📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Kompilasi Data untuk Penentuan Lokus Percepatan Penurunan StuntinG Kota Dumai 2023
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Kesehatan
11 Var
34 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Kompilasi Data untuk Penentuan Lokus Percepatan Penurunan StuntinG Kota Dumai
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai
Alamat Lengkap
Jl. Pangeran Diponegoro Kel. Sukajadi Kec. Dumai Kota
Telepon
-
Faksimile
-
Email
dppkb-dumai@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala DPPKB Kota Dumai
Nama PJ Teknis
Amrizal Anara
Jabatan
Sekretaris DPPKB
Alamat
Jl. Pangeran Diponegoro, Kel. Sukajadi Kec. Dumai Kota
Telepon
081365269218
Faksimile
-
Email
dppkb-dumai@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. (sumber : Perpres 72 tahun 2021). Standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi penderita penyakit kronis di masa dewasanya.
Melihat begitu krusialnya dampak stunting bagi pembangunan sosial ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin telah menetapkan penanggulangan stunting sebagai salah satu proyek prioritas strategis (major project) nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024, dengan target menurunnya angka kematian lbu hingga 183 per 100.000 kelahiran hidup serta menurunnya prevalensi stunting hingga 14%. Penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multisektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Selaras dengan kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kota Dumai juga telah memasukkan kebijakan penanggulangan stunting sebagai salah satu target pembangunan pada RPJMD Kota Dumai Tahun 2019-2024 dengan target menurunkan prevalensi stunting menjadi 10% di tahun 2024 (dengan menggunakan sumber data hasil entry e-PPGBM).
Melihat begitu krusialnya dampak stunting bagi pembangunan sosial ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin telah menetapkan penanggulangan stunting sebagai salah satu proyek prioritas strategis (major project) nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024, dengan target menurunnya angka kematian lbu hingga 183 per 100.000 kelahiran hidup serta menurunnya prevalensi stunting hingga 14%. Penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multisektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Selaras dengan kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kota Dumai juga telah memasukkan kebijakan penanggulangan stunting sebagai salah satu target pembangunan pada RPJMD Kota Dumai Tahun 2019-2024 dengan target menurunkan prevalensi stunting menjadi 10% di tahun 2024 (dengan menggunakan sumber data hasil entry e-PPGBM).
Tujuan Kegiatan
Tujuan strategi nasional penurunan stunting pada Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021. mempunyai tujuan sebagai berikut: (a) menurunkan prevalensi stunting, (b) meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, (c) menjamin pemenuhan asupan gizi; (d) memperbaiki pola asuh; (e) meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan; dan (f) meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Dengan menyasar kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 - 59 bulan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2023 - 13 Januari 2023
Desain
9 Januari 2023 - 20 Januari 2023
Pengumpulan Data
23 Januari 2023 - 10 Februari 2023
Pengolahan Data
6 Februari 2023 - 24 Februari 2023
Analisis
27 Februari 2023 - 17 Maret 2023
Diseminasi
20 Maret 2023 - 31 Maret 2023
Evaluasi
27 Maret 2023 - 31 Maret 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 11 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Penduduk | Penduduk | Semua orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap | 2022 |
| Angka kematian ibu | Kematian Ibu/Maternal Mortality | Kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll | 2013-2022 |
| Jumlah Balita Stunting | Stunting | Status gizi yang didasarkan pada panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). | 2022 |
| Jumlah Balita | Balita | Anak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan) | 2022 |
| Jumlah Ibu hamil | Ibu hamil | Wanita yang mengandung dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dan sel sperma) sampai lahirnya janin/ jabang bayi | 2022 |
| Jumlah Remaja Putri | Remaja | Kelompok usia 10 tahun sampai berusia 18 tahun. | 2022 |
| Jumlah persalinan | Proses Melahirkan/Kelahiran | Proses lahirnya janin dari dalam kandungan ibu ke dunia, dimulai dari tanda-tanda kelahiran (rasa mulas yang berangsur-angsur makin sering, makin lama dan makin kuat, rahim terasa kencang, keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir (vagina), keluarnya cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir dan merasa seperti mau buang air besar bila bayi akan lahir),hingga lahirnya bayi, pemotongan tali pusat, dan keluarnya plasenta. | 2022 |
| Jumlah Peserta KB | Keluarga Berencana | Upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. | 2022 |
| Jumlah calon pengantin | Calon Pengantin | Pasangan yang belum mempunyai ikatan, baik secara hukum Agama ataupun Negara dan pasangan tersebut berproses menuju pernikahan serta proses memenuhi persyaratan dalam melengkapi data- data yang diperlukan untuk pernikahan | 2022 |
