Detail Metadata Kegiatan Statistik
Pendataan Kejadian Bencana di Kabupaten Temanggung 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanPendataan Kejadian Bencana di Kabupaten Temanggung
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. S. Kadar Maron No. 21 Sidorejo Kabupaten Temanggung
| Telepon: | (0293) 493772 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbdtmg@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | - |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | TOTOK NURSETYANTO, S.STP |
| Jabatan: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung |
| Alamat: | Jl. S. Kadar Maron No. 21 Sidorejo Kabupaten Temanggung |
| Telepon: | 089687371043 |
| Faksimile: | - |
| Email: | totoknursetyanto13.tmg@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanJumlah kejadian per jenis bencana penting untuk memahami pola dan tren bencana di suatu daerah. Hal ini meliputi analisis data historis mengenai berbagai jenis bencana yang ada di Kabupaten Temanggung, seperti banjir, longsor, karhutla, kekeringan, gempa bumi, cuaca ekstrem dan banjir. Data kejadian bencana membantu mengidentifikasi seberapa sering dan seberapa parah bencana terjadi. Misalnya, daerah rawan gempa bumi mungkin mengalami lebih banyak kejadian gempa dibandingkan daerah lainnya. Setiap jenis bencana memiliki dampak yang berbeda pada masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. Analisis kejadian dapat membantu merencanakan mitigasi dan respon yang lebih baik. Perubahan iklim dapat mempengaruhi pola bencana, seperti peningkatan frekuensi banjir dan cuaca ekstrem. Memahami jumlah kejadian per jenis bencana dapat membantu mengidentifikasi tren ini. Pemerintah dan lembaga terkait dapat menggunakan data ini untuk menyusun rencana penanggulangan bencana yang lebih efektif, termasuk evakuasi dan pengurangan risiko. Selain itu edukasi masyarakat tentang jenis bencana yang mungkin terjadi di daerah mereka dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko. Melalui analisis yang mendalam, data jumlah kejadian per jenis bencana dapat memberikan wawasan berharga untuk kebijakan dan strategi pengurangan risiko bencana
Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan mengetahui jumlah kejadian bencana per jenis bencana meliputi: 1. Mengidentifikasi pola dan tren bencana di suatu daerah untuk memahami jenis bencana yang paling sering terjadi. 2. Membantu pemerintah dan lembaga terkait dalam merancang strategi mitigasi yang efektif untuk mengurangi dampak bencana. 3. Menyediakan data yang diperlukan untuk menyusun kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana. 4. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan respons terhadap bencana melalui pendidikan dan pelatihan yang lebih terarah. 5. Membantu dalam pengalokasian sumber daya yang tepat untuk pencegahan dan penanggulangan bencana berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi. 6. Menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut mengenai dampak bencana dan pengaruhnya terhadap masyarakat dan lingkungan. 7. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana dan pentingnya persiapan dalam menghadapi bencana. Dengan memahami jumlah kejadian per jenis bencana, diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana di masa depan
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-12-01 s.d. 2023-12-15
Desain
2023-12-16 s.d. 2023-12-31
Pengumpulan Data
2024-01-01 s.d. 2024-12-31
Pengolahan Data
2024-01-01 s.d. 2024-12-31
Analisis
2024-01-01 s.d. 2024-12-31
Diseminasi Hasil
2025-01-01 s.d. 2025-01-15
Evaluasi
2025-01-16 s.d. 2025-01-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Bencana Alam | Bencana Alam | Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor | 2024 |
| daerah rawan bencana | daerah rawan bencana | daerah berpotensi tinggi mengalami bencana alam | 2024 |
| mitigasi | mitigasi | serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana | 2024 |
| Jenis Bencana | Jenis Bencana | Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat | 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | TEMANGGUNG |
Lainnya : Laporan dari berbagai pihak terkait
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kejadian Bencana Alam
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 33
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kejadian Bencana
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-01-07;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
daerah berpotensi tinggi mengalami bencana alam
-
serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
-
Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
-
Bencana alam adalah peristiwa atau kejadian yang disebabkan oleh faktor alam yang mengakibatkan kerusakan, kerugian, atau dampak negatif bagi kehidupan manusia, harta benda, dan lingkungan sekitar.
Indikator Kegiatan
-
Jumlah kawasan rawan atau yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam
-
Jumlah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebebkan oleh alam dan berdampak merugikan masyarakat