]Lihat →
Kondisi bahu jalan aspal
String • -
["Kondisi bahu jalan aspal"]Lihat →
Kerusakan tepi jalan aspal
String • -
["Kerusakan tepi jalan aspal"]Lihat →
Bekas roda pada jalan aspal dan tanah/kerikil
String • -
["Bekas roda pada jalan aspal dan tanah/kerikil"]Lihat →
Ukuran lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil
String • -
["Ukuran lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil"]Lihat →
Jumlah lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil
String • -
["Jumlah lubang pada jalan aspal dan tanah/kerikil"]Lihat →
Persentase luas retak-retak jalan aspal
String • -
["Persentase luas retak-retak jalan aspal"]Lihat →
Lebar retak-retak jalan aspal
String • -
["Lebar retak-retak jalan aspal"]Lihat →
Jenis retak-retak jalan aspal
String • -
["Jenis retak-retak jalan aspal"]Lihat →
Persentase Tambalan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal
string • -
["Persentase Tambalan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal"]Lihat →
Persentase Penurunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal dan tanah/kerikil
String • -
["Persentase Penurunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal dan tanah/kerikil"]Lihat →
Kondisi Permukaan Perkerasan Jalan Aspal
String • -
["Kondisi Permukaan Perkerasan Jalan Aspal"]Lihat →
Susunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal
String • -
["Susunan Permukaan Perkerasan Jalan Aspal"]Lihat →