| Jumlah Pasangan Usia Subur | Pasangan Usia Subur | Pasangan Usia Subur atau selanjutnya disingkat PUS adalah pasangan suami istri, yang istrinya berumur 15- 49 tahun dan masih haid, atau pasangan suami-istri yang istrinya berusia kurang dari 15 tahun dan sudah haid | 2022 |
| Jumlah Keluarga | Keluarga | Jumlah Keluarga adalah jumlah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. | 2022 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | RIAU | KOTA D U M A I |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Rumah Tangga
- Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 3 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Rumah Tangga
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
11 variabel yang diolah/dikumpulkan
Pasangan Usia Subur
Integer • Pasangan
["Umur/Usia"]Lihat →
Jumlah Keluarga
Integer • KK
["Administrasi Kependudukan", "Data Kependudukan"]Lihat →
Jumlah persalinan
Integer • Orang
["Proses Melahirkan/Kelahiran"]Lihat →
Jumlah Peserta KB
integer • orang
["Alat kontrasepsi", "Jumlah pasangan menikah"]Lihat →
Remaja
Integer • -
["Remaja"]Lihat →
Jumlah calon pengantin
integer • pasang
["calon pengantin"]Lihat →
Ibu hamil
Integer •
["Ibu hamil", "Kehamilan"]Lihat →
Jumlah balita 0 - 59 bulan yang ditimbang dan diukur
Integer • Balita
["Balita"]Lihat →
Jumlah Balita dengan Stunting
Integer • Balita
["Stunting"]Lihat →
Kejadian Kematian Ibu
Integer • Orang
["Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
Penduduk
Integer • jiwa
["Penduduk"]Lihat →
Indikator Kegiatan
34 indikator yang dihasilkan
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan
Persen • Kelurahan
[" Pasangan Usia Subur", "Jaminan Kesehatan"]Lihat →
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan nontunai
Persen • Kelurahan
["Pasangan Usia Subur (PUS)", "Kemiskinan"]Lihat →
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat
Persen • Kelurahan
["Pasangan Usia Subur", "Kesejahteraan Sosial"]Lihat →
Pasangan calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting
Persen • Kelurahan
["Calon Pengantin", "Stunting"]Lihat →
Cakupan calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pranikah
Persen • Kelurahan
["Pasangan Usia Subur (PUS)"]Lihat →
Persentase Kehamilan yang tidak diinginkan
persen • kelurahan
["Kehamilan"]Lihat →
Persentase Unmet Need pelayanan keluarga berencana
persen • kelurahan
["Pasangan Usia Subur"]Lihat →
Bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
Persen • Keluarahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
Persen • Kelurahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Calon pasangan usia subur (PUS) yang memperoleh pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan nikah
Persen • Kelurahan
["Pasangan Usia Subur", "Calon Pengantin"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk
Persen • Kelurahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya
Persen • Kelurahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi
Persen • Kelurahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap
Persen • Kelurahan / Desa
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Calon pengantin /calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD)
Persen • Kelurahan
["Calon Pengantin", "Pasangan Usia Subur (PUS)"]Lihat →
Keluarga yang Stop BABS
Persen • Kelurahan / Desa
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Persentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang Mendapatkan Tambahan Asupan Gizi
persen • kelurahan
["Kehamilan", "Pelayanan Antenatal"]Lihat →
Keluarga yang melaksanakan PHBS
persen • Kelurahan / Desa
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri
Persen • Kelurahan / Desa
["Keluarga Beresiko "]Lihat →
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan
Persen • Kelurahan / Desa
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang memperoleh pendampingan
Persen • Kelurahan / Desa
["Stunting"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi
Persen • Kelurahan
["Stunting"]Lihat →
Remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin)
Persen • Kelurahan
["Remaja"]Lihat →
Rumah tangga yang mendapatkan akses air minum layak
persen • Kelurahan
["Air Minum dan Sanitasi"]Lihat →
Rumah tangga yang mendapatkan akses sanitasi (air limbah domestik) layak
persen • Kelurahan
["Air Minum dan Sanitasi"]Lihat →
Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi
persen • Kelurahan
["Perlindungan Sosial"]Lihat →
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur
persen • Kelurahan
["Perlindungan Sosial"]Lihat →
Angka Kematian Bayi (AKB)/Infant Mortality Rate (IMR)
kematian perseribu kelahiran hidup • Kabupaten/Kota
["Kematian", "Kelahiran Hidup"]Lihat →
Persentase Keluarga Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
persen • Keluarahan
["Keluarga", "Penerima Bantuan Iuran (PBI)", "Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)", "BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)"]Lihat →
Persentase Remaja Putri yang Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
persen • Kelurahan
["Pelayanan Masa Sebelum Hamil"]Lihat →
Persentase Ibu Hamil yang Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
persen • Kabupaten/Kota
["Kehamilan", "Pelayanan Antenatal"]Lihat →
Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) pada Anak di Bawah Lima Tahun (Balita)
persen • Kabupaten/Kota
["Stunting"]Lihat →
Rasio Kepadatan Penduduk
orang per kilometer persegi • Kabupaten/Kota
["Penduduk"]Lihat →
Rasio Jenis Kelamin
laki-laki perseratus perempuan • Kabupaten/Kota
["Jenis Kelamin"]Lihat →