← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Kompilasi Data untuk Penentuan Lokus Percepatan Penurunan StuntinG Kota Dumai
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai
Alamat Lengkap
Jl. Pangeran Diponegoro Kel. Sukajadi Kec. Dumai Kota
Telepon
-
Faksimile
-
Email
dppkb-dumai@gmail.com
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala DPPKB Kota Dumai
Nama PJ Teknis
Amrizal Anara
Jabatan
Sekretaris DPPKB
Alamat
Jl. Pangeran Diponegoro, Kel. Sukajadi Kec. Dumai Kota
Telepon
081365269218
Faksimile
-
Email
dppkb-dumai@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. (sumber : Perpres 72 tahun 2021). Standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi penderita penyakit kronis di masa dewasanya.
Melihat begitu krusialnya dampak stunting bagi pembangunan sosial ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin telah menetapkan penanggulangan stunting sebagai salah satu proyek prioritas strategis (major project) nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024, dengan target menurunnya angka kematian lbu hingga 183 per 100.000 kelahiran hidup serta menurunnya prevalensi stunting hingga 14%. Penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multisektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Selaras dengan kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kota Dumai juga telah memasukkan kebijakan penanggulangan stunting sebagai salah satu target pembangunan pada RPJMD Kota Dumai Tahun 2019-2024 dengan target menurunkan prevalensi stunting menjadi 10% di tahun 2024 (dengan menggunakan sumber data hasil entry e-PPGBM).
Tujuan Kegiatan
Tujuan strategi nasional penurunan stunting pada Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021. mempunyai tujuan sebagai berikut: (a) menurunkan prevalensi stunting, (b) meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, (c) menjamin pemenuhan asupan gizi; (d) memperbaiki pola asuh; (e) meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan; dan (f) meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Dengan menyasar kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 - 59 bulan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2023 - 13 Januari 2023
Desain
9 Januari 2023 - 20 Januari 2023
Pengumpulan Data
23 Januari 2023 - 10 Februari 2023
Pengolahan Data
6 Februari 2023 - 24 Februari 2023
Analisis
27 Februari 2023 - 17 Maret 2023
Diseminasi
20 Maret 2023 - 31 Maret 2023
Evaluasi
27 Maret 2023 - 31 Maret 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 11 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Jumlah PendudukPendudukSemua orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap2022
Angka kematian ibuKematian Ibu/Maternal MortalityKematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll2013-2022
Jumlah Balita StuntingStuntingStatus gizi yang didasarkan pada panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U).2022
Jumlah BalitaBalitaAnak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan)2022
Jumlah Ibu hamilIbu hamilWanita yang mengandung dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dan sel sperma) sampai lahirnya janin/ jabang bayi2022
Jumlah Remaja PutriRemajaKelompok usia 10 tahun sampai berusia 18 tahun.2022
Jumlah persalinanProses Melahirkan/KelahiranProses lahirnya janin dari dalam kandungan ibu ke dunia, dimulai dari tanda-tanda kelahiran (rasa mulas yang berangsur-angsur makin sering, makin lama dan makin kuat, rahim terasa kencang, keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir (vagina), keluarnya cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir dan merasa seperti mau buang air besar bila bayi akan lahir),hingga lahirnya bayi, pemotongan tali pusat, dan keluarnya plasenta.2022
Jumlah Peserta KBKeluarga BerencanaUpaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.2022
Jumlah calon pengantinCalon PengantinPasangan yang belum mempunyai ikatan, baik secara hukum Agama ataupun Negara dan pasangan tersebut berproses menuju pernikahan serta proses memenuhi persyaratan dalam melengkapi data- data yang diperlukan untuk pernikahan2022
Jumlah Pasangan Usia SuburPasangan Usia SuburPasangan Usia Subur atau selanjutnya disingkat PUS adalah pasangan suami istri, yang istrinya berumur 15- 49 tahun dan masih haid, atau pasangan suami-istri yang istrinya berusia kurang dari 15 tahun dan sudah haid2022
Jumlah KeluargaKeluargaJumlah Keluarga adalah jumlah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.2022
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. RIAU KOTA D U M A I
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Rumah Tangga
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 3 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 31 Maret 2023
Digital (Softcopy) Ya 31 Maret 2023
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
11 variabel yang diolah/dikumpulkan
Pasangan Usia Subur
Integer • Pasangan
Pasangan Usia Subur atau selanjutnya disingkat PUS adalah pasangan suami istri, yang istrinya berumur 15- 49 tahun dan masih haid, atau pasangan suami-istri yang istrinya berusia k
