Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Luasan Kawasan Ancaman Bencana dan Kerentanan Bencana Alam di Kota Salatiga 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Luasan Kawasan Ancaman Bencana dan Kerentanan Bencana Alam di Kota Salatiga
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik Perpajakan dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Salatiga
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Seruni Nomor 3 Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga
| Telepon: | (0298)3429175 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd@salatiga.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Wali Kota Salatiga |
| Eselon 2: | Sekretaris Daerah Kota Salatiga (Kepala Ex Officio BPBD) |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
| Jabatan: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
| Alamat: | Jalan Lingkar Salatiga Km. 7 Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga |
| Telepon: | 02983429175 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd@salatiga.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanBerdasarkan catatan sejarah kebencanaan, Kota Salatiga pernah mengalami berbagai bencana. Dari Data dan lnformasi Bencana lndonesia (DlBl, BNPB) sampai tahun 2022, dan sesuai dengan lndeks Risiko Bencana Kota Salatiga dengan skor 90,89 dan di kategorikan bencana sedang, bencana yang termasuk sering terjadi di Kota Salatiga yaitu: kebakaran, kebakaran hutan dan lahan, angin putting beliung, tanah longsor, banjir /Iuapan air, Cuaca Ekstrem, kekeringan. Kejadian bencana tersebut menimbulkan dampak korban jiwa, kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan/lahan yang besar, serta menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat Kota Salatiga. Melihat besarnya jumlah kejadian dan dampak yang ditimbulkan dari berbagai bencana tersebut, maka Pemerintah Kota Salatiga dituntut memiliki perencanaan penanggulangan bencana yang baik, sehingga potensi bencana dapat ditangani dengan terarah dan terpadu. Pemaduan dan penyelarasan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Salatiga membutuhkan dasar yang kuat dalam pelaksanaannya. Salah satu langkah yang perlu dilakukan oleh kota Salatiga yaitu dengan melakukan pengkajian risiko terhadap potensi bencana yang ada.
Tujuan Kegiatan
Untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait data bencana alam yang ada di Kota Salatiga Untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait data luas daerah dengan ancaman bencana alam. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait data luas daerah dengan rentan bencana alam.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-01 s.d. 2024-01-15
Desain
2024-01-01 s.d. 2024-12-31
Pengumpulan Data
2024-01-01 s.d. 2024-12-31
Pengolahan Data
2024-12-01 s.d. 2025-01-10
Analisis
2025-01-01 s.d. 2025-01-31
Diseminasi Hasil
2025-01-01 s.d. 2025-01-31
Evaluasi
2025-02-01 s.d. 2025-02-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Gempa Bumi | Bencana Alam | Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Banjir | Bencana Alam | Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Tanah Longsor | Bencana Alam | Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Letusan Gunung Api | Bencana Alam | Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah keduanya,menuruni atau "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Kekeringan | Bencana Alam | Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Cuaca Ekstrem | Bencana Alam | Cuaca Ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Ancaman Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan | Bencana Alam | Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan Lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Gempa Bumi | Bencana Alam | Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Banjir | Bencana Alam | Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Tanah Longsor | Bencana Alam | Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Letusan Gunung Api | Bencana Alam | Letusan gunung api merupakan bagian dari aktIVItas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Kekeringan | Bencana Alam | Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Cuaca Ekstrem | Bencana Alam | Cuaca Ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak norma, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
| Luasan Kawasan Rentan Terhadap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan | Bencana Alam | Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar. | 1 Jan - 2024 s/d 31 Dec-2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | KOTA SALATIGA |
Lainnya : Pencatatan berdasarkan FGD
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Wilayah Kelurahan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Lainnya : Desk OPD
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 25
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Wilayah Kelurahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Lainnya : Kelurahan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-01-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktIVItas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
-
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
-
kejadian cuaca yang tidak norma, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta.
-
kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta.
-
peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
-
salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng
-
suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan Lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
-
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah keduanya,menuruni atau "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
-
ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan.
-
getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan
-
suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
-
ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan.
-
peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
-
getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan
Indikator Kegiatan
-
getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan