Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Stunting di Kabupaten Sarolangun 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Stunting di Kabupaten Sarolangun
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
proses
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDINAS KESEHATAN
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
KOMPLEK PERKANTORAN GUNUNG KEMBANG
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkes.sarolangun@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Rosalinda, SKM |
| Jabatan: | - |
| Alamat: | Komplek Perkantoran Gunung Kembang |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkessarolangun@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 mendefinisikan stunting sebagai kondisi dimana panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan batas (z-score) di bawah minus dua standar deviasi (<-2 SD). Stunting merupakan suatu bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita yang berakibat dari akumulasi adanya ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung mulai dari kehamilan sampai pada usia 24 bulan. Adanya ketidakcukupan nutrisi pada masa tumbuh kembang anak di usia dini akan menghambat perkembangan fisik, menghambat perkembangan mental anak, dan bahkan kematian. Balita yang mengalami masalah stunting akan memiliki risiko terjadinya kerusakan secara permanen pada perkembangan kognitif yang diikuti oleh perkembangan intelektual, motorik yang kurang optimal, dan kemampuan bahasa. Selain itu, anak yang menderita stunting lebih rentan menderita penyakit dan berisiko menjadi penyakit degeneratif ketika dewasa. Stunting merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Sarolangun sebesar 16,8% dan menurun menjadi 4,8% pada tahun 2023. Meskipun demikian, untuk mencapai target nasional sebesar 14% dan target Kabupaten sebesar 11% pada tahun 2024 diperlukan upaya percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengetahui besaran masalah stunting pada balita di Kabupaten Sarolangun.
Tujuan Kegiatan
Menganalisis prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Sarolangun
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-07-02 s.d. 2025-07-10
Desain
2025-07-11 s.d. 2025-07-31
Pengumpulan Data
2025-08-01 s.d. 2025-09-15
Pengolahan Data
2025-09-16 s.d. 2025-10-15
Analisis
2025-10-16 s.d. 2025-11-15
Diseminasi Hasil
2025-11-16 s.d. 2025-12-10
Evaluasi
2025-12-11 s.d. 2025-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Berat Badan | Berat Badan | Massa tubuh meliputi otot, tulang, lemak, cairan tubuh, organ, dan lain-lain yang diukur menggunakan timbangan injak ataupun babyscale. | Selama masa pengumpulan data |
| Panjang Badan/Tinggi Badan | Panjang Badan (0-2 Tahun); Tinggi Badan (diatas 2 Tahun) | Hasil jumlah pengukuran ruas-ruas tulang tubuh, meliputi tungkai bawah, tulang panggul, tulang belakang, tulang leher, dan kepala diukur dengan lengthboard atau stadiometer | Selama masa pengumpulan data |
| Umur | Umur/Usia | Suatu angka yang mewakili lamanya kehidupan seseorang. Usia dihitung saat pengumpulan data, berdasarkan tanggal kelahiran. Apabila kelebihan hingga 14 hari maka dibulatkan kebawah, sedangkan kelebihan 15 hari dibulatkan keatas. Usia dihitung dalam bulan. | Selama masa pengumpulan data |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Perbedaan antara perempuan dan laki-laki secara biologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. | Selama masa pengumpulan data |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
SEMESTERAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAMBI | SAROLANGUN |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Lainnya : Aplikasi e-PPGBM
Unit Pengumpulan Data
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-10;
Digital (softcopy): 2025-12-10;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Hasil jumlah pengukuran ruas-ruas tulang tubuh meliputi, tungkai bawah, tulang panggul, tulang belakang, tulang leher, dan kepala diukur dengan lengthboard atau stadiometer
-
Massa tubuh meliputi otot, tulang, lemak, cairan tubuh, organ, dan lain-lain yang diukur menggunakan timbangan injak ataupun babyscale
-
suatu angka yang mewakili lamanya kehidupan seseorang. usia dihitung saat pengumpulan data, berdasarkan tanggal kelahiran. apabila kelebihan hingga 14 hari maka dibulatkan kebawah, sedangkan kelebihan 15 hari dibulatkan keatas. usia dihitung dalam bulan.
-
Perbedaan antara perempuan dan laki-laki secara biologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu
Indikator Kegiatan
-
Jumlah kejadian stunting pada anak usia 0-60 bulan yang ditandai dengan kondisi dimana Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan batas (z-score) dibawah minus dua standar deviasi (< - 2 SD)
-
Jumlah kejadian stunting disertai gizi kurang pada anak usia 0-60 bulan yang ditandai dengan kondisi dimana panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dan indikator berat badan menurut Panjang Badan atau Tinggi Badan (BB/TB) dengan batas (z-score) dibawah minus dua standar....