["Umur/Usia"]Lihat →
Jumlah Keluarga
Integer • KK
Jumlah Keluarga adalah jumlah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu atap dalam keadaan saling keterg
["Administrasi Kependudukan", "Data Kependudukan"]Lihat →
Jumlah persalinan
Integer • Orang
Jumlah kejadian lahirnya janin dari dalam kandungan ibu ke dunia, dimulai dari tanda-tanda kelahiran (rasa mulas yang berangsur-angsur makin sering, makin lama dan makin kuat, rahi
["Proses Melahirkan/Kelahiran"]Lihat →
Jumlah Peserta KB
integer • orang
Jumlah pasangan menikah yang melakukan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan
["Alat kontrasepsi", "Jumlah pasangan menikah"]Lihat →
Remaja
Integer • -
Kelompok usia 10 tahun sampai berusia 18 tahun
["Remaja"]Lihat →
Jumlah calon pengantin
integer • pasang
Pasangan yang belum mempunyai ikatan, baik secara hukum Agama ataupun Negara dan pasangan tersebut berproses menuju pernikahan serta proses memenuhi persyaratan dalam melengkapi da
["calon pengantin"]Lihat →
Ibu hamil
Integer •
Ibu hamil adalah seorang wanita yang mengandung dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dan sel sperma) sampai lahirnya janin/ jabang bayi. Lamanya hamil normal adalah 280 hari
["Ibu hamil", "Kehamilan"]Lihat →
Jumlah balita 0 - 59 bulan yang ditimbang dan diukur
Integer • Balita
Banyaknya Balita usia 0-59 bulan yang ditimbang dan diukur di mana kegiatan ini disebut kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan alat antropometri (
["Balita"]Lihat →
Jumlah Balita dengan Stunting
Integer • Balita
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah sta
["Stunting"]Lihat →
Kejadian Kematian Ibu
Integer • Orang
Kematian ibu merupakan kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas.
["Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
Penduduk
Integer • jiwa
Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
["Penduduk"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
34 indikator yang dihasilkan
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan
Persen • Kelurahan
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan terhadap PUS dengan status miskin
[" Pasangan Usia Subur", "Jaminan Kesehatan"]Lihat →
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan nontunai
Persen • Kelurahan
Cakupan PUS miskin yang memperoleh bantuan pangan non tunai terhadap seluruh PUS miskin (termasuk di PKH)
["Pasangan Usia Subur (PUS)", "Kemiskinan"]Lihat →
Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat
Persen • Kelurahan
Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat terhadap jumlah PUS dengan status miskin
["Pasangan Usia Subur", "Kesejahteraan Sosial"]Lihat →
Pasangan calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting
Persen • Kelurahan
Persentase pasangan calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting terhadap seluruh calon pengantin Bimbingan perkawinan : ada buku berkait
["Calon Pengantin", "Stunting"]Lihat →
Cakupan calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pranikah
Persen • Kelurahan
Cakupan calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pra nikah terhadap seluruh calon PUS
["Pasangan Usia Subur (PUS)"]Lihat →
Persentase Kehamilan yang tidak diinginkan
persen • kelurahan
Kehamilan yang dialami oleh perempuan yang sebenarnya belum menginginkan kehamilan atau sudah tidak menginginkan kehamilan tersebut
["Kehamilan"]Lihat →
Persentase Unmet Need pelayanan keluarga berencana
persen • kelurahan
Persentase pasangan usia subur yang tidak ingin mempunyai anak (lagi) atau ingin menjarangkan kelahiran berikutnya tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun.
["Pasangan Usia Subur"]Lihat →
Bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
Persen • Keluarahan / Desa
Persentase bayi usia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif (ASI saja tanapa makanan tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat dan vitamin, mineral berdasarkan recall 24
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase Anak usia 6-23 bulan mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dibandingkan dengan Seluruh anak usia 6-23 bulan.
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Calon pasangan usia subur (PUS) yang memperoleh pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan nikah
Persen • Kelurahan
Cakupan calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang memperoleh pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan nikah terhadap seluruh Calon Pasangan Usia Subur. Catin = Calon Pus, y
["Pasangan Usia Subur", "Calon Pengantin"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase balita (0-59 bulan) gizi buruk yang mendapat perawatan (baik rawat inap ataupun rawat jalan di faskes dan masyarakat sesuai dengan tata laksana gizi buruk terhadap juml
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya terhadap seluruh balita
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi terhadap seluruh balita kurang gizi. Balita Gizi kurang adalah balita dengan in
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap (IDL) terhadap seluruh balita.
["Anak Usia di Bawah Lima Tahun (Balita)"]Lihat →
Calon pengantin /calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD)
Persen • Kelurahan
Jumlah Calon pengantin /calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD) terhadap seluruh calon PUS catin: Penyedia TTD adalah Puskesmas, catin: calon pengantin yang dalam waktu d
["Calon Pengantin", "Pasangan Usia Subur (PUS)"]Lihat →
Keluarga yang Stop BABS
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase keluarga stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defacation Free (ODF) terhadap seluruh keluarga.
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Persentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang Mendapatkan Tambahan Asupan Gizi
persen • kelurahan
Bagian dari populasi Ibu hamil dengan risiko Kurang Energi Kronik (KEK) yang mendapatkan tambahan asupan gizi baik pabrikan maupuan berbasis pangan lokal. Kurang Energi Kronik pada
["Kehamilan", "Pelayanan Antenatal"]Lihat →
Keluarga yang melaksanakan PHBS
persen • Kelurahan / Desa
Persentase keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap seluruh keluarga
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri terhadap keluarga beresiko stunting
["Keluarga Beresiko "]Lihat →
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase pelayanan KB Pasca Persalinan terhadap seluruh Persalinan.
["Keluarga Beresiko"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang memperoleh pendampingan
Persen • Kelurahan / Desa
Persentase Keluarga Beresiko Stunting yang memperoleh pendampingan terhadap seluruh Keluarga Beresiko Stunting.
["Stunting"]Lihat →
Keluarga berisiko stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi
Persen • Kelurahan
Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi terhadap keluarga beresiko stunting
["Stunting"]Lihat →
Remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin)
Persen • Kelurahan
Jumlah remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin)
["Remaja"]Lihat →
Rumah tangga yang mendapatkan akses air minum layak
persen • Kelurahan
Persentase rumah tangga yang mendapatkan akses air minum layak terhadap seluruh rumah tangga
["Air Minum dan Sanitasi"]Lihat →
Rumah tangga yang mendapatkan akses sanitasi (air limbah domestik) layak
persen • Kelurahan
Persentase rumah tangga yang mendapatkan akses sanitasi (air limbah domestik) yang layak terhadap seluruh rumah tangga
["Air Minum dan Sanitasi"]Lihat →
Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi
persen • Kelurahan
Persentase Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi te
["Perlindungan Sosial"]Lihat →
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur
persen • Kelurahan
Persentase Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia di bawah dua tahun (baduta) yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur
["Perlindungan Sosial"]Lihat →
Angka Kematian Bayi (AKB)/Infant Mortality Rate (IMR)
kematian perseribu kelahiran hidup • Kabupaten/Kota
Angka yang menggambarkan banyaknya kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup.
["Kematian", "Kelahiran Hidup"]Lihat →
Persentase Keluarga Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
persen • Keluarahan
Bagian dari populasi keluarga yang menerima manfaat program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
["Keluarga", "Penerima Bantuan Iuran (PBI)", "Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)", "BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)"]Lihat →
Persentase Remaja Putri yang Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
persen • Kelurahan
Bagian dari remaja putri atau siswi SMP dan SMA sederajat yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar yaitu sebanyak 52 tablet dalam 1 tahun.
["Pelayanan Masa Sebelum Hamil"]Lihat →
Persentase Ibu Hamil yang Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) sesuai standar, yaitu minimal 90 tablet selama masa kehamilan. TTD sekurang-kurangnya mengandung zat besi
["Kehamilan", "Pelayanan Antenatal"]Lihat →
Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) pada Anak di Bawah Lima Tahun (Balita)
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi anak balita pada waktu tertentu, yang bertubuh pendek dan sangat pendek ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
["Stunting"]Lihat →
Rasio Kepadatan Penduduk
orang per kilometer persegi • Kabupaten/Kota
Angka yang menyatakan banyaknya penduduk per kilometer persegi, dihitung dengan perbandingan antara banyaknya penduduk terhadap luas wilayah.
["Penduduk"]Lihat →
Rasio Jenis Kelamin
laki-laki perseratus perempuan • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki perser
["Jenis Kelamin"]Lihat →